Kamar 126

Kamar 126
Astral projection


__ADS_3

Tanpa basa basi lagi, Victor  langsung menuruti apa yang di mau oleh Dila. Untuk mendobrak pintu kamar Dira bersama Axel.


Brakk,,,


Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya pintu kamar Dira terbuka. Mereka pun langsung masuk ke dalam kamar Dira. Namun betapa terkejutnya mereka saat mendapati kamar Dira kosong. Mereka sudah mencari Dira di setiap sudut kamar namun hasilnya nihil. Mereka tidak menemukan Dira di mana pun.


Terlihat ponsel Dira juga tidak di bawa, kamar itu juga masih sangat rapi. Kalau pun Dira pergi, dia tidak pernah pergi tanpa pamit terlebih dulu pada yang lain. Dila yang paling khawatir diantara mereka, takut akan terjadi sesuatu pada Dira , karena dari tadi malam perasaan Dila sudah tidak enak tentang Dira. Dila sempat frustasi karena tak kunjung menemukan Dira di mana pun. Air mata mengalir membanjiri pipi gadis remaja itu. Dila yang memang terkenal ceria dan paling pemberani , baru pertama kalinya menangis karena kehilangan saudaranya entah kini berada di mana.


Dila duduk di ranjang Dira sembari menangkupkan wajahnya pada kedua tangannya. Dirinya tidak tahu harus berbuat apa, padahal mereka juga belum mencari Dira di sekitaran vila. Tapi entah kenapa Dila begitu histeris saat itu.


"Dila lo jangan nangis! Kita cari Dira sama-sama, siapa tahu dia ada di luar!" Kata Bryan sambil mengusap lembut pundak Dila yang saat itu masih menangis.


"Dira nggak mungkin keluar! Pintu ini tadi aja masih terkunci rapat!" Kata Axel yang juga tak kalah merasa khawatir akan Dira yang entah berada di mana.


"Gue nggak mau tahu, pokoknya Dira harus ketemu!" Ucap Dila menangis.


"Udah Dil jangan nangis! Mending kita cari lagi!" Ucap Alisya yang sebenarnya juga merasa sedih, namun dia memilih menyembunyikan perasaan sedihnya demi Dila.


"Gue mau cari di luar!" Kata Axel yang hendak mencari Dira di luar vila, " Victor , Alisya kalian cari di dalam vila aja! Bryan , temani Dila!" Perintah Axel pada mereka untuk membagi tugas mencari Dira.


Setelah membagi tugas kepada mereka, mereka pun langsung berhambur untuk segera mencari keberadaan Dira. Dila yang sudah sangat cemas, meminta Bryan untuk membantunya mencari Dira di seluruh wilayah Loka yang tak begitu besar.


Cukup lama mereka mencari, bahkan Dila dan Bryan juga sudah mencari di berbagai pelosok Desa itu. Dan tak luput juga mereka menanyai satu persatu rumah penduduk yang ada di sana. Namun hasilnya masih sama, nihil.


"Bryan , kita bahkan udah nyari Dira ke mana-mana! Tapi kenapa Dira nggak ketemu?" Tanya Dila yang sudah merasa putus asa, karena tak kunjung menemukan Dira.


"Dila, lo harus tenangin diri lo! Kita semua juga lagi pada nyari Dila!! Lo jangan panik oke!" Ucap Bryan yang berusaha menenangkan Dila.


Sampai akhirnya Dila mengingat akan ucapan Mark kemarin, kalau dia membutuhkan sesuatu. Mark pasti akan menolong mereka.


"Bryan, gue tahu kita harus ke mana! Kita harus minta tolong sama Mark!" Ucap Dila sambil mengusap air mata yang sedari tadi jatuh dari pelupuk matanya.


"Pemuda yang kemarin lo temui itu?" Tanya Bryan memastikan, dan di jawab anggukan oleh Mark.


Tanpa pikir panjang, Dila langsung berlari menuju ke tempat tinggal Mark. Diikuti oleh Bryan.

__ADS_1


Tok tok tok,,,


Tak butuh waktu lama, karena Dila tadi berlari, kini dirinya sudah ada di teras rumah Mark dan mengetuk pintunya.


Ceklekk,,,


Tak berapa lama pintu pun terbuka dan keluarlah seorang pemuda dari rumah itu ,yang tak lain adalah Mark.


"Dila?!" Kata Mark yang langsung bingung karena melihat wajah Dila yang sembab habis menangis.


"Mark, tolong gue!" Ucap Dila dengan mata berkaca-kaca.


"Tunggu, tunggu! Ini sebenarnya ada apa? Kenapa lo kayak gini?" Kata Mark dengan tatapan mengintimidasi.


"Saudara kembar gue hilang! Gue sama saudara-saudara gue yang lain udah cari ke mana-mana tapi nggak ketemu!" Kata Dila memberi tahu dengan nada sedikit bergetar.


Mark tampak mengernyitkan dahinya, "Saudara kembar?!" Lirih Mark.


"Namanya Dira, dia saudara kembar Dila!" Kata Bryan yang langsung menyambar pertanyaan Mark begitu saja.


"Mark gue mohon bantuin gue!" Ucap Dila seraya memegang kedua tangan Mark untuk memohon agar Mark mau membantunya.


"Mark, gue tahu cuma lo yang bisa bantuin gue! Gue mohon sama lo!" Pinta Dila yang kembali histeris dan menitihkan air mata mengingat saudara kembarnya yang belum juga ditemukan.


Mark tampak mengambil nafas lalu menghembuskan nya perlahan, "Gue sebenarnya kemarin dapat penglihatan tentang lo Dil! Gue kira lo yang bakal dalam bahaya, tapi ternyata gue salah! Saudara kembar lo yang dalam bahaya saat ini!" Ucap Mark memberi tahukan apa yang dia rasakan kemarin.


"Gue mohon bantu gue Mark!" Ujar Dila sembari terduduk sambil memohon kepada Mark.


"Hey jangan lakukan itu, bangunlah!" Mark pun membangunkan Dila yang semula duduk memohon padanya. "Gue akan kasih tahu Bayu dulu untuk ikut membantu kalian!" Kata Mark mencoba menenangkan Dila.


Setelah itu Mark pun langsung menghubungi Bayu dan menyuruhnya untuk segera datang ke rumah Mark. Selang beberapa saat karena jarak yang tak begitu jauh, akhirnya Bayu datang dengan seorang wanita. Wanita itu yang tak lain adalah sahabat Mark dan Bayu juga, Dia bernama Mela.


"Ada apa Mark?!" Tanya Bayu yang baru saja datang dengan tergesa-gesa.


"Dugaan gue benar tentang apa yang gue ceritain kemarin! Bukan Dila yang ada di penglihatan gue, tapi Dira! Saudara kembarnya!" Jelas Mark singkat, padat dan jelas. Yang langsung di mengerti oleh Bayu.

__ADS_1


"Terus lo ngapain nyuruh gue sama Bayu buat datang ke sini? Apa urusannya sama kita?!" Tanya Mela yang masih bingung dengan apa yang terjadi, karena memang Mela belum tahu dan mengenal siapa Dila dan para saudaranya. Yang dia tahu kemarin Bayu sempat menceritakan tentang penghuni baru Vila mewah yang ada di desa Loka.


"Dila minta bantuan kita! Dan gue mohon sama kalian buat bantu nyari Dira lewat astral projection!" Kata Mark dengan memberitahukan tujuannya.


"Di sini?!" Tanya Bayu.


"Tidak! Tapi kita lakukan di vila itu!" Ucap Mark.


"Tapi, kita kan juga nggak tahu apa kita kuat ada di sana atau nggak nya, Mark!" Kata Bayu yang tak yakin dengan kemampuannya sendiri.


Pasalnya, Mark, Bayu dan juga Mela bersahabat karena mereka memiliki kelebihan yang sama. Yaitu bisa melihat mereka makhluk tak kasat mata, bahkan tak jarang mereka membantu mereka yang membutuhkan bantuan mereka untuk kembali ke alam, dimana seharusnya mereka berada.


"Lo harus yakin sama diri lo sendiri! Nggak ada salahnya kalau kita coba dulu!" Kata Mela sambil menepuk pundak Bayu.


Dila dan Bryan tampak terdiam mendengar percakapan mereka bertiga. Karena mereka memang tidak tahu apa maksud yang mereka katakan itu. Namun di sisi lain mereka juga senang mendengar kalau 3 bersahabat itu mau membantunya, untuk mencari Dira.


"Mark, gue mohon bantuin gue!" Ucap Dila membuka suara.


"Iya, Dil! Kita pasti bantuin lo! Oh iya kenalin dia Mela! Dia yang bakal bantuin kita juga nanti!'l" kata Mark memperkenalkan Mela pada Dila.


Setelah berjabat tangan tanda saling mengenal, mereka pun tanpa pikir panjang langsung menuju ke Vila penginapan mereka.


Sesampainya di vila, terlihat Axel sudah ada di sana sambil menunggu para saudaranya datang.


"Axel!" Panggil Dila yang baru saja datang bersama dengan Bryan dan teman-teman barunya.


"Gimana? Lo udah ketemu sama Dira?" Tanya Axel yang berharap mendapatkan kabat baik. Namun Di jawab gelengan oleh Dila.


Axel tampak mengusap wajahnya kasar, dia tidak tahu lagi harus berbuat apa. Sampai dia sadar kalau Dila tidak datang sendiri.


"Siapa mereka?" Tanya Axel sambil menunjuk para teman-teman Dila.


"Mereka semua adalah teman-teman gue ,yang gue ceritain tadi malam sama lo!" Kata Dila .


Tak berselang lama Alisya dan Victor pun berjalan ke arah mereka sembari menggelengkan kepalanya , memberi tanda pada Axel kalau mereka berdua juga tidak menemukan keberadaan Dira di mana pun.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita mulai sekarang?" Ucap Mark yang langsung membuat semua mata menoleh ke arahnya.


Semua pun juga sempat berkenalan lalu setelahnya langsung menyuruh mereka bertiga masuk ke dalam Vila. Lebih tepatnya mereka akan melakukan astral projection di kamar Dira.


__ADS_2