Kamar 126

Kamar 126
Flashback masalalu Byun


__ADS_3

Jujur Mark sangat takut kalau sampai nantinya dia tak bisa mengontrol nafsunya ketika satu ranjang dengan Dila. Mengingat mereka sudah saling tahu perasaan masing-masing. Itu tak akan luput dari sebuah nafsu. Berbeda ketika mereka masih saling memendam perasaan. Mereka masih sedikit merasa canggung jika melakukannya. Maka dari itu memang sangat berbeda meskipun yang membedakan hanyalah pengungkapan perasaan saja.


Mark menunggu Dila sampai Dila tertidur dan kemudian dia berpindah posisi menuju ke arah sofa, dia akan tidur di sofa panjang yang ada di kamar malam ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi Axel dirinya tengah memandang keluar jendela kamarnya. Dia masih memikirkan apa yang akan di katakan oleh papanya tadi. Tentu dirinya sangat penasaran mengenai itu.


"Apa yang sebenarnya papa ingin katakan padaku? Apakah ada rahasia lagi di antara keluarga besar ini?!" Tanya Axel dengan pandangan keluar jendela.


Tiba-tiba saja,,


Ceklekk,,,,,,,


Axel yang mendengar suara pintu pun langsung menoleh ke arah pintu, dan melihat adanya Papa Byun yang masuk. Bahkan tampaknya papa Byun juga mengunci pintu kamar Axel. Seakan dia ingin memberi tahukan rahasia besar mengenai keluarga itu, sampai-sampai dia harus mengunci pintu kamar Axel.


"Papa?" Ucap Mark ketika melihat Byun memasuki kamarnya. Byun berjalan ke arah Axel yang masih berdiam diri di tempatnya tadi. Lalu kemudian langkah Byun terhenti dan menyuruh Axel untuk duduk di sofa yang ada di kamarnya.


Axel langsung menurut saja, karena memang dirinya sudah sangat penasaran dengan cerita yang nantinya akan di ceritakan oleh papanya itu.


"Kenapa papa sampai mengunci pintunya? Memangnya ada apa pa?!" Tanya Axel yang terlihat masih bingung dengan apa yang di lakukan oleh papanya itu.


Byun menghela nafasnya sebelum mengucapkan sesuatu, "Papa akan kasih tahu kamu sebuah rahasia nak!!" Papa Byun lalu melihat ke arah Axel yang berada tepat di hadapannya saat ini.


Axel semakin penasaran di buatnya, "Katakan pa! Jangan bikin Axel tambah penasaran!!" Pinta Axel yang sudah tak sabar mendengar cerita dari papanya itu.


"Jadi begini!" Byun mengawali ucapannya, "Dulu saat papa masih muda dan belum memiliki istri, papa bertemu dengan Gisella! Dia menolong papa ketika tak sengaja melihat arwah dari Velia, adik papa!" Ucap Byun memberi tahu Axel.


"Apa? Jadi tante Velia itu bisa ketemu sama papa karena mama Gisella?!" Tanya Axel yang memang sudah tahu mengenai tantenya Velia. Namun Axel tidak tahu kalau dulu papa Byun bisa bertemu dengannya, karena bantuan dari mama Gisella, "Lalu apa hubungannya pa?!" Tanya Axel lagi.


Byun menghela nafas, "Papa akan ceritakan semuanya dari awal pertemuan papa sampai papa mengalami kecelakaan waktu itu!" Ujar Byun memberi tahu Axel.


"Dulu setelah mama Gisella membantu papa bertemu dengan tante kamu Velia! Papa selalu saja menempel padanya, begitu juga dengan dia yang sama seperti itu!! Bahkan kita sudah seperti kekasih!! Tapi pada suatu ketika dia mengenalkan papa dengan para sahabatnya yaitu para orang tua yang ada di sini!!", Menghela nafas untuk melanjutkan ceritanya lagi, "Papa sangat senang bisa memiliki banyak teman saat itu, sampai papa sadar kalau papa itu memiliki perasaan pada Gisella!" Kata Byun.


Deg,,,,,

__ADS_1


"Apa? Jadi papa?!" Ujar Axel yang ingin bertanya namun menghentikan ucapannya sendiri. Karena dirinya mengerti kalau papa itu tidak mau di tanyai sebelum ceritanya usai.


"Papa tahu kalau papa memiliki rasa pada mama Gisella, tapi ada saat di mana papa memilih menjauh, karena adanya papa Chan!! Dia ternyata lebih dulu mengenal Gisella, papa sebenarnya tidak peduli dan hanya ingin terus mengejar cinta Gisella! Tapi sayangnya harapan papa pupus ketika melihat Gisella dan Chan saling mengungkapkan perasaan mereka!" Ucap Papa Byun yang mengingat kejadian masalalu nya dulu.


Flashback on,,,


Saat itu setelah acara barbeque an di mansion Gisella. Lebih tepatnya belum selesai acaranya, Byun memutuskan untuk pergi dari sana. Dengan alasan ada urusan mendadak.


Padahal alasan utamanya karena Gisella saat itu tengah bersama dengan Chan. Bahkan Byun melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Gisella dan juga Chan sudah seperti sepasang kekasih. Byun juga melihat adanya cinta di mata Gisella untuk Chan.


Sampai Byun merasa kalau dia harus berhenti berjuang dan membiarkan Gisella bahagia dengan orang yang dia cintai. Saat itu juga Byun langsung pamit pergi karena urusan mendadak, tanpa berpamitan dengan Gisella yang jelas adalah tuan rumah pembuat acara barbeque malam itu.


Byun menaiki mobil miliknya lalu melajukan perlahan mobilnya itu. Di dalam mobil Byun,,,


"Haish, kenapa gue jadi kayak gini sih? Harusnya kan gue senang kalau lihat Gisella bahagia!!" Ucap Byun saat berada di dalam mobilnya.


Saat dia sedang berseteru dengan pikirannya, dia tak menyadari kalau dia tengah melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh karena kesal pada dirinya sendiri. Namun saat itu tiba-tiba saja ada yang menelfon Byun. Byun sendiri tidak tahu siapa yang menelponnya karena saat itu tertera nomor tidak di kenal. Karena pikiran Byun sedang kacau saat itu. Byun yang hendak mengangkat telepon itu, akan tetapi justru ponselnya malah terjatuh di sela-sela rem mobilnya.


Byun mendengus kesal, "Haish, ada-ada aja sih!!!" Ucap Byun yang masih mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh.


Karena merasa geram, Byun pun berusaha mengambil ponsel miliknya yang terjatuh tadi tanpa menghentikan mobilnya yang sedang melaju kencang. Tanpa Byun sadari ada truk yang juga melintas di arah yang berlawanan dengan mobil Byun. Truk itu juga sama melaju dengan sangat kencang karena mendapati jalanan yang sepi. Sampai akhirnya truk itu menabrak mobil Byun yang sudah keluar dari jalur mobilnya. Mobil Byun terguling bahkan jauh dari tempat dia mengalami kecelakaan. Memang pada saat itu mobil Byun keluar dari jalur dan tak tentu arah ,itu karena memang dirinya sedang sibuk mengambil ponselnya yang terjatuh tadi sampai dia tidak tahu kalau ada truk yang hendak menabrak mobilnya. Dan parahnya lagi supir truk itu ternyata dalam kondisi mengantuk akibat perjalanan jauh dan memutuskan untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, supaya segera sampai di tempat tujuannya.


Chan yang saat itu hendak menyusul Gisella ke dalam mansion, tiba-tiba mendengar suara barang pecah. Kemudian dia segera mencari keberadaan Gisella karena khawatir terjadi sesuatu pada Gisella.


Cetiarrrr,,,,,,,


Flashback off,,,,


"Kenapa papa pergi? Kenapa papa nggak memperjuangkan cinta papa?!" Tanya Axel setelah mendengar cerita dari masalalu papanya itu.


Byun menatap anaknya, "Tidak semudah itu Axel!" Kata Byun memberi tahu.


"Lalu, apa tujuan papa menceritakan masalalu papa itu? Apa ini ada hubungannya dengan Dila?!" Tanya Axel yang masih menduga-duga.


Byun lalu menganggukkan kepalanya, dia pun mengatakan, "Kamu tahu kan saat ini Dila juga sedang dekat dengan kakak tirinya itu? Papa tidak mau kalau sampai kamu sakit hati seperti papa dulu!!" Ucap Byun dengan tujuan intinya.

__ADS_1


"Jangan bilang kalau ini tujuan papa untuk menjauhkan aku dari Dila? Jangan bilang kalau papa akan menyuruhku untuk melupakan perasaanku pada Dila?!" Ucap Axel yang sudah bisa menebak apa yang menjadi tujuan papanya itu mengatakan semuanya.


Byun menghela nafasnya, "Nak, papa tidak meminta kamu untuk menjauh dari Dila! Tapi setidaknya kamu harus mengurangi perasaan kamu terhadapnya! Carilah wanita lain saja yang nantinya akan menerima kamu apa adanya!" Ucap papa Byun.


"Lantas kenapa harus aku yang menjauh? Kenapa aku yang harus melupakan perasaanku pa? Kenapa? Kenapa tidak kak Mark saja?!" Kata Axel yang tak setuju dengan saran dari papanya itu.


"Apa kamu tidak melihat kalau Dila juga sepertinya memiliki rasa yang sama pada Mark? Kamu hanya akan mendapatkan rasa sakit yang sama seperti papa dulu Axel! Papa tidak mau kalau sampai hal itu terjadi kembali pada kamu!!" Ucap Byun yang mengkhawatirkan anaknya.


Axel menggeleng, "Tidak pa! Aku tidak setuju dengan apa yang papa pikirkan dan lakukan untukku ini!!! Aku tahu papa memiliki niat yang baik untukku!! Tapi ini cerita Axel pa! Biarkan Axel sendiri yang akan menentukan mana yang baik dan mana yang akan Axel lakukan!! Axel akan tetap berjuang pa! Axel tidak akan menyerah begitu saja seperti papa dulu, Axel akan berusaha untuk bisa mendapatkan hati Dila!! Axel juga siap menerima hasil baik dan buruknya di akhir nanti!!" Ucap Axel menegaskan pada Byun.


Byun sendiri seakan tak dapat berkata apa-apa. Mulutnya seketika terdiam ,lidahnya kelu karena mendengarkan apa yang menjadi keputusan dari Axel. Bagaimana mungkin anak seusia Byun memiliki pemikiran seperti itu?


Byun bahkan malu karena sudah menceritakan masalalu nya yang sudah seperti pecundang itu. Dirinya tak tahu lagi dengan apa yang telah dia lakukan di masalalu. Dia merasa kalau dirinya itu bodoh di masalalu, dia kini berpikir kenapa dulu dia memilih untuk tidak mengungkapkan perasaannya pada Gisella dan memperjuangkannya. Tapi justru Byun malah lari dari kisah cintanya dan mengalami hal naas seperti itu.


"Axel benar!! Seharunya aku dulu tidak lari dari masalah percintaan ku!! Harusnya aku memperjuangkan cintaku untuk Gisella! Tapi aku dengan bodohnya bertindak tanpa memikirkan apa yang nantinya akan terjadi!! Aku sungguh malu pada anakku sendiri yang tak bisa memperjuangkan apa yang menjadi keinginanku waktu dulu!!" Batin Byun yang memikirkan kebodohan yang dia perbuat dulu, bahkan dia merasa malu karena telah menceritakannya pada anaknya. Byun merasa kalau kejadian di masalalu nya dulu bukanlah suatu yang dapat di contoh untuk anaknya.


"Kamu ada benarnya Axel! Benar kalau kamu akan berusaha untuk memperjuangkan cinta dari Dila! Papa seharusnya tidak egois, dan membiarkan kamu melakukan apapun yang kamu mau! Maafkan papa nak! Papa tidak akan lagi menghalangi niat kamu nak!" Kata Byun sambil menepuk pundak Axel, anaknya.


Axel tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh Papanya yang kini mulai menyetujui apa yang sudah menjadi keputusannya. Axel senang karena tahu kalau papanya tak akan menghalangi niatnya. Akan tetapi tiba-tiba saja dahi Axel mengernyit karena mengingat sesuatu. Dia teringat pada mama Sindy, mama kandungnya.


"Pa, jangan katakan kalau papa kembali mencari para sahabat papa ini untuk dekat lagi dengan mama Gisella? Dan papa hanya menjadikan mama Sindy sebagai pelarian saja??!" Kata Axel dengan pikiran yang negatif terhadap papanya.


Pletak,,,


Byun menjitak kepala anaknya karena merasa geram di buatnya, sedangkan Axel tampak meringis dan mengusap-usap kepalanya yang di jitak oleh Byun. Hal itu sudah menjadi hal yang biasa terjadi di antara mereka. Mengingat mereka kalau di lihat memiliki kepribadian yang sama, yaitu menjadi happy virus untuk semua orang yang ada di dekat mereka.


"Sekali lagi kamu ngomong gitu awas aja ya! Papa itu tidak pernah menjadikan mama kamu sebagai pelampiasan! Papa bahkan sangat mencintainya melebihi ras papa pada Gisella dulu!!! Mama Sindy sudah sangat berharga untuk papa!! Dia selalu ada untuk papa, dia satu-satunya wanita yang mampu membuat hati papa berdegup dengan kencang" Menghela nafas untuk melanjutkan ucapannya, "dan tadi kamu bilang apa? Papa kembali karena ingin dekat dengan Gisella? Itu sangat salah, papa hanya ingin berkumpul dengan para sahabat papa saja, tidak ada orang yang dapat di percaya! Semuanya berhati busuk apalagi dalam hal bisnis! Papa mencari mereka karena papa hanya merasa nyaman kalau ada bersama dengan mereka! Terutama Gisella yang bisa melihat makhluk tak kasat mata! Dia mengingatkan papa pada tante kamu nak!! Itu sebabnya papa sekarang seperti ini, karena papa memang sudah tak memiliki perasaan apapun pada Gisella!! Hanya sebatas sahabat tidak lebih!!!" Ujar Byun panjang lebar supaya anaknya itu mengerti dan tidak salah paham dengannya.


"Lalu apa mama tahu mengenai cerita papa di masalalu ini?!" Tanya Axel yang penasaran, dia takut kalau sampai ternyata mamanya tidak mengetahui alasan penting papanya dan apa yang pernah terjadi di masalalu papa dulu.


Byun mendengus, "Kamu ini gimana sih! Ya jelas mama kamu tahu lah! Makanya dia nggak pernah cemburu sama mama Gisella, ya karena dia udah tahu sama cerita masalalu papa!!" Ucap Byun menjelaskan.


Axel mengangguk-angguk paham, "Aku kira papa juga merahasiakannya dari mama!" Ucap Axel lagi.


Byun menghela nafas panjang, "Kamu memang benar nak! Cinta itu harus di perjuangkan, entah bagaimana hasilnya nanti! Yang penting kita sudah berusaha berjuang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan!!" Kata Byun menghela nafas untuk melanjutkan ucapannya, "Tapi kamu juga harus ikhlas apapun yang nantinya akan jadi keputusan Dila!! Kalau kau berhasil mendapatkan hati Dila, itu berarti dia memang takdir kamu! Tapi ingat ini, bahwa setiap perjuangan tidak ada yang sia-sia!" Kata Byun menasehati anaknya.

__ADS_1


Axel yang mendengarnya tersenyum kecil lalu mengangguk, "Papa tenang saja, semuanya akan Axel tanggung apapun yang terjadi!" Ucap Axel.


Setelah itu Byun kembali ke kamarnya sendiri, sedangkan Axel berjalan ke arah ranjangnya. Axel duduk di sisi ranjang, dengan memandang keluar jendela, "Ya papa benar, aku akan berjuang dan menanggung semua yang nantinya akan jadi keputusan Dila! Dila semoga kita di takdir kan untuk bersama!!" Ucap Axel lalu setelahnya tidur.


__ADS_2