Kamar 126

Kamar 126
Perdebatan batin


__ADS_3

Gisella pun menyuruh Chan untuk menggendong Lisa, dan membawanya ke rumahnya yang berada tak jauh dari lokasi itu.


Setelah beberapa saat, Gisella dan juga Chan menunggu Lisa sadar dari pingsannya, akhirnya Lisa pun sadar.


"Lisa bagaimana? Apa kamu sudah bertemu dengan putrimu?!" Tanya Gisella yang langsung menanyakan tentang anak Lisa.


Lisa hanya terdiam termenung seakan memikirkan suatu hal yang berat. Air matanya mulai menetes dari pelupuk matanya, hingga membuatnya teringat lagi akan ucapan putrinya tadi.


"Lisa ada apa? Katakanlah!" Pinta Gisella yang bingung dengan Lisa yang tiba-tiba saja menangis.


"A,,aa,,aku,,,,aku sudah membunuhnya" ucap Lisa dengan gugup lalu menangis lagi.


"Lisa, apa maksud kamu? Kenapa kamu bisa berkata seperti itu?!" Tanya Gisella bingung dan juga khawatir.


Lisa lalu menceritakan segalanya kepada Gisella dan juga Chan.


Lisa kamu harus sabar, mungkin ini sudah menjadi takdir Tiara,, kamu harus bisa mengikhlaskan kepergiannya!" ujar Gisella yang juga khawatir terhadap Lisa yang masih terus saja menangis, dan juga merasakan kehilangan yang dirasakan oleh Lisa.


"Gisella benar Lis, kamu harus mengikhlaskan kepergiannya" ujar Chan menimpali.


"Aku belum bisa tenang sebelum aku mencabut tuntutan orang yang sudah aku tuduh menabrak Tiara!" Ujar Lisa dengan perasaan bersalah yang dia miliki.


Setelah itu Gisella dan juga Chan menemani Lisa untuk pergi ke kantor polisi untuk mencabut tuntutannya.


"Terima kasih karena kalian sudah membantuku untuk mengetahui kebenaran ini, dan aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan kalian,, berkat kalian aku jadi bisa bertemu dengan anakku juga yang sudah tiada!" ujar Lisa yang tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Gisella dan juga Chan.


"Sama-sama, Lis! ini tidak seberapa, aku senang kalau aku bisa membantu orang lain dengan apa yang aku punya,,,ah iya kalau kamu butuh apa-apa kabari aku saja!" ujar Gisella yang setelahnya memutuskan untuk pulang ke mansion nya.


"Sekali lagi terima kasih atas bantuan kalian, mungkin sekarang Tiara sudah tenang di sana!" ujar Lisa yang menahan air matanya dan tersenyum pada langit.

__ADS_1


Setelah itu Gisella dan Chan pun pulang ke mansion milik mereka untuk beristirahat.


Sesampainya di mansion , Gisella langsung merebahkan tubuhnya di sofa. Chan yang melihatnya merasa kasihan kepada Gisella, karena Gisella pasti sangat lelah.


"Akhirnya semua berjalan dengan lancar!" ujar Gisella yang dengan santainya merebahkan tubuhnya.


"Kau terlihat sangat lelah lelah sekali!" tanya Chan.


"Iya Chan kau benar, aku sangat lelah!" jawab Gisella.


"Bagaimana kalau kita makan malam dulu? Aku akan memas,,,,,," ucapan Chan terhenti karena melihat Gisella yang tertidur di sofa.


"Astaga, Gisella? Apa kau selelah itu? Kau bahkan langsung tertidur begitu saja?!" Ujar Chan terheran dengan Gisella yang langsung tertidur.


Chan pun menggendong Gisella dan meletakkan Gisella di ranjang kamarnya.


Setelah itu Chan menyelimuti Gisella dan saat hendak keluar dari kamar Gisella, tiba-tiba tangan Chan di tarik oleh Gisella sehingga Chan terjatuh di ranjang yang Gisella tempati.


Brukkkkk,,,,,,


"Astaga apa yang kamu lakukan Gisella?!" Tanya Chan.


"Aku mencintaimu!" Ujar Gisella begitu saja.


Hati Chan terasa sangat senang saat Gisella berkata bahwa dia mencintai Chan. Namun saat Chan melihat ke arah Gisella, ternyata Gisella hanya mengigau saja karena matanya masih tertutup.


"Kau mengigau? Tapi bagaimana caranya aku bisa ke kamarku kalau tanganku saja di pegang sekuat ini olehnya?!" Tanya Chan pelan.


"Ku mohon jangan pergi!" Ujar Gisella lagi yang masih mengigau.

__ADS_1


"Sebenarnya kau sedang bermimpi tentang apa? Kenapa kau terlihat ketakutan sekali ditinggalkan? Apakah yang ada di mimpimu itu Andrian?" Ujar Chan yang bertanya-tanya di dalam batinnya.


Saat Chan sedang berseteru dengan batinnya, tiba-tiba saja Gisella memeluknya dan iyu membuat Chan merasakan getaran yang sangat kuat di dadanya.


"Astaga Gisella? Kalau aku membangunkannya sekarang, kasihan dia terlihat sangat lelah sekali! Biarkan saja seperti ini, besok aku akan mengatakan padanya tentang ini?!" Ujar Chan di dalam batinnya lagi.


Saat Chan hendak menutup matanya Chan berkata dalam hatinya lagi,,,, "Gisella, aku tidak tau apa yang sedang aku rasakan saat ini, apa ini rasa sayang ataukah rasa takut akan kehilangan? Entah kenapa, rasanya sulit jika harus jauh dari kamu! Aku tau aku sedang mengalami hilang ingatan, dan semua orang pasti sedang mencari keberadaan aku sekarang,, tapi kenapa aku seperti tidak ingin mengingat semuanya?! Aku justru hanya ingin seperti ini bersama denganmu Gisella,,,aku takut kalau kita tidak akan bisa seperti ini lagi?!" Ujar Chan di dalam hatinya sembari menitihkan air matanya.


Chan kemudian tertidur di posisi yang masih di peluk oleh Gisella.


Saat Chan menangis tadi, entah kenapa Gisella justru terbangun saat Chan sudah tertidur. Namun betapa terkejutnya Gisella melihat Chan yang ada di dekatnya dan bahkan dirinya kini yang memeluk Chan. Bukan Chan yang memeluk Gisella, melainkan Gisella lah yang memeluk Chan.


"Astaga Chan? Kenapa Chan bisa tidur di sini? Dan kenapa bisa aku memeluknya seperti ini? Haish ,malu banget aku kalau kayak gini,,,tapi kalau aku menyuruhnya untuk pindah ke kamarnya sekarang juga, yang ada aku malah makin malu,,Biarkan saja lah daripada harus malu sekarang! Maaf ya Chan, mungkin tadi aku mengigau jadi aku tidak sadar kalau aku memeluk kamu seperti ini?!" Ujar Gisella yang setelahnya memilih untuk melanjutkan tidurnya.


Keesokan harinya Chan sudah lebih dulu bangun di bandingkan dengan Gisella. Namun Chan tidak berani bergerak karena takut kalau nantinya akan membangunkan Gisella.


Sementara sesaat kemudian Gisella yang sebenarnya sudah bangun dan mengetahui kalau Chan sudah bangun tapi tidak segera pergi ke kamarnya sendiri.


"Haish, Chan sudah bangun tapi kenapa dia tidak segera ke kamarnya?" Tanya Gisella di dalam hatinya.


"Gisella kapan bangunnya sih? Apa aku duluan aja ya yang bangun?!" Tanya Chan di dalam batinnya yang melihat Gisella masih menutup matanya.


"Haish, nggak bisa dibiarin nih, aku harus cari cara supaya Chan beranjak dari kamar ini,?!" Batin Gisella yang setelahnya berguling ke kiri dan melepaskan tangan Chan yang awalnya sempat dia pegang semalaman.


"Loh kok tiba-tiba guling ke kiri sih? Dari tadi malam aja kamu nggak gerak sama sekali Sel?! Apa jangan-jangan kamu udah bangun?!" Tanya Chan yang bingung akan Gisella yang mengubah posisi tidurnya.


"Kenapa Chan nggak beranjak dari ranjang ini? Apa sebenarnya dia tahu kalau aku cuma pura-pura tidur aja? Haish, matilah aku?!" Ujar Gisella di dalam hatinya.


Chan pun beranjak dari ranjang Gisella.

__ADS_1


__ADS_2