
Anehnya mereka semua tidak mendengarnya dan hanya Gisella lah yang bisa mendengar suara tangisan itu. Bahkan Chan yang saat ini bisa melihat mereka yang tak kasat mata pun tidak mendengar apa-apa.
"Ada apa sayang?" Tanya Chan pada Gisella yang terlihat bingung.
"Iya, ada apa, Sel? Kita nggak dengar apa-apa!?" Tanya Nadia.
"Oh, ya udah mungkin tadi aku cuma salah dengar aja!" Ucap Gisella yang berusaha membuat semuanya merasa tenang.
"Ya sudah kalau begitu kita langsung masuk saja ke dalam!" Ajak Nathan yang berjalan mendahului semuanya.
Ke 4 pasangan itu pun masuk ke dalam mansion, dan Gisella justru semakin mendengar suara tangisan itu. Suara tangisan itu sama persis dengan yang tadi berada di depan mansion. Gisella memilih diam dan tidak memberi tahu siapapun yang ada di sana karena takutnya akan mengganggu liburan mereka.
Di dalam kamar, Gisella sayup-sayup mendengar suara anak kecil yang sedang asik bermain di halaman yang kebetulan dekat dengan kamar miliknya dan Chan.
Karena merasa penasaran dengan itu, Gisella pun akhirnya memutuskan untuk mengecek dari balkon kamarnya. Namun Gisella tidak melihat siapapun yang ada di sana.
Di saat yang bersamaan, kebetulan Chan juga masuk ke dalam kamar dan bertanya pada Gisella.
"Gisella, kamu sedang apa?" Tanya Chan yang membuat Gisella menoleh dan membelalakkan matanya karena terkejut.
"Gisella? Kamu kenapa?" Tanya Chan yang bingung karena Gisella tiba-tiba membelalakkan matanya.
Ternyata Gisella melihat sosok yang menggantung tepat di atas Chan berdiri saat itu.
"Sayang kamu kenapa terkejut begitu?" Tanya Chan bingung.
"Chan, di atas kamu?!!!" Ucap Gisella yang masih menatap sosok yang menggantung tepat dia atas Chan.
Chan yang tadinya hendak berjalan ke arah Gisella, dia memilih menghentikan langkahnya dan menoleh ke atas.
"Ada apa? Di atas ada apa? Aku tidak melihat apapun?!" Ucap Chan dengan menatap ke atasnya dan memang Chan tidak melihat apapun di sana.
Lalu Chan menatap ke arah Gisella, dan betapa terkejutnya Chan saat melihat hidung Gisella mengeluarkan darah.
"Sayang, apa yang terjadi padamu?" Ucap Chan yang langsung menggendong Gisella dan meletakkannya di atas ranjang mereka.
Tok tok tok,,,,,
__ADS_1
Suara ketukan pintu kamar mereka yang sedang di ketuk dari luar, dan yang mengetuknya tak lain adalah Suho, karena kebetulan kamar mereka bersebelahan.
"Chan, ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Nathan yang mendengar suara Chan tadi.
"Chan, ada apa?" Tanya Alex yang juga baru datang.
"Kita,,,," ucap Chan terpotong karena tangan Gisella yang memberi kode Chan untuk diam.
"Jangan membuat mereka khawatir!" Pinta Gisella dengan lirih supaya Nathan dan Alex tidak mendengarnya.
"Tapi say,,,,,," ucapan Chan kembali terpotong oleh Gisella.
"Ini liburan kita bersama dan pertama kali! Jangan menghancurkan kebahagiaan ini dengan membuat mereka semua khawatir!" Ujar Gisella yang masih lirih.
"Kau yakin?" Tanya Chan dan Gisella hanya mengangguk.
"Kami tidak apa-apa, hanya melakukan apa yang seharusnya kami lakukan!" Teriak Chan dari dalam kamar dan memberi tahu Nathan dan juga Alex.
Di sisi lain Nathan dan juga Alex yang sedang berada di depan pintu kamar Chan dan Gisella.
"Haish, ternyata mereka sedang melakukannya!" Ujar Nathan yang berpikir kalau Gisella dan juga Chan sedang melakukan aktivitas ranjang.
"Baru juga nyampe! Udah main aja!" Ucap Alex yang terheran-heran.
"Ada apa?" Tanya Kim Kai yang baru saja mendekat ke arah Nathan dan Alex.
"Nggak ada apa-apa! Cuma kita tadi ngira ada masalah sama Chan, tapi ternyata mereka malah udah main duluan!" Jawab Alex menjelaskan pada Leon.
"Haish, baru juga nyampe!" Ujar Leon yang langsung mengerti apa yang di maksud oleh Alex tadi.
"Sudahlah, lebih baik kita tinggalin mereka aja!" Ucap Nathan menyarankan mereka untuk masuk ke kamar mereka sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Back to Gisella dan Chan,,
"Sayang, bilang sama aku! Kamu kenapa?" Tanya Chan yang sudah khawatir dari tadi.
"Sebenarnya aku nggak mau ceritain ini ke kamu, aku nggak mau kalau sampai kamu malah kepikiran!" Ujar Gisella.
__ADS_1
"Sayang, kita ini sekarang sudah menjadi pasangan yang sah!! Jadi, kita harus saling terbuka!" Ucap Chan.
"Kamu benar Chan! Maaf karena aku tidak menceritakannya padamu!" Ucap Gisella sedikit menyesal karena tidak jujur pada Chan.
"Katakan saja sayang, apa kau sakit?" Tanya Chan yang mengira kalau Gisella sakit.
Gisella yang merasa baik-baik saja hanya menggeleng lalu mengatakan yang sebenarnya pada suaminya itu.
"Jujur saja, tadi saat di pintu masuk aku mendengar suara tangisan, dan tadi aku juga mendengar suara anak kecil yang sedang bermain di halaman mansion ini! Dan yang terakhir,,,,," jelas Gisella yang menghentikan ucapannya.
"Yang terakhir apa ?" Tanya Chan penasaran karena Gisella menghentikan ucapannya.
"Kita bicarakan ini di luar saja!" Pinta Gisella sembari berdiri.
"Di luar? Tapi apa kamu yakin kondisi kamu udah baik-baik saja?" Tanya Chan memastikan kondisi Gisella baik-baik saja.
"Iya, Chan sekalian kita jalan-jalan ke luar!" Ujar Gisella yang mengajak Chan untuk pergi jalan-jalan ke luar.
"Tapi kamu kan,,,," ucap Chan terpotong.
"Aku tidak apa-apa sayang, tenanglah! Percayalah padaku! Lagi pula tidak akan ada yang bisa menyakitiku selama ada kamu di sisiku" Ucap Gisella tersenyum dan mencoba meyakinkan Chan.
Melihat senyuman Gisella yang teramat manis bagi Chan, akhirnya Chan hanya bisa menuruti apa yang di mau oleh Gisella.
Chan dan Gisella pun memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan mencoba mencari udara segar di sekitar mansion itu.
Terlihat Jeni dan Leon sedang menonton tv di ruang tengah.
"Loh, Chan? Kalian berdua mau ke mana?" Tanya Leon pada mereka berdua yang berjalan melewati ruang tengah.
"Iya, kalian mau ke mana?" Tanya Jeni setelahnya.
"Bukannya kalian tadi habis main?" Tanya Jeni heran, karena yang dia tahu Chan dan Gisella sedang melakukan hal yang seharusnya di lakukan oleh sepasang suami istri. Jeni mengetahuinya dari Leon, suaminya.
"Haish, sayang!" Ucap Leon memberi kode Jeni.
"Ups, maaf keceplosan! Hehe!" Ujar Jeni terkekeh sembari menutup mulutnya yang sempat keceplosan tadi.
"Eh iya, Gisella kamu mau ke mana?" tanya Jeni lagi yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Aku sama Chan mau keluar sebentar mencari udara segar, sambil melihat-lihat pemandangan di sekitar sini!" Ucap Gisella memberi tahu.
"Oh, kalau gitu aku saranin kamu harus pergi ke telaga yang ada di belakang mansion! Pemandangan di saba indah banget!! Aku sama Leon tadi habis dari sana!" Ucap Jenie memberi tahu dan menjelaskan pada Gisella dan juga Chan.