Kamar 126

Kamar 126
Misi Gisella 2


__ADS_3

Aku menangis di dekat Gladis yang matanya masih berwarna hitam itu. Bahkan tubuhnya menjadi kaku sekali. Aku memberi tahu mereka semua kalau Dinda menghilang. Tapi ternyata aku juga baru menyadari kalau Bisma juga tidak ada di sana. Dia juga hilang, aku merasa frustasi melihat Gladis yang seperti itu di tambah kedua temanku yang hilang entah berada di mana saat ini. Air mataku sudah membanjiri wajahku berharap mereka semua akan baik-baik aja.


Lalu setelah aku menunggu kabar hingga hari menjelang siang, tak ada tanda-tanda di temukan nya kedua temanku yang hilang entah kemana. Masih dalam pencarian warga sekitar. Katanya ada juga yang hendak pergi ke rumah seorang sesepuh di desa sebelah, tapi aku tidak perduli dengan itu. Yang aku pikirkan saat ini adalah keselamatan kedua temanku yang hilang dan juga 1 temanku yang sedang sekarat ini.


Sampai siang hari tiba, ada seorang tante cantik dan suaminya datang lalu menepuk bahuku. Dia mengajakku masuk ke dalam kamar, aku tau tujuannya pasti untuk menanyakan tentang cerita dari semuanya itu. Lalu aku memutuskan untuk menceritakannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gisella kini tahu apa yang terjadi sebelumnya dengan para anak-anak yang seumuran dengan anak gadisnya itu. Dia tahu semua itu dari cerita yang telah di ceritakan oleh Ratih padanya. Dia kini juga tahu apa yang harus di lakukan. Dia akan mencoba membantu para anak-anak dari kota ini.


"Kamu tenang saja ya nak! Tante akan mencoba membantu kamu!" Ucap Gisella yang mengatakan niatnya untuk membantu Ratih untuk menemukan teman-temannya itu.


Ratih yang masih menitihkan air matanya pun langsung memeluk hangat Gisella. Dia sungguh tidak tahu lagi harus berbuat apa, pikirannya kacau melihat satu temannya menjadi seperti itu, "Terima kasih banyak tante!!" Kata Ratih sembari sesegukan menatap ke arah Gisella dengan tatapan sendunya, berharap semua yang terjadi dan menimpa para teman-temannya segera di tuntaskan dan mereka semua mengetahui apa yang telah terjadi kepada mereka.


Setelah itu Gisella langsung mengajak Ratih untuk keluar, lebih tepatnya menemui semua orang yang ada di dekat Gladis yang sekarang seperti orang mati yang di kelilingi banyak pelayat. Namun tentu saja Gladis itu masih hidup, dia masih dalam kondisi yang sekarat, entah karena apa.


Gisella perlahan mendekat ke arah Gladis dan hendak mencoba menyentuh tubuh anak itu, akan tetapi, "Gisella tunggu!!" Kata Chan yang membuat Gisella membatalkan niatnya.


Gisella menoleh ke arah Chan, "Ada apa Chan? Apa kau akan menghalangiku? Tapi maaf Chan aku kali ini harus membantu mereka! Kasihan mereka semua!" Kata Gisella yang tanpa ingin mendengar apa yang di katakan oleh Chan.

__ADS_1


Chan yang tak dapat berkata apa-apa lagi hanya bisa pasrah, "Baiklah terserah kamu! Tapi berjanjilah padaku untuk selalu berhati-hati! Aku tidak ingin kamu celaka! Aku ingin kamu menjaga diri kamu oke!!" Kata Chan mengingatkan, dan hal itu langsung di jawab anggukan oleh Gisella.


"Iya Chan itu pasti! Aku akan menjaga diriku baik-baik!!" Kata Gisella memperingatkan Chan kalau dirinya pasti sangat baik-baik aja.


Gisella pun melanjutkan niatnya untuk mencari tahu dengan cara menyentuh tubuh dari Gladis yang tengah kaku itu. Saat menyentuhnya, Gisella di perlihatkan oleh suatu tempat yang indah, tempat itu cantik dengan air terjun yang indah di dekatnya.


Terlihat Gladis dan juga Bisma tengah berada di sana. Awalnya mereka mengerjakan penelitian mengenai tempat itu karena mereka rasa itu tempat yang bagus. Hingga akhirnya tanpa sadar Gladis melepaskan bajunya dan masuk ke dalam air terjun itu.


"Gladis lo mau ngapain?!" Tanya Bisma yang kaget melihat Gladis yang tiba-tiba melepaskan bajunya begitu saja. Saat itu Gladis tak menjawab dia masih terus melakukan apa yang akan menjadi tujuannya. Dia seperti orang yang tengah kesurupan. Bisma hanya bisa melihat Gladis dengan tubuhnya yang tel*nj*ng itu masuk ke dalam kolam air terjun.


Setelah masuk ke dalam kolam, "Bisma kemari lah, airnya sangat menyegarkan!! Lo nggak mau berenang sama gue?!" Tanya Gladis yang berbicara seakan menyuruh Bisma untuk ikut masuk juga ke dalam kolam air terjun itu. Bisma tertegun, dia menelan saliva nya dengan kasar.


"Apa gue boleh masuk ke air sama lo?!" Tanya Bisma memastikan\, siapa pria yang tak tergoda dengan seorang wanita seksi tengah tel*nj*ng dan mandi di air terjun itu. Seketika saja hawa nafsu langsung memenuhi pikiran Bisma. Ini menjadi kesempatannya untuk bisa mendapatkan Gladis. Karena mengingat kedua orang tua mereka tak memperbolehkan mereka bersama karena perbedaan kasta.


Lalu kemudian Bisma tersenyum dan mulai melepaskan pakaian yang dia kenakan. Bisma lalu menceburkan diri dan menyusul Gladis yang tengah berada di kolam air terjun itu. Mata mereka telah buta kan oleh nafsu. Gisella yang melihat itu tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa membelalakkan matanya melihat kedua anak remaja SMA itu melakukan hubungan badan di kolam air terjun itu.


Hubungan terlarang yang mereka lakukan membuat mereka lupa diri. Dan pikiran mereka telah di kuasai oleh hawa nafsu. Sampai akhirnya saat mereka masih bergumul di air. Gisella melihat satu sosok cantik yang tengah berdiri di atas batu dengan tersenyum seringai ke arah mereka berdua. Gisella tentu saja kaget melihatnya, dia sangat yakin kalau itu adalah sang penunggu air terjun itu. Dia juga yakin kalau penunggu ir terjun itulah yang membuat kedua remaja itu menjadi buta akan hawa nafsu pada diri mereka.


Lalu kemudian saat Gisella masih terus menatap sang penunggu air terjun itu. Dia tersentak saat penunggu air terjun itu menoleh ke arahnya dengan tersenyum, "Mereka telah berani mengotori tempatku yang suci ini! Mereka akan menjadi milikku!! Selamanya!" Katanya dengan tertawa menggelegar. Membuat Gisella langsung tersentak kaget dan membuka matanya.

__ADS_1


"Ada apa tante?!" Tanya Ratih yang khawatir melihat Gisella terkejut.


"Ada apa Gisella?!" Tanya Chan yang tak kalah khawatir pada istrinya itu.


Gisella tak menjawab, dia langsung melepaskan tangannya dari Gladis, lalu menatap ke arah para warga, "Apakah di sini ada air terjun?!" Tanya Gisella dengan datar.


Salah satu warga pun menjawab ucapannya, "Iya nona, di sini memang ada air terjun keramat! Bagaimana anda tahu nona?!" Jawab salah satu warga itu sembari bertanya.


"Apa kalian sudah mencari teman-teman dari para remaja ini di sana?!" Tanya Gisella yang membuat para warga langsung terkejut.


"Kenapa kami harus mencarinya ke sana? Tempat itu sangat di larang nona! Kita saja yang warga di sini tidak boleh pergi ke air terjun itu!" Kata salah satu warga.


"Benar nona! Selama ini tidak ada yang berani mendekat ke air terjun itu!" Jawab kepala desa.


"Cepat cari mereka di sana! Aku yakin mereka tengah ada di sana!!" Kata Gisella sambil menatap datar pada Gladis yang terbujur sekarat di atas meja panjang.


Para warga menatap kepala Desa untuk meminta persetujuan mencari 2 remaja yang hilang di sana. Kepala Desa itu hanya mengangguk untuk mengisyaratkan persetujuannya memperbolehkan warga ke sana.


Setelah itu mereka langsung mencari para remaja yang hilang itu di air terjun itu. Sedangkan Gisella tengah berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Chan. Tanpa mengatakan apapun. Sedangkan di sisi Ratih dia terus saja menangisi Gladis yang tak kunjung sadar itu.

__ADS_1


"Gisella ada apa sayang? Apa yang kamu lihat tadi?!" Tanya Chan dengan berbisik di telinga Gisella.


"Hubungan terlarang!" Jawab Gisella singkat namun tak menoleh ke arah Chan yang bertanya padanya.


__ADS_2