Kamar 126

Kamar 126
Tidak berguna lagi


__ADS_3

Karena kaki Gisella yang sakit, dirinya tidak bisa berjalan sendiri dan hanya bergantung pada Jiso dan juga Lisa, dengan berusaha kabur dari Kris Nadia dan juga Lisa memapah Gisella yang sudah tidak bisa lagi berjalan karena kakinya yang sakit.


"Kris jangan!" ujar Velia yang melihat Kris berlari ke arah mereka bertiga.


Saat itu juga Kris ada dalam pengaruh Wendy dan sama sekali tidak menggubris apapun yang dikatakan oleh Velia padanya. Kris yang hendak meraih tangan Gisella dengan secepat kilat Velia datang dengan melesat ke arah mereka dan langsung menghalangi niat buruk Kris untuk membawa Gisella ke alam kegelapan bersama dengannya.


"Kris cukup!" ujar Velia dengan tegas pada Kris.


"cepat bawa dia pergi!" bisik Velia yang menyuruh mereka bertiga segera pergi dan langsung saja mereka melanjutkan perjalanannya.


"Menyingkir lah kau dari hadapanku" ujar Kris yang memang sudah terpengaruh oleh Wendy, dan langsung mendorong Velia hingga Velia terjatuh.


Kris langsung melanjutkan langkahnya menuju Gisella, Velia sendiri yang tadi terjatuh karena di dorong oleh Kris langsung berdiri dan menghalangi Kris lagi.


Plakkkkk,,,,,,,,


Sebuah tamparan keras dari Velia pada Kris yang langsung membuat dirinya terpental jauh dan tersadar dari pengaruh iblis nya.


"Akhh" rintih Kris sembari memegang pipinya yang memerah akibat tamparan keras dari Velia tadi.


Velia sendiri ternyata tidak tahu kalau Kris akan terpental jauh karena tamparan darinya.


"Astaga, Kris! apa kau baik-baik saja? maafkan aku?!" ujar Velia sembari melesat ke arah Kris dan langsung memegang pipi Kris yang memerah.


"Aku tidak apa-apa!" ucap Kris yang terlihat masih meringis kesakitan akibat tamparan keras itu.


"Syukurlah kalau kau baik-baik saja! Kris, kau harus segera kembali ke alam mu yang sebenarnya! Dan kamu jangan lagi mau mengikuti apa yang iblis itu perintahkan!!" Ucap Velia yang berusaha memberi tahu Kris.


"Itu tidak akan bisa, Vel! Jiwaku sudah terbelenggu olehnya!!" Ujar Kris memberi tahu Velia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain,,,,


Lisa dan juga Nadia berjalan dnegan memapah Gisella untuk menuju ke raga mereka masing-masing.

__ADS_1


"Syukurlah kalian datang tepat waktu! Tapi bagaimana dengan Chan? Aku masih ingin mencarinya di sini!" Ucap Gisella yang masih di papah oleh Lisa dan juga Nadia. Gisella sendiri belum tahu kalau Chan tidak ada di alam itu bersama dengan Gisella.


"Gisella, kau salah!! Dengarkan aku!! Chan baik-baik saja!" Ucap Lisa memberi tahu Gisella.


"Iya, apa yang Lisa katakan benar adanya!! Suamiku dan juga Leon yang sudah menyelamatkannya!" Ucap Nadia menimpali ucapan Lisa.


"Benarkah itu?" Tanya Gisella menyakinkan untuk dirinya lagi.


"Iya, Sel! Sekarang ini dia sangat sedih melihat raga kamu yang dinyatakan koma oleh dokter!" Ucap Nadia yang memberi tahu Gisella tentang kondisi yang terjadi di dunia nyata.


"Iya, Sel! Tapi kita semua tahu kalau kamu sebenarnya tidak koma! Tapi kamu sengaja melakukan astral projection untuk mencari keberadaan Chan di dunia lain ini! Makanya aku dan Nadia datang untuk jemput kamu!!" Jelas Lisa.


"Tapi, siapa yang menjaga portalnya?" Tanya Gisella yang memang tidak tahu siapa yang sudah menjaga portalnya karena setahu dia hanya dia yang bisa menjaga portal astral projection.


Sebelum menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh Gisella, Nadia dan Lisa saling menatap satu sama lain.


"Kenapa kalian malah diam saja?" Tanya Gisella yang melihat kedua temannya itu hanya saling menatap dan tak kunjung menjawab pertanyaan yang dia tanyakan kepada mereka.


Meskipun mereka berbicara namun mereka masih tetap melanjutkan perjalanan untuk menuju ke raga mereka dengan segera.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di saat yang bersamaan, Velia dan juga Kris sedang membicarakan mengenai alam selanjutnya yang akan mereka lewati nanti, walaupun nantinya mereka tidak akan berada di satu tempat yang sama.


"Kau harus mempertanggung jawabkan semuanya Kris!" Ucap Velia memberi tahu Kris.


"Aku akan melakukan apa yang seharusnya sudah aku lakukan, Vel!" Ucap Kris.


"Aku mencintai kamu, Vel!" Ucap Kris lagi.


"Aku juga mencintaimu, Kris!" Ujar Velia yang juga mengutarakan perasaannya.


Setelah mengutarakan perasaan mereka, Velia dan juga Kris saling memeluk hangat satu sama lain. Namun hal itu tidak berlangsung lama, tiba-tiba saja Kris terpental oleh kekuatan yang muncul dan berasal dari kegelapan.


"Akhh" rintih Kris yang terbentur oleh tembok.

__ADS_1


"Kris!!" Ucap Velia yang terkejut melihat Kris terpental dan membentur tembok yang ada di alam lain itu.


"Dasar kau pria bodoh yang tidak berguna!! Kau harus menanggung akibat karena tidak menjalankan tugas yang sudah aku berikan padamu!!!" Ucap Wendy yang ternyata membuat Kris terpental tadi. Wendy lalu mencekik leher Kris dan mengangkatnya ke atas.


Bagi Kris, meskipun di dunia nyata dia telah tiada atau meninggal. Dirinya di alam lain masih bisa merasakan sakit yang luar biasa karena itu sebagai siksaan bagi dirinya karena telah mengikuti jalan kegelapan semasa hidupnya di dunia.


"Cukup!! Jangan sakiti dia!! Jangan kau pengaruhi dia lagi!!! Cukup kau pengaruhi dia saat dia masih hidup! Tapi jangan setelah dia tiada!! Jangan kau hukum dia!!!" Ucap Velia memerintahkan Wendy untuk melepaskan Kris dari genggamannya.


"Siapa kau berani memerintah ku?!" Tanya Wendy yang perlahan menuju ke arah Velia berada dengan tangan yang masih mencekik leher Kris.


"Dia sudah mati! Kenapa kau masih menyiksanya? Kau bukanlah sosok yang pantas untuk menyiksanya atas apa yang sudah dia lakukan di dunia nyata!!" Ucap Velia yang mencoba memberi tahu Wendy.


Plakkkk,,,,,,,,,,


Brukkkk,,,,,,


Velia terpental jauh akibat tamparan yang dilakukan oleh Wendy, Velia bahkan sampai terbentur tembok dan merasa kesakitan.


"Akh!!" Rintih Velia yang kesakitan akibat terbentur tembok.


Kris yang ingin menolong pujaan hatinya itu, tidak bisa berbuat apa-apa karena kekuatan yang dia miliki itu tidak sebanding dengan kekuatan iblis kejam seperti Wendy.


"Ve,,Vel,,Velia!!" Ucap Kris yang terbata akibat leher yang masih di cekik oleh Wendy.


"Aku paling tidak suka dengan orang yang suka mencampuri urusan ku!!" Ucap Wendy yang masih melihat ke arah Velia terpental tadi.


"Karena kau sudah berani membuat diriku murka, maka aku akan memberimu pelajaran yang setimpal karena sudah berani mengganggu iblis dari kegelapan!!" Ucap Wendy yang mengancam Velia.


Saat Wendy hendak berjalan menuju ke arah Velia, tiba-tiba saja ada cahaya terang yang berada tepat di belakang Velia. Dan ada sepasang tangan yang keluar dari cahaya yang amat putih itu , dnegan segera sepasang tangan itu langsung menarik Velia. Seketika Velia yang tertarik ke dalam cahaya putih itu, langsung menghilang.


"Akhhh sial!! Dia berhasil lolos dariku!!!" Kesal Wendy karena belum sempat memberi Velia pelajaran. Wendy kemudian menoleh ke tangan kirinya yang masih mencekik leher Kris. Kris masih sangat kesakitan dengan apa yang dilakukan Wendy padanya.


"Kau sudah tidak berguna lagi!! Bergabunglah dengan teman-temanmu yang lain di alam kegelapan!!" Ucap Wendy yang langsung melempar paksa Kris untuk masuk ke dalam alam kegelapan.


"Hahaha" tawa membahana dari iblis kegelapan.

__ADS_1


__ADS_2