Kamar 126

Kamar 126
Rooftop mansion


__ADS_3

"Haish,!" Sindy yang geram mencubit perut suaminya.


"Aw, sakit sayang!" Rengek Byun ketika perutnya di cubit manja oleh istrinya.


Gisella setelahnya hendak berjalan menghampiri para anak-anak yang sedang asik bersenda gurau di sana. Di mana Chan? Dia mengatakan kalau dirinya akan pergi ke toilet sebentar, maka dari itu Gisella yang gabut nggak tahu mau ngapain. Akhirnya memutuskan untuk mendekati dan menyapa anak-anak.


Di sisi Alfian, dirinya sedang merasa di perhatikan. Dia kelihatan celingukan mencari siapa yang dari tadi memperhatikan dirinya. Sampai akhirnya dia mendapati ada satu sosok yang bersembunyi di balik pohon. Karena rasa Alfian, dirinya memutuskan untuk mendekati dan mencoba membantu apakah yang diinginkan sosok itu.


Alfian dengan rasa penasarannya berjalan mendekati pohon dengan sosok yang ada di baliknya itu. Namun Alfian tak mendapati siapa-siapa di sana. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk berjalan memutari pohon itu. Dan tiba-tiba saja saat sudah setengah putaran, ada yang memegang pundak Alfian. Hal itu langsung membuat Alfiam membelalakkan matanya.


Deg,,,


Alfian berbalik dan terkejut setengah mati mendapati mamanya yang menepuk pundaknya.


"Mama?!" Ucapnya sambil mengusap dadanya yang rasanya jantung mau copot.


"Kamu lagi ngapain nak?!" Tanya Gisella sambil mengernyitkan hadinya menatap anaknya itu dengan tatapan heran dan penasaran , akan apa yang di lakukan anaknya.


"Anu ma, it-itu tadi!" Alfian bahkan gelagapan sendiri, dirinya bingung harus mengatakan apa pada mamanya itu. Karena Alfian sudah berjanji kalau dirinya tak akan berurusan lagi dengan makhluk tak kasat mata, itu karena Gisella yang melarangnya. Demi keselamatan Alfian sendiri.


"Kenapa? Kamu lagi nyari sosok tadi ya?!" Tanya Gisella sambil tersenyum pada anaknya itu.


Alfian terdiam, terkejut dengan penuturan dari mamanya itu. Alfin mengira mamanya akan memarahinya, namun siapa sangka kalau Gisella justru akan berkata begitu?


Belum sempat Alfian menjawabnya, Gisella sudah berkata lagi,,,


"Sosok itu cuma mau gangguin kamu aja, nak! Nggak usah di ladenin!" Kata Gisella sambil mengusap pundak anaknya lembut dan tersenyum padanya.


Entah kenapa mendengar mamanya mengatakan itu, hati Alfian merasa bahagia dan malah ikut tersenyum ke arah mamanya.


"Iya, ma Alfian mengerti!" Jawabnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Tak jauh dari sana , terlihat Alfin sedang duduk di bawah pohon yang sedang bermekaran bunga sakura. Dirinya mengingat kekasihnya yang tak ikut bersama dengannya, dia merindukannya.


"Gue pengen cepat balik supaya bisa ketemu sama lo, Sav!!" Batin Alfin sambil memandang kelopak bunga sakura yang perlahan gugur karena di terpa oleh angin.


"Eh anak mama, lagi sendirian aja nih!" Gisella yang tadi dari tempat Alfian pun kini menuju Alfim dan menyapa anak pertamanya itu.


"Mama!" Ucap Alfin yang melihat mamanya datang ke arahnya dan duduk di dekatnya.


"Kamu kenapa sih nak? Kok kayaknya kamu lagi banyak pikiran gitu sih? Cerita dong ke mama!" Gisella mencoba menyelinap masuk ke dalam pikiran Alfin, supaya dia mau mengatakan ada apa sebenarnya dengan dirinya. Karena pada dasarnya, Gisella memang membenci kebohongan dan rahasia yang ada diantara seluruh keluarga, atau bahkan anak-anaknya.


"Nggak ada apa-apa kok ma, Alfin cuma lagi bingung aja!" Jawab Alfin sekenanya.


"Bingung kenapa sih? Oh mama tahu, kayaknya kamu lagi punya masalah sama pacar kamu ya?!" Gisella mencoba memancing Alfin dengan berkata seperti itu. Padahal kenyataannya Gisella tidak tahu kalau Alfin itu sudah punya pacar atau belum.


"Iya, ma! Alfin memang sudah punya pacar!" Jawab Alfin akhirnya yang mulai mengungkapkan kalau dia sudah memiliki seorang kekasih.


Gisella tampak mengerjap ngerjapkan matanya mendapat pengakuan dari anaknya itu, kalau dirinya memiliki kekasih.


Mendengar ucapan dari mamanya itu ,Alfian tampak menghela nafasnya dan berkata, "Itu masalahnya ma!" Ujar Alfian sambil menunduk.


Gisella mengernyitkan dahinya, dirinya bingung ada apa dengan anaknya itu. Tidak biasanya anak pertamanya itu galau seperti itu.


"Dia udah beberapa kali aku ajak ketemu sama keluarga besar kita ,tapi dia pasti selalu menolak, Ma!! Dia bilang kalau dia itu trauma dengan pertemuan keluarga besar, aneh nggak sih ma?!" Menarik nafas untuk berkata lagi, "Aku jadi bingung!" Ujar Alfian setelahnya.


Gisella malah terdiam dan berpikir, setelah mendengar ucapan dari anaknya itu tentang kekasihnya.


"Kayaknya ada yang nggak beres, dan perasaan aku kok tiba-tiba nggak enak gini?!" Batin Gisella sambil melamun.


Alfin yang melihat mamanya malah melamun pun langsung bertanya dan membuyarkan lamunan mamanya.


"Ma, kok malah diam sih?!" Tanya Alfin yang membuyarkan lamunan Gisella.

__ADS_1


"Eh, sayang maaf ya!! Gini aja, kalau dia nggak mau pertemuan dengan keluarga besar, gimana kalau cuma ketemu sama mama aja?!" Ucap Gisella menyarankan pendapatnya pada Alfin.


Terlihat senyum di sudut bibir Alfin yang mengatakan kalau dirinya setuju dengan apa yang di katakan oleh mamanya tadi, "Ide yang bagus ma!! Alfin akan coba bilang ke dia nanti!!" Ucap Alfin akhirnya. Gisella menjawabnya dengan tersenyum dan mengangguk ke arah Alfin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Singkat cerita, Malam harinya di mansion mereka yang masih ada di prancis. Mereka sedang makan malam bersama di meja makan mereka.


"Ayah, kapan kita pulang sih?!" Tanya Brian yang memecah keheningan saat makan malam itu.


"Haish, pulang ngapain sih, enakkan juga di sini!" Jawab Seok Jin yang tidak setuju akan usulan dari adiknya itu.


"Sama aja kali kak, cuma bedanya di sini jauh dari mansion!" Jawab Brian.


"Ish, di sini dulu kenapa sih? Nikmatin aja, namanya juga liburan!!" Jawab Dila yang tak setuju dengan apa yang di katakan oleh Brian.


"Iya nak, benar apa kata Dila! Kamu mau pulang?" Tanya Byun pada Brian.


Brian langsung menoleh ke arah Byun, "Ya nggak sih pa, Brian kan cuma kasih saran aja!" Ucapnya sembari menghela nafas.


"Besok Dila pengen ke pantai!" Dila langsung saja mengatakan apa yang diinginkannya.


Semua orang yang mendengar itu langsing menoleh ke arah Dila dan tersenyum.


"Iya nak, kebetulan di dekat sini juga ada pantai, besok kita ke sana!" Jawab Gisella yang membuat senyum Dila merekah.


Setelah itu semua yang ada di sana setuju dan kemudian makam malam berakhir dengan canda tawa mereka. Sampai akhirnya mereka melanjutkan aktifitas merek masing-masing, bahkan ada yang memilih untuk tidur.


Mark yang saat itu hendak masuk ke dalam kamar, di hampiri oleh Dila dan di ajak untuk ke rooftop mansion itu. Tentu saja untuk menikmati indahnya pemandangan langit dan juga Jepang dari atas sana.


"Mark, lihatlah bintang itu!" Ucap Dila sambil menunjuk satu bintang yang bersinar terang di langit malam itu.

__ADS_1


__ADS_2