Kamar 126

Kamar 126
Nyebur kolam


__ADS_3

"Orang ngidam kalau nggak di turutin nanti anaknya bakal jadi ileran tahu nggak!" Kata Chan memberi tahu Alex.


"Masak sih kayak gitu? Gue nggak tahu?!" Kata Alex yang memang tidak tahu.


"Itu yang nantinya akan menjadi bencana! Jangan sampai anak gue jadi ileran, cuma gara-gara Papanya nggak bisa beliin apa yang dia mau!" Kata Chan.


"What? Bahkan lo bisa beli beratus-ratus perusahaan, Chan! Tapi kenapa nggak bisa nurutin?" Kata Alex terheran dengan Chan.


"Ish, lo tuh sebenarnya goblok apa gimana sih?" Kata Chan yang sedikit frustasi karena Alex.


"Lah? Kenapa lagi sih emang?" Tanya Alex dengan polosnya.


"Maksud gue, apapun yang di minta sama Gisella pas lagi hamil tuh, emang benar-benar harus di turutin waktu itu juga!" Kata Chan menjelaskan pada Alex.


"Oh begitu, bilang dong dari tadi!" Ucap Alex yang sudah paham akan maksud dari Chan tadi.


"Bodo amat!" Ucap Chan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pov Gisella


Gisella merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk miliknya itu. Gisella masih kepikiran dengan apa yang ada di dalam mimpinya tadi.


Suara teriakan minta tolong dari sekumpulan makhluk tak kasat mata. Akan tetapi juga ada satu makhluk yang sangat mengerikan bagi Gisella. Sosok itu menatap Gisella hanya dengan senyum seringai pada wajahnya, seakan menginginkan sesuatu dari Gisella.


Gisella sendiri merasa merinding saat mengingatnya. Bahkan tiba-tiba rasa khawatir muncul dalam hati Gisella tentang Tao. Gisella takut, kalau nantinya akan terjadi sesuatu pada Tao.


Gisella memiringkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan, bahkan mencoba terlentang menatap langit-langit kamarnya. Bahkan Gisella sampai terbangun dari posisinya , karena dirinya merasa tidak nyaman.


"Haish, kenapa mimpinya harus seburuk tadi? Kali ini apa lagi yang harus aku pecahkan dari misteri-misteri ini?" Ucap Gisella setelah bangun dari posisi tidurnya yang terlentang.


Tiba-tiba,,,,


Tok tok tok


Gisella yang terkejut dengan siapa yang mengetuk jendelanya malam-malam, akhirnya menoleh penasaran.


"Hah?" Ucap Gisella saat terkejut lalu menoleh ke arah jendela kamar miliknya.


"Bagaimana mungkin ada yang bisa mengetuk jendela di pagi-pagi buta seperti ini? Apa lagi kan, kamar ini ada di lantai dua! Nggak mungkin dong kalau ada orang datang, dan bela-belain buat manjat dan mengetuk jendela?!" Tanya Gisella penasaran, sambil matanya mengarah pada jendela itu.

__ADS_1


Karena rasa penasaran yang menyelimuti hati Gisella, akhirnya dia memutuskan untuk mengecek siapa yang mengetuk jendela kamarnya malam itu.


"Aku cek aja deh!" Ujar Gisella sembari bangkit dari ranjangnya, dan berjalan menuju jendela. Sesampainya Gisella di dekat jendela, dirinya langsung membuka gorden jendela.


Dan benar saja, Gisella tidak melihat apapun di luar sana. Lalu kemudian Gisella memutuskan untuk menutup gorden kamarnya.


Akan tetapi, saat Gisella hendak menutup gorden kamarnya itu, Gisella melihat sosok anak kecil yang melambaikan tangannya pada Gisella. Gisella yang terkejut melihat ada anak kecil langsung menutup jendelanya dan berkata,,,,


"Siapa itu? Kenapa ada anak kecil di pagi buta seperti ini?" Tanya Gisella penasaran. Sampai akhirnya Gisella memutuskan untuk menuju ke kolam renang untuk memastikannya sendiri. Karena anak kecil tadi tepat berada di tepi kolam renang, saat dia melambaikan tangannya pada Gisella.


Sesampainya di tepi kolam renang,,


"Siapa anak tadi? Di mana dia?" Tanya Gisella sambil celingukan mencari keberadaan anak kecil yang tadi melambaikan tangan pada Gisella.


Setelah itu Gisella kembali melihat anak kecil itu lagi. Dan kali ini anak kecil itu berlari menuju Gisella dengan senyum riang di wajahnya. Namun tiba-tiba saja anak itu terpeleset dan jatuh ke dalam kolam renang. Dan benar saja, kepala anak kecil itu juga sempat membentur tepi kolam renang sebelum tercebur ke dalam kolam.


"Akhhhhh!!!!" Ucap Gisella terkejut melihat anak kecil itu yang terpeleset.


"Aku harus menolongnya!" Kata Gisella lagi.


Tanpa pikir panjang, Gisella langsung melompat ke dalam kolam renang, untuk menolong anak yang terpeleset dan tenggelam itu.


Gisella langsung berenang dan mendekati anak itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pov Chan dan Alex


Mobil yang dikendarai oleh Chan, kini memasuki garasi.


Seperti yang kalian tahu, Chan dan juga Alex pergi ke rumah abang si penjual sate kelinci yang diinginkan oleh Gisella.


Saat itu Chan memohon pada abang si penjual supaya dia mau membuatkan satu porsi sate kelinci untuk istrinya yang sedang ngidam. Padahal, si abang sate kelinci itu baru saja pulang dan akan beristirahat setelah seharian lelah berjualan.


Jadi karena Chan memohon pada si abang sate kelinci itu. Si abang sate rela memotong kelinci di pagi buta.


Singkat cerita saat perjalanan pulang ke mansion.


"Haish, untung aja si penjual sate kelinci itu mau bikinin!" Kata Chan yang bisa bernafas lega, karena calon anaknya tidak akan ileran.


"Ya, sekarang kan ada uang ada barang, Chan!" Ucap Alex.

__ADS_1


"Tapi kan nggak di jam kayak gini juga kali, Hun!" Ucap Chan.


Sesampainya mereka di mansion, Chan mendengar suara orang yang baru saja menceburkan diri ke dalam kolam renang.


"Eh, tunggu! Lo dengar nggak?" Tanya Chan pada Alex.


"Iya, gue dengar!" Jawab Alex yang ternyata juga mendengarnya.


"Siapa yang berenang malam-malam gini?" Tanya Chan bingung.


"Gue juga nggak tahu, apa jangan-jangan?" Kata Alex menduga-duga.


Mata Chan dan juga Alex saling beradu lalu kemudian membelalakkan mata mereka secara tiba-tiba.


Mereka pun langsung berlari menuju kolam renang, untuk memastikan apa yang terjadi di sana dan siapa yang berenang di pagi buta seperti itu.


Sesampainya mereka di sana, Chan langsung membelalakkan matanya.


"Gisella!" Ucap Chan yang setelahnya langsung menceburkan diri tanpa pikir panjang lagi.


Byurrrr,,,,


"Hey apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Chan pada istrinya yang berada di kolam renang.


"Chan, aku mau menolong anak itu!" Ucap Gisella sambil menunjuk satu arah.


Namun aneh, saat Gisella menunjuk ke arah anak tadi saat terjatuh, anak itu sekarang menghilang begitu saja.


"Sayang, kamu sedang hamil! Dan lihatlah ,tidak ada siapa-siapa di sini!" Ucap Chan yang mencoba meyakinkan Gisella kalau memang di sana tidak ada anak kecil, seperti yang dimaksudkan Gisella.


"Astaga!" Ucap Gisella yang mulai menyadari.


"Ada apa?" Tanya Chan bingung.


"Jadi yang aku lihat tadi bukanlah manusia?" Tanya Gisella pada Chan setelah menyadarinya.


"Iya, aku pikir itu benar!" Jawab Chan.


"Chan, gimana sih lo! Kok malah pada ngobrol! Kalian nggak kedinginan? Gisella lagi hamil, Chan!" Ucap Alex yang memberi tahu mereka.


"Eh, iya gue sampai lupa! Sayang, ayo kita masuk dan ganti baju, aku nggak mau kalau sampai kamu sama calon anak kita sampai kenapa-kenapa!" Ucap Chan sembari menggendong Gisella.

__ADS_1


__ADS_2