Kamar 126

Kamar 126
Chan koma


__ADS_3

Di tengah-tengah saat mereka berbelanja, Chan berkata pada Gisella kalau dia ingin ke toilet sebentar.


Saat Chan berada di toilet, dia mencuci tangannya, dan kebetulan di depannya ada cermin.


Di balik cermin itu ada hantu wanita yang menatap Chan dengan mata putihnya.



Chan yang melihat itu mendadak terjatuh hingga kepalanya terbentur dinding dan akhirnya pingsan.


Di sisi lain, Gisella sudah menunggu cukup lama, bahkan sampai Gisella selesai berbelanja dan juga membayarnya, Chan masih tidak kunjung kembali.


"Chan, kamu ke mana sih? Kenapa lama sekali? Apa jangan-jangan terjadi sesuatu sama kamu?" Ujar Gisella dengan perasaan yang penuh dengan kekhawatiran.


Sebelum Gisella mengecek ke toilet, Gisella menaruh belanjaannya di mobil, lalu setelahnya kembali lagi untuk mengecek Chan di toilet.


Sesampainya Gisella di depan toilet itu, ternyata toiletnya di kunci dari luar, hal itu membuat Gisella bertambah bingung dan juga khawatir akan Chan. Kemudian Gisella memutuskan untuk memanggil satpam dan bertanya tentang toilet itu.


Saat Gisella bertanya kepada satpam itu, Gisella di beri tahu untuk langsung mengecek cctv yang ada di sana.


Di dalam rekaman cctv itu, terlihat Chan yang masuk ke dalam toilet yang terkunci rapat itu. Gisella semakin penasaran di buatnya, lalu Gisella langsung menyuruh pemandu cctv yang ada di sana untuk mempercepat rekaman cctvnya.


"Kenapa di cctv tidak terlihat gemboknya??!" Ujar Gisella di dalam hatinya sembari berpikir. Tak lama kemudian Gisella menemukan sebuah ide, dan langsung mengajak satpam itu untuk menuju toilet itu.


Sesampainya di depan toilet itu,,,,,


"Gimana nona? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya satpam itu ketika sampai di depan toilet.


"Pak, saya minta tolong sama bapak buat ngecek teman saya yang tadi masuk ke dalam,,, saya kan cewek jadi saya nggak bisa masuk ke toilet cowok! Bapak tahu kan maksud saya?!" Tanya Gisella pada satpam itu.


Satpam itu paham dengan apa yang di bicarakan oleh Gisella dan langsung masuk ke dalam toilet untuk mengecek apakah benar Chan masih ada di dalam toilet.

__ADS_1


Saat satpam itu sudah masuk ke dalam toilet, entah kenapa Gisella merasa sangat khawatir dengan Chan.


Beberapa saat kemudian, Satpam itu keluar dengan menggendong seorang pria yang sedang tidak sadarkan diri, pria yang tidak lain adalah Chan. Gisella terkejut ketika melihat Chan yang sedang tidak sadarkan diri itu.


"Astaga, Chan!!" Ujar Gisella khawatir.


Gisella langsung meminta satpam itu untuk membawa Chan ke dalam mobilnya.


"Lebih baik, temannya segera di bawa ke rumah sakit, untuk memastikan kalau dia baik-baik saja?!" Ujar satpam itu memberi tahu Gisella.


"Iya pak, terima kasih atas bantuannya,,, kalau begitu saya permisi?!" Ujar Gisella yang setelahnya menancap gas dan langsung menuju rumah sakit terdekat.


Di tengah perjalanan,,,,,


"Chan, apa yang terjadi sama kamu? Kenapa kamu bisa kayak gini?" Ujar Gisella dengan segala kekhawatirannya.


Sesampainya di rumah sakit, Gisella menunggu didepan ruang ICU, setelahnya tak membutuhkan waktu lama, dokter keluar dari ruang ICU.


"Saya dok?!" Jawab Gisella yang khawatir dengan Chan.


"Saya ingin menyampaikan kabar baik dan juga kabar buruk mengenai pasien, kabar baiknya tuan Chan tidak mengalami luka apapun?" Ujar dokter itu.


Mendengar pernyataan dari dokter itu, Gisella bernafas lega lalu berkata "Syukurlah, lalu apa kabar buruknya ,Dok?"


"Kabar buruknya, tuan Chan belum sadar juga sampai sekarang,, dan bisa dipastikan kalau dirinya mengalami koma?" ujar dokter itu hingga membuat hati Gisella seperti tersambar petir di siang bolong.


Degggg,,,,,,


"Apa?" Ucap Gisella yang tak percaya kalau Chan koma.


Setelah mengatakan itu, Dokter itu pergi dan Gisella segera masuk ke ruangan Chan, Gisella tau kalau sebenarnya Chan tidak koma secara medis.

__ADS_1


"Aku tahu kamu nggak koma Chan , dokter mengatakan seperti itu karena kamu tidak juga sadar?!" Ujar Gisella di dekat Chan.


Chan sendiri memang tidak koma secara medis, meskipun dari pihak rumah sakit menyatakan koma. Namun orang yang memiliki indra keenam atau bisa di sebut non medis seperti Gisella, dia tahu kalau itu bukanlah koma, melainkan Chan berada di alam bawah sadarnya sendiri dan rohnya tidak bisa kembali atau terserat, karena tahu jalan untuk kembali lagi ke tubuhnya.


Gisella pun memutuskan untuk melihat yang sebelumnya terjadi di toilet ,untuk melihat hal apa yang sebenarnya membuat Chan bisa sampai seperti itu.


Gisella memegang tangan Chan lalu menutup matanya, dengan cepat Gisella masuk ke dalam ingatan Chan sebelum dia pingsan hingga akhirnya dinyatakan koma.


Terlihat sosok yang ada di cermin itu mengambil arwah Chan, seperti di bawa oleh hantu itu.


Setelah melihat kejadian itu, Gisella membuka matanya dan menitihkan air mata karena bingung harus melakukan apa demi bisa menolong Chan.


"Chan, bagaimana bisa aku mengambil jiwa kamu darinya, hantu itu pasti bukan sembarang hantu,, lagi pula bagaimana caranya aku mengambil jiwa kamu Chan?" Ujar Gisella yang menangis di dekat ranjang Chan.


Gisella pun seketika teringat akan suatu hal, hingga dia berhenti menangis dan berkata,,,,,,


"Hantu itu?? Hantu tadi adalah hantu yang sama saat di kamar nomor 126! Tapi apa yang dia mau dari Chan? Dan apa hubungan Chan dengan kamar nomor 126 itu?" Ujar Gisella yang di kepalanya penuh dengan pertanyaan "Aku harus sesegera mungkin mengambil jiwa Chan darinya!!!!".


Gisella langsung berlari menemui dokter tadi, dan menyuruhnya untuk memasang alat bantu pada Chan. Gisella takut jikalau nantinya terjadi apa-apa pada Chan.


Kemudian setelah itu, Gisella langsung pulang ke rumahnya untuk mengambil buku miliknya.


"Apa? Kenapa harus seperti ini? Bagaimana bisa aku membuka portalnya dengan syarat harus ada hantu baik yang mau menemaniku?" Ujar Gisella gelisah.


Gisella pun menghubungi Lisa, Nadia dan juga Nathan. Karena hanya mereka lah yang saat ini sangat dekat dengan Gisella. Mereka semua bertemu di depan ruang perawatan Chan dan saling berkenalan satu sama lain.


Gisella pun mengajak mereka semua untuk masuk ke dalam ruang perawatan Chan dan menceritakan tentang apa yang sudah terjadi pada Chan. Mereka juga sempat tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Gisella. Namun Gisella akhirnya berhasil membuat mereka percaya dengan apa yang terjadi pada Chan.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan untuk menolong Chan, Sel?" Tanya Nadia yang sudah benar-benar percaya dengan apa yang diceritakan oleh Gisella padanya.


"Tubuh Chan semakin lama akan semakin melemah, jadi kita harus segera mungkin mengambil jiwanya dari hantu itu?!" Ujar Gisella memberi tahu mereka.

__ADS_1


"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Lisa.


__ADS_2