
Gisella pun akhirnya memagari kamar 126 itu dengan air dari bunga anggrek hitam dan juga beberapa mantra miliknya.
Setelah selesai memagari kamar 126, mereka semua menuju mansion Gisella. Karena mansion Gisella yang paling dekat dengan hotel VV.
Di hari itu, semuanya memutuskan untuk menginap di mansion Gisella. Sekaligus untuk merayakan kembalinya Gisella dan juga Chan.
Malam harinya, mereka mengadakan barbeque di halaman belakang mansion Gisella yang luas. Akan tetapi Gisella dan juga Chan berada di tepi kolam renang, yang letaknya tak jauh dari tempat mereka semua memanggang daging.
Di sisi Gisella,,,,,,
"Chan, bagaimana dengan penglihatan kamu sekarang?" Tanya Velia yang memulai pembicaraan diantara mereka.
"Aku bisa melihat mereka, tapi aku tidak bisa melihat mamaku, Sel!!" Jawab Chan dengan lesu sembari menatap bintang-bintang di langit.
"Mama kamu sedang tidak ada di sini, Chan! Oh iya, sebenarnya aku sudah alma bertemu dengan mama kamu, Chan!" Ucap Gisella yang ingat dengan saat pertama kali sampai beberapa kali bertemu dengan mama Chan.
"Apa? Lalu kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku, Sel?" Tanya Chan yang langsung menoleh ke arah Gisella.
"Chan, tenanglah! Aku sendiri tidak tahu kalau sebenarnya dia adalah mama kamu!" Ujar Gisella memberitahu Chan.
"Kalau begitu ceritakan padaku awal pertemuan kamu dengan mamaku, Sel?!" Pinta Chan penasaran.
"Aku bertemu dengannya pertama kali saat kamu mengalami kecelakaan dan hilang ingatan, Chan! Saat itu aku sempat tidak percaya kalau aku melihat sebuah kecelakaan langsung di depan mataku! Saat mataku terfokus pada mobilmu yang terbalik, mama kamu tiba-tiba saja muncul di hadapanku dan langsung memintaku untuk menjaga kamu!" Kata Gisella memberi tahu semuanya pada Chan.
"Aku sendiri sebenarnya tidak tahu kalau dia adalah mama kamu! Setiap kali aku ingin menanyakan tentang siapa dia sebenarnya, Mama kamu selalu menghilang begitu saja dan pasti selalu saja ada hal yang menghalangi dia untuk menceritakan siapa identitasnya" ucap Gisella lalu menghela nafasnya dan menatap bintang-bintang.
"Aku juga terkejut saat tahu dia adalah mama kamu, Chan! Dan sekarang aku tahu maksud dari dia untuk menjaga kamu dari sosok jahat!! Dia tidak ingin melihat kamu bersama dengan Wendy! Apa kamu tahu? Selama ini mama kamu selalu ada di dekat kamu untuk mengawasi kamu meski dari dunia yang berbeda! Tapi sayangnya dia tidak bisa mendekati kamu Chan, itu karena ada iblis yang selalu ada di samping kamu, yaitu Wendy!" Ucap Gisella yang di akhir katanya menoleh ke arah Chan.
__ADS_1
"Mama kamu berusaha melindungi kamu dari Wendy, tapi Wendy lebih kuat dibandingkan mama kamu, karena dia iblis!!" Ungkap Gisella dengan Jelas.
Tiba-tiba saja Mama Chan muncul di hadapan Chan dan juga Gisella membuat mereka tak menyangka kalau mama Chan benar-benar datang menemui mereka lagi.
"Mama?!" Ujar Chan yang langsung berdiri dari posisinya diikuti oleh Gisella.
Chan hendak memeluk mamanya namun tidak bisa karena mamanya hanyalah bayangan saja yang tidak bisa disentuh, bak hologram di dunia nyata.
"Maafkan mama karena tidak pernah bertemu langsung dengan kamu, Nak! Benar apa yang dikatakan oleh Gisella tadi,, kalau mama selalu ada di dekat kamu, tapi kamu selalu bersama iblis itu dan bahkan dalam pengaruhnya bahkan sampai kamu melakukan hubungan terlarang dengannya! Mama merasa sangat marah melihat itu tapi mama selalu dihalangi olehnya karena dia lebih kuat dari mama?!" Ucap mama Chan menjelaskan panjang lebar pada anaknya.
Dan lagi, mama Chan menjelaskan kalau iblis itu bisa mempengaruhi seseorang dan juga melakukan hubungan seksual dengannya. Dengan begitu setelah melakukan hubungan *** untuk ke 3 kalinya manusia itu akan mati dan abadi bersama dengan sosok iblis itu, dan iblis itu juga akan mendapatkan kesempurnaan kekuatannya.
"Tapi mama bersyukur karena ada Gisella yang membantu mama!" Ucap Mama Chan sembari menoleh ke arah Gisella.
"Tante, maafin Gisella ya! Gisella nggak tau kalau tante adalah mama Chan!" Ucap Gisella yang merasa bersalah.
"Sepertinya tugas mama sudah selesai, dan tante titip Chan pada kamu Gisella?!" Pinta mama Chan dengan senyuman manis yang terukir di wajahnya.
"Ma, kita baru saja bertemu! Tapi kenapa mama mau meninggalkan aku lagi?" Ucap Chan dengan mata yang berkaca-kaca.
Gisella yang melihatnya ikut merasakan haru pada ibu dan anak yang dia lihat di hadapannya.
Gisella pun berkata,,,
"Chan, mama kamu harus melanjutkan ke alam yang lebih baik lagi, dia tertahan di sini karena ingin menjaga kamu!" Ucap Gisella yang berusaha tegar di hadapan Chan.
Dengan berat hati Chan berusaha menahan air matanya yang hendak jatuh, akan tetapi semakin dia menahannya justru air mata itu keluar.
__ADS_1
Mata Chan memerah , air matanya kini mengalir deras dari pelupuk matanya, namun dia berusaha untuk tetap tersenyum di depan Mamanya dan juga Gisella.
"Baiklah, Chan menyayangi mama," Ucap Chan dengan berlinang air mata.
"Mama juga sayang sama kamu, nak!" Kata mama Chan yang tersenyum ke arah anaknya itu.
Perlahan roh mama Chan menghilang. Kepergian mama Chan untuk yang kedua kalinya membuat Chan merasakan kesedihan yang mendalam. Hanya Gisella yang saat itu berada di dekat Chan, dan yang lainnya sedang berada di halaman belakang yang letaknya tak begitu jauh dari tempat mereka. Namun mereka tak tahu kalau mama Chan datang.
Gisella mengusap lembut pundak Chan, dia berusaha menenangkan Chan.
"Gisella, bolehkah aku memelukmu?" Tanya Chan dengan mata memerah karena menangis. Kemudian di jawab anggukan oleh Gisella.
Chan pun memeluk Gisella begitu juga Gisella yang membalasnya dengan pelukan hangat.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang menatap mereka dari kejauhan, orang yang tak lain adalah Byun.
Byun sebenarnya menaruh rasa pada Gisella, namun Byun tidak berani untuk mengungkapkan perasaannya. Hal itu karena Byun dan Gisella baru kenal beberapa hari terakhir.
"Sejujurnya hatiku merasa sakit melihat kamu dengannya! Tapi aku harus tetap bahagia melihat kamu tersenyum seperti itu, Sel! Mungkin perasaanku datang di waktu yang salah, hati kamu sudah lebih dulu dimiliki oleh, Chan," Ujar Byun di dalam batinnya yang terluka.
Setelah itu Byun memutuskan untuk kembali berkumpul dengan yang lain dan mengurungkan niatnya untuk menemui Gisella.
Kemudian Gisella mengajak Chan untuk berkumpul bersama yang lain di halaman belakang, Chan pun juga menyetujui itu dan mengikuti langkah Gisella.
Mereka bersenda gurau bersama di sana sambil menikmati daging panggang yang sudah siap untuk di santap itu.
"Gisella, kamu mau?" Ucap Chan sambil menyodorkan sumpit dengan daging yang lezat di ujungnya.
__ADS_1