
"Aku sengaja menyuruh mafia ketiga untuk membantuku!" ucap Tara sembari tersenyum seringai ke arah merek berdua.
"Mafia ketiga?" Kata Lucas sambil menahan sakit pada kakinya yang tertembak tadi.
"Dan sekarang apa yang akan kalian lakukan? Mati di tangan mafia ke tiga atau menyerahkan Jeni padaku?" ucap Tara memberi mereka dua pilihan.
"Cih, itu tidak akan mungkin!" ucap Leon masih dengan penuh keyakinannya.
"Baiklah kalau itu mau mu!" ucap Tara yang seketika membuat mafia ketiga berjalan mendekat ke arahnya, dengan tujuan melindungi Tara.
"Sekarang gue mau lo hancurkan mereka semua! habisi mereka!" perintah Tara pada mafia ketiga yang memakai topeng itu.
Pemimpin mafia biasanya akan memakai topeng untuk menutupi identitasnya, apa lagi kalau menjadi seorang mafia yang di bayar hanya dengan bersekutu itu akan menjadi hal yang sangat menguntungkan.
Kini Leon dan juga Lucas hanya bisa pasrah karena kalah pasukan mafioso, meski sebenarnya mereka bisa melawan. Namun mereka takut kalau sampai Tania tewas hanay karena mereka berdua yang brutal .
"KALIAN SEMUA!!!HABISI MEREKA SEMUA!" perintah mafia ketiga pada seluruh Mafioso nya yang sudah mengepung di gedung tua iyu.
Namun yang terjadi justru membuat Tara terkejut bahkan sampai tidak percaya. Dirinya melihat para mafioso milik mafia ketiga justru malam berbalik menyerang mafioso miliknya. Mafioso milik mafia ke tiga menghabisi mafioso milik Tara bahkan sampai tak bersisa lagi.
Bukan hanya Tara yang terkejut melihat kejadian itu, namun Leon dan Lucas pun ikut terkejut melihat kejadian itu.
"Apa yang lo lakuin? gue bahkan udah bayar lo, dan sepakat untuk bersekutu dengan gue!" ucap Tara yang masih tak percaya dan juga bingung.
Dengan cepat mafia ketiga langsung mengambil pistol yang tadinya di pegang oleh Tara.
Gubrakkkk,,,,
Pemimpin Mafia ke tiga itu juga langsung meninju Tara hingga dirinya tersungkur.
"Apa yang lo lakuin? kenapa lo malah balik nyerang gue?" ucap Tara yang mafia bingung akan apa yang terjadi..
Pemimpin mafia ketiga itu pun langsung menodongkan pistol pada Tara yang tadi sempat tersungkur.
"Gue nggak akan membunuh keluarga gue sendiri!!!!"
Deg,,,,,
Bukan hanya Tara yang terkejut akan hal itu, tapi Leon dan juga Lucas juga merasa terkejut setelah mendengar apa yang di katakan oleh pemimpin mafia ketiga itu.
"Apa maksud lo keluarga?" tanya Tara bingung.
Dor,,,,Dorr,,,,,Dorrr.,,,,Dorrr
Tara langsung tewas seketika, saat dirinya di tembak oleh pemimpin mafia ketiga. Pada bagian jantung dan juga kepalanya.
Bertepatan dengan itu Chan, Nathan, Alex dan juga Alfin yang tadi sempat melawan mafioso yang menyerang di mansion. Mereka langsung datang ke gedung tua seperti apa yang di katakan oleh Leon untuk menolong jika diperlukan.
__ADS_1
Mereka juga tak percaya kalau malah justru semua berbalik menjadi seperti ini.
Pemimpin mafia ketiga itu pun membuka kaan tali yang mengikat Tania, sedangkan yang lain masih terpaku dan tak menyangka akan kejadian itu. Dirinya menggendong Tania, dan itu sontak membuat Leon marah.
"Mau kau apakan anakku?!" ucap Leon sambil menodongkan pistol pada pemimpin mafia ke 3 itu. Namun Leon terkejut saat tau kala pemimpin itu hanya mengantarkan Tania pada Leon.
"Daddy!" ucap Tania yang langsung memeluk Daddy nya.
Sedangkan tangan kiri Leon masih mengarahkan pistol pada pemimpin mafia ketiga itu, untuk berjaga-jaga.
"Hey turunkan senjata mu!" ucapnya sambil menurunkan senjata Leon menggunakan jarinya.
"Siapa kau? Kenapa kau membantuku?" tanya Leon penasaran.
"Haish kenapa kalian semua menatapku seperti ini? apa kalian lupa sama gue?" ucapnya lagi yang semakin membuat mereka bingung.
Perlahan pemimpin mafia itu membuka topeng yang dia kenakan.
Dan betapa terkejutnya mereka saat melihat siapa di balik topeng itu. Mereka membelalakkan matanya kecuali Lucas, Alfin dan juga Tania.
"Byun?" ucap Chan antusias melihat Byun yang ternyata ada di balik topeng itu.
"Iya ini gue!" jawab Byun sambil membenarkan kerah baju yang dia kenakan.
Pov Author :Kalian pasti tahu Byun kan? kalau lupa Author akan ingetin kalau Byun itu ada di Eps berapa Author lupa, tapi yang pasti perannya hilang setelah dia mengalami kecelakaan, sehabis dari mansion Gisella waktu itu.
"Iya, gimana kabar kalian?" Tanya Byun.
"Udah di lanjut nanti aja! Sekarang kita bawa Tania sama Lucas berobat dulu!" Ucap Leon yang sudah mengkhawatirkan kedua anaknya yang sedang terluka.
"Alfin, bawa Lucas!" Perintah Leon pada Alfin untuk memapah Lucas.
Alfin pun memapah Lucas dan membawanya keluar dari gedung tua itu.
"Sakit?" Tanya Jaehyun sambil memapah Lucas.
"Nggak, cuma kayak di gigit semut doang!" Jawab Lucas berbohong.
"Kalau gitu, lo jalan sendiri aja!" Kata Alfin sembari melepaskan Lucas dan menyuruhnya untuk berjalan sendiri.
"Woy, ya sakit lah bego!!" Umpat Lucas kesal pada candaan Alfin.
"Haish, sini!" Ucap Byun yang langsung memapah Lucas dan membawanya ke mobil.
Mereka pun akhirnya kembali menuju mansion dengan menelpon dokter V untuk memeriksa kondisi Tania dan Lucas.
Mereka semua masuk ke dalam mansion kecuali Byun yang memang sengaja akan membuat kejutan untuk mereka nanti. Dan memilih menunggu di mobil.
__ADS_1
"Sayang, maafkan Mommy ya, gara-gara Mommy kamu jadi seperti ini!" Ucap Jeni yang menyesal karena dia anaknya jadi mengalami hal seperti itu.
"Nggak apa-apa kok Mom, yang penting sekarang aku sudah berada di antara Mommy dan Daddy!" Tania tersenyum setelah luka tembakan pada kakinya sudah di perban oleh dokter V.
"Gisella, aku memiliki kejutan untukmu!" Chan mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan akan memberikan kejutan untuk Gisella.
Semua orang termasuk para anak-anak yang berkumpul di sana pun menyimak , dan merasa penasaran dengan kejutan apa yang akan di berikan oleh Chan pada Gisella.
"Kejutan apa Chan? Di tengah suasana yang seperti ini, kamu bilang kejutan?" Ucap Gisella menghela nafasnya karena heran akan Chan.
"Ma, sebelumnya ada yang ingin Lucas tanyakan sama mama!" Ucap Lucas yang ingin menanyakan pada Gisella.
"Tanya apa nak?" Gisella mempersilahkan Lucas untuk menanyakan apa yang ingin dia tanyakan.
"Byun itu siapa ma?"
Deg,,,,,
Pertanyaan Lucas membuat Gisella mengingat Byun yang telah menghilang beberapa tahun yang lalu, bahkan sebelum para anak-anak lahir. Gisella juga tidak pernah bertemu lagi dengan Byun, meski dirinya sudah mencari Byun kemana pun.
"Nak, kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?" Ucap Gisella yang sebenarnya bingung ingin memulainya dari mana.
"Byun????" Ucap Haechan yang sontak membuat semua mata tertuju padanya
"HALLO SEMUANYA!! BYUN COMEBACK!" Teriak seseorang yang baru saja masuk ke dalam mansion itu, hingga langsung membuat semua mata tertuju ke arahnya. Kedatangan Byun yang tiba-tiba masuk ke dalam mansion, membuat semua orang sempat tak percaya kalau Byun kembali pada mereka. Terutama Gisella yang sudah sangat merindukan Byun.
"Byun??" Ucap Gisella tak percaya dengan membelalakkan matanya.
"PAPA?!" Ucap Alex dan Jesicca secara bersamaan membuat mereka semua semakin bingung di buatnya.
"Jadi Byun papa kalian?" Tanya Gisella sembari menoleh ke arah Axel dan Jesicca.
"Haish, gue keduluan sama anak-anak gue nih ceritanya? Woy, anak curut! Kenapa lo ninggalin mama lo di rumah? Hah?" Ucap Byun berbicara pada anaknya, Axel.
"Ya kali, mau main ke rumah temen ngajakin mama!" Jawab Axel sambil memutar bola mata malasnya.
Diantara mereka semua, terlihat kalau Gisella yang paling bahagia bisa bertemu dengan Byun lagi. Karena bagi Gisella, Byun adalah sosok sahabat sekaligus kakak untuk Gisella.
"Byun, lo ke mana aja?" Ucap Gisella dengan posisi yang masih di tempatnya seperti semula, seakan masih tak percaya kalau yang dilihatnya benar-benar Byun.
"Udah, sini kalau mau peluk! Lo pasti kangen kan sama gue?" Byun merentangkan tangannya siap menerima pelukan dari Gisella.
"Ekhemm" Chan berdehem sambil melirik Byun dengan tajam.
"Haish, bercanda kali Chan! Hehe!" Byun terkekeh sambil menoleh ke arah Chan yang menatap tajam dirinya.
Namun seketika saja Gisella berlari dan langsung memeluk Byun.
__ADS_1
"Eh?!" Byun terkejut karena Gisella langsung memeluknya.