
"Lagi?" Tanya Nathan sembari menghela nafas.
"Aku ingin kalian membantuku untuk menolong king,,,,," ujar Gisella terpotong karena Kai mengisyaratkan pada Gisella agar tidak memberitahukan identitas Leon sebagai seorang king mafia nomor 1.
"King apa?" Tanya Lisa.
Byun yang juga mengetahui isyarat dari Leon pun langsung menyambar ucapan Lisa.
"Haish, sudah lupakan! Kita akan membantu Gisella!" Ucap Byun yang setelahnya langsung menceritakan tentang semuanya.
Setelah merek mengetahui semuanya dan paham dengan apa yang harus mereka lakukan, mereka pun langsung memulai ritualnya.
"Tapi siapa yang akan menjaga portalnya, Sel?" Tanya Lisa.
"Hantu jarang sekali datang kesini karena takut pada bunga anggrek hitam, jadi aku akan melakukan ini tanpa menjaga portalnya" ujar Gisella memberi tahukan pada semuanya.
Setelah semuanya siap, Gisella bersama dengan Leon menuju ke alam lain melalui astral projection.
"Jeni!" Panggil Gisella.
Jeni langsung muncul ketika Gisella memanggilnya. Leon yang melihat kekasihnya muncul seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Jeni?" Ujar Leon yang masih tak percaya.
"Leon?" Ucap Jeni yang setelahnya langsung berlari memeluk orang yang sudah lama dia nantikan yaitu Leon.
"Aku sangat merindukanmu!" Ujar Jeni.
"Aku juga sayang" jawab Leon yang melampiaskan kerinduan mereka pada pelukan itu.
"Hey, kalian!!😒" Suara Gisella membuat Leon dan juga Jeni menoleh ke arahnya secara bersamaan.
"Lanjutkan nanti saja ya, sekarang segera putari pohon itu sebanyak 3 kali!" Suruh Gisella.
Jeni pun langsung mengajak Leon untuk memutari pohon itu.
__ADS_1
"Haish, tadi aja dinginnya minta ampun! Giliran udah ketemu sama pawangnya aja langsung jadi lembek kayak gitu!" Ujar batin Gisella.
Akhirnya Leon dan juga Jeni berhasil memutari pohon itu sebanyak 3 kali. Dan Gisella berhasil membawa Jeni keluar dari alam yang tak seharusnya menjadi alamnya.
Setelah berhasil keluar dari dunia lain. Jeni langsung memeluk Leon karena merasa sangat senang.
"Astaga, apa kalian tidak malu? Di sini ada banyak orang!" Ujar Byun yang nyatanya iri dengan kemesraan Leon dan Jeni.
"Untuk apa malu? Kita bahkan sudah lama tidak bertemu! Jadi wajar saja kalau kita kayak gini!" Bantah Leon yang masih di posisi yang sama dengan memeluk Jeni.
Mereka berdua merasa seperti dunia hanya milik mereka berdua saja dan yang lain hanya menumpang.
"Haish, dasar bucin! Jeni mana janji kamu?" Ujar Gisella yang menagih janjinya untuk mengambil bunga anggrek hitam yang tadinya di jaga oleh Jeni.
"Ambil saja sesuka hati kamu, tapi sisakan sedikit di sana!" Ucap Jeni tanpa melihat Gisella karena masih memeluk mesra Leon.
Gisella tersenyum senang mendengar itu lalu segera mengambil bunga anggrek hitam yang dia butuhkan.
Gisella mengambil banyak bunga anggrek hitam itu. Karena menurutnya, mungkin bunga anggrek itu nantinya akan sangat berguna bagi dirinya.
"Markas?" Tanya Nathan yang bingung dengan maksud dari Leon.
"Kalian semua harus ikut denganku untuk merayakannya!" Pinta Leon.
Pertanyaan Nathan tak dijawab oleh Leon. Namun mereka akan tahu dengan sendirinya ketika sudah datang ke sana.
Kemudian mereka bersama-sama menuju ke markas besar milik Leon.
Sesampainya di markas, mereka di sambut oleh ratusan mafioso, karena sebelum sampai di sana Leon sudah memberi tahukan tentang kembalinya Jeni dan menyuruh seluruh mafioso nya untuk mempersiapkan perjamuan besar, juga untuk menyambut kedatangan Jeni calon istri Leon.
Namun sayangnya Nathan, Nadia dan juga Lisa masih belum mengetahui identitas Leon yang sebenarnya. Mereka masih merasa bingung dengan semuanya.
"Kenapa di sini ada banyak sekali mafioso?" Tanya Nathan yang berdiri di dekat Byun.
"Kau menyadari kalau mereka mafioso?" Tanya Byun yang hendak menjawab pertanyaan dari Nathan.
__ADS_1
"Iya, itu terlihat jelas bukan?" Ucap Nathan.
"Iya kau benar, ini adalah markas besar mafia nomor 1 di dunia!" Ucap Byun yang membuat Nathan, Nadia dan juga Lisa membelalakkan matanya.
"Jadi kita di sini di jebak? Habis keluar dari kandang buaya, eh sekarang malah masuk ke kandang singa!" Ucap Nadia.
"Hah? Maksudnya gimana?" Tanya Byun yang tak mengerti akan maksud dari Nadia.
"Maksud Nadia itu, kita habis keluar dari dunia hantu dan sekarang malah sama mafia! Gitu !!" Jelas Gisella.
"Mereka semua tunduk pada Leon? Jadi Leon itu,,,,,,?" Belum sempat Nathan melanjutkan ucapannya, Byun langsung menyambarnya.
"Dia king nya!!😒" Ujar Byun dengan mata malasnya.
Mereka langsung membelalakkan mata mereka karena tak percaya. Dan Nathan juga sebenarnya tahu kalau mafia nomor satu itu terkenal sebagai seorang psikopat kejam. Namun Nathan tidak tahu kalau Leon lah orangnya.
Nadia menyarankan teman-temannya agar tidak bermain-main dengannya karena takut akan di lukai oleh Leon. Namun Gisella mengatakan kalau Leon tidak akan tega membunuh dirinya juga teman-temannya meskipun dia dalam keadaan marah sekali pun. Teman-temannya yang tak percaya pada ucapan Gisella akhirnya mereka bertanya,,,,,
"Kenapa kau bisa bilang begitu?" Tanya Nadia.
Gisella pun menjelaskan dan memberi tahu teman-temannya kalau Leon menjadi kejam karena dia kehilangan kekasih yang dia cintai. Dan bahkan Gisella dan juga teman-temannya sudah membantu mereka untuk mempertemukan mereka dan menyatukan mereka kembali. Gisella juga mengatakan kalau Leon tidak mungkin akan melupakan kebaikan orang yang sudah membantunya. Begitu juga dengan Jeni yang tidak mungkin tega melihat mereka dilukai oleh siapapun.
Saat membicarakan itu, mereka berada di meja makan. Sedangkan Jeni dan juga Leon sedang membersihkan diri mereka untuk bersiap akan acara perjamuan besar mereka di markas.
Setelah Leon dan juga Jeni selesai bersiap, mereka mempersilahkan Gisella dan juga teman-temannya untuk menikmati hidangan yang sudah dipersiapkan oleh pelayan yang ada di sana.
Banyak hidangan yang di sajikan, semuanya menggugah selera. Bukan hanya Gisella dan teman-temannya saja namun seluruh mafioso juga dipersilahkan untuk menikmati makanan yang sudah di sajikan. Semua dilakukan Leon karena dia sangat bahagia dengan kembalinya kekasihnya yang sudah hilang beberapa bulan lamanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, Chan saat itu sedang berada di perusahaannya bersama dengan Alex. Seperti biasa mereka menjalani aktivitas mereka di perusahaan.
"Lex, tolong lo cek data ini!" Perintah Chan pada Alex sembari berdiri dari posisinya yang semula duduk, kemudian berpindah ke sofa.
"Kenapa gue jadi kangen ya sama Gisella! Biasanya jam segini kalau nggak jalan-jalan ya nonton tv sama dia!" Ujar Chan di dalam batinnya sambil melamun. "Haish, apaan sih lo, Chan!! Lo tuh harusnya jaga hati Wendy! Dan lo tuh harus ingat kalau lo udah punya Wendy!!" Kata batinnya lagi sembari memukul-mukul kepalanya sendiri.
__ADS_1