Kamar 126

Kamar 126
Mark


__ADS_3

Swassssstt,,,,


"Akhh!!!" Teriak Dila saat menyadari kalau air itu menyiprat ke arah dirinya lalu dengan segera dia menutup mata dengan kedua tangannya.


Akan tetapi ternyata Dila yang menyadari tidak ada air yang mengenai dirinya, dia merasa bingung dan mencoba membuka mata dengan menurunkan tangannya, yang semula dia gunakan untuk menutup matanya.


Betapa terkejutnya Dila saat dia melihat adanya seorang yang menutupi tubuhnya, dan malah air itu mengenai seorang yang menolong Dila itu. Ketika mata Dila terbuka, matanya beradu dengan seorang pemuda yang kini tepat berada di depannya. Jarak mereka hanya beberapa senti saja. Entah kenapa jantung mereka berdegup sangat kencang saat mata mereka menatap lekat.


"Lo?" Ucap Dila yang membuyarkan lamunan mereka berdua.


Seorang pemuda yang ternyata di cari-cari oleh Dila. Tak di sangka entah dari mana dirinya bisa tiba-tiba muncul di hadapan Dila.


"Kenapa lo jongkok di pinggir jalan kayak gini?!" Tanya pemuda itu pada Dila.


"Gu-gue ta-tadi!" Dila begitu gugup saat menjawab pertanyaan pemuda yang kini ada di depannya, "Lo ngapain di sini?" Tanya Dila yang mencoba mengalihkan pembicaraannya, karena dia merasa gugup.


"Gue tadi cuma lewat aja di sini! Lo kenapa sendirian?" Pemuda itu malah balik bertanya.


"Gu-gue tadi mau nyari saudara-saudara gue! Terus karena capek ya udah gue istirahat aja dulu!" Ucap Dila berbohong, tanpa berani menatap mata pemuda itu.


"Oh gitu, kalau gitu gue mau permisi dulu!" Jawab pemuda itu yang berdiri lalu hendak beranjak dari tempat itu.


Namun dengan segera Dila menghalangi langkahnya.


"Tunggu!" Panggil Dila sambil memegang pergelangan tangan kanan pemuda itu, saat dia hendak beranjak.


Pemuda itu juga tampak kaget saat tangannya di pegang oleh Dila, dan mendadak berhenti lalu menatap tangannya yang di pegang oleh Dila. Dila yang menyadari itu juga langsung melepaskan genggaman nya.


"Emt sorry, gue nggak bermaksud!" Kata Dila sambil melepas tangannya dari pergelangan pemuda itu.


Akan tetapi pemuda itu langsung pergi begitu saja tanpa mengucap sepatah katapun pada Dila.


"Tunggu, gue mau nanya sama lo!" Dila memanggilnya lagi. Akan tetapi pemuda itu masih terus berjalan dengan memasukkan tangannya pada saku celana yang dia kenakan. Tanpa menghiraukan Dila yang masih berusaha mengajaknya untuk bicara.


"Haish, dasar keras kepala!" Gumam Dila yang kesal pada pemuda itu yang masih keras kepala tak mau menghentikan langkahnya.


Karena geram , Dila langsung berlari dan menghalangi jalan pemuda itu dengan merentangkan kedua tangannya di depan jalan yang hendak di lalui pemuda itu..


"Minggir, jangan halangi jalan gue!" Ucapnya dengan datar sambil menatap Dila.


"Hey, lo kemarin udah ngintip gue sama saudara-saudara gue di danau! Dan lo juga kemarin bilang yang aneh-aneh tentang Vila yang gue tempati!! Maksud lo apa hah?!" Dila mencoba berani akan pemuda yang kini berada tepat di hadapannya. Dengan menunjukkan ekspresi menyelidik.

__ADS_1


"Gue nggak ada waktu buat jawab pertanyaan lo!" Pemuda itu kembali menjawab dengan datar.


Dila menarik nafas lalu menghela dengan kasar, "Ish, lo nyebelin ya!" Dila kini melipat tangannya di bawah dadanya.


"Okey, kalau gitu biarin gue tahu siapa nam- " ucapan Dila terpotong.


"Mark!" Teriak seorang pemuda lainnya mendatangi Dila dan juga Mark yang ada di dekat Dila. Dari situ juga Dila tahu kalau sebenarnya nama pemuda yang ada di dekatnya itu bernama Mark.


" Jadi nama dia Mark?!" Dila malah bergelut dengan batinnya.


"Ada apa?" Jawab pemuda yang kini diketahui namanya adalah Mark.


"Lo udah di tungguin Mela di tempat biasa!" Jawab pemuda yang entah datang dari mana, yang di pikir Dila adalah teman dari Mark.


"Gue lagi males!" Jawab Mark datar.


Pemuda yang di yakini adalah teman Mark itu baru menyadari akan adanya gadis cantik, yang berdiri di dekat Mark.


"Wih tumben lo sama cewek! Siapa nih? Pacar lo?!" Teman Mark itu tampak menyenggol Mark dengan tatapan menggoda Mark.


"Eh, nggak kok!" Jawab Dila dengan spontan, sedangkan Mark hanya diam saja, karena sudah merasa di jawab oleh Dila.


"Ow, begitu! Kalau gitu kenalin gue Bayu! Sahabatnya Mark!" Ucap lelaki itu yang kini kita tahu namanya adalah Bayu. Bayu adalah sahabat dari Mark.


"Aa,, iya gue Dila!" Jawab Dila menyambut uluran tangan Bayu. Mereka terlihat saling melempar senyum.


"Udah kenalannya?" Ucap Mark yang langsung membuat tangan mereka terlepas saat berkenalan.


"Ya elah Mark, bentar doang masak nggak boleh sih Mark! Iya kan Dil?!" Ucap Bayu pada Dila dan Dila hanya tersenyum canggung menanggapinya.


"Jadi nama wanita ini Dila?" Batin Mark.


"Btw lo kenalan di mana? Kok nggak pernah cerita ke gue? Dia cantik juga!" Kembali Bayu menggoda Mark dan juga Dila.


"Dia bukan pacar gue!!" Ketus Mark lalu berjalan meninggalkan mereka berdua begitu saja.


"Eh, woy! Kenapa malah di tinggalin sih!!!" Kesal Bayu saat di tinggal Mark, "Hehe maklumi aja ya, tuh anak emang kayak gitu orangnya!" Bayu terkekeh dengan tersenyum pada Dila yang ada di dekatnya.


Dila hanya tersenyum melihat tingkah Mark dan juga Bayu.


"Mark tungguin gue!" Panggil Bayu lalu berjalan menyusul Mark.

__ADS_1


Dila menghela nafasnya, "Kayaknya gue nggak perlu ngejar dia deh! Lagi pula gue juga udah tahu namanya!" Dila berucap lalu hendak melangkah berlawanan arah. Namun seketika dia teringat, "Tapi gue kayaknya harus ikutin dia deh, siapa tahu aja dia pulang ke rumahnya? Dengan gitu gue nggak perlu repot-repot kalau mau cari dia?!" Dila pun diam-diam mengikuti langkah Mark dan juga Bayu.


Tidak terlalu jauh mereka berjalan, hingga sampailah mereka di sebuah rumah yang terbuat dari bambu. Rumah yang jauh dari kata mewah itu, berdiri jauh dari para tetangga.


Pov Mark


"Lo ngapain sih tadi datang di saat yang nggak tepat? Hah?!" Tanya Mark pada Taemin saat mereka sampai di depan teras rumah Mark.


"Kok lo malah nyalahin gue? Emangnya salah gue apa?!" Tanya Bayu bingung.


"Lo tuh sama aja udah kasih tau ke dia nama gue!" Jawab Mark dengan datar dan juga mata malasnya.


"Udahlah , lagian lo juga udah tahu namanya juga kan?!" Bayu menepuk pelan pundak Mark.


"Tapi kan- " Mark menghentikan ucapannya lalu membuang nafas kasar, "Sudahlah!!!" Jawab Mark akhirnya.


"Lagi pula dia juga cantik kok!" Kembali Bayu menggoda Mark. Namun Mark seketika langsung menatap tajam ke arah Bayu.


"Tuh mata lo kenapa? Nggak pernah di colok?! Btw lo kenal sama cewek itu di mana?!" Bayu mulai penasaran pada Dila.


"Dia tinggal di Vila itu!" Kata Mark.


Deg,,,


Seketika Bayu membelalakkan matanya saat Mark mengatakan kalau mereka tinggal di Vila.


"Apa? Lo serius? Wah gawat nih!" Ujar Bayu yang sempat tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Mark. Sedangkan Mark hanya menghela nafas melihat tingkah Bayu.


Di sisi Dila, dirinya dari jauh memperhatikan dari balik semak-semak yang ada di dekat rumah Mark. Dirinya juga mendengar apa yang di katakan oleh Mark dan juga Bayu di teras rumah Mark itu.


"Apa maksud mereka? Dan sebenarnya ada apa dengan Vila yang gue tempati? Gue harus cari tahu soal ini!" Batin Dila yang masib menguping pembicaraan Mark dan Bayu di teras.


"Lo udah kasih peringatan ke dia?" Tanya Bayu pada Mark.


"Gue udah peringati dia, dan kasih tahu dia juga! Tapi gue sendiri bingung mau jelasin ke mereka gimana!" Mark tampak bingung dengan itu.


Crakk,,,


Tiba-tiba ada ranting yang terinjak oleh Dila, sampai membuat Mark dan Bayu pun mendengarnya juga.


"Siapa di sana?!" Tanya Bayu namun tak ada jawaban sama sekali.

__ADS_1


"Duh, mati gue kalau sampai ketahuan sama mereka!" Ucap Dila di dalam batinnya.


Perlahan Bayu yang penasaran pun mendekati semak-semak itu. Dirinya merasa curiga kalau ada yang menguping pembicaraan mereka tadi.


__ADS_2