
"Ya mau gimana lagi? Ini juga terpaksa kali dek! demi nilai gue rela takut!" jelas Dira tentang ketakutan nya.
"Itu mah lo nya aja yang penakut!" Ejek Dila pada Dira.
"Ya emang gue penakut!" Jawab Dira dengan santai.
"Kalian kalau udah debatnya , silahkan keluar aku mau tidur!" Kata Alfian menengahi perdebatan saudara kembar itu.
"Lah, ceritanya ngusir nih?" Tanya Dila pada Alfian yang menyuruhnya kembali ke kamar mereka masing-masing.
"Nggak ngusir kak!" Jawab Alfian santai.
"Terus apaan dong?" Tanya Dila sambil tangannya berdecak.
"Alfian capek kak, Alfian mau istirahat!" Kata Alfian sambil mulai merebahkan dirinya di tempat tidur.
"Ya udah dek, lo tidur aja! Biar gue bawa Dila pergi!" Ucap Dira sambil menarik tangan Dila untuk mengajaknya keluar.
"Eh, eh gimana sih, gue kan belum selesai ngomong sama Alfian!" Kata Dila yang ketarik oleh Dira.
"Ish, besok-besok aja kali! Kasihan Alfian! Biarin dia istirahat dulu!" Kata Dira yang sudah keluar dari kamar Alfian dengan menutup pintu kamar Alfian.
Ceklekk
Setelah mereka berdua keluar dari kamar Renjun, Renjun dapat bernafas lega.
"Haahhh, untung mereka udah pergi! Kalau nggak, bisa mati gue karena nggak tahu harus alasan apa sama kak Dila! Haish, mending gue tidur aja deh!" Ucap Renjun lalu dirinya tertidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya, ada 5 mobil yang sudah siap mengantarkan Dila dan juga anak-anak yang lainnya di desa Loka. Semua orang tua juga sudah merestui dan mengijinkan anak-anak mereka untuk membuat makalah mengenai keindahan alam di desa Loka.
Akan tetapi masih berbeda dengan Gisella yang mengkhawatirkan anak-anaknya untuk pergi ke desa Loka. Bukan hanya Dila dan Dira saja, melainkan anak-anak yang lainnya juga. Gisella sempat melarang mereka untuk pergi ke desa Loka, namun anak-anak mereka berhasil membujuknya agar memperbolehkan untuk membuat makalah di desa Loka. Sampai akhirnya Gisella hanya pasrah dengan anak-anaknya yang memohon agar diperbolehkan.
Di hari ini juga mereka berangkat menuju desa Loka.
__ADS_1
"Di antara kalian hanya Dira lah yang paling penakut, kalian harus janji untuk saling menjaga satu sama lain ok?!" Kata Gisella yang sebenarnya keberatan dengan mereka yang akan pergi ke desa Loka.
"Siap, Ma! Bahkan tanpa mama minta pun, kita semua pasti akan saling menjaga satu sama lain!" Ucap Dila mencoba membuat Gisella tidak khawatir.
"Lagi pula kan ada Bryan, Victor sama Axel juga ma! Pokoknya beres deh!" Ucap Bryan dengan percaya diri.
"Kita semua nggak akan biarin terjadi apa-apa sama mereka, Ma! Mama tenang aja ya!" Kata Axel menimpali.
"Papa sama mama nanti juga ada proyek di desa itu, mungkin nanti akan berkunjung ke sana!" Kata Papa Chan.
"Ya sudah kalian jaga diri baik-baik ya di sana!" Dengan berat hati Gisella membiarkan mereka pergi ke desa Loka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah selesai berpamitan, Mereka pun bersiap untuk berangkat ke desa Loka, yang akan dijadikan tempat untuk mereka membuat makalah. Dengan dikawal oleh beberapa mafioso ada sekitar 5 mobil. Itu semua dilakukan supaya mereka nantinya akan baik-baik saja sampai tujuan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di desa Loka. Para mafioso yang tadi mengantar mereka.pun kembali. Mereka langsung masuk ke sebuah Villa yang sudah disiapkan oleh Suho sebelumnya. Sebenarnya Nathan maunya membuatkan Mansion untuk mereka di sana, namun kesannya akan terasa sangat aneh , jika tiba-tiba saja membangun sebuah Mansion besar di desa yang tak begitu besar itu. Di desa Loka itu tidak banyak rumah, bahkan rumah mereka jaraknya juga lumayan jauh dari rumah yang lain tidak seperti di kota yang padat penduduk.
Di sesampainya di teras Villa.
"Dil, kok serem kayak gini sih? Gue jadi takut!" Kata Dira sambil melihat-lihat eksterior Villa itu yang tampak menyeramkan baginya.
"Dira, lo apa-apaan sih? Ini cuma Villa biasa aja kok!" Ucap Dila menenangkan hati Dira yang sedang gelisah karena takut.
"Kalau gitu gue tidur sama lo ya, gue takut!" Rengek Dira pada Dila sambil menyentuh tangan Dila.
"Haish, kenapa takut sih Dir?" Dila bingung dengan sikap Dira yang tiba-tiba saja merasa sangat ketakutan.
Bryan pun menepuk bahu Dira pelan, "Dir , lo nggak usah takut, kan kita semua juga ada di sini! Jadi lo nggak usah khawatir apalagi takut!" Kata Bryan.
"Udah ayo masuk!" Ajak Axel sembari menggandeng tangan Dira dan mengajaknya masuk, Dira yang pasrah pun akhirnya ke tarik oleh Axel dan langsung masuk ke dalam villa itu.
Kemudian setelah mereka semua masuk ke dalam villa itu, di dalam Villa sudah disiapkan dua pembantu yang sengaja dibayar untuk melayani mereka. Nama mereka adalah bi Sara dan bi Tina.
__ADS_1
"Selamat datang tuan dan nona muda!" Sapa kedua pembantu itu pada mereka.
"Perkenalkan saya Bi sara dan ini Bi Tina! Kami berdua yang akan membantu segala sesuatu saat kalian berada di Villa ini!" Jelas bi Sara panjang lebar pada mereka.
"Kalian masih muda, kenapa malah memilih jadi pembantu?" Tanya Bryan heran.
"Haish, Bryan, nggak gitu juga kali bilangnya!" Kata Victor dengan menyenggol lengan Bryan.
"Tau nih , yang sopan dikit kenapa sih!" Kata Axel menatap tajam ke arah Bryan.
"Iya-iya gitu aja pada sewot!" Kata Bryan berdecak kesal sambil menghela nafasnya.
Bi Tina pun mengantar Dila, Dira dan Alisya untuk masuk ke dalam kamar mereka. Sedangkan bi Sara mengantar Bryan, Victordan Axel ke kamar yang sudah di siapkan untuk mereka.
Pov Dira.
Di dalam kamar nya , Bi Tina yang menunjukkan letak kamar Dira pun menghentikan langkahnya saat hendak keluar dari kamar Dila.
"Bibi udah lama kerja di sini?" Tanya Dira penasaran.
"Saya sama Bi Sara selalu pulang jam 18.00 nona!" Jelas bin Tina.
"Loh ,memangnya kenapa bi?" Dila semakin penasaran, karena dia kira 2 pembantu itu tinggal di villa itu.
"Saya memang sudah sepakat dengan Bi Sara kalau setelah jam 18.00 akan kembali ke rumah kami masing-masing non ,ya lebih tepatnya setelah membuatkan kalian makan malam!" Kata Bi Tina menjelaskan.
"Oh begitu, tapi kalian masih tetap di sini kan bi?" Dira kembali memastikan.
"Tentu non, bibi selalu datang jam 05.00 pagi! Jadi nona tidak perlu khawatir tentang makanan atau pun beres-beres Villa non! Karena itu sudak menjadi tugas bibi!" Ucap Bi Tina.
"Kalau begitu, ya sudah bi! Bibi boleh lanjut bekerja!" Ucap Dira menyuruh bibi untuk kembali bekerja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Karena hari itu sudah menjelang sore mereka memutuskan untuk istirahat setelah perjalanan tadi. akan tetapi berbeda dengan Dira yang masih bingung ,akan apa yang dikatakan oleh Bibi Tina tadi. Dia merasa kalau gelagat Bi Tina itu mencurigakan.
__ADS_1
"Kok gue jadi penasaran ya sama bi Tina, kayak ada yang di sembunyikan deh!" Dira mulai bingung dalam keheningannya, sampai akhirnya dirinya mendengar suara anak kecil sedang bermain di halaman Vila. Karena kebetulan letak kamar Dira dekat dengan halaman.
"Eh, kok ada suara anak kecil? Bukannya di dekat sini itu jauh dari tempat pemukiman warga ya? Ucap Dila bingung.