Kamar 126

Kamar 126
Bertemu dengan Velia


__ADS_3

Malam itu setelah makan malam, Gisella memberi tahu Lisa, Nadia dan juga Nathan untuk membantunya besok. Kemudian Gisella masuk ke dalam kamarnya , dia tidak bisa tidur karena terus memikirkan kejadian saat di hotel.


"Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa rasanya sakit sekali saat melihat Chan bersama wanita lain?" Ujar Gisella yang terduduk di ranjangnya.


Kemudian Gisella menampar pelan wajahnya lalu berkata,,,,,


"Haish, Gisella kamu gimana sih? Wajar dong kalau mereka melakukan hal seperti itu di depan kamu, mereka kan sepasang kekasih! Jadi kamu nggak berhak ada di antara mereka." Kata Gisella.


Gisella terpikirkan untuk menanyakan alamat pada Byun. Namun belum sempat mengirimkan sebuah pesan, Byun ternyata sudah mengirim pesan duluan. Isi pesan itu adalah sebuah alamat, yang ternyata adalah mansion Velia yang sekarang di tinggali oleh Byun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya,,,,,


Gisella berangkat ke alamat yang dikirimkan oleh Byun bersama dengan Nathan, Nadia dan juga Lisa.


Di tengah perjalanan, karena tadi malam mereka belum sempat berbincang banyak, jadi Lisa dan juga Nadia bertanya pada Gisella.


"Kita sebenarnya mau ke mana sih?" Tanya Nadia yang duduk di jok depan tepatnya di dekat Nathan yang menyetir.


"Kita ke rumah Byun!"


"Byun itu siapa? Pacar kamu?" Tanya Lisa.


"Haish bukan , di itu teman" ujar Gisella memberi tahu kedua sahabatnya itu.


"Teman apa teman?" Ucap Nadia menggoda Gisella.


"Teman, Jis! orang kenalnya juga baru tadi malam!"


"Berarti semalam yang nganter kamu pulang itu dia?" Tanya Lisa.


"Iya begitulah"


"Kenapa nggak Chan yang nganterin?" Tanya Nadia.


"Udah lah males bahas nya!" Pungkas Gisella yang setelahnya menatap ke luar jendela.


Tak terasa mereka sudah sampai di alamat yang dikirimkan oleh Byun tadi malam.

__ADS_1


"Kita sudah sampai" ucap Nathan setelah memberhentikan mobilnya didepan mansion yang terlihat tak berpenghuni.


"Ini mansion nya?" Tanya Gisella sembari menunjuk mansion itu.


"Bukan, tapi itu yang di sebelahnya!" Jawab Nathan sembari menunjuk mansion yang elegan dengan warna cat abu.


"Lah, terus kalau mansion nya yang itu, kenapa kamu malah berhenti di sini sih?" Tanya Nadia heran.


Belum sempat Nathan menjawabnya, Gisella langsung turun dari mobil dan berjalan ke arah mansion itu.


"Haish, kalian mau berdebat atau mau ke sana?" Tanya Gisella sembari membuka pintu mobil lalu keluar menuju mansion Byun. Langkahnya diikuti oleh Nadia dan juga Lisa.


"Lah kenapa pada turun sih? Kan gue bisa antar sampai dalam! Apa mereka nggak lihat kalau gerbangnya masih tutup? Wajar aja kalau gue nggak langsung ke sana😑" gerutu Nathan di dalam mobilnya.


"Sayang, cepetan ke sini!" Teriak Nadia dari luar mobil. Tepatnya berada di depan gerbang.


Setelah itu, Gisella dan juga para sahabatnya di sambut hangat oleh Byun dan saat mereka masuk ke dalam mansion, mereka langsung di perlihatkan oleh sebuah foto besar yang ada di ruang tamu. Ya, foto yang tak lain adalah foto Velia, adik Byun.


Lisa yang kagum akan kecantikannya pun bertanya pada Byun apakah Velia berasal dari keturunan China.


Byun mengatakan kalau mamanya berasal dari China, sedangkan papanya orang Korea. Itu sebabnya wajah Velia mirip seperti orang China.


Setelah di perlihatkan sebuah kamar yang tak lain adalah kamar adiknya. Gisella menjelaskan tentang cara bagaimana Byun bisa bertemu dengan adiknya nanti.


"Jangan pernah keluar dari lingkaran ini, apapun yang terjadi!" Suruh Gisella.


Byun mengangguk dan berkata,,,,"Baiklah"


Byun pun menutup matanya dan Suho yang berada tepat di belakangnya dengan menggenggam air suci yang tadinya adalah milik Chan.


Sebelum memulai ritualnya, Gisella sudah memberi tahu Lisa, Nadia dan juga Nathan tentang apa yang harus mereka lakukan.


Akhirnya mereka pun memulai ritualnya.


Sama seperti Lisa, Gisella hanya bisa membuka setengah dari indra keenam yang dimiliki oleh Byun. Kini Byun sudah ada di dunia lain.


"Kenapa tempatnya sangat gelap seperti ini?" Tanya Byun heran dengan tempat yang dia pijaki sekarang.


"Velia datanglah, kakakmu ingin bertemu dengan kamu!" Ujar Gisella dari dunia nyata namun terdengar oleh Byun.

__ADS_1


"Gisella?" Ucap Byun yang melihat sekeliling.


Sesaat setelah Byun menyebut nama Gisella, ada sosok perempuan yang berdiri tepat di hadapan Byun. Perempuan itu yang tak lain adalah adik Byun yaitu Velia. Betapa senangnya hati Byun saat melihat adiknya itu berada di hadapannya sekarang.


"Velia?" Ucap Byun yang masih tak percaya bisa bertemu dengan adiknya.


"Kakak!" Ucap Velia lirih.


Byun langsung terjatuh dari posisinya yang semula berdiri. Byun menyesal karena tidak bisa menjaga dan membiarkan adiknya di bunuh oleh seseorang yang tak bertanggung jawab.


Byun pun bertanya pada adiknya itu tentang siapa yang sudah berani membunuhnya.


Velia menceritakan tentang hal itu. Velia di bunuh oleh orang yang saat itu dia cintai. Pria itu menyuruhnya datang ke hotel karena memberi tahu Velia soal kejutan yang akan dia berikan, jadi Velia langsung saja menuju hotel di tengah-tengah acara saat bersama dengan teman-temannya di mansion.


Velia bilang, pria itu hanya ingin tubuhnya saja, untuk memuaskan nafsunya. Velia sendiri sempat berontak namun tenaganya kalah kuat dengan pria itu. Byun yang dengarnya merasa miris pada adiknya itu hingga air mata tak mampu untuk dia bendung lagi.


"Vel, katakan pada kakak siapa yang membunuh kamu? Kakak akan mencarinya dan membunuhnya!" Ujar Byun.


"Kakak bisa apa? Kalau kakak mencari dan membunuhnya, sama saja kakak tidak ada bedanya dengan dia!" Kata Velia "Aku tidak bisa pergi ke alam selanjutnya juga karena kakak tidak berhenti mencari pembunuh ku, tolong ikhlaskan saja Velia pergi kak!" Pinta Velia.


"Tapi bagaimana kakak bisa melakukannya? Kakak tidak bisa !" Tanya Byun.


"Kak, aku tahu kakak menyayangiku, begitu juga aku yang sangat menyayangi kakak! Temui dia dan katakan aku menyayanginya." Kata Velia.


"Setelah itu aku akan bisa pergi dengan tenang kak! Jangan lukai dia dan jaga diri kaka baik-baik!" Pinta Velia lagi.


"Katakan pada kakak, siapa dia dan dimana dia berada?" Tanya Byun.


"Dia pemuda yang tampan, dan aku yakin kakak mengenalnya" ucap Velia yang membuat Byun mengerutkan keningnya.


"Dia bernama Kris!" Tambah Velia di akhir katanya.


Byun sontak terkejut dengan pernyataan adiknya itu. Byun sangat tidak menyangka kalau pelakunya adalah Kris.


Kris adalah sahabat Byun dari kecil. Namun mereka sudah berpisah karena mereka menjalani bisnis masing-masing. Byun hanya bisa terdiam terpaku mendengar apa yang dikatakan oleh adiknya itu.


"Kak, aku mohon ikhlaskan aku pergi!" Mohon Velia.


"Apa kakak bisa memeluk kamu?" Tanya Byun

__ADS_1


__ADS_2