
Nathan mengatakan pada Nadia kalau pernikahannya akan di tunda dulu sampai kondisinya mulai membaik lagi. Salah satunya karena Nathan juga masih trauma jika nantinya terjadi sesuatu pada Nadia lagi. Nadia sendiri juga hanya bisa pasrah dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan acara pernikahan lagi.
Setelah itu Gisella dan juga Chan kembali ke mansion. Lalu setelahnya mereka istirahat dan sampai Chan terbangun di sore hari. Gisella sendiri masih tertidur akibat kelelahan dari acara pernikahan Nadia yang batal.
Malam harinya,,,,,,
"CHAN!!" Teriak Gisella dari kamarnya hingga membuat telinga Chan terasa sakit.
"Astaga , telingaku😫?!" Ujar Chan yang sedang memasak di dapur.
"AKU DI DAPUR!!!!" teriak Chan yang tak kalah kencang dari teriakan Gisella.
Setelahnya Gisella turun dari ranjangnya dan segera berjalan ke arah dapur.
"Kamu lagi ngapain?!" Tanya Gisella yang baru saja sampai di dapur.
"Aku mau masak buat makan malam kita!" Ujar Chan memberi tau Gisella.
"Kalau gitu aku bantu kamu!" Ujar Gisella yang setelahnya membantu Chan memasak di dapur.
Gisella dan juga Chan akhirnya memasak bersama di dapur, namun belum sempat makanannya meletakkan di meja makan, justru mereka malah menghabiskan makanan di dapur. Sampai akhirnya mereka kenyang dan mereka pun duduk di sofa yang berada di depan tv.
"Gisella, sebenarnya apa yang terjadi tadi?" Tanya Chan penasaran.
"Apa kau akan percaya, jika aku menceritakannya padamu?!" Ujar Gisella yang ragu kalau Chan akan percaya pada ceritanya.
"Entah, nantinya aku akan percaya atau tidak ,, tapi aku ingin mengetahuinya,,,apa kau keberatan jika aku memintamu untuk menceritakan semua yang terjadi tadi?" Tanya Chan pada Gisella.
Gisella pun menghela nafas dan menceritakan segalanya kepada Chan tentang apa yang sebenarnya terjadi tadi.
"Bagaimana mungkin ada makhluk tak kasat mata yang bisa melakukan hal seperti itu?" Tanya Chan yang sangat penasaran.
"Mereka hampir sama dengan manusia, ada yang memiliki sifat baik,, tapi ada juga yang jahat,,,entitas mereka yang telah mengganggu sahabatku Nadia adalah jahat,,,,mereka yang jahat biasanya bisa membunuh manusia?!" Ujar Gisella dengan penuh penjelasan kepada Chan.
"Tapi bagaimana caranya?!" Tanya Chan yang masih terus penasaran.
"Biasanya mereka akan mempengaruhi manusia dan membujuknya untuk melakukan hal yang mereka inginkan, seperti merasuki!" Ujar Gisella lagi.
"Haish ,aku sering mendengar orang yang dirasuki oleh hantu, tapi aku tidak percaya karena aku belum pernah melihatnya sendiri?!" Ujar Chan memberi tahu Gisella.
"Terserah kau saja?!" Ujar Gisella sedikit kesal.
__ADS_1
"Oh iya, kita besok selidiki kamar nomor 126, semoga saja ingatan kamu cepat pulih!" Ujar Gisella.
"Apa kau ingin aku cepat-cepat pergi dari sini?" Ujar Chan di dalam hatinya.
"Chan!" Panggil Gisella, namun Chan tidak menggubrisnya sama sekali, Chan bahkan hanya diam melamun.
"Chan, apa kau mendengar ku?" Ujar Gisella lagi sehingga membuat Chan menatap tajam ke arahnya.
"Kamu kenapa menatapku seperti itu? Ada apa?!" Tanya Gisella bingung dan sedikit takut akan tatapan tajam Chan yang seakan marah.
"Tidak ada apa-apa, aku mau istirahat duluan." Ucap Chan lalu beranjak dari duduknya, dan meninggalkan Gisella di meja makan.
Gisella sedikit bingung dengan tingkah Chan yang berubah begitu saja.
"Ada apa dengan Chan? Apa aku melakukan kesalahan padanya?" Ucap Gisella di dalam batinnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam kamar Chan, lebih tepatnya di balkon kamar.
Chan menghela nafasnya sambil memandang gemerlap cahaya bintang di malam hari.
Chan kembali menghela nafasnya dan bertanya-tanya kepada bintang yang sama sekali tidak akan pernah menjawab pertanyaan yang dia lontarkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi Gisella, dia duduk di ranjang kamarnya sambil memandang ke luar jendela.
"Apa aku akan berada jauh dari Chan setelah ingatannya kembali nanti?
Tapi bukannya itu seharusnya bagus untuknya? Kenapa hatiku rasanya berat banget kalau sampai ingatan Chan kembali lagi? Apa yang harus aku lakukan sekarang?!" Ujar Gisella yang setelahnya menghela nafas pasrah.
Setelah itu, mereka berdua pun tertidur sampai sinar mentari masuk melalui celah jendela kamar mereka masing-masing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya setelah mentari sudah mulai naik dan memasuki celah gorden kamar mereka. Mereka bersiap untuk menyelidiki apa yang sebenarnya ada di kamar nomor 126, yang membuat Chan merasa kalau dirinya tidak asing dengan kamar itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Chan, kamu di mana? Aku rindu padamu! Kenapa kau tidak pernah datang lagi? Apa kau sudah melupakan aku? Tapi aku rasa itu tidak mungkin! Kamu di mana Chan? " Ujar Wendy yang terus menerus mencari keberadaan Chan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, Chan yang sedang bersama dengan Gisella di meja makan pun berbincang.
"Gisella?" Ujar Chan sedikit ragu.
"Iya ada apa Chan?" Jawab Gisella lembut.
"Apa kamu benar-benar ingin menyelidiki kamar itu?!" Tanya Chan yang kini tanpa ragu.
"Ya jadi lah Chan, kan kamu sendiri yang minta, lagi pula ini kan yang kamu tunggu-tunggu,, siapa tau saat kamu masuk ke kamar itu,,,,kamu bisa mengingat semuanya?!" Ujar Gisella yang sebenarnya di dalam hatinya masih tak sanggup jika harus jauh dari Chan.
"Baiklah." Jawab Chan singkat dan sedikit murung.
Gisella menatap Chan dan bertanya,,,,,,,
"Chan ,kamu kenapa? Kamu baik-baik aja kan?" Tanya Gisella khawatir.
"Gisella, bisakah kita tunda dulu penyelidikan ini, jujur aku belum siap untuk mendapatkan ingatan ku kembali!" Ujar Chan dari hatinya.
"Lebih tepatnya ,aku belum siap untuk jauh dari kamu Gisella!" Lanjut Chan di dalam hatinya.
Gisella hanya bisa menuruti apa yang di mau oleh Chan, karena Chan sendirilah yang akan menentukan bagaimana baiknya untuk dirinya sendiri. Gisella juga tidak ingin berada jauh dari Chan, jadi Gisella juga tidak akan membujuk Chan terus untuk mengingat masalalu nya.
Di hari itu, Gisella mengajak Chan untuk ke pantai dan bersenang-senang di sana.
Setelah beberapa menit bersiap ,akhirnya mereka menuju sebuah pantai yang bersih nan indah pemandangannya. Mereka cukup takjub melihat keindahan pantai yang mereka datangi.
Sesampainya di pantai,,,,,
"Pantainya cantik kan?" Ujar Gisella yang memamerkan kecantikan pantai.
"Iya cantik, kayak kamu" ucap Chan sambil tersenyum manis pada Gisella.
"Haish, apaan sih Chan ,, gombal!" Ujar Gisella yang setelahnya menyipratkan air ke Chan dan berlari secepat mungkin.
Tak mau kalah dengan Gisella, akhirnya Chan mengejar Gisella dan berusaha menangkap Gisella untuk membalas dendam ,dan karena Gisella sudah membuat pakaian Chan basah .
"Awas ya kamu!!" Ujar Chan yang masih terus mengejar Gisella.
Terjadi adegan kejar-kejaran di antara keduanya, mereka juga sangat menikmati suasana pantai itu. Tertawa dan bersenda gurau bersama mereka lakukan, sampai akhirnya,,,,,,,,
__ADS_1