
Gisella yang mendengarnya ikut bahagia, namun tiba-tiba saja dia teringat pada Chan. Kemudian Gisella pamit untuk beristirahat dan diantar oleh Jeni ke salah satu kamar yang ada di markas itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, Chan yang masih berada di perusahaan mengajak Alex untuk ikut ke hotel VV besok. Sekaligus untuk mengenalkannya pada semua teman-teman baru Chan.
Hati Chan yang sudah tak sabar karena ingin bertemu dengan Gisella akhirnya memutuskan untuk pulang ke mansion nya sendiri dan tidak ke hotel.
Di kamar Gisella yang ada di markas itu, dirinya sedang menatap salah satu kalung yang sudah dia buat tadi.
"Dari kalung ini, aku bisa bertemu denganmu lagi, meskipun aku bukan siapa-siapa kamu tapi setidaknya aku sudah melindungi kamu dari bahaya besar!" Ujar Gisella sembari menatap kalung itu dan setelahnya tertidur. Namun belum sempat terlelap ada yang mengetuk pintu kamarnya.
Tok tok tok,,,,,,
"Siapa?" Tanya Gisella yang baru saja bangkit dari posisi tidurnya.
Karena merasa tidak ada yang menjawabnya, Gisella pun langsung beranjak dari kasurnya dan berjalan ke arah pintu. Saat dia membuka pintu kamarnya, Gisella tidak melihat siapapun di sana.
Namun entah kenapa Gisella merasa ada yang sedang berdiri di belakangnya, sontak bulu kuduk Gisella merinding dan Gisella tahu apa sebabnya.
"Ku harap bukan hantu yang ada di belakangku! Karena jika hantu jahat dia tidak akan bisa mendekatiku!" Ujar Gisella di dalam hatinya.
"Siapa kamu? Mau apa kamu datang padaku? Ku mohon pergi! Aku ingin beristirahat sebentar!" Kata Gisella tanpa membalikkan badannya.
"Gisella, ini aku!" Ujar sosok yang berada di belakang Gisella.
Deg,,,,,,,,
Karena merasa mengenal suara itu, akhirnya Gisella langsung berbalik dan melihat siapa sosok itu.
"Kau?" Ucap Chan dengan membelalakkan matanya.
"Aku ingin meminta bantuan kamu, aku tahu kalau kamu mencintai Chan! Tolong jaga dia baik-baik dan jauhkan dia dari iblis di kamar nomor 126!" Pinta sosok itu yang tak lain adalah sosok yang pernah meminta tolong pada Gisella saat Chan mengalami kecelakaan.
"Aku memang bisa mengusir iblis itu, tapi untuk menjaga Chan,,,,,,," ucapan Gisella terpotong karena mengingat Chan sudah menjadi milik Wendy.
__ADS_1
"Chan memiliki kekasih? Hatinya sekarang sedang bimbang ! Jika kau memang mencintainya maka perjuangkan dia! Jangan biarkan,,,," ucapan sosok itu terpotong dan tiba-tiba dia menghilang begitu saja.
"Lah, kok malah main menghilang gitu aja?" Tanya Gisella yang bingung dengan hantu itu.
Tok tok tok,,,,
Suara pintu kamar Gisella di ketuk, meskipun pintu itu tengah terbuka namun yang mengetuk tetap menjaga kesopanannya dengan mengetuk pintu. Ya, yang mengetuk pintu itu adalah Lisa.
"Lisa?"
"Gisella, aku tidur sama kamu ya!" Ucap Lisa.
"Lah, memangnya kenapa?"
"Aku takut sama mafioso di sini, kelihatannya mereka semua pada mesum!" Ujar Lisa yang setengah berbisik ke arah Gisella.
"Haish, itu nggak mungkin lah, Lis! Apalagi kita adalah teman dari ketua mafia di di sini!" Ucap Gisella dengan menghela nafasnya.
"Pokoknya aku mau tidur sama kamu!" Ucap Lisa sembari memencepkan bibirnya.
Pagi harinya,,,,,,
Gisella dan para sahabatnya juga ketua mafia terbesar di dunia ikut menyaksikan Gisella yang akan memagari kamar 126. Mereka juga sangat penasaran seperti apa nanti yang akan terjadi . Jadi mereka memutuskan untuk ikut Gisella. Dan karena sebelumnya mereka tidak pernah menyaksikan hal seperti itu, maka dari itu mereka memilih untuk melihatnya sendiri sekaligus membuktikan kalau mereka atau makhluk tak kasat mata itu memang benar ada.
Mereka menuju ke hotel VV dengan menggunakan beberapa mobil. Gisella dan juga Lisa satu mobil dengan Byun. Sedangkan Nadia bersama dengan Nathan dan yang terakhir Laon bersama dengan Jeni.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, Alex datang dengan menggunakan mobilnya menuju hotel VV seperti yang di sarankan oleh Chan agar dia juga ikut, sekaligus ingin memperkenalkan Alex kepada seluruh teman barunya.
Chan sendiri sengaja menyewa seluruh kamar hotel hanya untuk hari itu, itu semua dia lakukan karena dia tidak ingin ada yang mengganggu. Yang ada pun hanya beberapa staf hotel saja, bahkan seluruh orang hang menginap pun di suruh untuk cek out dari hotel saat sore hari sebelumnya.
Sesampainya mereka semua di parkiran hotel,,,
"Loh, kok sepi banget sih?" Tanya Lisa yang melihat parkiran sepi tak ada satupun mobil selain mobil mereka.
__ADS_1
"Kayaknya Chan memang sengaja buat sewa seluruh kamar untuk pemagaran kamar ini!" Kata Gisella yang masih menduga-duga, matanya melihat ke arah gedung tinggi nan mewah di depannya, ya hotel itu sudah seperti istana dengan banyak lantai. Ada 126 lantai di hotel itu.
"Baguslah kalau begitu, jadi nggak akan ada yang ganggu!" Ucap Byun setelahnya.
Nadia dan juga Jeni juga bertanya-tanya akan sepinya hotel yang kini ada di hadapan mereka. Jeni sendiri juga bisa melihat mereka yang tak kasat mata karena sudah menjadi bawaannya semenjak dia menjaga bunga anggrek hitam.
Jeni saat itu melihat hotel dari depan dan memandangi seluruh lantai yang terlihat. Setiap kamar di hotel itu memiliki balkon dan saat Jeni melihat ke atas, dia seperti melihat satu sosok, namun dia tidak tahu apakah itu hanya hantu atau iblis.
"Astaga, Gisella lihatlah di sana!" Ujar Jeni dengan menunjuk ke satu kamar tepatnya agak tinggi dan sedikit jauh dari jangkauan mata mereka. Namun masih bisa mereka bedakan mana manusia dan mana makhluk tak kasat mata.
Mendengar ucapan Jeni, Gisella langsung menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Jeni.
Gisella yang sudah tau tentang penglihatan bawaan milik Jeni akhirnya percaya kalau Jeni bisa melihat makhluk tak kasat mata juga.
Gisella terkejut saat melihat sosok itu dan ternyata itu adalah sosok yang berada di kamar nomor 126.
"Itu kamar nomor 126!" Ujar Gisella yang membelalakkan matanya melihat ke arah yang sama seperti yang dilihat oleh Jeni.
Yang lain hanya terdiam bingung karena mereka tidak tahu dengan apa yang Gisella dan juga Jeni lihat di atas sana.
"Apa kau yakin itu kamarnya?" Tanya Nathan yang masih ragu.
"Iya, aku yakin itu! Iblis itu pasti sudah tahu kalau kita akan ke sini!" Kata Gisella.
"Lalu kita harus bagaimana?" Tanya Nadia.
"Kita tunggu Chan dulu!" Ucap Gisella dengan sedikit menenangkan semuanya yang ada di sana.
Beberapa saat kemudian Chan dan juga Alex sampai di sana dengan mobil miliknya masing-masing.
"Sorry ya udah buat kalian semua nunggu!" Ujar Chan ke arah semuanya.
"Nggak apa-apa, Chan! Kamu sengaja nyewa seluruh kamar hotel?" Tanya Gisella.
Chan pun menjawab dengan menjelaskan kalau memang benar dia sengaja menyewa seluruh kamar yang ada di hotel VV. Itu Chan lakukan karena dia tidak ingin ada yang mengganggu. Hanya ada beberapa staf saja di sana. Chan memperkenalkan Alex kepada seluruh teman-temannya. Setelah itu mereka semua pun menuju ke kamar 126.
__ADS_1