Kamar 126

Kamar 126
Berkunjung


__ADS_3

"Akh itu tidak ada apa-apa!" Axel semakin di buat salah tingkah oleh Dira yang dia anggap perempuan cantik nan manis.


Sampai akhirnya tak terasa pelajaran hari itu sudah selesai dan mereka langsung menuju ke kantin untuk beristirahat sejenak dari materi-materi pembelajaran mereka.


Saat mereka semua hendak menuju ke kantin Alisya saat itu mengajar Dira untuk pergi bersama dengan yang lain. Dira yang saat itu masih sibuk memasukkan bukunya ke dalam laci, menyuruh Alisya untuk lebih dulu ke kantin.


"Lo duluan aja!" Ujar Dira memberi tahu Alisya supaya pergi ke kantin terlebih dulu.


Alisya yang memahami kalau Dira masih sibuk dengan buku-bukunya langsung mengangguk dan meninggalkan Dira di kelas bersama dengan Axel, yang saat itu masih sama juga memasukkan buku ke dalam laci.


"Axel, lo mau bareng ke kantin nggak?" Tanya Dira yang mencoba mengajak Axel untuk pergi ke kantin.


Axel yang merasa dirinya di panggil menoleh ke kanan dan kiri "Lo ngajak gue?" Tanya Axel sambil menunjuk dirinya.


"Ya ngajak siapa lagi?" Tanya Dira sambil menghela nafasnya.


"Memangnya lo nggak takut sama gue?" tanya Haechan.


Mendengar pertanyaan Axel, Dira mengangkat satu alisnya "Yaelah, selagi bukan makhluk tak kasat mata gue masih berani kali!" Ucap Dira lagi.


"Haish iya bentar-bentar!" Ucap Axel sambil memasukkan bukunya ke dalam tas dan juga lacinya. Setelah selesai Haechan langsung berdiri dari duduknya, dan merangkul pundak Dira.


"Ok, yuk ke kantin!" Ajak Axel yang seolah dirinya langsung mencoba akrab dengan Dira.


"Eh apa-apaan ini?" Dira merasa tidak nyaman ketika dirangkul oleh Axel.


Seketika itu Axel langsung reflek dan melepas rangkulannya "Sorry sorry gue reflek tadi soalnya gue gampang banget akrab sama orang! sorry ya karena udah buat lo ngerasa enggak nyaman!" ucap Axel yang langsung merasa bersalah.


Dira hanya menghela nafasnya lalu tersenyum mengangguk kearah Axel. Lalu mereka berdua pun berjalan berdampingan menuju kantin.


Mereka berdua lalu ikut berkumpul dengan yang lainnya, yang memang sudah ada di sana terlebih dahulu.


Bukan hanya anak-anak kelas 12 saja namun anak kelas 11 juga istirahat waktu itu, Jadi mereka berkumpul dengan adik-adik mereka seperti biasanya.


"Axel!!" Panggil Brian pada murid baru itu. Axel yang bisa langsung akrab dengan semua orang pun langsung menjawab.


"Ada apa lo panggil-panggil gue?" Tanya Axel yang berjalan mendekat ke arah mereka bersama dengan Dira.


"Lo tinggal di mana?" Tanya Brian lagi.


"Lo ngapain nanya gue tinggal di mana? Memangnya lo mau ngapelin gue?" ucap Axel dengan memutar mata malasnya dan sedikit bercanda.

__ADS_1


Sampai akhirnya Axel menyadari sesuatu," Eh kalian berdua kembar ya?" Tanya Axel yang baru menyadari kalau ternyata Dira memiliki kembaran.


"Lah, lo baru tahu? Kan tadi juga sekelas!" Ucap Jeno yang heran akan Axel yang tak mengetahui ada murid kembar di kelasnya.


"Dia siapa kak? Murid baru ya? Tadi di kelas gue juga ada murid baru?!" Ucap Rafi bertanya dan memberi tahu.


"Iya, mungkin itu adiknya!" Jawab Dila menebak.


"Eh tahu dari mana lo?" Ujar Axel menyahut.


"Ya gue cuma nebak aja sih!" Jawab Dila sambil mengedikkan bahunya.


Ternyata Haechan adalah murid pindahan dan dia pindah ke SMA yang sama dengan mereka bersama dengan adiknya juga. Dan kebetulan adiknya masuk di kelas yang sama dengan adik-adik mereka juga. Adik Axel bernama Jessica dirinya seumuran dengan anak-anak Gisella yang masih kelas 11.


Di jam istirahat itu mereka habiskan untuk berbicara dan bercerita bersama. Sampai akhirnya mereka bisa mengetahui satu sama lain. Axel dan juga Jesicca kagum dan sempat tak percaya kalau mereka tinggal di satu Mansion yang sama.


"Oh, Jadi kalian tinggal di suatu mansion yang sama? Pasti akan sangat menyenangkan bukan?" Ucap Jesicca yang terkagum kalau mereka semua tinggal di satu mansion.


"Ya gitu deh, tapi asal kalian tahu! Bukan hanya kita saja, masih ada 4 kakak kita! Tapi mereka sudah kuliah!" Ucap Dila memberi tahu.


Axel tiba-tiba menghela nafas kasar "Jadi kalian enak ya, nggak kayak gue sama Jesicca!"


Mereka semua menatap heran pada Axel karena ucapannya tadi.


"Gue sama Jesicca tuh sering banget pindah sekolah, cuma gara-gara urusan papa kita!" Ucap Axel memberi tahu kalau sebenarnya mereka sering sekali berpindah pindah sekolah.


"Memangnya urusan apa?" Tanya Alfian yang sedari tadi hanya diam tak bersuara.


"Iya itu sih rahasia kita nggak bisa kasih tahu kalian!" Jawab Axel yang membuat rasa penasaran mereka terhenti seketika, karena itu sudah menjadi rahasia satu keluarganya.


Singkat cerita, setelah sekolah usai. Mereka semua pun langsung pulang ke mansion besar milik Nathan.


Pov Author : Author bilangnya mansion besar Nathan ya guys, soalnya diantara mereka berempat Nathan yang paling tua, jadi biar gampang nyebutnya mansion besar keluarga Nathan.


Setelah mereka sudah berada di mansion. ternyata mereka memiliki janji bersama dengan Axel dan juga Jessica. Axel mengatakan kalau dirinya akan berkunjung ke Mansion besar Nathan.


Ting tong


Suara bel mansion berbunyi pertanda akan adanya tamu di mansion, karena mereka tahu kalau anak-anak tidak mungkin memencet bel. Mereka pasti akan langsung masuk mansion tanpa membunyikan bel mansion.


"Siapa tuh?" Tanya Gisella yang kebetulan sedang berada di ruang tamu dengan membaca majalah sambil meminum segelas teh hangat, bersama dengan Jeni.

__ADS_1


"Nggak tahu, mending lo buka aja!" Ucap Jenie menyuruh Gisella untuk membukakan pintu.


Gisella pun langsung beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu utama, untuk memastikan dan melihat siapa yang berkunjung ke mansion mereka.


Ceklekkk,,,,


"Eh, kalian siapa?" Tanya Gisella setelah membuka pintu dan melihat 2 anak remaja, lelaki dan perempuan.


"Hay tante!" Sapa Jesicca.


"Kalian mencari siapa? Apa keperluan kalian datang ke sini?" Tanya Gisella yang masih belum tahu apa sebenarnya tujuan kedatangan mereka.


"Kita ke sini mau ketemu, Dira, Dila, , Jeno, Yej,,,,,,,!" Ucap Haechan terpotong.


"Sudah-sudah aku sudah paham apa maksud kedatangan kalian kesini! Ayo masuk!" Gisela menyuruh mereka masuk ,karena tanpa dijelaskan pun Gisella sekarang sudah tahu kalau maksud kedatangan mereka itu untuk menemui anak-anak mereka.


Setelah mereka berdua masuk ke dalam Mansion, mereka bertemu dengan Jeni ,Nadia dan juga Lisa. yang kebetulan saat itu Nadia dan desa handak ikut minum teh bersama di ruang tamu.


"Maaf tante ! Kalau boleh tahu namanya Tania yang mana ya? soalnya tante semua kelihatan masih sangat muda!" ucap Jessica yang bertanya kepada mereka semua ,yang langsung membuat mereka besar kepala karena dipuji oleh Jessica.


"Anak ini sangat manis dan membuatku besar kepala saja!" ucap Lisa memberi tahu apa yang dia rasakan.


Kemudian Gisella pun memberitahu Jessica dan juga Axel tentang Bunda, Mami ,Mama, Mommy. Dan mereka juga memberitahu siapa saja suami-suami mereka melalui foto besar yang terpajang di ruang tamu.


"Enak ya kalau bisa tinggal dengan banyak keluarga seperti ini!" Ucap Axel yang di dalam hatinya menginginkan hidup bersama dengan keluarga besar seperti itu.


"Memangnya ada apa dengan keluarga kalian nak?" Tanya Gisella penasaran.


Axel pun menceritakan kalau dirinya sering berpindah-pindah sekolah ,hanya karena mengikuti papa dan juga mamanya yang juga sering bekerja berbeda-beda tempat.


Gisella yang mendengar cerita dari mereka merasa iba dan menyuruh mereka untuk memanggil ,dan menganggap seluruh keluarga besar Nathan sebagai keluarga mereka juga.


"Ini jadi manggil mereka nggak sih?" Tanya Jeni.


"Ya jadi, suruh Lisa aja, gue capek kalau harus pergi ke 13 kamar!" Ujar Gisella yang membayangkannya saja sudah merasa capek.


"Axel, Jesicca, kalian tutup telinga kalian ya!" Perintah Lisa.


"Memangnya kenapa Mi?" Tanya Haechan yang sekarang harus membiasakan diri memanggil mereka seperti keluarga sendiri.


"Udah kalian nurut aja!"

__ADS_1


Haechan dan Jessica pun langsung menutup telinga mereka seperti apa yang diperintahkan oleh Lisa. Lalu setelahnya Lisa berteriak.


__ADS_2