
"Tapi jujur sih, kalau cuma Dira gue nggak percaya! Lo semua kan tahu sendiri kalau Dira itu orangnya emang penakut!" Kata Bryan yang tak setuju dengan pendapat Axel.
Mendengar jawaban dari Bryan tadi, Axel tiba-tiba saja beranjak dari duduknya.
"Axel, lo mau ke mana?" Tanya Dila pada Axel yang beranjak dari duduknya.
"Gue mau ke kamar Dira!" Jawab Axel sambil berlalu pergi.
Dila yang tadi sudah sempat menyiapkan makanan untuk Dira pun langsung ikut beranjak dan mengikuti langkah Axel , untuk mengantarkan makanan ke kamar Dira.
Tok tok tok,,,
Suara ketukan pintu kamar Dira yang di ketuk oleh Axel. Membuat dira yang ada di dalam masih setia dengan lamunan nya menatap keluar jendela.
"Dira, ini gue bawain makan malam buat lo!" Ucap Axel dari balik pintu dan masih terus saja mengetuk pintu kamar Dira yang masih terkunci rapat.
Merasa tak ada jawaban, akhirnya Dila yang membawa nampan berisi makanan pun berkata, "Ish, lo gimana sih! Dira kan lagi marah sama lo! Jadi biar gue aja yang bawain makanan ini untuk dia!" Ucap Dila yang mengambil posisi dari balik pintu kamar Dira.
Tok tok tok
"Dira, ini gue! Buka pintunya! Gue bawain makan malam buat lo!" Ucap Dila seraya memegang nampan berisi makan malam untuk Dira. Axel hanya bisa terdiam, karena dia tahu kalau Dira sedang marah padanya.
Di sisi Dira, dirinya hanya diam tanpa menjawab sepatah kata pun, dia masih duduk termenung di ranjang kamarnya.
"Dira, lo boleh marah sama mereka! Tapi gue saudara kembar lo! Gue juga nggak tahu masalahnya apa! Jadi lo juga jangan egois malah ikutan marah ke gue!" Ucap Dila tanpa basa basi.
"Haish, nggak gitu juga kali ngomongnya, Dil!" Ucap Axel sambil memijat keningnya ,melihat tingkah Dila.
__ADS_1
Ceklekk,,,
Namun siapa sangka, kalau Dira ternyata malah membukakan pintu kamarnya untuk Dila. Tampak wajahnya tersenyum ke arah Dila yang berdiri tepat di depan pintu, "Lo boleh masuk,Dil!" Kata Dira.
Axel tampak tersenyum ke arah Dira, karena melihat Dira yang tersenyum pada Dila. Namun Dira yang melihatnya hanya menatap Axel sekilas dengan wajah datarnya tanpa ekspresi.
Dira juga langsung menutup pintu kamarnya setelah saudara kembarnya masuk ke dalam, Dila.
Axel terlihat sangat kecewa, karena baru kali ini Dira marah sampai segitunya pada dirinya. Ketika rasa kecewanya hadir, rasa itu selalu di tepis dengan rasa bersalah yang Axel miliki, saat dirinya tidak mempercayai Dira.
Di dalam kamar Dira, setelah menutup pintunya Dira langsung duduk di ranjang kamarnya. Sedangkan Dila terlihat meletakkan nampan berisi makan malam untuk Dira. Setelah itu Dila duduk di dekat Dira sambil menatap Dira yang malah justru melihat keluar jendela dengan tatapan kosong.
"Dir, sebenarnya ada apa? Cerita aja sama gue!" Pinta Dila yang mencoba meredakan kemarahan Dira pada saudara-saudaranya yang lain.
Dira tampak menarik nafasnya lalu perlahan membuang nya untuk mengatakan pada Dila, "Gue sebenarnya mau cerita sama lo, Dil! Tapi gue yakin kalau lo nggak bakal percaya sama apa yang bakal gue omongin!" Kata
"Dir, lo aja belum kasih tahu apa-apa ke gue! Terus kenapa lo malah jadi meragukan kepercayaan gue?!" Tanya Dila sedikit kesal.
Dira menatap Dila yang ada di dekatnya lalu memegang tangan Dila seraya memohon.
"Gue takut, Dil! Gue nggak mau ada di sini! Gue kemarin melihat sosok berjubah hitam di dekat pohon besar yang ada di halaman, dan kemarin-kemarin entah banyak anak kecil yang tiba-tiba menghilang gitu aja! Gue pengen balik, Dil!" Dira malah menangis dan memohon pada Dila yang ada di dekatnya. Dira seperti merasa sangat ketakutan ketika mengingat apa yang dia alami tempo hari. "Kenapa nggak ada yang mau percaya sama apa yang gue omongin, Dil!" Lanjut Dira yang mulai merasa putus asa karena merasa kalau Dila juga pasti tidak akan percaya sama apa yang di katakan oleh Dira.
Dila yang melihat saudaranya histeris seperti itu pun berusaha menenangkannya.
"Dira, hey! Dengarkan gue! Gue percaya sama lo!" Ucap Dila seraya memegang kedua pundak Dira, agar Dira menatap ke arahnya. Dira yang mendengar itu pun langsung berhenti menangis.
"Sungguh?" Tanyanya dan di jawab anggukan oleh Dila.
__ADS_1
"Emt, gini aja! Gue tadi ketemu sama pemuda yang pernah lo lihat waktu itu! Namanya Mark! Dia,,,,,,," Dila pun menceritakan semuanya pada Dira saat di mana dirinya bertemu dengan Mark dan bagaimana cara dia bisa berkenalan dengannya. Dira yang tadinya histeris seketika memilih diam, seraya mendengarkan apa yang di ceritakan oleh Dila, saudara kembarnya.
"Tuh kan , gua bilang gue apa! Vila ini memang angker, Dil!" Ucap Dira yang sudah mengerti arah perkataan Dila.
"Ya udah, gimana kalau malam ini gue tidur sama lo?" Tanya Dila menyarankan, supaya Dira tidak merasa takut lagi, karena bagaimana pun Dila adalah saudara kembarnya. Dan sampai kapan pun Dila yang sejatinya lebih tua di bandingkan dengan Dira pun , tidak akan membiarkan saudara kembarnya itu kenapa-kenapa.
"Kayaknya gue tidur sendiri aja deh, Dil malam ini! Gue pengen nenangin diri dulu!" Tanpa Dila sangka, justru Dira menolak untuk di temani oleh Dila.
"Apa lo yakin sama keputusan lo?!" Tanya Dila memastikan. Dira mengangguk.
"Gue pengen sendiri dulu, Dil! Gue juga merasa bersalah sama Victor, Alisya apa lagi sama Axel, karena gue udah marah-marah nggak jelas ke mereka!" Kata Dira yang merasa menyesal karena sudah marah-marah nggak jelas.
"Udah, lo nggak usah merasa bersalah kayak gitu, nanti gue yang bakal kasih tahu mereka! Gue yakin kalau mereka pasti mau maafin lo kok!" Kata Dila yang mencoba menenangkan saudara kembarnya itu. Dila yang mendengar ucapan Dila tadi, tersenyum lalu berkata, "Tapi gue nggak mau keluar dari kamar dulu sebelum besok, Dil!" Kata Dira.
"Lo yakin nggak mau gue temenin?" Tanya Dila lagi yang kembali memastikan.
"Iya, Dil! Gue bener-bener mau ngerenungin diri gue sendiri! Kalau lo mau tidur sama gue, besok aja ya!" Ucap Dira meyakinkan Dila.
"Lah, kenapa sekarang malah jadi lo yang bilang gitu? Biasanya aja lo yang selalu nya mau tidur sama gue!" Kata Dila sambil memasang wajah bingungnya.
"Hehe, nggak tahu nih!" Ucap Dira terkekeh sembari mengingat kalau dirinya yang selalu memaksa ingin tidur satu kamar dengan Dila.
"Nah gitu dong ketawa! Ya udah kalau gitu gue ke kamar dulu ya! Oh iya tuh makanan jangan lupa di makan!" Perintah Dila sambil menunjuk sepiring nasi beserta susu yang sudah Dila siapkan tadi.
"Iya, gue pasti makan kok! Makasih ya, Dil karena lo udah mau ngertiin gue!" Ucap Dira lalu memeluk hangat tubuh saudara kembarnya itu.
"Hey, lo itu saudara kembar gue! Bahkan kalau lo sakit pun gue juga ikut ngerasain sakit, Dir! Masak cuma kayak gini aja gue nggak bisa ngerasain jadi lo sih Dir!" Ucap Dila yang membalas pelukan Dira.
__ADS_1
Cukup lama mereka saling memeluk satu sama lain, sampai tiba-tiba saja Dila merasa tidak enak pada hatinya,
"Kenapa tiba-tiba perasaan gue jadi nggak enak gini ya!" Batin Dila yang masih memeluk saudara kembarnya itu.