
Pov Mark dan Alfian
"Wah, kak lihatlah pacar kak Alfin cantik banget!" Alfian tampak terpesona pada kecantikan Saviana dari kejauhan.
"Tapi kok kayak ada yang aneh ya!" Ujar Mark sambil mengerutkan dahinya.
"Aneh kenapa kak?!" Tanya Alfian penasaran.
"Hahh, mungkin cuma perasaan gue aja!" Mark menepis rasa kekhawatiran yang tiba-tiba saja muncul di hatinya akan apa yang nantinya akan terjadi.
Di sisi Gisella, dirinya melihat Alfin dan juga kekasihnya yang perlahan berjalan ke arah meja yang sudah di pesan oleh Gisella.
"Mama!" Sapa Alfin pada mamanya lalu duduk di kursi yang berseberangan dengan Gisella, di sampingnya terlihat Saviana duduk dengan anggun. Namun kalian pasti tahu kalau Saviana itu adalah arwah gentayangan, jadi hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya.
Hati Saviana sudah merasa was-was, takut kalau sampai mama Alfin tidak melihatnya, dan menganggap anaknya itu sebagai orang gila karena datang sendirian.
"Sayang, apa ini kekasihmu?!" Tanya Gisella membuka suara.
Deg,,,
Sontak Saviana membelalakkan matanya ,karena ternyata Gisella juga bisa melihat adanya Saviana.
"Bagaimana mamanya Alfin bisa melihatku? Apa jangan-jangan?!" Saviana masih diam tak bersuara dan hanya menatap Gisella dengan tatapan tak percaya. Bahkan Gisella terlihat tersenyum manis ke arahnya.
Alfin tahu, mamanya ini ternyata sudah menyuruh beberapa staf untuk pulang lebih dulu, karena Gisella ingin calon menantunya ini tidak merasa trauma akan masalalu nya. Hanya ada 2 staf saja yang tersisa di sana.
"Kenalkan, ma! Dia Saviana, calon istri Alfin!" Ucap Alfin dengan tersenyum bangga memperkenalkan kekasihnya di depan mamanya.
Gisella menjabat tangan Saviana lalu berkenalan dengan Saviana. Saviana hanya tersenyum canggung. Dirinya masih heran, kenapa bisa Gisella melihat dirinya yang bahkan bukan manusia.
"Pelayan, tolong bawakan makanan dan minuman!" Titah Gisella pada 2 pelayan yang tadi sempat melayani Mark dan Alfian terlebih dulu.
Pelayan itu datang dengan membawakan 2 minuman. Karena yang di lihat oleh pelayan hanya ada Gisella dan Alfin saja. Alfin yang melihat itu merasa geram pada pelayan, karena cuma membawakan 2 minuman saja.
"Loh kok cuma 2 sih? Pelayan!!" Panggil Alfin pada pelayan itu, buru-buru pelayan itu kembali sebelum sampai di pantry."Bawakan 1 minuman lagi!" Alfin masih berusaha sabar dengan pelayan itu karena sudah membuat Alfin malu.
__ADS_1
Dengan segera pelayan itu kembali dengan membawakan 1 minuman lagi pada meja mereka.
"Gimana sih ma, kenapa pelayannya kayak gitu? Orang jelas-jelas ada 3 orang tapi cuma di bawain 2!" Gerutu Alfin sambil menatap kesal pada pelayan itu, "Maaf ya sayang!" Ujar Alfin merasa bersalah pada Saviana.
Saviana yang masih canggung pun hanya mengangguk dan masih tetap tak bergeming. Dirinya takut kalau sampai nantinya akan melakukan kesalahan.
"Alfin!" Panggil Gisella pada anaknya yabg tengah di mabuk asmara itu, yang punya nama pun langsung menoleh ke arah Gisella, "Lihatlah, pacarmu cantik bukan?!" Gisella memuji kecantikan Saviana.
"Tentu saja ma, dia adalah wanita tercantik nomor 2 setelah mama!" Senyum Alfin merekah sambil menatap ke arah Saviana.
"Nak, mama kesini bersama dengan Mark dan Alfian! Apa boleh mereka ke sini untuk melihat kecantikan kekasihmu ini?!" Tanya Gisella menawarkan, Alfin hanya mengangguk. Namun Saviana merasa bingung, dengan segala rasa penasaran yang muncul ketika mama Alfin bisa melihatnya saja dia masih tidak percaya, apalagi di tampak 2 orang lagi? Tentu Saviana takut kalau sampai dirinya ketahuan.
"Astaga, bagaimana ini? Mereka pasti nggak bisa melihat gue,!" Batin Saviana lalu beberapa detik kemudian, terlihat dia menarik nafas dalam,"Nggak apa-apa Saviana, ini udah jadi konsekuensi lo, apapun yang terjadi lo harus terima, lo yang udah mulai semua ini dan lo juga yang harus mengakhirinya!!" Batin Saviana lagi.
Saat Saviana bergelut dengan batinnya, ternyata Alfian dan Mark sudah berjalan ke arah mereka berada. Tampak Alfian dan Mark ikut duduk dan melihat Saviana tanpa perasaan curiga. Bahkan mereka juga berkenalan dengan Saviana. Betapa terkejutnya Saviana kalau kedua anak Gisella yang lain ternyata juga bisa melihat dirinya. Saviana merasa dirinya sedang bermimpi. Dirinya tak menyangka kalau ini akan berjalan dengan mudah.
"Wah, pacar lo cantik banget kak!" Ujar Alfiam menggoda Alfin, setelah berkenalan dengan Saviana tadi.
"Alfian sudah jangan goda kakakmu terus!" Gisella tampak tenang dan santai, akankah dia tahu kalau Saviana itu bukan manusia? Melainkan arwah gentayangan?. Entahlah, bahkan Saviana pun tidak tahu apakah dia bermimpi atau memang dirinya sedang bertemu dengan mama Alfin.
"Alfin!" Panggil Gisella pada Alfin.
"Iya ma?!" Jawab Alfin.
Gisella ingin membicarakan hal serius dengan anaknya itu.
"Mama tahu tanya sama kamu, apa kamu sudah yakin dengan keputusan kamu? Apa kamu benar-benar mencintai Saviana?!" Tanya Gisella memastikan.
"Tentu saja, ma! Alfin sangat mencintai Saviana!!" Jawab Alfim dengan serius juga.
"Dan kamu Saviana?" Pandangan Gisella kini mengarah pada Saviana, Saviana kini yang sudah tak khawatir langsung menoleh ketika di panggil oleh Gisella, "Apa kamu sudah tau apa konsekuensinya?!" Lanjut Gisella.
Deg,,,,
Mereka semua seperti tersambar petir di siang bolong akan ucapan dari Gisella tadi. Dan ternyata Gisella memang sudah mengetahui kalau Saviana itu bukanlah manusia. Dan tentu saja dirinya tidak akan membiarkan anaknya mengalami cinta beda dunia bukan.
__ADS_1
"Maksud, tan-" ujar Saviana terpotong.
"Maksud mama apa? Konsekuensi apa ma? Memangnya kesalahan apa yang sudah Alfin sama Saviana lakukan?!" Alfin yang memang sangat terpukul akan ucapan mamanya tadi, langsung terpancing emosi.
"Dugaanku salah, ternyata mama Alfin sudah mengetahui kalau aku bukanlah manusia!" Batin Saviana mencoba pasrah.
"Maafkan saya tante, saya memang salah!" Ucap Saviana yang sudah ikhlas dengan apa nantinya keputusan terakhir yang akan diambil oleh Alfin.
"Syukurlah kalau kamu sudah mengerti dengan kesalahan kami!" Gisella tampak tenang namun tegas pada Alfin dan kekasihnya itu.
"Ma, maksud mama apa sih? Apa yang mama katakan? Alfin nggak ngerti maksud mama?!" Alfin tampak kebingungan dsn penasaran akan apa sebenarnya yang terjadi. Sedangkan Mark dan Alfian hanya diam dengan segala rasa penasaran.
"Alfin, apa kamu nggak sadar nak?!" Tanya Gisella, sekarang fokus dia hanya pada Alfin , anaknya.
"Sadar soal apa ma?!" Tanya Alfin masih tak mengerti.
"Soal kekasih kamu!" Jawab Gisella memberi tahu, dan Alfin langsung menoleh pada Saviana yang terlihat menunduk sedih dan pasrah.
"Ini ada apa sih kak?!" Bisik Alfian pada Mark.
"Syuttt, diam dulu!! Kita dengarkan saja!" Mark balas membisik pada telinga Alfian.
"Ma, sumpah ya! Alfin sama sekali nggak ngerti sama apa yang mama maksud! Katakan dengan jelas ma!" Alfin meminta penjelasan pada mamanya. Dirinya sudah di buat bingung dan entah kenapa tiba-tiba hatinya merasakan kekhawatiran akan kelanjutan hubungannya dengan Saviana.
Sebelum Gisella menjawab, Gisella sempat menoleh pada Saviana. Saviana yang merasa dilihat oleh Gisella pun , menatap Gisella dengan tatapan seakan meminta Gisella untuk mengatakan kebenarannya tentang siapa Saviana sebenarnya.
"Nak, mama tahu kamu mencintai Saviana! Tapi kalian tidak akan bisa bersatu!" Ujar Gisella.
Deg,,,
"Mama bercanda? Apa ini artinya mama nggak merestui Jaehyun sama Saviana?!" Alfin masih terlihat bingung dan hanya menganggap kalau apa yang di katakan oleh mamanya itu hanyalah bohong.
"Alfin, kekasihmu ini berbeda dengan kita!! Dia bukan manusia!"
Duarrrr,,,
__ADS_1