
"Paman!" Ucap Gisella yang langsung duduk di kursi ruang tamu tepatnya di depan paman Felix. Diikuti oleh Chan juga yang duduk di samping Gisella. Sedangkan Bi Inem ke dapur untuk membuatkan minuman dan juga akan menyiapkan makanan untuk mereka nanti.
"Paman, bisakah paman menjelaskan semuanya yang terjadi kepada anak-anak itu?!" Tanya Gisella penasaran.
"Gisella tenanglah sayang!" Kata Chan mencoba menenangkan Gisella.
Paman Felix yang awalnya menutup matanya pun akhirnya membuka matanya dan menatap ke arah Gisella. Lalu perlahan tersenyum kecil ke arah Gisella.
"Kenapa mereka tidak bisa selamat paman? Kenapa kau tidak menyelamatkan mereka dan melawan penunggu air terjun itu?!" Ujar Gisella dengan mencerca berbagai banyak pertanyaan pada paman Felix.
Paman Felix menarik nafas untuk memulai ucapannya, "Itu karena mereka berdua telah melakukan kesalahan yang fatal, berbuat hal yang tidak senonoh di sembarang tempat, tanpa berpikir apakah i sana ada penunggunya atau tidak!" Menarik nafas untuk melanjutkan ucapannya, "Aku sendiri tidak mau menyinggung penunggu air terjun itu, dia memiliki kekuasaan tas tempat itu yang artinya dia melarang siapa pun untuk ikut campur dalam urusannya! Kalau tidak hidup kamu lah yang akan celaka!" Kata paman Felix.
Memang benar, kalau paman Felix tidak bisa menyalahkan siapapun dalam hal ini. Semuanya adalah balasan dari apa yang telah kita tanam. Jiwa dari Gladis dan juga Bisma sudah terjebak dan selamanya akan menjadi milik dari Dayang, yang tak lain adalah penunggu air terjun itu. Paman Felix bisa saja menyelamatkan mereka, namun dia tidak ingin terlibat masalah apalagi dengan sesepuh penjaga air terjun itu. Di tambah perbuatan yang telah di lakukan oleh kedua remaja itu di sana yang membuat dirinya tidak bisa melakukan apapun selain membawa Gisella pergi dari tempat itu.
"Apa kau tahu kalau gadis yang bernama Dinda itu bisa kembali dengan selamat?!" Tanya paman Felix yang
"Jadi? Paman?" Tanya Gisella sembari berpikir.
Paman Felix mengangguk "Iya benar, aku lah yang membawa Dinda kembali! Ah tidak, lebih tepatnya hewan peliharaan ku!!" Kata Paman Felix yang setelahnya menjelaskan mengenai hewan yang menjadi penjaga dirinya atau yang telah menjadi bagian dari hidup paman Felix. Seekor harimau berwarna putih yang dulu paman Felix dapatkan saat bertapa di suatu tempat. Membuat dirinya mendapatkan seekor harimau putih dan menjadi penjaga sekaligus pelindungnya selama ini.
Ketika paman Felix berada di pendopo, dirinya mendapat penglihatan mengenai seorang gadis yang raga dan jiwanya tersesat di air terjun. Waktu itu gadis yang tak lain adalah Dinda. Dinda bisa menghilang karena mengikuti Bisma yang memang kerasukan dan berjalan ke arah air terjun itu.
Dinda juga yang sensitif terhadap makhluk lain atau yang biasa disebut sebagai hantu itu pun malah tersesat. Hingga dirinya pingsan dan terjebak di dunia lain ketika mengikuti Bisma. Maka dari itu ketika raga Bisma di temukan, Dinda tidak ada karena memang dirinya masuk ke dimensi lain atau alam lain yang di buat oleh Dayang penunggu air terjun.
Dinda saat itu terlihat ketakutan dan tak tahu harus bagaimana, paman Felix yang berpikir bisa mengajak Dinda tanpa harus beliau yang turun tangan langsung. Akhirnya memerintahkan peliharaan spiritualnya untuk menjemput Dinda. Dan siapa sangka kalau Dinda paham akan auman harimau putih itu dan langsung menoleh hingga akhirnya berlari mengikuti harimau putih itu.
Lalu hingga pada akhirnya Dinda bisa sampai di hutan yang berada di dekat kosannya, dan ambruk karena kelelahan berlari lalu bertemu dengan Gisella.
__ADS_1
"Jadi paman yang sudah menolong Dinda? Dan memberikan petunjuk kepada Dinda untuk jalan kembali ke kontrakan?!" Tanya Gisella memastikan. Lalu di angguki oleh paman Felix. Chan yang paman pun hanya mengangguk-angguk paham, dia bersyukur karena jiwa Dinda tidak ikut terjebak di dimensi lain bersama dengan Gladis dan juga Bisma.
Gisella menarik nafas dan membuangnya dengan kasar. Dia masih bingung kenapa dia tidak bisa menyelamatkan kedua anak itu. Sungguh dia langsung teringat akan Dira, anak gadisnya yang telah tiada. Karena menjadi korban tumbal dari orang yang tak bertanggung jawab.
Chan yang mengerti akan perasaan Gisella pun langsung memeluk Gisella dengan hangat, Gisella sendiri telah menitihkan air mata mengingat kejadian di masalalu nya dulu.
Chan pun berusaha mengalihkan pembicaraan supaya Gisella tidak bersedih lagi, "Bagaimana kalau kita telepon Dila saja?" Tanya Chan pada Gisella.
Gisella pun menatap Chan, "Itu tidak perlu Chan! Lagi pula mungkin kita harus segera kembali ke kota! Aku sangat merindukan semua keluarga kita yang ada di sana!" Kata Gisella.
Chan pun tersenyum ke arah Gisella, namun terlihat paman Felix ingin memberi tahu Gisella mengenai sosok wanita tua yang ada bersama dengan Ratih.
"Gisella, apa kamu tadi bertemu dengan sosok wanita tua yang ada di belakang gadis bernama Ratih?!" Tanya Paman Felix yang membuat Gisella teringat akan sosok itu.
"Iya aku ingat paman! Tapi apakah dia akan menjadi ancaman untuk Ratih? Aku kasihan terhadap anak itu kalau sampai di ganggu oleh sosok wanita tua itu!!"Kata Gisella khawatir.
"Maksud paman apa? Khodam? Apa itu?!" Tanya Chan mewakili Gisella juga yang merasa penasaran, karena mereka tidak tahu dengan apa yang katakan oleh paman Felix.
"Khodam adalah penjaga! Dan dia sudah menjaga Ratih dari dia lahir, dia adalah sesepuh atau bisa di bilang seperti bangsa jin yang sudah diijinkan tuhan untuk menjaga manusia!" Jawab paman Felix.
"Jadi dia tidak akan menyakiti Ratih? Dia akan menjaga Ratih? Begitu?!" Tanya Gisella memastikan. Dan di jawab anggukan oleh paman Felix.
Khodam sendiri adalah penjaga untuk diri sendiri, yang berasal dari dunia gaib. Khodam adalah sebutan untuk jin pendamping manusia. Jin Khodam masuk ke dalam kategori jin yang baik. Khodam bukanlah benda yang bertuah dan memiliki kekuatan. Khodam merupakan jin yang mendampingi diri manusia, sejak manusia itu lahir dalam kandungan. Beberapa orang pun memiliki khodam pendamping yang berasal dari ilmu leluhur yang diturunkan kepadanya. Biasanya khodam berasal dari kakek atau nenek terdahulu yang sudah meninggal untuk menjaga anak, cucu, atau keluarga. Kebanyakan orang, tidak sadar bahwa ternyata di dalam dirinya ada khodam pendamping.
Maka dari itu Ratih tidak mengetahui kalau dirinya selama ini tidak menyadari kalau telah di jaga oleh jin khodam yang berasal dari leluhurnya. Itu sebabnya penunggu dari air terjun sangat segan dan menghargai keberadaannya. Dan itu membuat Ratih tidak dapat di ganggu oleh sosok jahat yang berniat untuk melukai dirinya.
Gisella dan Chan kini tahu apa yang di maksudkan oleh paman Felix, dia paham mengenai penjelasan itu. Dan kini Gisella tahu akan peringatan yang di berikan oleh wanita tua itu, yang ternyata adalah jin baik penjaga Ratih.
__ADS_1
"Tapi paman, apa yang akan terjadi pada kedua remaja itu nanti? Apa mereka akan selamat setelah mereka kembali ke keluarga mereka itu?!" Tanya Chan.
Paman Felix menggeleng, "Tidak! Biasanya jiwa mereka yang sudah lama tak ada di tubuhnya sendiri, atau kalau di medis biasa di sebut dengan koma! Mereka pasti hanya akan hidup dengan alat bantu penopang hidup sampai nanti ajal menjemput!" Kata paman Felix menjelaskan.
"Sampai kapan paman? Aku sungguh kasihan pada mereka paman!" Kata Gisella yang merasa kasihan terhadap kedua remaja itu.
"Dayang! Penunggu air terjun itulah yang nantinya akan menentukan kematian mereka! Karena mereka sudah seperti tumbal, dan gadis yang bernama Gladis itulah yang nantinya akan menjadi penerus dan mengganti posisi Dayang untuk menjadi penunggu air terjun itu!!" Kata paman Felix.
"Jadi mereka tak bisa di selamatkan? Mereka akan menjadi tumbal air terjun itu?!" Tanya Gisella.
"Iya, kemurkaan dari Dayang itu tidak bisa di ganggu gugat! Dia sangat marah mengetahui tempatnya telah di kotori oleh mereka!!"
"Tapi paman, siapa sebenarnya Dayang itu? Apakah dia juga awalnya adalah tumbal dan menjadi sosok penjaga air terjun itu?!" Tanya Chan yang tak kalah penasarannya dengan Gisella.
Paman Felix pun mulai menceritakan tentang asal usul dari air terjun itu, sebenarnya paman Felix memang telah mengetahui sejarah tentang air terjun itu karena dulu paman Felix pernah bertapa di sana.
"Dulu saat paman masih muda, paman pernah melakukan tapa di sana! Paman di perlihatkan sebuah kerajaan gaib di balik air terjun itu! Dan paman juga di beri penglihatan tentang sejarah adanya tempat itu dulu beserta penunggunya!" Kata paman Felix memulai ceritanya, paman Felix pun memulai ceritanya dan memberi tahukannya pada Gisella dan juga Chan.
Flashback on
Dahulu kala, tepatnya kurang lebih 100 tahun yang lalu, di tempat itu terdapat sebuah istana megah nan indah. Kerajaan itu sangat makmur dan memiliki seorang putri cantik jelita yang bernama Dayang. Dayang setiap hari selalu mandi di air terjun itu dan untuk sekedar bersenang-senang. Namun ada suatu kejadian di saat kerajaan itu di serang oleh musuh dan semuanya telah mati terbunuh. Saat itu Dayang memilih melarikan diri karena melihat kedua orang tuanya telah tewas terbunuh. Dan langsung menuju ke air terjun itu. Ada satu pria yang hendak melecehkannya, namun saat itu putri Dayang berhasil mempertahankan mahkotanya dengan membunuh pria itu dan menceburkan mayatnya ke kolam air terjun.
Dayang itu merasa gelisah dan bingung dengan apa yang telah dia lakukan, dia merasa bersalah karena telah membunuh orang dan di sisi lain dia juga tak memiliki siapapun lagi. Hingga akhirnya Dayang itu menemukan sebuah gua kecil yang ada di balik air terjun. Putri Dayang masuk ke dalamnya setelah membersihkan dirinya di derasnya aliran air terjun itu. Lalu kemudian Dayang itu masuk ke gue kecil itu dan melakukan meditasi hingga dirinya tewas di tempat. Beliau yang sebenarnya mendapatkan kekuatan akibat meditasi nya namun sayangnya dia memilih untuk tak bergerak dari meditasi nya selama 10 tahun lamanya. Badannya yang putih bersih di penuhi lumut dan juga mengeras seperti batu karena efek dari cuaca yang silih berganti, di tambah dia tidak makan dan minum sama sekali. Membuatnya meregang nyawa dalam posisi meditasi.
Tak ada yang tahu mengenai cerita itu hanya potongan-potongan cerita saja dan tidak detail seperti yang di dapatkan oleh paman Felix.
Flashback off
__ADS_1