
Ana tak ingin jauh dari ibunya, maka dari itu dia mengawetkan tubuh ibunya dan meletakkannya di sebuah peti mati itu. Ana tidak akan pernah melupakan ibunya itu.
Semenjak itu juga Ana menjadi seorang psikopat kejam dengan menyembah iblis. Dia di minta untuk membunuh dan mempersembahkan jiwa korbannya pada iblis itu. Tak ada yang mengetahui rahasia besar Ana itu.
Flashback off
Maka dari itulah Ana saat hidupnya hanya memiliki sebuah ambisi dan apapun ambisi yang dia punya dia harus bisa mendapatkannya. Begitu pun dengan mayat dari ibunya yang sengaja dia awetkan, itu karena Ana ingin selalu senantiasa melihat ibunya. Ibunya yang mati bunuh diri menggantung di kamar akibat frustasi dengan pengkhianatan suaminya.
Sejak saat itu juga Ana menemukan sebuah cara dengan mendapatkan banyak harta. Dia bersekutu dengan iblis. Yang menjanjikannya harta yang melimpah. Namun semua itu sebenarnya hanyalah ilusi dan khayalan yang di buat oleh Ana. Dia berpikir saat dulu bisa mendapatkan banyak uang karena bantuan dari iblis itu. Namun tentu saja itu tidak benar, padahal kenyataannya uang yang di miliki Ana adalah hasil dari dirinya yang memeras Bram. Dia juga bisa mendapatkan hati Bram karena menggunakan sebuah pelet, dia mendapatkan itu dari iblis yang menjadi sekutunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah itu Mark membuka matanya dan melihat arwah dari ibu Ana itu. Sosok arwah yang seharusnya tidak berada di sana. Namun masih tetap ada di ruangan itu karena raganya yang sudah mati di awetkan oleh anaknya. Itu sungguh membuat ibu dari Ana itu menderita. Bahkan selama ini dia tak bisa pergi ke mana pun, seakan terkurung di sana. Karena setiap Ana masuk untuk melihat ibunya, dia selalu membaca sebuah mantra dan berharap kalau ibunya itu akan kembali hidup lagi. Singkatnya Ana memang sangat mencintai ibunya itu dan tak ingin berpisah darinya, Ana tak rela kalau sampai ibunya meninggalkannya.
"Kak, apa yang lo lihat?!" Tanya Alfian penasaran, yang setelahnya juga sama bisa melihat sosok yang berdiri di dekat peti mati itu.
Mark tak menjawab apa yang di tanyakan oleh Alfian tadi, dia malah melihat ke arwah sosok itu dan bertanya, "Nenek, apa yang bisa saya bantu?!" Tanya Mark yang menyebutnya nenek, karena usia ibu dari Ana itu lebih dari 60 tahun.
"Tolong bakar jasadku itu nak!" Pintanya dengan wajah memelas dan itu membuat Mark dan Alfian membelalakkan matanya.
"Tidak nek, kalau aku membakarnya! Nenek tidak akan masuk ke dalam nirwana!" Kata Alfian yang sedikit tahu tentang alam selanjutnya.
"Kalian tidak perlu khawatir nak! Ini memang sudah menjadi takdir nenek, nenek tidak bisa pergi dan tidak akan pernah bisa ke nirwana karena Ana yang selalu membacakan mantra-mantra biadab itu pada tubuh nenek!" Kata nenek itu dengan wajahnya yang menunduk.
"Tapi apa yang akan terjadi setelah kita membakar jasad mu ini nek?" Tanya Mark penasaran dan ingin tahu mengenai hal itu.
"Nenek akan pergi meski tak ke alam yang baik, karena nenek akan ikut terjerat bersama dengan Ana, anak nenek!" Ucap nenek.
Mark dan Alfian tertegun mendengarnya. Lalu setelah itu dia berkata, "Apa itu tidak apa-apa untukmu nek? Lalu bagaimana cara menghentikan tante Ana? Dia pasti akan menjadi arwah jahat nantinya!" Kata Mark khawatir kalau tante Ana itu akan menjadi arwah jahat yang akan mempengaruhi manusia untuk bunuh diri. Bahkan bisa lebih parah lagi dari itu. Siapapun yang sudah bersekutu dengan iblis dan mati dia akan selalu menjadi arwah penasaran selama dia masih terjerat dengan iblis itu.
"Bakar saja semua barang-barang itu! Kuburkan abu nenek dengan layak nak! Nenek mohon pada kalian! Nenek akan mencari arwah Ana dan mengajaknya untuk berjalan ke alam yang seharusnya!" Kata nenek itu lalu seketika menghilang dari pandangan mata Mark dan Alfian.
Kemudian setelah itu Mark dan Alfian segera keluar dari sana dan berjalan ke arah ruang tamu, namun sebelum itu Mark tampak menyuruh para mafioso untuk mengeluarkan apa saja yang ada di dalam ruangan rahasia itu, beserta peti matinya juga. Para mafioso itu menurut dan langsung melajukan tugasnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain, tepatnya di rumah sakit, Windy langsung di tangani oleh dokter. Dan kondisinya yang sangat memprihatinkan itu membuat Alfin bertambah khawatir dengannya. Dokter langsung mengambil tindakan operasi karena luka tusukan yang dalam itu mengakibatkan beberapa organ di dalam perut Windy sobek.
Alfin yang dari tadi hanya cemas, mondar mandir tak jelas di depan ruang operasi. Lucas yang melihatnya mondar mandir malah pusing sendiri. Namun dalam hatinya dia yakin dan merasa senang kalau Alfin telah menemukan pujaan hatinya lagi, dalam artian dia telah membuka hatinya kembali untuk para wanita.
"Berhentilah mondar-mandir!! Gue pusing lihatnya!" Kata Lucas menyindir Alfin yang sudah sangat cemas tentang kondisi Windy.
__ADS_1
"Apa yang lo tahu? Dia sedang berjuang di dalam sana!" Kesal Alfin yang malah emosi pada Lucas karena ucapannya tadi.
Lucas tersenyum jail, "Lantas apa hubungannya sama lo! Dia bukan siapa-siapa lo! Kenapa lo sampai segitunya hah?!" Lucas mencoba memancing Alfin ,dia ingin tahu respon Alfin seperti apa setelah menyindir Alfin .
"Apa yang lo tahu hah? Kalau lo nggak bisa diam! Lebih baik lo pulang! Gue akan menemani Windy sampai dia sembuh!!!" Ucap Alfin tanpa sadar, karena memang dia sangat khawatir dan tak peduli lagi dengan celotehan dari Lucas.
Alfin pun menyandarkan tubuhnya di tembok, padahal masih ada kursi kosong di sana. Namun apa pikir Alfin , dia saat ini hanya mencemaskan Windy saja yang tengah berjuang di dalam sana untuk dioperasi.
"Tidak Windy jangan sekarang!! Ku mohon jangan pergi dariku!! Jangan pergi karena aku masih ingin mengatakan perasaanku padamu!! aku mohon bertahanlah Windy!!" Batin Alfin yang matanya mulai berkaca-kaca. Dia sangat takut kalau sampai Windy pergi sama seperti Saviana yang meninggalkannya untuk selama-lamanya.
Setelah lama menunggu dengan pikiran yang berkecamuk, 1 jam kemudian dokter keluar dari ruang operasi. Yang langsung membuat Alfin lekas mendekat ke arah dokter itu untuk menanyakan kondisi Windy saat ini.
"Dokter bagaimana keadaannya?!" Tanya Dokter itu pada Alfin.
"Apa anda keluarganya?!" Tanya dokter itu pada Alfin dan Lucas yang ada di sana.
"Saya kekasihnya dok!" Kata Alfin spontan yang membuat Lucas terkejut dan mengerjap-erjapkan matanya karena tak menyangka kalau Alfin akan mengakuinya secepat ini.
"Baiklah mari ikut saya sebentar ke ruangan saya!" Ajak dokter itu pada Alfin .Alfin pun pasrah dan hanya mengikuti langkah kaki dokter menuju ke ruangannya. Sedangkan Lucas masih setia berdiri di depan ruang operasi itu sembari menungggu Alfin kembali lagi.
Di ruangan dokter itu, tampaknya kedua orang itu sedang membicarakan hal yang serius, "Maaf tuan, kalau sebelumnya saya mengajak saya ke ruangan saya! Saya ingin menyampaikan kalau pasien bernama Windy terlalu mengeluarkan banyak darah. Dia butub darah sekarang. Namun di rumah sakit itu ternyata tak memiliki stok darah yang cukup untuknya,!!" Kata dokter itu memberi tahukan kecemasannya.
"Ambil saja darah saya dok!" Kata Alfin dengan spontan tanpa basa basi. Baginya menolong Windy sudah sama seperti menolong belahan jiwanya.
Dan ya , pemeriksaan telah selesai. Ternyata darah milik Alfin itu sama seperti milik Windy, hal itu membuat Alfin senang karena bisa membantu menyelamatkan hidup seorang Windy, orang yang saat ini mulai masuk ke dalam hatinya.
Pov Alfin
Kenapa? Kenapa harus terjadi lagi padaku? Aku telah mencoba untuk membuka hati dari keterpurukan ku di masalalu. Aku menemukan Windy yang telah ku lihat dan aku merasakan getaran cinta, lalu aku mencoba untuk dekat dengannya. Tapi kenapa ini terjadi lagi? Dia dalam keadaan kritis sekarang. Apa yang harus aku lakukan kalau kehilangan dia?
Rasanya aku tak sanggup lagi jika harus kehilangan untuk yang kedua kalinya.
Aku merasa khawatir dan juga takut saat melihat lampu ruang operasi yang masih terus menyala. Tapi ku lihat dokter keluar dan ingin membicarakan hal serius padaku. Bahkan lampu ruang operasi saat itu masih terus menyala.
Dokter mengatakan kalau stok darah yang sama seperti milik Windy telah habis. Windy juga telah banyak menghabiskan kantong darah selama di ruang operasi, itu karena dia banyak sekali kehilangan banyak darah. Aku putuskan untuk menyuruh dokter mengambil darahku.
Aku sebenarnya takut, takut jika golongan darah kami tidak sama. Namun aku bisa bernafas dengan lega ketika dokter mengatakan kalau golongan darahku itu sama dengan milik Windy. Aku dengan senang hati memberikan 3 kantong darah untuk Windy. Dengan begitu dia akan bisa selamat. Walau kepalaku rasanya pusing setelah melakukan donor darah itu. Tapi aku tidak perduli, yang aku pedulikan sekarang adalah keselamatan dari Windy.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain lagi, tepatnya di markas besar milik Lucas. Victor yang mendapatkan tugas membawa bi Nuri ke markas telah selesai melakukan tugasnya. Dia sendiri yang mengikat bi Nuri di sebuah kursi yang ada di ruang bawah tanah. Tempat yang bagi siapa saja akan merasa ngeri melihatnya.
__ADS_1
Byurrrr,,,,
Victor menyiramkan air dingin pada bi Nuri supaya dia bangun. Yang mendapatkan siraman itu pun sontak saja langsung terbangun karena merasa kedinginan.
"Ahhh, Di-Dingin!!" Ucap Bi Nuri yang terbangun karena merasa kedinginan.
"Baguslah jika kau sudah bangun, sebaiknya persiapkan dirimu dengan baik! Setelah semua saudaraku selesai melakukan tugas mereka, kau akan menjadi bahan pelampiasan mereka, apalagi kak Alfin yang mungkin akan membunuhmu.
Deg,,,,
Bi Nuri merasakan ketakutan yang luar biasa, namun dia masih mencoba sebisa mungkin tidak terlihat ketakutan di depan bocah yang sudah menyeretnya ke dalam ruang bawah tanah ini.
"Dengar anak kecil!! Tau apa kau! Lepaskan aku dari sini! Kau tahu kalau aku di sini kau mungkin akan terkena masalah!!" Ancam bi Nuri yang belum tahu saja kalau nyawanya sudah di ambang ke matian.
Victor pura-pura bergidik ngeri, "Oh astaga, aku takut sekali! Apa aku harus melepaskan kamu sekarang juga?! Mungkin aku akan selamat, benar begitu?!" Ucap Victor dengan wajah yang di buat-buat ketakutan.
Tersenyum menyungging di bibir bi Nuri yang mendengar kalau Victor seperti merasa ketakutan, "Benar sekali anak muda, kau akan selamat ketika mau melepaskan aku dengan senang hati!" Kata bi Nuri yang merasa mendapatkan celah untuk bisa lari dari sana.
Victor tersenyum seringai ke arah Bi Nuri yang membuat bi Nuri merasa tertekan, wajahnya yang mulai pucat akibat di siram oleh air dingin tadi membuat dirinya terlihat sangat ketakutan, "Cih, apa kau kira aku ini takut? Aku bisa saja langsung memenggal kepalamu kalau aku mau! Tapi itu tidak akan aku lakukan sebelum para saudaraku datang! Nikmatilah dulu detik-detik terakhirmu di dunia ini!" Kata Victor dengan tersenyum seringai membuat Bi Nuri merasa ketakutan.
Byurrrr,,,,,
Kembali Victor menyiram air dingin lagi pada Bi Nuri ,yang membuatnya merasa sangat kedinginan bahkan dia langsung pingsan seketika.
"Cih, dasar wanita lemah!!" Ucap Victor lalu berjalan meninggalkan bi Nuri di ruang bawah tanah. Tentunya ada banyak mafioso yang menjaganya supaya dia tidak bisa kabur dari sana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kembali pada Mark yang kini berada di halaman mansion Windy, bersama dengan Alfian.
"Kak, lo yakin bakal bakar semua ini?!" Tanya Alfian pada Mark yang tengah melihat satu persatu barang yang telah di gunakan untuk melakukan ritual tumbal oleh tante Ana semasa hidupnya.
"Kau benar, gue akan membakar semua ini! Termasuk jasad dari nenek ini!" Kata Mark memberi tahu Alfian apa yang menjadi tujuannya.
Alfian menatap Mark yang tengah melihat ke arah sebuah buku, "Kak, bisa kau ceritakan semuanya? Tolong ceritakan semuanya yang kau lihat tadi padaku!" Pinta Alfian yang sudah penasaran dengan apa yang di lihat oleh kakaknya tadi setelah menerawang ke masalalu.
Mark menoleh ke arah Alfian , "Gue akan ceritakan sama lo nanti, gue nggak mau cerita berkali-kali sama kalian nanti! Biar sekalian aja!" Ujar Mark yang mengatakan kalau dirinya tidak mau menceritakan berkali-kali pada saudaranya itu satu persatu. Dia hanya akan menceritakannya saat mereka semua telah berkumpul nanti.
Mark lalu memegang buku yang tadi dia temukan di ruang yang berada di samping kiri tadi. Mark membukanya dengan perlahan, potongan-potongan masalalu tiba-tiba terlintas di benak Mark.
Ternyata di setiap lembar buku itu terdapat sebuah nama dan juga mantra yang di yakini adalah milik para manekin-manekin itu. Karena setiap Mark membuka lembar demi lembar, dirinya melihat suatu kejadian di saat tante Ana membunuh dan menjadikan mereka sebagai sebuah manekin.
__ADS_1
Mark yang menutup matanya itu tiba-tiba saja menitihkan air mata. Dia sungguh merasa tidak tega melihat mereka yang tak bersalah di bunuh dengan brutal oleh tante Ana. Mark yang melihatnya seperti di sayat hatinya, melihat perlakuan tante Ana yang sudah seperti seorang iblis tak memiliki hati ketika melakukan hal keji seperti itu.