Kamar 126

Kamar 126
Keanehan di Vila


__ADS_3

Karena rasa penasaran Dira, dirinya memutuskan untuk mengecek ,dan melihat dari jendela yang kebetulan langsung mengarah pada halaman Vila .


Dira yang saat itu tengah merasa takut mencoba memberanikan diri, dan betapa terkejutnya dirinya saat melihat keluar jendela. Dira melihat ada banyaknya anak kecil yang bermain di halaman itu.


"Ternyata di sini ada banyak anak kecil? Kenapa gue baru tahu? Tapi tadi pas masuk ke villa nggak ada siapa-siapa deh!" Dira berpikir sejenak, "Daripada gue gabut sendirian di kamar, mendingan gue ikut mereka main! Lagian semuanya juga lagi pada tidur!" Kata Dira sambil berjalan ke luar dari kamarnya.


Dira pun berjalan menuju ke halaman belakang, untuk bermain bersama anak-anak kecil di sana.


Akan tetapi sesampainya Dira di halaman belakang, dirinya tidak mendapati siapapun ada di sana. Yang ada hanyalah hamparan rumput hijau yang luas, tidak satu pun anak kecil yang dilihatnya tadi di sana. Sisi tepi halaman itu di tanami bunga mawar juga tulip yang sangat indah.


Dira yang merasa aneh pada Villa itu pun, kembali merasakan ketakutan di dalam dirinya.


"Loh, bukannya tadi mereka pada main di sini ya? Tapi kok sekarang nggak ada siapa-siapa sih? Apa mereka udah pada pergi?" Dira celingukan mencari keberadaan anak kecil yang dia lihat tadi dari kamarnya.


"Kalau dipikir-pikir, jarang antara kamar gue sama halaman ini juga nggak jauh-jauh banget! Tadi yang main di sini juga banyak, tapi kenapa mendadak mereka lenyap begitu saja?"


Deg,,,


Bulu kuduk Dira tiba-tiba meremang, dirinya merasakan ada aura mistis di sekitar halaman itu.


"Kenapa tiba-tiba gue jadi merinding ya?" Kata Dira sambil memegang tengkuk lehernya sendiri yang merasa merinding, "Apa jangan-jangan tadi itu?" Dira membulatkan matanya lalu seketika dia berjalan cepat dan kembali masuk ke dalam Villa.


Akan tetapi saat dirinya hendak masuk ke dalam Villa, pandangan matanya mengarah pada bi Sara yang sedang menyapu di dekat pintu gerbang depan. Terlihat dari jarak yang tak begitu jauh, bi sara sedang menyapu di sana. Namun tiba-tiba terlihat dirinya sedang berbincang dengan seorang remaja laki-laki yang ada di luar villa, remaja itu terlihat menaiki sepeda khas pedesaan.


"Bi Sara!!" Lirih Dira saat mendapati bi Sara sedang mengobrol dengan remaja itu.


"Bi Sara!!" Panggil Dira sedikit keras. Saat bi Sara menoleh pada Dira, remaja laki-laki itu langsung pergi dengan mengayuh sepedanya, lalu pergi menjauh dari Villa. Sedangkan bi Sara berjalan menuju ke arah Dira yang memanggilnya.


"Ada apa non?" Tanya bi Sara ketika dirinya sudah berhadapan dengan Dira.


"Tadi itu siapa ya bi?" Tanya Dira penasaran.


"Oh maksud non Dira remaja tadi? Dia itu salah satu warga di sini non! Semua warga di sini menganggapnya aneh! Saran bibi, non sama saudara-saudara nona jangan dekat-dekat dengannya!" Ucap bi Sara memperingatkan.


"Oh jadi gitu ya bi, ya udah makasih ya bi udah di kasih tahu! Kalau gitu Dira masuk ke dalam dulu!" Ucap Dira lalu setelahnya melenggang masuk ke dalam villa.

__ADS_1


"Iya non!" Jawab bi Sara.


Saat Dira masuk ke dalam villa, dia kembali merasa aneh pada kejadian tadi, apalagi dengan remaja yang di katakan oleh bi Sara tadi.


"Kenapa gue tiba-tiba jadi merinding begini sih?" Ucap Dira saat buluk kuduknya kembali meremang, "Haish, mending gue ke kamar Dila aja deh!" Dira pun langsung menuju ke kamar Dila. Terlihat Dila sedang beristirahat dengan pintu kamar yang tidak di kunci. Dira yang saat itu merasa aneh sekaligus takut, akhirnya memutuskan untuk membangunkan saudara kembarnya itu.


"Dila bangun dong, Dil!" Dira menggoyangkan tubuh Dila supaya dia terbangun.


"Ada apaan sih ,Dir? Gue ngantuk nih!" Dila enggan untuk bangkit dan masih menutup matanya.


"Dil, gue mau bilang sama lo! Kalau ada yang aneh sama Villa ini!!" Ucap Dira sambil melirik ke segala sudut kamar Dila.


"Aneh kenapa sih, Dir? Udah mendingan lo istirahat di kamar lo aja sana! Gue ngantuk banget!" Kata Dila yang masih enggan untuk membuka matanya.


"Haish, Dila gua mau ngomong! Bangun dulu kek! Gue takut nih!!" Kesal Dira yang sudah mulai ketakutan. Akan tetapi Dila tidak menggubrisnya dan memilih untuk tetap tidur.


"Ishh ngeselin banget sih jadi orang, diajak ngomong malah tidur!" Dira yang kesal karena tidak di gubris oleh Dila, dirinya pun keluar dari kamar Dila dan segera menuju ke kamar Haechan.


Ceklekk,,,


Terdengar Dira yang langsung membuka pintu kamar Haechan, yang kebetulan tidak di kunci.


Semenjak Axel datang ke mansion bersama dengan keluarga papa Byun, Axel lah yang paling dekat dengan Dira di bandingkan dengan saudaranya sendiri. Apa lagi di kelas mereka duduk di bangku dengan satu meja yang sama.


"Axel, temenin gue ya! Gue ngerasa aneh sama villa ini!" Pinta Dira sambil berjalan ke arah ranjang Axel.


"Aneh kenapa, Dir?" Tanya Axel penasaran.


Dira lalu menceritakan kejadian yang dia alami tadi sewaktu di halaman belakang.


"Udah, Dir! Positif thinking aja, mungkin anak-anak itu udah pada pulang!" Ucap Axel yang langsung menyimpulkan.


"Tapi nggak mungkin kalau mereka secepat itu perginya!" Ucap Dira masih menyangkal.


"Ya lo kan nggak tahu, Dir! Udah lo nggak usah takut, sekarang mendingan lo istirahat!" Ucap Axel menenangkan Dira dan menyuruhnya untuk istirahat.

__ADS_1


"Tapi bukan hanya itu yang mau gue omongin sama lo!" Ucap Dira lagi.


"Ada apa lagi, Dir?" Tanya Axel sambil berjalan ke arah Dira.


"Gue ngerasa ada yang aneh sama gelagat bi Tina sama bi Sara!" Kata Dira dengan segala kecemasan di hatinya.


"Memangnya mereka kenapa? Perasaan mereka baik-baik aja!" Kata Axel yang tidak merasakan apa-apa.


"Iya, tapi gue tadi sempet lihat ada seorang remaja, ya umurnya sih kayaknya jauh lebih tua sedikit dari kita! Dia berhenti tepat di depan gerbang villa! Dan pria itu pergi setelah melihat bi Sara!" Ucap Dira dan menarik nafasnya untuk berbicara lagi, "Gue juga tanya ke bi Sara, katanya semua orang di desa Loka ini menganggap pria tadi itu aneh, bahkan bi Sara juga memperingatkan gue untuk nggak dekat-dekat sama pria tadi!" Jelas Dira lagi.


Axel menarik nafas panjang, lalu memegang kedua pundak Dira dari depan, "Ya sudah, kita kan juga nggak tahu kebenarannya gimana! Tapi yang pasti kita jangan cari masalah dulu, lo ingat kan tugas kita datang ke desa ini buat apa?" Tanya Axel mengingatkan.


"Iya gue tahu!" Jawab Dira sambil menganggukkan kepalanya.


"Nah, makanya jangan buat mama sama papa kita mengkhawatirkan kita hanya karena masalah sepele yang belum kita tahu ini!" Kata Axel mencoba membuat Dira tenang.


"Iya gue paham!" Dira menghela nafas lalu tersenyum pada Axel .


Haechan pun membalas senyuman Dira lalu mengacak rambut Dira pelan.


"Emmt Axel!" Panggil Dira.


"Iya?" Jawab Axel singkat.


"Gue boleh tidur sama lo nggak?👉👈" Tanya Dira dengan entengnya.


"Hah?🙄🙄🙄" Axel tampak bingung dengan ucapan Dira.


"Ya, please!🥺" Mata Dira tampak berbinar dan memohon pada Axel , dan membuat Axel tak bisa menolak keimutan wajah Dira.


"Iya , Dir iya! Mana bisa gue nolak lo pakai muka kayak gitu lagi!" Ujar Axel yang memang tak mampu menolak ketika Dira sudah memasang wajah imutnya.


Dira tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh Axel tadi, "Makasih ya, gue percaya kok lo nggak bakal mecam-macam sama gue!".


"Idih, kan lo yang mau di sini! Harusnya gue yang bilang gitu ke lo!" Ucap Axel yang merasa kebalik dengan apa yang di katakan oleh Dira tadi.

__ADS_1


Dira hanya terkekeh kecil. Lalu langsung merebahkan tubuhnya di ranjang Axel . Melihat itu Axel hanya bisa menggeleng heran, "Dira Dira!" Axel menghela nafasnya.


Mereka berdua tidur di satu ranjang yang sama, namun berbatasan dengan guling.


__ADS_2