
"Oh iya, di mana suami kamu?" tanya Fara sembari mencari keberadaan calon menantunya.
"Calon Ma calon, belum suami!" ujar Daniel membenarkan ucapan istrinya.
"Ya nggak apa-apa lah, lagian sebentar lagi juga bakal sah?!" ujar Fara yang tidak mau mengalah dari suaminya.
"Haish, terserah Mama aja lah!" ujar Daniel sembari menghela nafasnya pasrah.
"Aku juga nggak tahu, Ma! Tadi katanya dia mau ke toilet dulu sebentar tapi dia malah nggak balik-balik!" Ujar Gisella yang mengingat kalau Chan belum juga kembali dari toilet.
"Hay, Sel!" Sapa Nadia yang baru saja datang bersama dengan Nathan.
"Hay, Om , Tante?!" Sapa Nadia kepada orang tua Gisella juga.
"Eh, nak Nadia!! Tante minta maaf ya karena nggak bisa datang ke acara pernikahan kamu kemarin! Hari itu tante sangat sibuk membantu Papa Gisella untuk mengelola perusahaan yang ada di luar negeri!" Ucap Mama Gisella panjang lebar pada Jiso.
"Iya ,tante nggak apa-apa kok!" Ujar Nadia yang tersenyum ke arah Mama Gisella.
Saat semuanya sedang sibuk berbincang bincang di ruangan itu, tiba-tiba saja perasaan Gisella tidak enak.
"Ma, kok aku jadi khawatir sama Chan ya?!" Ujar Gisella yang memberi tahukan kekhawatirannya pada Mamanya.
"Sayang, belum juga jadi suami, tapi Chan ke toilet aja kamu udah khawatir banget!" Ujar Fara yang mencoba membuat Gisella agar tidak terlalu mengkhawatirkan Chan.
"Ma, Gisella serius! Ini udah lama banget! Tapi kenapa Chan belum juga kembali ke sini?!" Ujar Gisella yang mulai khawatir pada Chan yang yak kunjung kembali dari toilet.
Saat itu juga Jeni datang bersama dengan Leon.
"Kalau gitu biar aku yang manggil dia" ujar Nathan yang hendak menuju ke toilet.
"Aku akan ikut dengan Nathan, kamu di sini dulu ya!" Ujar Leon pada Jeni yang hanya menjawabnya dengan anggukan.
Nathan dan Leon pun pergi ke toilet untuk mencari keberadaan Chan. Pintu toilet yang masih tertutup rapat menandakan kalau di dalam masih ada orang.
Tok tok tok,,,,
"Chan, apa lo di dalam?" Tanya Nathan sambil mengetuk pintu toilet itu.
"Chan, buka pintunya!" Ujar Leon yang yakin kalau Chan ada di dalam sana.
Nathan dan juga Leo sudah beberapa kali memanggil- manggil Chan dari luar toilet itu, namun sama sekali tidak ada jawaban dari Chan yang katanya ada di dalam toilet.
__ADS_1
"Kenapa Chan nggak menjawab kita sama sekali?" Tanya NathanĀ pada Leon.
"Gimana kalau kita dobrak aja pintu ini, buat pastiin kalau di dalam ada Chan apa nggak!" Saran Leon.
"Ya sudah, tidak ada cara lain lagi selain mendobrak pintu ini!!" Ujar Nathan yang menyetujui saran dari Leon.
Nathan dan Leon pun akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu toilet itu.
Setelah mereka memutuskan untuk mendobrak pintu toilet itu, mereka melakukannya secara bersamaan sampai akhirnya merek berdua berhasil membuka pintu toilet itu.
Betapa terkejutnya Nathan dan juga Leon saat melihat toilet itu kosong dan tidak ada siapapun di dalam.
Mereka berdua sangat bingung saat tahu pintu itu ternyata di kunci dari dalam. Dan yang membuat mereka semakin bingung adalah, siapa yang mengunci pintunya dari dalam kalau Chan saja tidak ada di dalam toilet itu?.
"Bagaimana bisa pintu ini di kunci dari dalam? Dan di mana Chan?" Tanya Leon.
"Kita harus segera memberi tahu yang lainnya tentang hal ini!" Ujar Nathan yang menyarankan untuk memberi tahu semua orang tentang Chan.
Nathan dan Leon pun menuju ke ruang make up untuk memberi tahukan hal ini pada yang lainnya.
"Loh, Nathan! Chan mana?" Ucap Gisella yang menanyakan keberadaan Chan di mana.
"Terus dia ada di mana?" Tanya Lisa setelahnya.
"Lo berdua yakin? Kalian udah cek lagi?" Tanya Sehun.
Gisella yang saat itu sudah mulai khawatir dengan apa yang terjadi pada Chan hanya mendengarkan penjelasan dari teman-temannya meskipun dirinya terlihat sangat khawatir.
"Gue udah cek dan bahkan gue pikir dia itu ada di dalam, soalnya pintu toilet itu di kunci dari dalam!" Ujar Nathan menjelaskan pada semuanya.
Hal itu membuat Gisella semakin khawatir akan keadaan Chan. Karena rasa kekhawatirannya yang sangat besar, Gisella akhirnya memutuskan untuk pergi ke toilet itu dan mengeceknya sendiri.
Tapi sebelum Gisella beranjak pergi, dia berkata,,,,,
"Batalkan acara pernikahan ini!" Ucap Gisella yang setelahnya langsung pergi begitu saja dengan masih menggunakan gaun pengantin miliknya.
"Gisella!" Panggil Papa Gisella.
"Gisella!!" Panggil Jiso yang melihat Gisella berjalan pergi.
"Sayang! " Panggil Mama Gisella pada Gisella.
__ADS_1
Karena mereka semua khawatir, mereka langsung mengikuti langkah Gisella yang sedang menuju toilet itu.
Sesampainya di depan toilet itu, pintu toilet itu terbuka yang berarti menandakan kalau tidak ada orang di dalam toilet itu. Gisella mengecek ke dalam dan Gisella langsung memegang kaca yang ada di dalam toilet itu.
Saat itu Gisella memegang kaca cermin yang ada di dalam toilet itu sembari menutup matanya. Dan saat itu juga, Gisella diperlihatkan akan kejadian yang sebelumnya terjadi saat Chan berkaca di depan cermin yang ada di toilet itu.
Flashback on,,,,,
Saat itu Chan masuk ke dalam toilet untuk menghilangkan rasa gugupnya ketika dia akan menikahi wanita yang sangat dia cintai yaitu Gisella.
Namun tiba-tiba saja ada seorang berjubah hitam yang memegang bahu kiri Chan. Lalu seketika Chan menjadi linglung seperti orang yang sedang terkena hipnotis.
Gisella yang diperlihatkan akan gambaran Chan itu, merasa sangat penasaran dengan siapa sosok yang memakai jubah hitam itu.
Chan saat itu juga di bawa oleh sosok yang memakai jubah hitam itu. Saat Chan dan orang misterius itu keluar dari toilet itu, tepat di depan cermin itu muncul satu sosok yang membuat Gisella terkejut.
Deg,,,,
"Wendy?" Ujar Gisella pada sosok yang tak lain adalah Wendy yang sedang berada di depan cermin itu.
Wendy berkata pada Gisella kalai dirinya akan membawa Chan bersama dengannya.
"Sayang, aku akan membawamu bersama denganku!!" Ucap Wendy.
Flashback off,,,,
Setelah itu Gisella langsung membuka matanya.
"Gisella, apa yang kamu lihat?" Tanya Nathan yang sudah berada di dekat Gisella.
"Chan!! Chan di bawa oleh seorang berjubah hitam!!" Ujar Gisella setelah membuka kedua matanya.
"Tapi siapa itu?" Tanya Leon penasaran.
Dengan segera Gisella memegang gagang pintu toilet itu untuk mencari tahu. Setelah memegang gagang pintu itu, Gisella langsung menutup matanya kembali.
Seorang berjubah hitam itu tidak terlihat wajahnya , akan tetapi Gisella sudah berhasil menemukan jejak keberadaannya saat ini.
Yaitu dia atap gedung pernikahan itu. Gisella sangat yakin kalau manusia berjubah hitam itu adalah orang suruhan Wendy yang tidak lain adalah iblis itu.
__ADS_1