
Karena tidak ada pilihan lain, Gisella hanya bisa menghentikan langkahnya dan jatuh bersimpuh di sana. Bahkan seluruh orang yang ada di sana pun tidak bisa melakukan apa-apa, itu karena mereka takut kalau mereka mendekat ke arah Chan, Chan pasti akan di dorong dari atap itu.
Sementara di sisi Wendy yang sedang merasakan kesakitan dan juga panas di sekujur tubuhnya itu, orang misterius itu sudah hampir mendorong Chan.
"Ce,,,Cepat lem,,,lempar bo,,doh!!!!" Ucap Wendy yang terbata-bata karena badannya yang terasa sangat sakit akibat air dari bunga anggrek hitam milik Gisella itu.
Wendy yang geram karena manusia itu tidak segera menuruti dirinya, akhirnya dia memutuskan untuk mendorong sosok misterius itu bersamaan dengan Chan yang saat itu di pegang kuat oleh sosok misterius itu. Wendy sendiri langsung menghilang karena tidak tahan dengan rasa sakit yang dia rasakan pada sekujur tubuhnya itu.
Sosok misterius itu dan juga Chan terjatuh dari atap gedung tinggi itu. Semua yang melihatnya merasa terkejut termasuk dengan Gisella yang sangat syok menyaksikan calon suaminya terjun bebas dari atap itu. Gisella yang tak percaya pun langsung pingsan begitu saja.
Semua orang yang ada di sana merasa khawatir pada Chan dan juga Gisella. Semua berlari ke arah Gisella yang pingsan, namun tidak dengan Leon dan Nathan.
Di sisi yang lain menolong Gisella yang tengah pingsan. Sehun yang langsung menggendong Gisella langsung membawa Gisella ke ruang make up untuk segera menyadarkan Gisella yang pingsan karena syok. Mereka juga segera menelfon dokter untuk memeriksa kondisi Gisella.
Sedangkan di sisi Leon dan juga Nathan hanya tinggal mereka berdua yang ada di atap gedung itu, mereka langsung menuju ke tempat saat Chan terjatuh tadi.
Nathan dan juga Leon memandang dari atap gedung itu, mereka berdua miris melihat teman mereka yang sudah tak bernyawa lagi, itu karena terlihat dari atas gedung, di bawah ada jasad yang sudah berlumuran darah.
"Gue nggak nyangka kalau Chan bakal ninggalin kita dengan cara yang kayak gini!" Ujar Nathan sembari menatap tak percaya pada jasad yang berada jauh di bawah.
"Sebaiknya kita segera turun dan memeriksa jasadnya!" Saran Leon pada Nathan yang hanya terlihat diam mematung, Nathan masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pada Chan.
"Nathan, ayo!" Ajak Leon yang melihat Nathan hanya terdiam.
Setelah itu Leon mengajak Nathan turun untuk melihat jasad Chan yang berada di bawah sana. Namun langkah mereka tiba-tiba terhenti saat mereka mendengar suara sayup-sayup minta tolong.
"Tolong!"
Deg,,,,,
Suara itu terdengar sayup di telinga Nathan dan juga Leon.
"Nathan, lo dengar itu?" Tanya Leon yang mendengar suara itu.
__ADS_1
"Iya gue dengar!" Jawab Nathan dengan mengangguk, "Tapi itu suara siapa?!" Tanya Nathan heran.
"Tolong!!!"
Suara itu terdengar lagi di telinga mereka berdua, dan hal itu membuat mereka semakin heran.
"Tolong!!"
Suara ketiga terdengar seperti suara Chan namun masih sangat samar.
"Itu suara Chan!!!" Ujar Kai yang yakin kalau suara minta tolong itu bersumber dari Chan.
"Tidak mungkin!!" Ucap Suho sembari membelalakkan matanya karena tak percaya.
Nathan dan Leon saling menatap tak percaya lalu setelahnya mereka segera berlari menuju ke arah di mana Chan dan sosok misterius itu terjatuh.
Sesampainya di sana, Leon dan juga Nathan langsung menengok ke bawah untuk melihat siapa yang berteriak minta tolong tadi.
"Siapa yang tadi berteriak?!" Tanya Nathan yang sedang melihat ke bawah.
"Chan!!" Ucap Nathan senang melihat Chan yang masih hidup.
Dengan segala tenaga yang masih di miliki oleh Chan, dia yang berusaha untuk meraih apapun yang ada di sana untuk menahan dirinya agar tidak jatuh.
"Chan, lo masih hidup?!" Tanya Nathan pada Chan yang masih bergelantung.
"Iya, cepat tolong gue!! Gue udah nggak kuat lagi!!" Jawab Chan yang masih berusaha bertahan.
"Oke, lo tunggu bentar! Sabar ! Gue cari tali dulu!!" Ucap Nathan lalu kemudian menyuruh Kai untuk segera mencari tali yang ada di dekat sana.
Dan ternyata di atap gedung itu ada sebuah tali yang memang awalnya akan di gunakan untuk bunuh diri sosok misterius suruhan Wendy itu. Namun karena dia sudah lebih dulu mati jadi tali itu sudah tidak berguna lagi.
"Ini Chan, lo pegang! Gue sama Nathan bakal tarik lo ke atas!" Ucap Leon yang mengarahkan Chan untuk memegang tali itu.
__ADS_1
Dengan segala tenaga yang dia miliki, Chan berusaha untuk menahan dirinya dengan tali itu, karena dia tidak bisa naik sendiri, jadi dirinya terpaksa untuk menunggu Nathan dan Leon menarik dirinya.
Pegangan Chan sempat terlepas dari tempat yang dia gunakan untuk menahan tubuhnya tadi, namun beruntungnya Chan sudah mengikat tubuhnya dengan tali yang akan di gunakan untuk menolong dirinya.
"Jangan lepasin talinya!!" Ujar Nathan yang khawatir karena Chan sempat terlepas dengan talinya.
Setelah beberapa saat kemudian, Chan sudah berhasil di selamatkan oleh Leon dan juga Nathan.
"Nathan, kepala gue sakit banget!" Ujar Chan sembari memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.
"Lo tenang aja, gue sama Leon bakal bawa lo ke Gisella!" Ujar Nathan berusaha menenangkan Chan.
Chan yang sudah tidak kuat menopang dirinya sendiri akhirnya jatuh pingsan. Nathan dan Leon kemudian membawa Chan turun ke ruang make up untuk mempertemukan Chan pada Gisella.
Semuanya sedang berada di ruang make up untuk menunggu Gisella yang sedang tidak sadarkan diri karena melihat kejadian tadi.
Gisella yang belum sadarkan diri membuat seluruh keluarga dan juga teman-temannya khawatir.
Namun di alam lain, Gisella dapat merasakan kalau dirinya menembus astral projection.
Di alam lain,,,,,
Gisella sedang duduk sendirian sembari melamun kan Chan.
"Tidak mungkin kalau Chan meninggalkan aku begitu saja!" Ujar Gisella dengan mata yang sembab karena menangis dari tadi.
Samar-samar Gisella mendengar ada yang memanggil namanya dari dunia manusia atau alamnya sendiri. Gisella sebenarnya tau kalau suara itu bersumber dari keluarga dan juga teman-temannya yang memanggilnya.
Namun Gisella tidak menggubrisnya sama sekali, hal itu karena Gisella memang masih belum bisa percaya kalau Chan, calon suaminya pergi meninggalkan dirinya.
Gisella memilih berada di alam lain karena tahu kalau Chan pasti ada di sana, dan Gisella sendiri memutuskan untuk menetap di alam lain dengan berusaha mencari keberadaan arwah Chan.
"Aku akan mencari kamu, Chan!" Ujar Gisella yang percaya akan bertemu dengan Chan di dunia lain itu.
__ADS_1
Jiwa Gisella yang memang belum seharusnya berada di alam itu, berusaha untuk menyatu dengan alam itu dan berjalan mengunjungi tempat di mana Chan tadi terbunuh.