
"Suamiku ada benarnya! Sebaiknya sebelum aku pergi, aku akan memagari tempat ini dulu!" Kata Gisella yang memutuskan untuk memagari mansion itu, sebelum dia kembali ke negaranya.
"Apa kau yakin, sayang? Nanti hidung kamu akan berdarah lagi!" Kata Chan yang mengkhawatirkan istrinya.
"Nggak apa-apa sayang, kamu tenang saja!" Ucap Gisella yang mencoba membuat Chan tidak begitu mengkhawatirkan dirinya.
"Oh iya ,Leon! Tolong perintahkan mafioso milikmu untuk memindahkan makam Diana dan Baskara ke tempat pemakaman umum, dan sebisa mungkin jauhkan dari lingkungan mansion ini!" Pinta Gisella yang meminta Leon untuk menyuruh mafioso nya memindahkan makam Diana dan Baskara yang berada tak jauh dari mansion.
"Baiklah, gue akan menyuruh mereka!" Ucap Leon.
Leon pun menyuruh mafioso miliknya untuk segera memindahkan makam Diana dan Baskara. Dan hanya butuh waktu setengah jam saja untuk melakukan pemindahan makam itu. Setelahnya mereka sudah melakukan tugas mereka dan melakukan apa yang sudah diperintahkan oleh Leon.
Sedangkan di sisi lain , Gisella mulai memagari lingkungan mansion itu. Gisella memagari mansion itu dengan kekuatannya, sama dengan saat dia memagari mansion miliknya sendiri dulu.
Sesaat setelah selesai memagari mansion itu, mereka kembali berpamitan pada Tao. Dan akhirnya mereka kembali ke negara mereka ,dengan menggunakan pesawat pribadi milik Nathan.
Di dalam pesawat,,,,
"Sayang, kepala aku rasanya pusing banget!" Ucap Gisella sembari memegang kepalanya dan mengeluhkan sakit pada kepalanya.
"Sayang, apa kamu sakit? Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Chan yang merasa sangat khawatir dengan kondisi istrinya itu.
"Gisella, kamu kenapa? Apa ada yang salah saat kamu memagari mansion tadi?" Tanya Nadia yang mengira kalau penyebab sakit kepala Gisella adalah saat memagari mansion tadi.
"Astaga, aku harap apa yang dikatakan Nadia itu tidak benar!" Ujar Lisa.
"Udah, mending sekarang kamu panggil dokter pribadi aja, dan suruh dia buat ke sini!" Kata Jeni menyuruh Lisa untuk memanggil Dokter yang ada di pesawat itu.
Nathan sengaja menyuruh seorang dokter untuk berada di dalam pesawat pribadi miliknya.
Tiba-tiba saja hidung Gisella mengeluarkan darah, dan hal itu langsung membuat semuanya panik termasuk dengan Chan.
"Gisella?!" Kata Chan panik. Lalu kemudian Gisella pingsan.
Semua orang yang ada di dalam pesawat merasa sangat khawatir dengan kondisi Gisella yang sedang pingsan. Dan Chan langsung menyuruh dokter untuk segera memeriksa kondisi Gisella.
__ADS_1
Dokter pun akhirnya memeriksa kondisi Gisella.
Sedangkan Gisella yang sedang pingsan, dirinya justru berada jauh dari raganya karena tertarik ke alam lain.
Alam yang seharunya tidak Gisella datangi. Akan tetapi karena tarikan itu sangat kuat, sehingga membuat Gisella merasa pusing dan langsung pingsan seketika.
"Aku ada di mana? Sepertinya aku tidak pernah datang ke tempat seperti ini!" Kata Gisella sembari melihat-lihat sekitar, dan mencoba mengingat kalau dirinya tidak pernah datang ke tempat seperti itu.
Ruangan bernuansa merah, bak cat yang sengaja dibuat dari darah. Gisella mencium aroma anyir di mana-mana, namun tidak menemukan apapun di sana. Tempat itu begitu asing untuk Gisella.
"Kenapa aku bisa ada di sini? Apa ada yang sengaja menarik aku? Tapi bagaimana bisa? Siapa yang sudah menarik ku? Bahkan ruangan ini terasa sangat asing bagiku!" Ucap Gisella yang terlihat sangat bingung, dengan apa yang sedang terjadi padanya.
"Tolong kami!!"
"Tolong kami!!"
"Siapa di sana?" Tanya Gisella yang mendengar suara.
Samar-samar terdengar suara minta tolong, namun hanya ada asap tebal yang muncul di depan Gisella.
"Pergilah dari mansion kami!!" Ucap suara itu lagi.
Saat suara itu muncul lagi, Gisella langsung mengetahui kalau itu adalah suara dari Diana dan juga Baskara. Mereka berdua berusaha ingin keluar dari jeratan iblis yang menaungi mereka.
"Kalian harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian! Aku sendiri tidak bisa menolong kalian!" Ucap Gisella yang masih belum melihat sosok dari mereka.
Namun tiba-tiba saja udara di sana terasa sangat panas, dan Gisella juga merasakan sesak pada dadanya karena kabut asap tebal yang muncul di depannya itu.
"Uhuk uhuk!" Gisella batuk karena merasa panas dan sesak.
Tiba-tiba saja kaki Gisella seakan tidak bisa di gerakkan, dan dari asap tebal yang berada di depannya itu, muncul lah sepasang tangan yang hendak mencekik leher Gisella.
"Kenapa kakiku tidak bisa di gerakkan?" Ucap batin Gisella yang juga terperanjat kaget saat melihat sepasang tangan hendak mencekik lehernya.
Saat sepasang tangan itu sudah berada tepat beberapa cm saja dari leher Gisella. Dengan cepat ada cahaya putih yang melesat dan langsung menarik tangan Gisella.
__ADS_1
Gisella pun langsung terbangun dari pingsannya tadi.
Setelah Gisella bangun, nafasnya memburu seperti orang setelah melakukan aktivitas berat.
"Sayang, kamu sudah sadar?" Ucap Chan yang bahagia melihat istrinya sudah sadar, dan setelahnya langsung memeluk hangat Gisella.
"Apa yang terjadi padamu Gisella? Kenapa kamu lama sekali sadarnya? Kita semua khawatir sama kamu!" Kata Lisa yang memang mengkhawatirkan kondisi Gisella.
"Benarkah itu? Tapi seingat aku, aku hanya sebentar saja tadi!" Ucap Gisella yang setelahnya menoleh ke arah jendela untuk memastikan, kalau dirinya ternyata masih ada di dalam pesawat pribadi milik Nathan.
"Tadi aku bertemu dengan kedua orang tua Tao!" Ucap Gisella memberi tahu kalau dirinya bertemu dengan orang tua Tao.
"Benarkah? Apa kau melihat wajah mereka?" Tanya Nathan yang penasaran dengan wajah dari orang tua Tao.
"Tidak! Aku tidak melihatnya, tapi mereka meminta tolong padaku untuk melepaskan mereka dari jeratan iblis yang menaungi diri mereka!! Tapi aku bisa apa?" Kata Gisella menjelaskan, "Bahkan mereka hendak mencekik leherku, namun tiba-tiba saja ada cahaya putih yang melesat dan langsung menarik aku, dan sekarang aku bisa sadar!" Ucap Gisella lagi.
"Ya sudah sayang! Yang terpenting sekarang kamu sudah sadar!" Ucap Chan tersenyum manis pada Gisella.
"Sayang, aku ada berita gembira untuk kamu!" Ucap Chan dengan senyumannya lagi.
"Berita bagus apa?" Tanya Gisella heran sekaligus penasaran akan apa yang akan di katakan oleh Chan.
"Kamu sebentar lagi akan menjadi seorang mama!" Kata Chan dengan penuh bahagia pada wajahnya.
Gisella yang terkejut mendengarnya langsung membelalakkan matanya.
"Mama?" Tanya Gisella heran dan masih bingung.
Chan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum penuh haru menatap istrinya itu.
Semuanya yang ada di sana pun ikut terharu dengan kebahagiaan Chan dan juga Gisella saat itu.
"Gisella, selamat ya atas kehamilan kamu!" Ucap Lisa yang ikut bahagia atas kehamilan dari Gisella. Gisella tersenyum mendengarkan ucapan dari Lisa itu padanya.
"Sebentar lagi, mungkin aku yang akan menyusul kalian untuk segera memiliki momongan!" Ucap Nadia yang juga ikut bahagia.
__ADS_1
"Aku juga pengenš«!" Ucap Jeni manja pada Leon.