Kamar 126

Kamar 126
Velia


__ADS_3

"Lepaskan dia!!!" Ujar seseorang yang muncul dari belakang Kris.


Sampai akhirnya membuat langkah Kris terhenti dan berbalik ke arah belakang untuk melihat siapa yang berani menghentikan niatnya, untuk membawa Gisella ke pintu kegelapan. Dan tanpa sadar Kris melepaskan tangannya dari rambut Gisella.


Gisella yang melihatnya tersenyum ke arah seseorang yang datang menghentikan Kris. Mereka yang tidak lain adalah Nadia dan juga Lisa.


"Gisella, apa kau baik-baik saja?" Tanya Lisa yang jaraknya berada jauh dari Gisella dan juga Kris.


"Aku baik-baik saja!" Jawab Gisella yang setelahnya berusaha merangkak mendekat ke arah Nadia dan juga Lisa.


Gisella merangkak karena memang kakinya sudah tidak kuat lagi untuk berjalan.


Namun belum sempat Gisella sampai pada Nadia dan Lisa, tiba-tiba saja tangan Gisella diinjak oleh Kris.


"Akh!!" Rintih Gisella yang merasakan sakit pada tangannya yang diinjak oleh Kris.


Nadia dan Lisa yang melihat kejadian itu sontak langsung membelalakkan matanya karena terkejut melihat sahabatnya dianiaya oleh pria gila itu.


"Hey, apa kau gila!!!" Ucap Lisa yang setelahnya langsung berlari ke arah Gisella bersama dengan Nadia juga.


"Lepaskan kakimu dari sahabatku!!!!" Ucap Nadia geram.


Kris hanya tersenyum seringai dengan tangannya yang dia masukkan ke dalam jaketnya, lalu berkata,,,,,


"Itu tidak akan pernah!!"


"Baiklah kalau begitu! Lisa, cepat ambil sedikit air suci yang kamu bawa ke sini!" Ucap Nadia yang berusaha membuat Kris mengurungkan niat jahatnya.


Dan benar saja saat Lisa hendak mengambil air itu dari kalung yang dia pakai, Kris membelalakkan matanya karena pada dasarnya dia memang takut akan air suci.


"Air suci?! Tidak?! Jangan?!" Ucap Kris yang mulai khawatir.


"Kenapa? Apa kau takut?!" Tanya Nadia.

__ADS_1


"Tolong aku!" Ucap Gisella yang masih kesakitan karena tangannya masih diinjak oleh Kris.


"Aku akan memberimu air suci ini, jika kau tidak mau melepaskan kakimu dari tangan sahabatku!!" Ancam Lisa dengan menunjukkan kalung berisi air suci itu.


"Kris lepaskan dia!" Ucap suara yang entah dari mana asalnya, menyuruh Kris untuk melepaskan Gisella.


Mereka melihat ke segala arah namun tidak ada siapa-siapa di sana selain mereka. Sampai akhirnya tepat di samping Kris berdiri ada cahaya yang sangat terang, dan muncul lah seorang wanita dari arah cahaya yang terang itu.


Kris membelalakkan matanya dan tak percaya dengan apa yang dia lihat, dia melihat seorang wanita yang muncul dari cahaya itu.


"Velia?!" Ucap Kris terbata karena masih tidak menyangka kalau yang muncul dari cahaya terang itu adalah kekasihnya.


Melihat itu Kris langsung mengangkat kakinya yang tadi menginjak tangan Gisella.


Kemudian waktu itu di gunakan oleh Nadia dan Lisa untuk menolong Gisella.


"Berhentilah melukai orang lain, Kris!" Ucap Velia yang mendekat ke arah Kris.


"Velia?! Apa ini beneran kamu?" Tanya Kris yang masih tidak percaya kalau Velia datang menemui dirinya.


"Velia, ku mohon maafkan aku! Maaf karena aku sudah melakukan hal keji terhadap dirimu! Tapi sungguh, dari dalam lubuh hatiku, aku sangat mencintai kamu, Vel!" Ucap Kris yang perlahan luluh karena melihat Velia di dekatnya.


"Kita lupakan saja masalalu yang kelam itu, aku juga sudah memaafkan kamu dan mengikhlaskan semuanya, Kris!" Kata Velia.


"Apa kau bisa ikut denganku untuk pergi ke alam selanjutnya?" Tanya Kris yang percaya kalau Velia pasti mau ikut pergi dengan dirinya.


"Maaf, Kris! Kita berada di tempat yang berbeda! Kau tidak bisa ikut denganku begitu juga dengan diriku, yang tidak bisa ikut pergi denganmu!" Ucap Velia yang membuat senyum di wajah Kris luntur seketika.


"Tapi kenapa?" Tanya Kris yang heran dengan pernyataan dari Velia tadi.


Di saat itu juga Gisella bersama dengan Nadia dan Lisa menyaksikan percakapan antara Kris dan juga Velia di depan mereka.


"Kenapa kau tidak bisa ikut denganku?!!" Ucap Kris yang terlihat sangat marah ketika mengetahui kebenaran kalau dirinya tidak bisa pergi ke alam selanjutnya bersama dengan kekasihnya, yaitu Velia.

__ADS_1


"Kris tenangkan dirimu!" Ucap Velia dengan berusaha menenangkan Kris yang sudah mulai marah.


"Kalau kau tidak bisa ikut denganku, maka aku akan mengajak wanita itu untuk bersama denganku!!!" Ucap Kris sembari menunjuk Gisella.


Deg,,,,,,,


Gisella, Jiso dan juga Lisa terkejut melihat Kris menunjuk ke arah Gisella.


"Ayo, cepat! Kita harus segera pergi dari sini!!" Ucap Gisella lirih namun masih di dengar oleh Kris.


"Jangan coba-coba untuk lari dariku!!" Ancam Kris pada Gisella yang telah lari bersama dengan Nadia dan juga Lisa.


Namun saat Kris hendak lari menuju ke arah Gisella, dirinya ditahan oleh Velia.


"Kris, biarkan saja mereka pergi!" ujar Velia yang berusaha membujuk dan juga menahan agar Kris tidak mengejar mereka.


"Tidak perlu tergesa-gesa, dia tidak mungkin mengejar kita karena kita membawa kalung ini!" ucap Lisa dengan menunjukkan kalung yang tadi di berikan oleh Papa Gisella.


Kris sendiri yang mendengar ucapan itu dari mulut Lisa langsung merasa marah dan juga kesal, sampai akhirnya Kris hendak berlari ke arah mereka. Akan tetapi belum sempat menuju ke arah mereka, Wendy yang tak lain adalah iblis itu langsung muncul di depan Gisella,Nadia dan juga Lisa. Mereka bertiga sendiri terkejut melihat adanya Wendy yang langsung menyahut kalung yang tadi sempat di tunjukkan oleh Lisa. Wendy langsung melempar kalung itu ke sembarang tempat hingga membuat mereka bertiga membelalakkan matanya karena kaget.


"Dasar iblis!?" umpat Nadia yang geram akan apa yang dilakukan oleh Wendy.


Wendy langsung menyuruh Kris untuk mengambil arwah Gisella dari genggaman Nadia dan juga Lisa. Itu semua Wendy lakukan karena Wendy tidak ingin dan juga tidak rela kalau sampai Gisella hidup bersama dengan Chan.


"Cepat bawa dia pergi bersamamu!!!! aku sendiri akan menunggumu di alam kegelapan!" ujar Wendy yang setelahnya langsung menghilang begitu saja dari hadapan mereka bertiga.


"Baik" jawab Kris sambil menganggukkan kepalanya.


Wendy tidak melakukannya sendiri dan malah menyuruh Kris untuk membawa Gisella karena dirinya sendirinya percaya kalau Kris bisa membawanya ke alam kegelapan.


Kris langsung melepaskan genggaman Velia dan langsung berlari ke arah Gisella dan juga kedua temannya itu.


"Ayo kita pergi dari sini!" pinta Gisella pada kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Karena kaki Gisella yang sakit, dirinya tidak bisa berjalan sendiri dan hanya bergantung pada Nadia dan juga Lisa, dengan berusaha kabur dari Kris Nadia dan juga Lisa memapah Gisella yang sudah tidak bisa lagi berjalan karena kakinya yang sakit.


__ADS_2