Kau Pasti Menyesal!

Kau Pasti Menyesal!
36 (Si Cantik)


__ADS_3

Setelah memberitahu Rila, Yudi pun berangkat kerja.


“Sekian briefing pagi ini, sekarang kembali ke tugas masing-masing!” semua Art pun membubarkan diri.


Fi yang telah di beri amanat, segera menuju kamar majikannya.


“Hei, kau yang kemarinkan?” Mirna menyapa Fi.


“Oh, kau, eh... aku harus panggil apa ya?” tanya Fi, sebab ia takut salah tutur.


“Mirna saja, aku masih 25 tahun, siapa nama mu?” tanya Mirna kembali.


“Aku Fi Saeadat, usia ku sama dengan mu,” ucap Fi.


Seketika Mirna mengernyitkan dahinya, sebab wajah Fi lebih tua dari usianya di mata Mirna.


“Yang benar kau?” tanya Mirna.


“Iya, wajah ku jelek, karena mendapat kekerasan dalam rumah tangga oleh suami ku,” terang Fi.


“Oh ya?? Aku enggak percaya!” ucap Mirna.


“Kalau kau tak percaya, lihat saja akun enstagram ku, nama id ku Fi Saeadat, oh ya... kamar tuan ada di mana?” Fi yang belum tahu posisi kamar Yudi bertanya pada Mirna yang telah bekerja sebulan disana.


“Di sebelah sana.” Mirna menunjuk ke arah paling sudut ruangan.


“Kok pojok banget?” Fi merasa heran, karena untuk mencapai kamar majikannya harus melewati koridor terlebih dahulu


“Tuan sengaja, karena ia tak suka kebisingan, tuan juga tak ingin jika kamarnya di lintasi oleh siapapun, kecuali pada saat bersih-bersih,” terang Mirna.


“Oh, begitu ya.” Fi yang ingin segera membereskan pekerjaannya berpamitan pada Mirna.


“Terimaksih telah mau bicara pada ku, tapi maaf, sekarang aku kerja dulu, nanti kita lanjut lagi ngobrolnya setelah makan siang,” ucap Fi.


“Iya, aku juga harus memasak, karena selain untuk tuan, makan para Art, satpam dan supir, aku juga yang menanganinya,” Mirna menceritakan tanggung jawabnya di rumah itu.


“Oh, berat juga, ya sudah, sampai jumpa nanti.” Fi melambaikan tangannya pada Mirna.


Selanjutnya Fi menuju kamar majikannya yang posisinya sangat sulit di temukan.


“Ada ya, tuan besar kamarnya menyudut begini,” gumam Fi.


Setelah melewati 2 belokan koridor, Fi akhirnya sampai ke kamar Yudi. Untuk masuk ke kamar itu, Fi harus menempel kartu chip di atas handle pintu kamar.


Lalu Fi pun melihat kartu chip kamar Yudi terletak di atas meja yang ada di sebelah kanannya berdiri.


Fi pun mengambilnya, lalu matanya tak sengaja menoleh ke ruangan yang ada di sebelah meja.


“Office?” Fi mengernyitkan dahinya. Ia tak menyangka, majikannya memilih kamar dan ruang kerja secara bersebelahan.


Fi yang tak ingin berleha-leha kembali ke depan pintu kamar Yudi.

__ADS_1


Tit


Ceklek!


Saat Fi melihat isi kamar tuannya, seketika ia tercengang, sebab kamar itu begitu mewah, mirip kamar seorang raja di komik yang sering ia baca.


“Pasti harga barang-barang di kamar ini ratusan juta rupiah perbuahnya.” Fi yang tak ingin di denda apabila memecahkan barang, sebisa mungkin hati-hati memegang apa yang ia bersihkan dengan tisu basah anti septik yang ada di tangannya.


“Bukankah seharusnya aku menyapu dulu?” Fi yang biasa mengerjakan pekerjaan rumah seketika grogi, sebab ia takut merusak apa yang ada di dalam kamar itu.


Karena Fi tahu betul tiap harga barang yang ada disana, meski hanya sebentar jadi istri Asir, tapi dirinya sering berbelanja barang bermerek. Dan Fi juga tak jarang menemani mertuanya membeli guci yang harganya ratusan juta.


Berkat pengalamannya itu. Fi jadi ekstra hati-hati juga dalam langkahnya.


“Harusnya jangan aku yang masuk kemari.” Fi merasa tercekik ada dalam kamat itu.


Karena jika salah senggol, ia harus mengabdi pada sang tuan seumur hidupnya tanpa di gaji.


Fi yang ingin menyapu terlebih dahulu mencari-cari dimana keberadaan sapu.


Ia yang berputar putar tanpa sengaja melihat robot pembersih ruangan berbentuk bundar di lantai.


“Astaga! Mana mungkin orang seperti tuan menggunakan sapu ijuk.” Fi menepuk jidatnya.


Fi yang tahu cara menggunakan alat itu, dengan cepat menekan tombol on.


Setelah itu, ia meletakkan mesin robot tersebut kembali ke lantai.


________________________________________


Yudi yang baru sampai ke kantor mendial nomor kepala Artnya.


Halo, bu Rila, apa ibu menyimpan nomor Art yang membersihkan kamar ku? 📲 Yudi.


Iya, saya punya kontaknya tuan. 📲 Rila.


Tolong kirim sekarang juga, penting. 📲Yudi.


Siap tuan. 📲 Rila.


Setelah sambungan telepon terputus, Rila langsung mengirim nomor telepon Fi pada Yudi.


“Untung wanita tua itu jelek, coba kalau cantik, pasti akan menikung nyonya dan kita semua,” gumam Rila.


Sementara Yudi yang telah mendapat nomor Fi, langsung menyimpan di handphonenya.


Seketika Yudi mengernyitkan dahinya, saat ia melihat photo profile Fi di aplikasi si hijau.


Lalu, ia yang ingin memperjelas, langsung memperbesar photo Fi.


“Bukannya ini si cantik?” Yudi merasa bingung. karena si cantik, visual kampusnya di masa lalu bisa menjadi photo profile Artnya yang buruk rupa.

__ADS_1


Ternyata Yudi mengenali sosok Fi Saeadat yang memiliki paras cantik. Yudi yang saat itu mengambil S2 di kampus yang sama dengan Fi


sempat menaruh hati. Sebab Fi selain cantik, ia juga seorang mahasiswi yang berprestasi.


Yudi yang sibuk kuliah sambil kerja, tak sempat mengajak Fi berkenalan. Para mahasiswa dan siswi sangat sedikit yang mengetahui nama asli Fi, sebab orang-orang lebih nyaman memanggilnya dengan sebutan “Si cantik.”


“Apa bu Fi penggemar dari si cantik??” Yudi sangat penasaran.


Ia yang tak mengetahui nama si cantik, menyulitkannya untuk mencari nama wanita yang pernah ia taksir sewaktu kuliah.


“Coba, nanti ku tanya pada dosen ku.” Yudi yang memiliki keperluan pada Fi. Langsung mendial nomor Fi.


Halo, ini siapa ya? 📲 Fi.


Ini saya, Yudi. 📲 Yudi.


Oh, maaf tuan, saya tidak tahu kalau ini nomor tuan. 📲 Fi.


Tak apa, aku menelepon hanya untuk mengatakan, jangan nyalakan robot pembersih lantai. 📲 Yudi.


A-apa tuan? 📲 Fi.


Seketika Fi menjadi takut, karena dirinya telah menyalakan robot pembersih tersebut.


Matikan, kalau sempat kau nyalakan, karena itu lagi eror, mesinnya panas, kalau di nyalakan lebih dari 5 menit, bisa-bisa nanti meledak, aku belum sempat saja membuangnya. 📲 Yudi.


Ba-baik tuan. 📲 Fi.


Fi dengan buru-buru mematikan robot pembersih tersebut.


“Aakhhh!!” Fi yang buru-buru pun lupa kalau mesin tersebut sangat panas, akibat telah di nyalakan selama 30 menit.


Apa ibu baik-baik saja? 📲 Yudi.


Yudi menjadi resah saat mendengar teriakan Fi.


Halo, bu Fi! 📲 Yudi.


Halo tuan, maafkan saya tuan karena sempat menyalakannya selama setengah jam. 📲 Fi.


Fi mengakui kecerobohannya, Yudi sendiri merasa bersalah karena tak membuang cepat barang rusak itu.


“Tidak apa-apa, apa ibu baik-baik saja? 📲 Yudi.


Iya tuan, saya baik-baik saja, sekali lagi saya mohon maaf. 📲 Fi


Iya, tidak masalah, lanjutkan saja pekerjaan mu bu. 📲 Yudi.


Setelah selesai menelepon, Yudi kembali mengingat si cantik, ia yang ingin mengobati rasa penasarannya pun mengirim pesan pada dosennya yang dulu pernah dekat dengan Fi.


Siang pak, saya mau tanya, nama asli si cantik, siapa sebenarnya? ✉️ Yudi.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2