Kau Pasti Menyesal!

Kau Pasti Menyesal!
77 (Sekarat)


__ADS_3

“Siapa bilang ini kamar mu? Kau tak boleh tidur disini, sebelum kau membuang anak itu!” pekik Asir.


“Mas, kenapa kau jadi setega itu pada ku? Yang membuat ku hamilkan kau sendiri, mas?!” Wina takut jika ranjang hangat kekasihnya mencari wanita baru.


“Mau keluar dari kamar, atau keluar dari rumah ini? Pilih saja sendiri.” Asir membuat Wina bungkam.


Karena tak ingin di buang begitu saja, akhirnya Wina keluar dari kamar hangat kekasihnya.


Ia pun pergi ke kamar tamu yang ada di lantai 2 dengan hati-hati, sebab ia takut jika ada orang lain melihat kesedihan yang tergambar di wajahnya.


Namun sepintar apapun Wina, tetap ada sepasang mata yang memergokinya ia yang Menangis seraya masuk ke dalam kamar.


”Hahaha... ada gosip baru nih!” Teri tertawa girang saat orang yang selalu sombong pada mereka semua menangis sesungukan.


“Apa dia di buang oleh tuan? Xixixi... mau lagi!” Teri pun membagi kabar bahagia itu pada rekan-rekan kerjanya yang lain.


Dan kabar duka dari Wina membuat siapa saja yang membaca pesan itu bahagia.


Di dalam kamar Wina kembali mengadu pada Tuhan.


“Ya Allah, apa yang harus ku lakukan? Aku tak bisa memilih antara kekasih dan anak ku.” Wina yang masih cinta harta Asir, jadi ragu untuk mempertahankan anaknya, apa lagi dirinya yang gila hormat tak mau, jika derajatnya yang setinggi langit harus jatuh ke bumi.


Alhasil, Wina sama dengan Dewi, melenyapkan buah hati mereka, hanya karena pria kaya yang bisa kapan saja membuang mereka.


🏵️


“Sudah malam, apa tuan mau menginap disini?” Fi bertanya karena sudah pukul 23:00 malam.


“Akukan menunggu mu.” Yudi mengira jika Fi akan pulang bersamanya.


“Apa tuan?” Fi mengernyitkan dahinya.


“Iya, kita pulang bersama, kau tak berencana untuk menginap di sini kan?” tanya Yudi, ia tak mengerti jika si cantik Fi ingin bersama ibunya malam itu.


“Maaf tuan, apa aku tak boleh menginap di sini malam ini saja?” Fi yang rindu, ingin tidur bersama Yuri malam itu.


“Apa? Kupikir kau akan ikut pulang, tapi kalau kau memang ingin di sini tidak apa-apa, aku akan pulang sekarang.” karena Fi ingin menetap, Yudi pun kembali seorang diri.


Meski iya tak mau memberi izin, tapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Karena ia tahu bagaimana perasaan Fi saat ini.


“Maafkan saya tuan, tapi besok pagi saya akan datang bekerja seperti biasa,” ucap Fi.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu, aku pulang duluan, jangan lupa istirahat yang cukup jangan begadang, karena kau baru pulih.” setelah itu Yudi keluar dari rumah Fi.


Fi dan Yuri pun mengantar Yudi sampai ke halaman rumah.


“Hati-hati di jalan tuan.” Fi tersenyum pada majikannya yang telah masuk ke dalam mobil.


“Iya, terimakasih banyak.” Yudi menundukkan kepalanya.


“Datang lagi kalau ada waktu tuan.” Yuri melambaikan tangannya pada Yudi, yang mobilnya mulai melaju.


Setalah mobil yang dinaiki Yudi luput dari pandangan mereka, Yuri mencolek pinggang putrinya.


“Au! Ada apa sih bu?!” Fi yang tak suka di colek


memelototi ibunya.


“Sepertinya tuan Yudi menyukai mu, benarkan?” ujar Yuri.


Lalu Fi mengernyitkan dahinya, “Ibu bicara apa sih? Mana mungkin tuan menyukai ku, saat istrinya saja artis besar!” Fi tak percaya dengan pendapat ibunya.


“Terserah kau sih kalau tak percaya, tapi... ibu berkata begini bukan berati mendukung mu untuk jadi selingkuhannya.” Yuri mengingatkan putrinya.


“Aku juga sadar bu, siapa diriku yang sebenarnya, mana mungkin aku berbuat lancang pada orang yang telah baik pada ku.” Fi tak ada hati sama sekali pada majikannya.


“Aku juga mau bu, tapi aku tak enak pada tuan dan nyonya, rasanya aku enggak tahu diri banget, kalau pergi setelah cantik lagi,” terang Fi.


”Kau benar juga nak, kalau kau memang nyaman disana tak apa-apa, ibu mendukung setiap keputusan mu.” setelah perbincangan itu selesai, Fi dan Yuri masuk ke dalam rumah, dan menuju kamar Yuri, malam itu Fi tidur bersebelahan dengan ibu sambungnya.


🏵️


Pagi harinya, Dewi yang semakin sekarat membuka tabungan satu-satunya.


Yaitu celengan antik ayam kukuruyuk. Uang yang ia simpan disana hasil tips dari para pelanggannya.


“Pada hal niatnya mau Dp rumah subsidi yang ada di Bekasi, tapi apa boleh buat, dari pada aku mati karena penyakit yang aku tak tahu apa penyebabnya, bisa menyesal dunia akhirat aku.”


Demi kelangsungan umur panjangnya, Dewi memecahkan celengannya.


Prank!!


Setelah celengan ayam itu pecah, ia pun mulai menghitung isinya.

__ADS_1


“Sepuluh, lima puluh, hum... hanya 2 juta? Apa cukup untuk periksa ke dokter?” Dewi merasa sedih dan putus Asa.


Iya yang harus bekerja hari itu terpaksa bersiap-siap, ia sadar jika dirinya tak dapat mengandalkan orang lain untuk kelangsungan hidupnya.


🏵️


Fi yang masuk kerja hari itu datang dengan cepat ke rumah majikannya.


Saat ia sudah ada di gerbang, ia pun meminta tolong pada sang satpam yang berjaga untuk membuka pagar padanya.


“Pak, tolong buka pagarnya.” penampilan Fi yang berubah 100% membuat Parjo, tak dapat mengenalinya.


“Mau kemana non?” Parjo yang biasa sinis pada Fi, kini mendadak ramah tamah.


”Ke dalam pak.” ucap Fi dengan buru-buru.


“Oh, sebentar ya non.”


Trekkk!!!


Parjo menarik pagar besar itu untuk seorang Fi. “Temannya nyonya ya non?” kecantikan Fi yang tiada duabdi rumah itu membuat Parjo ingin lama-lama mengobrol dengan Fi.


Apa aku memang teman tuan dan nyonya? batin Fi.


“Iya pak.” sahut Fi. “Maaf pak, saya masuk dulu, karena sudah terlambat.” Fi pun berjalan cepat menuju rumah majikannya.


”Masya Allah, ku pikir tadi bidadari, eh... ternyata benar, bening, tubuhnya juga seksi.” Fi yang memakai celana jeans biasa serta baju kaus oblong, di anggap seksi oleh mata Parjo yang sering berpikir kotor.


Fi yang telah masuk ke dalam rumah membuat semua orang tercengang, wajah cantik serta tubuh Fi yang professional dan tegap membuat siapa saja berdecak kagum.


“Siapa dia?” tanya Mirna pada Reni.


“Aku tak tahu, mungkin tamu tuan,” ujar Reni.


“Apa iya? Pagi-pagi sekali sudah bertamu?” ucap Mirna.


“Lalu, menurut mu dia Art baru? Gadis secantik itu tak mungkin pembantukan? Kau juga lihat baju yang ia kenakan juga elegan.” Fi yang cantik menjadikan apa saja yang ia pakai terlihat bagus dan mahal.


“Oh iya, kau benar juga.” Mirna menganggukkan kepalanya.


Namun semua orang di buat heran saat gadis cantik yang ada di hadapan mereka masuk ke kamar Fi dan keluar memakai seragam art.

__ADS_1


“Benarkan, ternyata bukan tamu tuan.” Mirna geleng-geleng kepala.


...Bersambung......


__ADS_2