Kau Pasti Menyesal!

Kau Pasti Menyesal!
95 (Racun)


__ADS_3

Seketika Denise menatap lekat wajah wajah Yudi.


Rasanya ia ingin menangis, setelah puluhan tahun, akhirnya Yudi menyadari perasaannya.


Ketika Denise akan menjawab pertanyaan Yudi. Yudi malah bicara terlebih dahulu.


“Pasti bukan, mana mungkin kau menyukai ku, tipe mu kan bule-bule, hahaha... maaf ya, tadi aku hanya bercanda, jangan marah.” Yudi tertawa lepas tanpa mengetahui isi hati Denise yang sebenarnya.


Denise langsung merasa sakit hati, karena ia merasa dirinya terlalu percaya diri, ia berpikir walau sejenak seorang Yudi menyukainya.


“Kau ini! Suka banget membuat ku kesal! Tipe ku bukan bule tahu!” Denise berlagak tegar, pada hal ia sedang berusaha menahan angguk tangisnya.


“Kalau kau suka warga lokal, menikah saja dengan Azis, dia lagi cari istri.” Yudi menawarkan sahabat alumni SMA mereka pada Denise


“Kau gila ya! Mana mungkin aku suka pada dia! Orangnya banyak omong dan jorok! Sudah ah! Aku mau pergi!” setelah meletakkan file yang ia bawa, Denise keluar dari ruangan Yudi.


Setelah tak ada seorang pun yang ia jumpai, Denise mengelus dadanya.


Sakit Yudis! Kenapa kau tak pernah memilih ku, batin Denise.


Yudi yang berada dalam ruangannya menatap lekat ke arah pintu. Setelah itu ia pun melanjutkan pekerjaannya.


🏵️


Hitman yang sedang menemui Asir menyampaikan apa yang di katakan Dewi padanya.


“Apa? Dia meminta sebanyak itu?” Asir tak mengira kalau Dewi akan meminta upah padaya.


“Ya, seperti yang saya bilang tadi, kalau bapak tak bersedia, maka bu Dewi tak mau membantu.” Hitman memaparkan semua yang di katakan Dewi.


“Astaga, ternyata dia mau balas dendam pada ku?” Asir merasa geram, namun apa boleh buat, dirinya yang butuh, tentu takkan menolak.


“Bu Dewi ingin mendengar keputusan bapak secepatnya. Kalau tidak, dia akan lepas tangan.” pernyataan Hitman membuat Asir naik darah.


“Dasar ular! Dia memanfaatkan kelemahan ku karena aku pernah menyakitinya, bangsat!”


Brak!


Asir menggebrak meja yang ada di hadapannya.


“Turuti saja pak, lagi pula jadwal sidang sudah di tentukan minggu depan, saya beserta tim saya harus mempelajari lebih dalam mengenai kasus bapak.” saran dari Hitman tak dapat di tolak oleh Asir.


Dengan berat hati ia memenuhi permintaan Dewi yang sedang balas dendam padanya


Andai ia tahu kalau Dewi juga di lapor oleh Fi, pasti dirinya tak mau memberi keinginan gila Dewi.

__ADS_1


“Baiklah, minta ke bagian payroll ku saja!” meski tak ikhlas, namun dirinya harus rela, itu semua demi masa depannya yang panjang.


“Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu.” Hitam yang telah mendapat persetujuan dari Asir langusung menuju perusahaan Asir.


🏵️


Fi yang sedang bekerja di kejutkan oleh seorang pria tampan yang masuk begitu saja ke dalam ruang kerja Asir.


“Hah! Anda siapa?!” tanya Fi dengan waspada.


“Maaf mengejutkan mu, nama ku Al Mujahidin, adik sepupu Yudi. Kau bisa panggil aku Al, tanpa mas.” pria tampan, jenjang berkarisma itu memperkenalkan dirinya.


“Oh ya??” Fi menatap dengan ragu.


“Iya, aku baru pulang dari Swiss, jadi aku berkunjung kemari, itu juga untuk mengambil buku arkeologi.” Al menjelaskan tujuannya panjang lebar.


“Maaf kalau tuan tak nyaman dengan perkataan saya.” Fi menundukkan kepalanya.


“Hei, apa kau sudah punya pacar?” wajah cantik Fi membuat Al tertarik.


“Saya janda anak 2 tuan.” jawaban menohok Fi membuat Al menggaruk kepalanya.


“Jangan bercanda, kau pasti baru tamat SMA kan, pacaran dengan ku yuk, nanti aku kasih uang, lebih banyak dari gaji mu.” sikap lancang Al membuat Fi marah.


“Maaf tuan, tuan bukan tipe saya, dan tolong jangan ganggu saya yang sedang bekerja.” Fi yang judes makin membuat Al tertarik.


“Saya juga punya tuan, oh ya, jangan ganggu saya lagi tuan, karena saya takut tak bisa menyelesaikan pekerjaan saya.” Fi yang tak ingin berbicara dengan Al memilih pindah tempat.


“Astaga... sombong sekali dia, tapi wajar sih, diakan cantik.” Ia yang tak mau menyerah terus mengikuti Fi dan mengajaknya mengobrol.


“Atau kau mau menikah dengan ku? Cantik.” lamaran dadakan dari Al membuat Fi geram.


“Saya masih betah menyendiri tuan.” jawab Fi dengan merasa kesal, pasalnya dirinya merasa di rendahkan.


🏵️


Dewi yang ada di kosannya terus menunggu kabar dari Asir.


“Lama banget sih?!” Dewi sudah tak sabar menunggu telepon dari Hitman.


“Andaikan dia tak mau, berlian ini saja sudah cukup.” Dewi tertawa jahat. Rasa dendam yang terlalu akut pada Asir membuatnya tak mau membantu pria kasar itu.


Namun saat Dewi sedang mencoba kalung berlian yang kini jadi miliknya, tiba-tiba ia mendapat telepon dari Hitman.


“Wah! Pas banget!!” Dewi menjadi sangat bersemangat.

__ADS_1


Halo pak, bagaimana, apa Asir setuju? 📲 Dewi.


Iya, pak Asir setuju bu, ini saya sedang berada di perusahaan pak Asir. Ibu mau uangnya di transfer atau cek saja? 📲 Hitman.


Transfer, setelah itu baru kita bertemu. 📲 Dewi.


Baik bu. 📲 Hitman.


Kita bertemu di rumah Asir. 📲 Dewi.


Siap bu. 📲 Hitman.


Setelah tahu dana akan masuk ke atmnya. Dewi membawa kembali berlian miliknya menuju toko untuk di jual.


“Siapa juga yang mau hidup susah dengan mu, semoga kau mendekam dalam penjara Asir, aku tinggal kabur, hahaha!” Dewi yang tahu jika dirinya juga sedang di buru polisi segera melarikan diri.


Dan pada saat itu, para polisi yang tak tahu alamat jelas Dewi masih mencari keberadaannya.


🏵️


Wina yang baru 2 hari di penjara meriang ingin demam.


Dirinya yang di suruh tidur di lantai oleh teman-temannya, membuat ia masuk angin.


Ia yang baru melakukan aborsi merasa ngilu dan nyeri yang sangat luar biasa pada organ vitalnya.


“Gila sih! Kurang ajar!” umpatnya seraya mengelus perutnya.


“Ngomong kasar lagi ku telan kau!” pekik Sera.


Wina yang pikirannya agak miring karena tak terima kenyataan langsung menatap tajam ke arah Sera.


“Kau itu perempuan, bicaralah dengan lembut!” pekik Wina. Sontak Sri dan Esra melihat satu sama lain.


“Udah gila beneran dia, masa iya sih dia enggak sadar dengan yang di ucapkan sendiri?!” Sera tertawa getir.


“Benar banget, memang aneh dia, merasa yang paling tersakiti, aslinya malah menyakiti dan bikin orang lain rugi kayaknya,” ujar Sri.


“Sebaiknya kita menjauh darinya, aku benci banget sama dia!” Sera yang kesal membelakangi Wina yang terus mengoceh.


“Aku harus keluar dari sini, tapi bagaimana caranya?? Aku kan tak punya uang untuk sewa pengacara, bahkan aku tak punya kenalan juga, astaga... hidup ku jadi susah gara-gara si tolol itu!” Wina menyalahkan Fi atas semua yang terjadi padanya.


🏵️


Fi yang sedang menyapu di dampingi oleh Al. Al yang tak mau menyerah sebelum mendapat apa maunya, terus saja mendekati Fi yang sudah ingin meledak dari tadi.

__ADS_1


“Tuan, kalau mau cari pacar untuk menggaruk hidung mu, lebih baik cari orang lain, karena aku sudah punya pengalaman, yang ganteng seperti mu, pasti racun!” kata-kata Fi membuat Al menelan salivanya.


...Bersambung......


__ADS_2