Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
10 Jodoh dari langit


__ADS_3

Anna baru saja bersiap akan pergi, tiba-tiba saja Joe sudah berdiri depan pintu rumah, dan..


Cekrek!


Bunyi jepretan ponsel Joe terdengar, Anna bersiap marah, "mengapa kau mengambil fotoku?"


"Tn.Ethan yang memintaku,"Joe menjawab sambil meringis.


"Dia mirip penguntit gila," keluh Anna sambil mengunci pintu.


Mendengar satu umpatan itu, Joe merasa sedikit di atas angin. Anna tidak menyukai Ethan, sebenarnya jauh dalam hatinya dia juga tidak mau melakukan tugas seperti ini. Ditugaskan harus selalu mengambil foto Anna setiap pagi, dan mengirimkannya untuk Tuan muda Ruan. Andai Joe memiliki harta karun yang sama seperti Ethan Ruan,dia akan mengambil foto  Anna untuk hidupnya sendiri.


Anna baru saja akan mengayuh sepedanya, Joe yang terlihat baru mendapatkan pesan pada ponselnya, pergi memanggil, namun kalimatnya tercekat di tenggorokannya,  "Anna, apa kau--"


Anna bingung sebentar, wajah Joe terlihat  sangat hijau, detik selanjutnya Joe menunjukan pesan Ethan yang baru masuk-- tanyakan pada Anna, apakah dia sudah membuatkan bekal makan siang.


Sepagi ini, setan terlahir kaya itu sudah menagih janji? Anna mencibir pada layar ponsel, dia  rasa  seumur hidup Ethan, tidak akan pernah pergi kelaparan, karena isi kulkas Keluarga Ruan, sudah di pastikan setiap hari ada.


Anna tidak lupa. dia ingat bahwa dia telah barzanj pada Ethan semalam membuat bekal makan siang, hanya saja dia belum percaya diri, lidah Ethan, tak lain lidah bintang lima, apa dia tidak jijik makan nasi goreng sederhana buatan tangannya. Penuh pertimbangan, Anna kembali menjawab, "Katakan padanya, aku belum punya waktu,  tunggu aku tidak sibuk, satu minggu lagi, aku akan memasak bekal untuknya."


Anna memasak untuk Tuan muda Ruan, hal ini...


Siraman cuka di wajah Joe terlihat mulai nyata, "Anna apa kau akan memasak  dua porsi? Untukku juga."


Anna diam sebentar. Satu minggu adalah waktu Anna mengumpulkan uang untuk membeli bahan makanan berkualitas, dia tidak bisa menjamin, uangnya cukup untuk dua porsi, "tidak Joe... aku tidak punya banyak uang."


"Ohh," Joe terdengar sangat kecewa.


Melihat raut wajah Joe terlihat tenggelam, padahal Joe selalu baik padanya, hal ini membuat Anna serba salah, "aku akan memasakanmu nasi goreng, tetapi tidak sama dengan milik Ethan. Apa kau tidak keberatan? Aku tau anak orang kaya itu, akan sakit perut jika makan nasi yang biasa kita makan. "


Wajah Joe berhenti suram, "Terima kasih Anna, kau teman terbaikku."


Sesampai di sekolah,


Sebuah mobil sport merek B****** mewah sudah terparkir  di depan gerbang. Pria berseragam  sekolah ternama itu terlihat berdiri angkuh menunggu, banyak gadis sekolah Anna diam-diam pergi mengintip dan berusaha mencuri perhatian, namun pria itu hanya memasang wajah suram, tidak senang akan hal itu.


Anna tidak berani menuju gerbang, untung Tuan muda kaya raya itu belum menyadari kehadirannya, Anna sangat kesal pangeran emas itu terlalu memiliki kehidupan menguntit, "Joe, berikan pesan untuk Tuan besarmu itu."

__ADS_1


Joe segera mengambil pesan, jauh dalam hatinya dia juga tidak menyukai kehadiran Ethan ke sekolah, "aku mengirim pesan apa?"


Anna memegang stang sepeda lebih erat, "Katakan padanya, jangan pernah muncul lagi di sekolah."


Jempol Joe yang siap mengetik pesan, mendadak sedikit bergetar, dia tidak memiliki keberanian untuk hal itu, "Jangan Anna, ibuku dan ibumu akan dia pecat--"


Anna menggigit bibirnya sendiri, hal yang mengancam Joe, kini juga menjadi ancaman untuk dirinya. Ibunya bekerja di keluarga Ruan, ibunya sangat senang bekerja di sana, karena gajinya tiga kali lipat lebih besar daripada di bar.


Hal ini membuat Anna tidak tega,"Lalu apa yang harus aku perbuat, jika dia terus muncul pamer seperti ini?"


Joe berpikir sebentar. Buntu. dia tidak menemukan jalan keluar terbaik. Semua terlihat merugikan jika menyinggung Tuan muda Ruan, "Lebih baik kau bertanya padanya? dia ingin apa--"


Benar. Lebih baik bertanya apa mau Pangeran Emas itu agar berhenti muncul di depan sekolah seperti ini.


Anna mengencangkan pegangannya, dan mengayuh sepedanya lebih cepat, dan berhenti tepat di depan Ethan.


"Anna.." seru Ethan terdengar sangat senang.


"Ada apa kemari?"


Ethan menggaruk lehernya yang tidak gatal, walau sikap Anna ketus, dia tetap tidak terpengaruh emosi, seakan dia sudah menyiapkan rencana, "Aku kesini, memberitahumu bahwa aku sudah aktif masuk sekolah."


Di dalam mobil, Stephan ingin meledak tertawa, namun Michael lebih dulu menutup mulutnya. Michael untuk pertama kali melihat Anna, tanpa sengaja dia terus menatap saksama dan detail wajah Anna, bahkan dia berkali-kali melepas kacamatanya, seakan sangat serius memandangi Anna dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.


Stephan menggigit jari Michael, sehingga dia terlepas ketika pria berkacamata itu meringis sakit.


"Jangan melihat istri temanmu seperti itu, Ethan bisa membunuhmu," ejek Stephan, namun ujung matanya tidak pernah pergi dari sosok Anna yang berdiri marah dengan Ethan. Siswa rendahan itu, terlihat sangat lucu.


Michael mundur dan mendengkus, "Aku melihat gadis itu, karena aku melihat dia memiliki wajah yang mirip denganmu. Sedikit mirip."


Mata Stephan pergi ke wajah Anna, tetapi dia tidak merasa mirip. Walaupun Anna sangat cantik.


"Kata orang, jika wanita pria memiki wajah mirip, biasanya mereka sudah di jodohkan oleh langit--"


Deg..!


Stephan sedikit berdebar, karena satu kalimat yang membekas tanpa sengaja--sudah di jodohkan oleh langit.

__ADS_1


Stephan kembali ke pikiran terbaiknya sebagai teman Ethan, dia mencibir dan mendorong Michael ke belakang, "tutup mulutmu, aku tidak akan mengkhinati Ethan!"


Michael merasa bersalah atas isi mulutnya, "Aku tau! kau teman terbaik, tadi aku hanya bercanda--"


Stephan akan mengomentari, namun Ethan sudah terlihat akan masuk mobil. Michael dan Stephan hanya saling diam, tidak berniat membahas lagi.


Blam..!


Ethan masuk dalam mobil, wajahnya terlihat sangat cerah, seakan misinya kali ini sangat berhasil, matanya berlari melompat pada Michael seakan berterimakasih, "Otakmu sangat berguna."


Michael terkekeh, mendapat pujian. Stephan tersenyum canggung, ada sedikit rasa tersiram asam cuka, dan dia hanya memasang daun telinganya lebih panjang untuk menjadi pendengar.


"Berhasil bagaimana?" kejar Michael terlihat sangat penasaran.


Ethan tidak segera menjawab, seakan dengan sengaja membuat keheningan dalam mobil, agar dua temannya terasa akan mati penasaran.


Stephan menyerah dan  mengejek, "Kau pasti sedang berlakon, Anna tidak mungkin setuju--"


"Tidak mungkin, jika sudah ada Eisntein Junior turut campur, Tuan muda Ruan, tidak akan gagal," potong Michael menaikan kacamatanya sebentar, seakan dia bangga memiliki kecerdasan bukan hanya dalam buku, namun juga membantu dalam hal asmara.


"Kau sangat genius! Aku akan menyumbang hadiah beaar untukmu nanti." Ethan tidak sabar memberi pujian lagi.


Michael terkekeh, seakan bangga atas pujian pertama dari Tuan muda Ruan yang terkenal sangat pelit menilai, "aku merasa sangat tersanjung, aku menang olympiade matematika Se-Asiapun tidak pernah kau puji, tetapi soal Anna... kau akhirnya mengakui keberadaan otakku."


Ethan tertawa, dia tidak tahan mendengar rengekan Michael, "Yang pastinya Anna akan berkencan denganku, akhir pekan ini."


Stephan memasang wajah terkejut untuk pertama kalinya, tanpa sadar dia malah bertanya, "Yakin hal itu di sebut kencan?'


Ethan dan Michael bersama-sama menyipitkan mata tidak senang, di antara madu yang berlimpah, selalu ada setetes racun yang jatuh ketika Stephan membuka isi mulutnya.


"Dia setuju berjalan-jalan denganmu di akhir pekan, agar kau berhenti menunggui depan sekolah kan... itu  bukan kencan, itu namanya--"


"Tidak. Itu dua hal yang sama. Kami berkencan." Ethan pergi membantah. Baginya Anna telah setuju kencan untuk pertama kalinya.


***


Ns. yuhuu votement yah 😗😗 Next ?

__ADS_1


23 Mei 2020


__ADS_2