Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
Aku Mengerti


__ADS_3

Nana mengangkat dagunya. Namun, pandangannya jelas menghindar menatap siapapun. Dia menahan napas sejenak.Setelah yakin,dengan keputusannya. Nana pun membuka mulutnya.


"Untuk Tuan muda Lu dan Tuan muda Ruan. Terimakasih atas rasa suka kalian pada puteriku. Namun, dengan berat hati aku menyebutkan kalian tidak berjodoh. Anna telah memiliki seseorang yang tepat untuk di sisinya."


"Bibi Nana, kau jangan mengarang cerita baru!" protes Ethan.


Nana menatap Ethan untuk pertama kalinya dengan sinar mata yang sama,tidak mudah tertindas.


"Tuan muda Ruan. Aku adalah ibunya. Untuk apa aku mengarang cerita? Yang ada aku membuka masa depan untuk puteriku?"


"Kau ingin menjodohkan puterimu bukan berdasarkan persetujuannya lebih dulu!" Ethan protes.


Stephan akan membuka mulut protes. Namun, Yohana menahannya dan berbisik, "Diam dan dengarkanlah lebih dulu."


"Anna akan mengikuti apapun yang aku pinta. Karena,dia tidak pernah menentang ibunya."


"Ibu!" Anna protes dia maju beberapa langkah dan mengitari Nana,dan berhenti tepat di depan Nana.


"Kau ingin menjodohkan dengan siapa?" tanya Anna mencurigai Nana hanya sedang mengarang cerita.


Nana terlihat gagap sebentar. Mencari satu nama yang akan dia sebut.


"Aku dan Yuna sepakat menjodohkanmu dengan Joe. Kau dan Joe Han akan segera menikah."


"...."


Stephan menyipit tidak senang.


Ethan terlihat hitam.


Yohana merasa segala sesuatu bersitegang dengan cepat. Dia segera menemui manager restoran, dan meminta manager untuk mengosongkan restoran. Membiarkan setiap pengunjung restoran pulang lebih awal dan menerima kompensasi dari keluarga Lu.


Sekejap restoran menjadi hening dan sepi melompong. Namun, persitegangan di antara mereka tidak surut sedikitpun.


"Anna, kita pulang!"


"Ibu! Aku dan Joe Han hanya berteman. Bersahabat." Anna menggebu ingin marah.


"Gosip yang terjadi di sekolah. Di lingkungan rumah kita. Tidak menyebutkan kalian sebagai sahabat atau teman biasa. Kau dan Joe Han, lebih dari itu."


"Ibu jangan makan rumor. Rumor itu Susan dan Gita ciptakan."


Nana tersenyum getir.


"Tidak ada cara lain menyelamatkan dirimu dari rumor selain menikah dengan Joe!"


"Bibi, Kau!" Ethan meraih tangan Anna dan dia menyembunyikan Anna di belakang punggungnya.


"Apakah kau tidak memikirkan perasaan Anna?"


Nana gelap mata, kekesalan memuncak kala sepasang mata Ethan terlihat enggan untuk mundur.


Plak!


Suara tamparan itu terdengar keras.

__ADS_1


"Kaulah yang tidak memikirkan perasaan Anna. Anna adalah Puteri polosku. Bagaimana bisa kau hanya ingin bermain membodohinya. Kau hanya singgah sebentar, dan pergi kemudian. Begitulah para pewaris di didik. Hanya untuk membodohi gadis miskin, dan akan meninggalkannya setelah kau memikirkan nama besar dan masa depanmu?"


"Aku tidak seperti itu."


"Tidak?" Nana meletakkan tangannya pada kedua belah pundak Ethan. Lalu, satu tangannya dia tepuk pada punggung Ethan, "Kau bahkan tidak tau caranya menjadi tulang punggung. Kau bahkan tidak tau cara bekerja. Bagaimana kau bisa memberi nasi pada mulut Puteri ku?"


Ethan gelap mendengar sindiran tersebut.


"Kau bahkan makan dengan nyaman hingga rambutmu putih oleh karena nama Ruan mengikutimu. Lalu, bagaimana kau bisa menjamin kau akan memberikan nama Ruan pada Puteri ku? Dengan menikahinya? Apakah kau berniat menikahinya?"


Hening. Mencekam.


"Ibu jangan bertanya pada Ethan seperti itu! Kami masih anak-anak. Jauh dari kata pernikahan."


Nana menatap Ethan.


"Kau hanya berkata manis saja kan padanya. Kau tidak akan berniat menikahinya?"


"Aku berniat!"


Setiap mata berpindah arah. Ke asal suara. Stephan.


Nana membuka mulut lebar. Yohana menelan ludah.


"Aku berniat menikahi Anna. Jika tidak menyetujui. Aku akan meninggalkan Lu. Apakah bibi bersedia mempercayaiku?"


Deg! Nana kehilangan kata-katanya saat ini. Setiap kata yang terlontar dari Stephan, terdengar mengandung kesungguhan hatinya.


"Maaf, Tuan muda Lu. Hal ini sudah di putuskan. Aku ingin membersihkan kotoran bukan melibatkan dirimu."


"Aku bersedia melibatkan diriku. Karena, aku tidak yakin akan mampu jatuh cinta lagi. Aku hanya bisa jatuh cinta pada Anna," mohon Stephan.


Ethan membisu. Dia terlihat jelas akan berkata sesuatu. Namun,Stephan terus lebih dahulu memotong langkahnya.


"Bibi,aku sangat menyukai Anna. Bahkan aku bersedia meninggalkan Lu."


Yohana menahan napas. Jantungnya tercongkel. Dia segera meremas dadanya sendiri kala mendengar pengakuan Stephan, bersedia meninggalkan Lu.


Yohana kecewa. Sedih. Marah. Berjalan mendekati Stephan.


"Kau bersedia meninggalkan Lu demi seorang gadis yang baru kau kenal?"


Stephan mengangguk bodoh. Dia merasa bodoh akan perasaanya sendiri.


Plak! Yohana segera menamparnya.


"Lu memberikan pakaian, segalanya untukmu, bahkan tanganku sendiri mengenakan pakaian untukmu, membasuh tubuh kecilmu, tanganku pula memberii nasi ke dalam mulut kecilmu. Kau ingin meninggalkanku?"


Stephan menggelengkan kepala.


Nana terpaku kosong menatap Stephan. Jantungnya mendadak sakit. Ada rasa perih menyelinap masuk ke dalam dadanya. Mengetahui putera kandungnya jatuh di rawat oleh wanita yang paling dia benci.


"Tidak ibu. Aku akan tetap mencintaimu."


"Jika kau meninggalkan Lu. Itu artinya kau meninggalkanku."

__ADS_1


Stephan terdiam. Dia kehilangan setiap kata.


Yohana menghela napas. Jengah. Sedih. Dadanya sesak. Dia segera melambaikan tangannya, dan menyerah, "Pergilah. Jika kau ingin pergi. Ternyata,puteraku sama dengan suamiku, tidak pernah menyukaiku sedikitpun. Tidak pernah mengutamakan diriku dalam kehidupannya."


Yohana menitikkan air matanya.


"Ibu."


Yohana menarik napas panjang. Membuang sesak di dalam dadanya.


"Cintailah seorang gadis. Tetapi tidak melebihi cintamu pada ibumu. Bisakah kau bersikap adil? Jangan menyakiti salah satunya?"


Stephan kaku. Kosong.


Yohana melangkah pergi. Meninggalkan restoran. Seakan dia tidak ingin berlama di dalam restoran. Jantungnya terus di congkel dan di iris, dia sangat ketakutan tiap detiknya. Dia sangat takut,Nana membuka mulutnya dan membeberkan rahasia kelahiran Stephan di dalam kediaman keluarga Lu.


"Kejar ibumu, Stephan. Ibumu sangat sedih," tegur Nana.


Stephan bangun dari linglungnya. Segera berlari ke pintu dan mengejar Yohana.


Nana menoleh sebentar ke belakang. Sekedar mengintip bagaimana Stephan memeluk erat Yohana. Di saat itu pula, Nana merasa kosong dan hilang.


Tiada hal yang lebih meyakinkan selain melihat seorang anak lebih menganggap wanita lain sebagai ibunya sendiri, dan melupakan ibu kandungnya.


Nana mendung seketika. Dia segera menyeka dengan cepat.


"Anna kita pulang."


Anna menggelengkan kepalanya.


"Jangan keras kepala."


"Ijinkan untuk bersikeras untuk pertama kalinya."


Nana melirik Ethan tajam.


"Dia tidak akan memiliki kemampuan untuk melindungi dirimu dari kejamnya Ruan."


Ethan menahan napas.


"Aku bisa melindunginya dan menjaminnya untuk menjadi wanita Ruan di masa depan."


"Masa depan itu di tentukan saat ini. Apa langkahmu anak muda? Bagaimana caramu ? Bisakah kau ceritakan padaku? Kau hanya berkata manis untuk memperdaya puteriku. Mengisap madu. Setelah puas, kau akan pergi ke bunga lainnya."


Ethan buntu seketika.


"Ibu!"


"Ikut aku pulang!"


Nana segera mengambil tangan Anna dan menyeretnya ikut bersama seraya dia berteriak kembali pada Ethan yang berdiri kaku dengan banyak hal yang menjadi batu pikirannya.


"Jangan pernah datang menemui Anna hanya dengan modal kau mencintainya. Tanpa tahu cara menjaganya dari keluargamu dan orang-orangmu. Tanpa tahu cara mengangkatnya sama tinggi denganmu. Karena, seseorang yang di sisimu, bukanlah seseorang untuk terlihat kasihan. Apa kau mengerti?"


"...."

__ADS_1


Aku mengerti, jawab Ethan dalam hatinya setelah ibu dan anak itu telah hilang di garis pintu.


...꧁❤•༆Anna& Ethan༆•❤꧂...


__ADS_2