Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
Suami masa depan


__ADS_3

Anna tertegun mematung, bukan karena tidak mempercayai isi mulut yang terlontar dari seorang yang terlahir dengan kehidupan emasnya—Anna tertegun, karena lutut kaki pria itu jatuh ke lantai, pria ini berlutut di hadapannya, dan dia adalah pewaris tunggal Ruan, yang selalu tampil dengan kepala yang terangkat tinggi.


"Tuan muda Ruan, anda jangan berlutut padaku." Anna membangunkan posisi pria itu, Ethan tetap bertahan di posisinya, menolak bangun.


"Kau pantas Anna, bukan hanya mendapatkan kasih sayang, namun juga penghormatanku." Ethan duduk berlutut dan mengambil dua tangan Anna kembali dalam genggaman tangan yang terjalin saling mengerat di tiap detiknya di atas pangkuan sepasang kaki Anna, dan kepala Ethan menunduk untuk mengecup punggung tangan dingin gadis itu, degup jantung mulai kehilangan kestabilan mengatur ritmanya, duupp-dup-duuup.


"Ethan!" Anna ingin meledak dalam situasi manis ini, dan bait hatinya terguncang rasa manis yang membuat dada ringkihya sesak dan tak bernapas sebentar mendengar satu kalimat pria itu, hatinya tergetar ingin memeluk pria ini dalam tangannya. Diam dalam keheningan sebentar, berseru menepis perasaaannya kembali, "Ethan kau tidak perlu seperti ini."


Ethan mendongakkan kepalas sebentar, satu tangannya turun mengulur ke bawah, mengambil satu kotak merah dalam saku celananya.


Deg! Kotak merah.


"Anna." Ethan membuka kotak cincin. Ada sepasang cincin di dalam kotak.


Cincinnya terlihat polos, tanpa mata berlian, namun sangat elegan dalam satu tampilan di bawah sinar lampu.


"Apa lagi ini?" Anna berpura-pura bodoh menutup dadanya yang berdegup gugup, suaranya serak dalam setiap katanya, bagaimana dia bisa sanggup mengutarakan penolakkan pada pria ini, tembakan hari ini adalah tembakkan ketiga, pria ini belum menyerah untuk dirinya.


'Aku juga menginginkanmu, Ethan.'


"Ini lamaranku, Anna. Aku tidak ingin hanya menjadi kekasihmu, aku ingin lebih dari itu, jadikan aku suami masa depanmu...," utara Ethan dengan mendongakkan wajahnya dan menatap lekat pada Anna yang kembali mematung di wajahnya, namun hatinya telah berlari dan melompat tidak karuan, dup-dup-dup.


'Aku juga ingin, tetapi...,' Anna menggigit batinnya sendiri, dan hanya berkata sindiran untuk dirinya sendiri, "Ethan kita masih belasan tahun, suatu saat ketika kau berusia lebih dewasa dari hari ini, akan banyak wanita yang lebih pantas dari diriku."


Anna menutup kotak cincin, dia jatuh dalam ketidakpercayaan dirinya.


Ethan menggelengkan kepalanya, membuka kotak cincin kembali, dan lirih berkata, "Anna, aku menyukai seseorang bukan karena dia harus pantas memiliki derajat yang sama dengan diriku, tetapi aku menyukaimu karena...."


Deg!


Anna menelan ludahnya, glek!


"Karena apa?"


Ethan membuka kelopak matanya, menunjukkan sepasang matanya terlihat tajam dan isi mulutnya terlontar, "karena jantungku memilih berdetak melihatmu, Anna."

__ADS_1


"Konyol,kan?" —Ethan terkekeh sendiri


— "aku jatuh cinta padamu, Anna. Aku bersungguh-sunguh."


"Tetapi...," Anna malu akan dirinya sendiri, apalagi jika dia ingat dirinya telah membeli restu akan hubunganya dengan Ethan, di saat itu, dia sadar, dia hanya lah kemiskinan yang bersikap congkak ingin meleburkan diri bersama kemewahan yang mengikuti Tuan muda Ruan, dan dia merasa rendah diri dalam satu kejutan akan satu kalimat Erald Ruan yang menegur dalam benaknya.


'Aku bisa di beli olehmu, tetapi yang lain, tidak akan bisa kau beli.'


Kalimat itu menghujam jantungnya sebentar, dia telah berani menampar wajah Ruan, jika berlaku dengan modal ketulusan mencintai Ethan Ruan. Keluarga Ruan akan menertawakannya.


'Apa aku harus menolak lagi? tidak !aku tidak tega.'


Namun menolak Ethan, hal ini juga akan melukai hatinya sendiri, jauh di dasar sana, dia tidak bisa memungkiri perasaannya sendiri, 'aku menyukaimu, Ethan. Aku ingin menjadi bagian masa depanmu, Ethan.'


Satu kalimat pengakuan itu hampir terlontar, hanya saja bibir Anna terkatup keras kemudian, ini bukan waktu yang tepat, dia ragu akan rintangan di depan mereka, 'kasihan ibuku, Ethan. Aku tidak bisa membawa ibuku dalam masalah.'


"Ethan." Anna terlihat ragu sebentar, dan baru melanjutkan kalimatnya, mencari alasan untuk menghindar menjawab, "bisakah aku menunda menjawabnya, setidaknya...."


Ethan menatap terlihat menunggu kalimat selanjutnya, Anna ragu mendapatkan tatapan itu, membuat pria ini menunggu lama pastilah akan menjadi boomerang bagi dirinya sendiri, "hmmm....,—Anna menghindar tatapan mata Ethan—" kita akan bicara, setelah Joe pulih, kau harus menyelesaikan dengan dirinya. Okay."


"Okay!" jawab Ethan kemudian bersamaan dengan terkatup kotak cincin kembali, dan dia berdiri kembali dengan wajahnya hitam  kontras  menghias wajahnya, dan mendengus dalam hatinya, 'baiklah aku tidak perhitungan hari ini denganmu, karena....'


Ethan  mengejek dirinya, 'baiklah Tuan muda Ruan  serakah hari ini, oleh serakah, Tuan muda Ruan ingin bertanggung jawab.'


Ethan berbalik membelakangi Anna, dan menangkap bibir serakahnya sendiri masuk dalam mulutnya, dan berjalan melangkah dingin ke luar pintu.


Anna bangkit berdiri mendapatkan punggung dingin, mengira Ethan telah marah padanya, "Ethan!" seru Anna memanggil, pria itu hanya bergeming sedikit dengan kepala miring sedikit ke samping, dan suaranya rendah hanya menjawab, "ada apa?"


Anna kikuk sebentar, menjaga harga dirinya, dia hanya berkata, "setelah keluar, tolong tutup pintunya, yah."


Ethan memintal lidahnya, dan mengejek Anna dalam hatinya, 'kau masih bersikeras hati, kau pura-pura tidak menginginkanku, yah.'


Ethan berbalik sebentar, senyumnya simpul menyembunyikan isi hatinya, langkah kakinya berbalik kembali pada Anna, membuka kotak cincin, mengambil cincin yang paling kecil, mengambil jemari Anna.


Anna akan menarik jemari tangannya, namun Ethan menahannya kembali, dan terdengar mendengus, "aku hanya mencoba, apakah kali ini salah ukuran?"

__ADS_1


Deg!


Anna terdiam sekaligus tersipu. Ketika, Ethan menyematkan cincin di jari manisnya, dan kelopak mata pria itu terangkat, dan bibirnya melengkung tersenyum seperti bulan sabit, dan barulah dia berkata, "Anna, kali ini... aku tidak salah ukuran."


"Iya," jawab Anna tersipu, sekaligus kehilangan kata-kata untuk mendorong pria ini. Sepasang mata indahnya, kini hanya terpaku pada cincin yang tersemat di jari manisnya, ukiran nama mereka bedua terukir jelas.


Anna & Ethan


"Kau sudah menjadi kekasihku, Anna." Ethan tersenyum sombong, dan satu jari telunjuknya menyentuh ujung hidung Anna, seakan membangunkan gadis ini kembali ke nyata.


Anna memintal lidah dalam mulutnya, dan mendesis kemudian, "Ethan kau licik, kau menjebakku untuk menerimamu."


Ethan tersedak akan tertawa, namun lebih memilih menahannya. Situasi manis bukanlah hal yang harus menjadi lelucon, dia ingin hal yang lebih manis sebagai penutup.


Ethan menutup kembali kotak cincin, seraya wajahnya menunduk, dan sedikit miring mendapati wajah Anna.


Anna kikuk sebentar.  Menahan napas  dan berusaha mencubit dirinya, agar menahan dorongan untuk menerima ciuman Ethan.


Dup—dup—dup.


Anna hendak menundukkan wajahnya karena malu, tetapi tangan Ethan menahan dengan menopang dagu Anna, sedikit mendongak ke atas. Ethan mendekatkan wajahnya pada Anna. Semakin dekat dan lebih dekat.


Anna tidak berani melihat, seakan malu akan sepasang mata yang terlihat memikatnya dalam jebakan manis. Tak kuasa menolak, Anna  memejamkan matanya .


Cup...


Ethan mencium sekilas bibir Anna, dan Anna perlahan membuka kembali matanya yang terkatup erat awalnya, dan mendapati sepasang mata yang sangat memikat seluruh inderanya, dan  degup jantung malah berdetak lebih cepat, dup—dup—dup.


Ethan membisikinya kembali, "aku sangat mencintaimu, Anna."


***


Notes:


penggemar Anna &Ethan, jangan lupa bergabung GC dan jangan lupa vote koin/poin mu yah...

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2