Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
Jatuh Cinta Tanpa Alasan


__ADS_3

Lauren mengangkat gelasnya. Di sisinya ada seorang pria paruh baya. Mereka sedang duduk mematung dalam keriuhan pesta yang telah berakhir. Satu demi satu teman pesta berpamitan dan pergi meninggalkan ruangan. Hanya tersisa  Emily duduk bersimpuh dengan wajah penuh ketakutan.


"Apakah kita akan ketahuan,Grey?"


Pria bermata abu-abu itu memutar gelasnya dan dia menatap Lauren, "Sepertinya tidak akan ketahuan dengan cepat. Anak buahku bisa di percaya."


"Sudah ku katakan. Kau harus meminta mereka  membunuh Anna di saat itu juga. Bukan menyetujui mereka untuk bermain dengan kehormatan Anna."


Lauren melongos sedih. Dia segera bersandar pada dada Grey, kekasih gelapnya selama ini.


"Gadis itu tidak pantas kau biarkan hidup sedetikpun. Gadis itu telah membuat kami jatuh miskin. Lihatlah, aku telah kehilangan segalanya."


"Aku ingin membuat Anna malu. Demi mengangkat masa depan Puteri kita. Tidak aku sangka, mereka memiliki bala bantuan begitu cepat."


Grey melepas cerutu dari jemarinya. Meletakan begitu saja di meja. Pandangannya tertuju akan kekuasaan yang di bawa Erald, paman Ethan.


"Dia masih memiliki paman yang masih menguasai bisnis hitam. Namun, aku lebih hitam daripada si pincang itu. Pria itu akan ku kalahkan, dengan cepat! Karena telah menghancurkan markasku!"


Lauren mengangkat pandangannya menatap Grey, yang terlihat jauh berpikir sesuatu.


"Sekarang apa yang ingin kau lakukan?"


"Bermain trik tanpa harus menggunakan kekerasan. Untuk menghancurkan lawan. Itulah rencana selanjutnya."


"Jangan sebut. Kau ingin menggunakan Emily untuk menjebak Ethan."


Grey mengangkat alisnya, "Didikan Eduard, suamimu membuat puteriku Emily seperti gadis kaca. Di sentuh sedikit, tangisnya langsung pecah begitu saja. Aku harus mengubahnya."


Lauren memandang ke ujung sepatu merah miliknya. Di dekat sepatunya, Emily bersimpuh menyedihkan.Lauren menjulingkan matanya, dan memperlihatkan raut ekspresi tidak suka pada puterinya. Lemah dan tidak berdaya adalah sikap yang paling membosankan untuk di lihat.


"Dia tidak di sukai Ethan. Sedikitpun, tidak ada." Lauren kesal dan hampir melempar isi gelas kepada wajah puterinya.


"Ethan tidak akan pernah tergoda pada gelas kaca yang mudah pecah. Kita harus memberikan gelas yang sama persis dengan Anna. Gelas yang tidak mudah pecah. Ethan Ruan tidak pernah menyukai gadis cengeng." Grey menahan napas.


Emily menggelengkan kepala, "Paman. Kau salah. Ethan bahkan tidak mengetahui mengapa dirinya jatuh hati pada Anna. Segala sesuatu di dunia ini,  terlihat banyak sama dan lebih bagus . Namun, sebuah perasaan yang datang dan menetap tidak akan mudah berganti begitu saja. Walau kau menyediakan seribu yang terlihat mirip Anna, Ethan akan dengan mudah mengenal Anna miliknya. Ethan jatuh cinta tanpa alasan. Sebanyak mungkin kau mencari alasan Ethan menyukai Anna, kau tidak akan menemukannya. Karena segala sesuatu pada Anna, Ethan selalu akan menyukai gadis bak  ilalang liar itu."


Grey terlihat menyipitkan matanya.


"Jatuh cinta tanpa alasan, sangat menarik!"


"Padahal puteriku begitu cantik," keluh Lauren.


"Cantik itu tidak akan berguna di mata Ethan Ruan. Dia menyukai gadis polos rupanya. Lihat saja, aku akan membalasnya. Saat ini kalian hanya perlu bersembunyi."


"Apakah anak buahmu akan membongkar identitasmu?"


Grey menggelengkan kepala, "Tidak! Hal ini tidak akan terjadi. Kami kelompok yang kuat dan setia. Mereka lebih baik mati, daripada membocorkan identitasku."


"Aku sangat membenci Ruan. Mereka telah merendahkan anak kita, Grey!"

__ADS_1


"Hmm .... Walau aku tidak bisa menjatuhkan pewaris Ruan. Namun, setidaknya aku bisa membuat dirinya dan Anna untuk berpisah."


"Bagaimana caranya?"


Plok!plok!plok!


Grey menepuk tangannya.


Kret! Tidak lama seorang gadis cantik dengan penampilan sederhana, masuk ke dalam ruangan. Terlihat sekilas, dia mengadopsi penampilan Anna.


Emily mengangkat pandangannya. Gadis itu terlihat menyerupai Anna. Polos dan elegan terlihat di luar. Namun, sepasang matanya dalam seperti singa yang pandai mengaum.


"Dia?"


"Namanya Angel.  Dia adalah calon tunangan Ethan selanjutnya?"


Emily mengerut alis. Lauren pula ikut terlihat bingung.


"Angel Kim? Bukankah dia anak konglomerat itu."


Grey terbahak.


"Dia Nina. Puteri kita. Apakah kau lupa? Kita memiliki Puteri kembar, Emily bersamamu dan Nina bersamaku. Hanya saja karena operasi plastik. Aku mengubahnya menyerupai Angel."


Lauren terpana. Dia segera berdiri dan akan bersiap memeluk puterinya yang lain. Namun, Nina segera menepisnya.


"Jangan menyentuhku. Aku tidak suka sentuhan wanita kotor."


Grey menyipit dan segera merangkul Nina, "Dia ibumu, sayang."


"Aku hanya menurut pada ayah. Bukan pada ibu. Aku tidak memiliki ibu."


Lauren menahan napasnya. Nina dan Emily terlihat memiliki perbedaan yang begitu banyak. Nina, memiliki sifat yang tidak akan mudah tersentuh siapapun. Emily rapuh dalam keadaaan.


"Aku rasa Nina, gadis yang pantas merebut hati Ethan dari Anna."


"Tentu. Saat ini kita memanggilnya Angel."


"Lalu, Angel?"


"Dia sudah mati," sahut Nina melongos kemudian. Dia berjalan ke tengah ruangannya, dan dia  duduk berjongkok berhadapan dengan Emily.


"Aku memiliki kembaran tidak berguna seperti dirimu. Padahal kehidupanmu lebih nyaman daripadaku. Aku dan ayah selalu berpindah-pindah hanya untuk menjadi penguasa kegelapan!"


Lauren terbahak keras, "Oleh itu Nina kau harus mengajarkannya."


"Dengan senang hati. Aku akan mengajari saudari kembarku."


Nina mengambil jarum suntik dari saku dompetnya.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau lakukan?" Emily terkejut. Lauren ikut membola pada Grey.


"Tidak apa Lauren. Itu hanya sedikit narkoba, agar mengubah Emily menjadi lebih berani. Emily terlalu cengeng, Lauren!"


Nina meraih lengan Emily, mencengkeramnya sebentar, dan berteriak kemudian, "Gadis lemah hanya akan menyusahkan orang lain."


"Awww!" jerit Emily kala sebuah jarum menembus daging. Cairan itu bercampur dalam darah daging seketika.


Emily lunglai seketika. Untuk pertama kalinya, tubuhnya menerima zat asing yang membuat dirinya haus, lelah, dan terkulai kemudian.


"Aku hanya menyuntikan narkoba, agar dia berani bertindak merebut seseorang yang dia suka."


Lauren duduk memeluk Emily,"Emily bangun itu hanya suntik hormon agar adrenalin dalam dirimu lebih meningkat. Jangan menakuti ibumu."


"Dia hanya sedang shock akan jarum besar. Dia akan segera bangun, dan terlihat berbeda."


Nina berdiri kemudian. Membuang suntik sembarang tempat.


"Ayah aku pergi dulu."


"Kau akan?"


"Hari ini adalah jadwal kencan buta bersama Ethan Ruan. Pria yang telah mencampakkan saudari kembarku itu."


"Semoga beruntung mendapatkan hatinya. Angel Kim."


Nina tersenyum.


"Nina sudah mati. Jangan pernah memanggil Nina. Aku bangkit dalam kehidupan Angel Kim. Aku angel, gadis yang terlihat malaikat. Ternyata adalah iblis kecil yang suka menguliti daging mereka."


"Puteriku memang sangat hebat."


"Kau tidak sia-sia membesarkan diriku, ayah."


Grey mengelus rambut panjang puterinya.


"Nina."


"Angel Kim," interupsi gadis bermata indah dengan warna coklat almond itu.


"Angel, aku yakin kau akan menjadi istri pewaris Ruan."


Nina tersenyum dan melirik sinis pada Emily, "Aku akan mempermainkan pewaris Ruan itu. Mempermainkan karena telah berani menginjak saudari kembarku."


"Aku akan selalu mendukungmu."


"Sepatu tumitku akan menghancurkan pelabuhan hati pria bernama Ethan Ruan. Melubanginya."


...꧁❤•༆Anna & Ethan༆•❤꧂...

__ADS_1


...I Love You , Ethan Ruan ❤️...


__ADS_2