Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
Rahasia Orang Kaya Itu Mengerikan


__ADS_3

Anna baru menyelesaikannya  ujiannya. Dia keluar urutan kedua setelah Nick yang pertama kali menyelesaikan ujian.


"Anna."


Anna menoleh ke asal suara. Nick terlihat pucat menyapa dengan gugup berdesir di dadanya.


"Hai, Nick?"—Anna tersenyum— "Bagaimana keadaanmu?"


"Buruk!"


Nick dan Anna bersama-sama menghela napas. Berita kehamilan Gita menyebar begitu saja. Bahkan menyeret kehidupan pekerjaan ayah Nick. Ayah Nick di mutasi karena aib Gita dan Nick yang menghebohkan kota.


"Mengapa buruk? Apakah terjadi sesuatu pada Gita?"


Nick menggeleng.


"Aku hanya ingin berpamitan denganmu, Anna. Setelah kelulusan. Aku tidak akan berada di kota ini. Ayahku di mutasi!"


Anna berjalan mendekat, "Bagaimana dengan Gita? Bukankah dia mengandung anakmu."


Nick menunduk. Ada rasa malu menampar wajahnya keras, kala mengetahui gadis pujaanya selama ini malah menyebut dosanya.


"Ayah ibuku akan mengambil anak itu setelah dia lahir."


"Kau tidak akan bersama Gita? Kau tidak ingin Gita? Keluargamu hanya ingin anak dalam perut Gita saja."


Nick mengangguk.


"Tidak adil untuk Gita. Dia yang mengandung dan melahirkannya. Lalu, kalian hanya anggap dia tidak ada andil begitu."


Anna terlihat kesal.


"Segala sesuatu telah di putuskan orangtuaku. Aku tidak ingin menjadi beban lagi."


"Gita sangat kasihan. Tidak bisakah kau membujuk orangtuamu."


Nick menggelengkan kepalanya, "Andai Gita tidak memiliki aib. Mungkin orangtuaku menyetujui."


Anna menahan napasnya. Apa yang jahat telah kembali kepada mereka? Gita di penjara dengan kehamilannya. Susan telah meninggalkan kota setelah di usir orangtuanya. Yuri hanya kembali menjadi gadis peyendiri yang tidak memiliki teman satupun.


"Aku ingin berpamit denganmu. Ijinkan aku mentraktirku makan jika kau tidak keberatan."


"Hanya itu. Tidak salah aku menemani makan sebelum kau pergi."


Ant restauran ...


"Apa ini tidak terlalu berlebihan? Kau membawaku ke sebuah restoran mahal," umpan Anna sambil menatap buku menu.


Nick tertawa.


"Aku rasa aku yang akan minder. Jika tidak membawamu ke tempat yang mahal. Bukankah kau telah terbiasa bersama Ethan."


Anna mengangkat pupil matanya pada Nick, "Kami jarang makan bersama. Dia sangat sibuk."


Sibuk bersama Emily, lanjut Anna dalam hatinya.

__ADS_1


"Pilihlah dengan bebas, Anna. Jamuan pertama sekaligus terakhir."


"Jangan menyebut terakhir," sergah Anna.


Jika aku memiliki kesempatan, maka di waktu itu akan mengejarmu lagi dan menyingkirkan Ethan. Aku akan berusaha lebih keras lagi.


Nick tersenyum akan pemikirannya sendiri. Sementara itu Anna tampak selesai menulis pesanan pada buku pesanan. Nick mengikuti dan memberikan buku kembali pada pelayan restoran.


"Setelah lulus sekolah, kau akan melakukan apa?"


"Entahlah. Aku belum memikirkannya. Aku lebih suka bekerja."


"Lagipula kau memiliki Ethan," ujar Nick terdengar menyindir kehidupan yang mudah kelak di depan mata Anna.


Anna berkedip sebentar. Nama Ethan di sebut. Dia teringat akan pesan Ethan yang belum dia balas.


"An—" Nick akan membuka perbincangan kembali. Namun, terhenti kala tangan Anna merogoh ponsel dan pandangan gadis itu tertunduk cerah dengan dua jempol yang terlihat menekan papan ketik ponsel.


"Terlihat senang? Pesan Ethan?"


Anna mengangguk seraya meletakkan ponselnya.


"Dia pasti sangat menyukaimu. Apakah kalian sudah resmi?"


Anna menggelengkan kepala dan hanya berbohong di hadapan Nick, "Belum."


Nick tersenyum sedikit aneh. Namun, sepasang matanya terlihat berkilat tidak suka akan sosok Ethan.


"Lebih baik mencari pria yang sederhana. Yang terlampau kaya, itu akan sangat rumit."


Tidak lama kemudian. Makanan telah tersaji.


"Mari makan," ajak Nick. Baru saja Nick akan mengangkat sendok dan garpu, ada bayangan hitam terlihat mendekat meja.


Nick mendongakkan pandangannya. Pria itu kini telah duduk di sisi Anna.


Pria itu Ethan Ruan.


"Kau mentraktir?"


Nick kikuk dan hanya merespon cepat dengan anggukan kepala akan pertanyaan Ethan yang tiba-tiba.


"Jamuan perpisahan?"—Ethan mengambil garpu dan pisau— "Aku dengar ayahmu di mutasi? Dan kau akan berangkat ke negara lain, untuk melanjutkan sekolah bisnis."


Tidak ada yang tidak diketahui oleh Ethan Ruan. Bahkan kehidupan kecilku pun dia perhatikan.


Nick hanya berkomentar dalam hatinya, dan memaku bibirnya untuk diam.


Ethan terlihat menurunkan matanya dan mulai memotong steak daging pada piring Anna. Setelah potongan itu selesai dengan irisan kecil sempurna, dia mendorong piring ke hadapan Anna.


"Kau tidak makan?"


"Melihat kau makan bersama pria lain. Membuatku benar-benar kenyang oleh rasa cemburu."


Anna terbahak tanpa suara.

__ADS_1


"Bukankah kalian tidak memiliki hubungan? Mengapa harus cemburu Tuan  muda Ruan, yang baru saja batal pertunangan," sindir Nick panas di atas meja makan.


Ethan menatap Nick, "Aku dan dia tidak ada hubungan. Hanya saja aku penggemar berat. Sang penguntit yang tidak mengijinkan dirinya kencan dengan siapapun."


"Ehem!" dehem Anna keras.


Nick kehilangan kata-katanya. Kalimat Ethan jelas tidak akan memberikan kesempatan untuk Nick mendekati Anna.


"Oh iya, selamat yah Nick sebentar lagi menjadi ayah. Dalam 8 bulan kedepan lagi, kan?"


Nick tersenyum kecut.


"Terimakasih atas perhatianmu. Aku merasa senang akan menjadi ayah muda dari sekarang."


"Ethan bisakah kau tidak menyinggung?" protes Anna.


"Itu tidak menyinggung. Hanya saja mengingatkan Nick untuk mengurusi istri dan anaknya kelak. Jangan sibuk mengajak yang bukan istrinya untuk berkencan."


"Aku dan Anna, hanya berteman!" potong Nick sarkas.


Nick tiba-tiba meletakkan sendok garpunya. Dia segera berdiri, "Maaf, Anna. Aku lupa ada janji dengan ayah. Aku harus pulang cepat."


"Nick?"


Nick terlihat berpura-pura melihat jam dan melambai tangan kemudian, "Aku pergi dulu."


Anna melirik pada Ethan segera setelah bayang Nick hilang di pintu restoran.


"Apakah kau akan selalu bersikap monopoli seperti ini?"


"Iya nih,"jawab Ethan spontan.


"Tidak adil. Aku bahkan tidak melakukan apapun terhadap mantan tunanganmu."


Ethan mencubit hidung Anna, sengaja membuat Anna tidak bernapas sebentar, "Kau tidak perlu melakukan apapun. Karena, aku bisa menjaga diriku. Bukan hanya dari mantan tunanganku. Namun, dari setiap populasi wanita di dunia ini."


Anna menurunkan tangan Ethan. Dia mengambil udara sebanyak mungkin untuk bernapas.


"Emily begitu cantik. Tidak tergoda walau sudah seminggu bersama tinggal di atap yang sama dengannya? Apa yang kau lakukan?"


"Satu minggu aku hanya mendengar dia mendongeng cerita sedih. Cerita yang sama."


Anna melirik pada Ethan, "Kau tidak kasihan padanya?"


"Awalnya aku sangat terpuruk."


"Lalu?"


"Namun, bebanku hilang setelah aku ketahui ayahnya mengalami kematian karena tekanan utang di mana-mana. Pertunangan adalah cara kedoknya bersembunyi agar utang itu mampu di tanggulangi untuk sementara. Sebenarnya cepat atau lambat dia akan tetap mati karena banyak utang yang dia tanggung akibat ulahnya sendiri. Jadi, ayahnya mati bukan karena terlampau sangat menyukaiku sebagai tunangan puterinya."


"...."


"Rahasia orang kaya itu mengerikan. Hanya akan mati karena tidak memiliki uang."


...꧁❤•༆Anna & Ethan༆•❤꧂...

__ADS_1


__ADS_2