
Setelah dua bayangan temannya hilang, Anna kembali pada Ethan. Jelas wajahnya tertunduk, dan terlihat sangat tidak senang, tetapi Ethan tidak peduli. dia hanya memasang wajah poker, seakan hal itu adalah hal biasa.
Ethan mengambil tangan Anna agar berjalan bersama, tetapi Anna menepis tangannya. Anna berjalan lebih dulu daripada Ethan, masuk gerbang tanpa ada yang memeriksa tiketnya, tanpa harus mengantri. Semua penjaga tampak tersenyum cerah pada Anna, dan ketika Ethan masuk, semua pegawai miliknya berdiri rapi dalam satu baris yang terbagi dua saling berhadapan, dan semua dengan seragam mengucapkan rasa hormat dalam satu kalimat yang sama, "selamat datang Tuan muda Ruan."
Anna berbalik mendengar sambutan hormat itu, mencibir dalam satu pandangan, Pangeran emas ini lahir memiliki sifat kasar seperti binatang, rupanya dia pemilik kebun binatang. Kebetulan yang sangat hebat.
Ethan tidak peduli sambutan, matanya hanya menatap punggung yang berjalan asal, bersikap dingin dan mengabaikan begitu saja. Tidak tahan, melihat Anna tidak peduli, Ethan diliput kebingungan. Mendadak, dia butuh nasihat.
dia segera memanggil Stephan yang tengah bermain biliard bersama Michael di akhir pekan. Stephan menyipit matanya, sesuai dugaannya pasti akan terjadi sesuatu, "ada apa ? kencanmu gagal.."
Michael memasang telinga, dan meletakan daun telinganya tepat di ponsel Stephan.
"Apa yang harus kulakukan? dia marah karena aku memukul temannya--"
"..."
Stephan tidak bisa berkata apapun, tetapi hatinya turut ingin menghibur Anna, "apa kami perlu ke sana?"
Michael heran, untuk apa berinisitif menjadi roda-roda lain di antara Ethan dan Anna, dia segera merampas ponsel Stephan, dan dia memberi saran, "seorang gadis akan berhenti marah, jika kau memeluknya dari belakangnya, dan bisiki dia-- aku minta maaf, aku tidak akan mengulangi lagi,"
Ethan terpaku, telinganya merah mendengar anjuran Michael. dia melihat Anna tengah berdiri menonton monyet yang tengah melakukan antraksi naik sepeda di atas seutas tali, dia kembali ke ponsel dan bertanya, "apakah itu akan berhasil?"
Stephan menjawab cepat di seberang sana, memberi peringatan, "jangan lakukan itu, jika kau tak ingin di tampar."
__ADS_1
Namun Michael di seberang sana memberikan riset dan mulai berteriak di depan wajah Stephan, "lakukan saja, aku yakin dia tidak akan marah padamu lagi. Itu berdasarkan riset buku asmara yang aku baca akhir-akhir ini--"
Stephan segera menutup mulut Michael, memutus panggilan telepon begitu saja, "Mic, berhentilah menjadi kompor. Anna akan sangat kasian. Ethan hanya penasaran sebentar, dia akan melupakan Anna jika dia sudah bosan. Seharusnya kau tau itu."
Michael memegang erat ujung tongkat pemukul bola miliknya, dia menaikkan kacamatanya yang jatuh ke hidung, raut wajahnya terlihat menyimpulkan sesuatu, "aku membantu Ethan, bukan kompor. Kau lah kompor yang ingin meledak, kau ingin Anna juga kan, kau berusaha melarang Ethan menyentuh Anan, iya kan..."
Stephan marah, "tutup mulutmu, Mic. Aku bukan pria seperti itu."
Michael menaikkan suaranya, dengan matanya terlihat bertambah curiga, "lalu mengapa kau peduli, Ethan permainkan Anna atau tidak. Kau bisa menipu Ethan, tetapi kau tidak bisa menipuku. Aku, Ethan dan kau, besar bersama di kota S******, tetapi aku adalah pendukung terbaiknya. Aku tidak akan membantu mengkhianati teman, ingat Ethan lebih dulu mengenal Anna, kau terlambat. Jadi jangan menyukai gadis yang---"
Stephan termakan emosi, menarik kerah baju Michael, namun semua isi mulutnya telah kehilangan kata-kata. dia tidak bisa mengatakan satu katapun lagi, dia hanya merasa Michael telah menyadarkan dirinya, sejak kapan dia peduli dengan gadis yang dilingkar Ethan, sejak kapan dia selalu mengikuti Ethan, hanya diam-diam ingin memiliki kesempatan melihat Anna. Strphan tidak pernah percaya pepatah--- dari mata turun kehati.
Ternyata, pepatah itu sangat benar. Stephan kacau saat ini. Bagaimana dia dan Ethan, jatuh pada selera yang sama, padahal kerap kali mereka selalu berseberangan soal rasa. Ethan suka kopi pahit, maka Stephan memilih teh manis. Sekarang, malah menyukai Anna, yang terlihat seperti susu putih yang sehat.
"Apakah aku benar? Kau suka Anna?"
Michael membuang tangan Stephan, "aku katakan padamu, kali ini kau tidak bisa memperkirakan Ethan akan cepat bosan atau tidak. Karena Anna sangat berbeda dengan Emily."
Micahel menghela nafasnya terasa berat, mereka bertiga adalah teman dari kecil, dia berusaha bersikap netral, "yang pastinya, bukan aku tidak mendukungmu, tetapi Ethan lebih dulu mengenal Anna. Seharusnya kau mengerti hal itu.
Selesai kalimat itu, Stephan keluar, dan membanting pintu.
Brak!
__ADS_1
Stephan kesal, karena Michael telah dengan tepat menebak hatinya. Apakah dia harus mundur? mengejar? atau menunggu Ethan bosan.
dia memegang ponselnya, membuka galeri ponselnya. Ada foto Anna yang terakhir dia ambil waktu itu. Beberapa hari yang lalu, dia sudah bertekad menghapusnya, namun hal itu hanya niat dan terus menjadi niat, tanpa satu kenyataan dia berhasil menghapus Anna dari galeri ponselnha, apalagi galeri hatinya. Itu sangat sulit. Karena Stephan sangat pemilih, dan sangat sulit menjatuhkan pilihan, jika di pikir-pikir dia dan Ethan terlahir dengan kriteria pemilih yang ketat. Tidak di sangka, kali ini tipe mereka sama.
***
Ethan masih berdiri mengamati, tidak melakukan apapun, dia jatuh bingung untuk pertamakalinya, dua panesahat kali ini tidak memiliki satu suara yang sama. Michael mendorongnya memeluk Anna, namun Stephan memperingati jangan melakukan hal itu, jika tak ingin ditampar.
Dulu dia di gigit, jangan sampai kali ini dia di tampar, jika wajahnya di tampar , dia takut malah melakukan hal yang tercela di depan monyet-monyet.
Tapak kaki Ethan berjalan perlahan, langkahnya seperti orang yang bersembunyi, tidak ingin ketahuan, namun suara Anna memperingatinya, "jangan bergerak, tetap di situ. Aku mau berjalan sendiri."
Ethan mengikuti hatinya, sepenuhnya dia berdiri mendengarkan Anna, tidak bergerak mendekati. Hanya benar-benar berdiri seperti patung, namun matanya terus pergi mengawasi ke mana Anna pergi. Anna terlihat menikmati sekelilingnya, menonton lakon-lakon binatang. Sampai Anna terlihat menghilang dari pandangannya, karena menemui rute yang terlihat jauh dari pandangan Ethan.
Ethan ingin pergi, tetapi ingat kalimat Anna tadi--"jangan bergerak, tetap di situ. Aku mau berjalan sendiri."
Satu kaki Ethan tidak berani bergerak. dia merasa sangat konyol kali ini, biasanya banyak orang akan tunduk mendengar satu ucapannya, kali ini malah dirinya yang tunduk terhadap ucapan Anna. Gadis ini memiliki magnet yang bukan hanya menarik minatnya, namun juga membuat dirinya ketergantungan.
Dia terus menunggu, di posisi yang sama, dia akan menunjukan ketulusan serta tekad seorang Tuan muda Ruan mengejar gadis yang dia sukai.
Anna belum kembali. Langit terlihat membawa awan hitam. Mendung, dalam hitungan menit awan menangis dengan derasnya, seakan ikut menguji tekad Tuan muda Ruan, dan menduga Tuan muda Ruan akan segera pergi mencari tempat teduh, agar tubuhnya tidak tersentuh air mata langit.
Tik.. tik...
__ADS_1
Hujan. Telapak tangan Anna menerima air dari langit, segera dia lari mencari tempat teduh.
***