
...Ketika aku takut kehilangan Ethan untuk selamanya. Di saat itu, aku tidak pernah menyangka akan kehilangan Ibuku untuk selamanya....
..._Anna Su_...
...꧁❤•༆Anna & Ethan༆•❤꧂...
Maaf ibu. Aku hanya ingin memberitahu Ethan, untuk berpisah sementara. Aku hanya ingin dia tahu kemana kau membawaku pergi.
Anna menggigit bibirnya. Dia menatap ibunya sesaat. Raut wajah Nana terlihat rumit, banyak hal tertoreh keras melipat keningnya. Dia mulai ragu melakukan aksinya, dia takut Nana akan menampar wajahnya setelah ini. Namun, hati kecilnya menyakinkan kembali, dia hanya perlu sedikit waktu untuk menelepon Ethan.
Hanya sedikit waktu.
Kesempatan tidak datang dua kali. Aku akan kehilangan Ethan untuk selamanya. Ethan harus mengetahui jejakku.
Tiba-tiba, Anna melepaskan tangannya dari jerat tangan Nana. Nana tersentak, dia segera mencengkram lebih kuat.
"Aku tidak akan mengijinkannya menemui, Ethan." Bola mata Nana melotot menghardik, menciutkan nyali.
Buntu.
Namun, hal ini adalah kesempatan terakhir. Tidak ada jalan lain, selain satu cara yang terbersit pada benak Anna kemudian. Mengigit tangan Nana.
Anna membungkuk dan menggigit pergelangan tangan Nana.
"Argggh!" jerit Nana, tanpa sengaja melepaskan tangan Anna.
Anna mundur barang dua langkah. Mengecap rasa anyir dalam mulutnya. Setelah memastikan Nana baik-baik saja. Anna memutar tubuhnya, dan berlari sejauh mungkin. Dia berlari sembarang arah, tujuannya hanya pada telepon umum itu. Tanpa menoleh dan memperhatikan bagaimana takutnya Nana melihat kepergian Anna yang tiba-tiba.
Nana terlihat panik akan langkah kecil langkah puterinya yang menyeberang. Anna bahkan terlihat menyebrang dengan cepat, dan masuk ke dalam kabin yang menyediakan telepon umum.
Saat ini, dia hanya tertuju pada setiap angka yang akan menghubungkannya pada seluler Ethan.
Nana bangun terkesiap, berlari mengikuti. Namun, langkah kaki seseorang yang berseberangan dengannya, mencengkalnya, dan menjatuhkannya dengan sengaja.
Bruk! Nana terjatuh. Dia kehilangan banyak langkah di belakang Anna.Panik dengan kebodohan akan apa yang di lakukan Anna. Yakni, menghubungi Ethan sekali lagi. Nana segera bangun, tidak memperdulikan bagaimana kakinya telah terseok-seok berlari dan menyeberang tanpa menoleh ke kiri dan kanan.
Tujuannya satu, merampas ganggang telepon dari tangan Anna. Dia telah berjanji pada Tiffani. Anna akan menjauhi Ethan.
Jangan hubungi Ethan lagi, dasar gadis bodoh.
Nana menyeberang dan sebuah bus datang dengan kecepatan sedang, yang tidak menyadari langkah kaki seorang wanita paruh baya yang menyeberang dengan tiba-tiba.
Brukkkk!
Suara derit bus terdengar mengerikan. Sosok tubuh terlempar begitu saja, melayang di udara, dan jatuh ke tanah. Segenap seluruh atensi setiap orang teralih. Seakan untuk pertama kalinya, melihat sebuah kecelakan yang terjadi di sekitar bandara.
Satu demi satu orang mulai berkerumun, mendekati sosok tubuh yang terlihat bergetar kuat, dengan bola mata yang terlihat mencuat tegang, dan cairan merah yang terlihat bersimbah dari batok kepalanya.
Anna berkedip, ada perasaan aneh dan sakit menyelinap bersamaan. Hal itu membuat dia biru sekaligus nelangsa saat ini.
"Ada kecelakan!" jerit seseorang ikut mengalihkan atensi Anna. Tiba-tiba, jantungnya begitu sesak. Dia baru saja mengangkat ganggang telepon, dengan jemari tangan yang baru menyelesaikan nomor Ethan, dan saat ini nada sambung telepon mulai berbunyi, tuts-tuts-tuts.
__ADS_1
Seakan hanya tinggal menunggu Ethan meerima panggilan.
"Ada kecelakan," seru setiap orang dalam kabin yang terlihat mulai berhambur keluar. Sepasang mata Anna berkedip kacau.
"Hallo," sapa pria di seberang sana. Tidak mampu membangunkan Anna yang terlihat linglung.
Siapa yang celaka?
Anna cemas dan rasa gugup mengacaukan pendengarannya. Dia mengabaikan suara Ethan, memanggilnya dari seberang sana.
"Hallo, dengan siapa berbicara?"
Tangan Anna mendadak dingin. Dia mendadak tuli. Wajahnya sekejap pucat. Panik. Dia mengedarkan pandangan. Kabin telepon telah kosong.
Kemana setiap orang?
Anna terlihat jatuh bingung.
Dup! Jantung Anna melompat tinggi, kala dia menemukan ada sesuatu yang janggal. Dia menoleh keluar kaca yang membingkai dirinya. Banyak kerumunan terlihat mengepung sesuatu yang tak terlihat oleh matanya. Kendaraan yang berlalu-lalang lancar awalnya. Kini, terlihat macet dan berhenti bergerak total.
Siapa yang celaka?
Tangan Anna bergetar, menjatuhkan ganggang telepon, dan tampak seorang pria muda di seberang sana memutuskan panggilan. Baginya, panggilan itu hanyalah panggilan kosong yang iseng. Walau, dia merasa sedikit gelisah kemudian. Karena, hanya sedikit orang yang mengetahui nomor seluler pribadinya.
Sementara itu, Anna merapatkan tangan pada dadanya. Meninju dadanya, berharap bukan seorang yang dia kenal, yang telah mengalami kecelakaan.
Semoga itu bukan ibu.
Siapakah yang celaka itu?
"Permisi," ucap Anna meminta kesempatan untuk maju dan makin maju, "Siapakah yang celaka?"
Anna maju mendesak dan hingga dia berada di barisan terdepan, dan mampu melihat sosok yang terbaring kaku, dengan sepasang mata yang mencuat, dan bibir yang terlihat bergetar.
"Siapa ini?" Anna berkedip, bibirnya bergetar. Dia linglung dalam kesesakan. Dia ingin bersikap munafik saat ini, dia tidak mengenal wanita itu. Wanita yang bersimbah darah.
Dia bukan Nana Su. Dia bukan ibuku.
Namun, sepasang lututnya melemas. Biji air matanya jatuh pecah, dan bergulir jatuh turun. Kini, dia berjalan cepat dengan menyeret lututnya mendekat pada ibunya.
"Bu ...," lirih Anna Isak dan hampir tak terdengar. Dia duduk memangku kepala berdarah itu dalam pangkuan kedua belah kakinya.
"Ibu ...," lirih Anna gegap gempita dalam kegelapan. Sepasang mata wanita di bawah payung wajahnya, terlihat membola miring, dan menatap dalam payung mata yang terlihat sulit terangkat kembali. Napasnya terlihat satu demi satu, dan berat terdengar.
"Ambulance telah datang, mohon kerjasamanya."
Sebuah tandu datang. Tiba-tiba seorang datang, mengajaknya untuk bergeser, untuk melepaskan tubuh ibunya.
Tidak ingin berpisah. Anna berkeras memeluk ibunya.
"Kami ingin menyelamatkan ibumu. Jadi, berhentilah menangis dan mohon kerjasamanya," pinta petugas ambulance itu lembut, dan tangan Anna lunglai ke tanah melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Nana dibopong perlahan menaiki tandu. Sementara, Anna masih duduk bersila dengan banyak bercak darah pada pakaian dan telapak tangannya.
"Kau ikutlah dalam ambulance," pinta petugas membantu Anna bangun perlahan untuk berdiri mengikuti masuk ke dalam mobil ambulance.
Anna bingung. Kegelapan telah terjadi. Dia masih tidak mempercayai apa yang telah terjadi. Diapun mengelap bibirnya basah karena tangis. Pandangannya telah berkabut, dan perlahan kakinya yang goyang naik masuk ke dalam ambulance.
Anna menggenggam tangan ibunya, dan berharap tangan itu terus hangat, dan dia mulai menyesal apa yang telah dia lakukan. Bergerak kacau hanya karena seorang pria bodoh, dan mengancam kehidupan ibunya sendiri.
Ketika aku takut kehilangan Ethan untuk selamanya. Di saat itu, aku tidak pernah menyangka akan kehilangan Ibuku untuk selamanya. Aku telah menjadi noda dalam mata ibuku. Aku adalah kotoran dalam mata ibuku sendiri, hanya untuk hubungan tersesat ini. Tolong, ibu jangan mengutukku.
...꧁❤•༆Anna & Ethan༆•❤꧂...
Author note: Besok lagi yah lanjut ...
Nggak perlu baca kegabutan di bawah kalimat ini ... 🕯️🕯️🕯️🕯️
.
.
.
.
Rhema part ini: seorang ibu akan berkorban untuk puterinya. Cinta itu untuk puterinya sendiri. Yang pastinya, semua ibu tidak akan membenci apa yang telah di lakukan puterinya. Walau, itu terlihat sangat salah, namun hal itu menjadi terbaik untuk dimaafkan karena menyelamatkan Anak sendiri yang lagi bucin ih ih ih 👻
Apa kata Tiffany nanti yah pas tau Nana celaka? Tiffani oh Tiffany, apa yang akan kau lakukan lagi buat singkirkan Anna, biar nggak menguras hati Ethan untuk jatuh hati lagi 👻 makin kasihan Ethan tau Anna dah nggak ada ibunya nih 👻
Tiffany ini nama terinpirasi dari keponakan aku Lo, 👻 Tante tggu pas gede nnti, Tiffany harus galak kaya mama Ethan, sebentar-bentar kasih duit... kasih duit ... kasih cek!! Ayo dopleng kekuasaan Tiffany.
Tiffani: aku masih kecil, Tante.
#Selamat hari paskah# 16/04/22
Tiba-tiba aja teringat ma mommy.
RIP My Love, RIP My Mother.
"i'm sorry yah mom! i can do it. Fight!"
Moodbooster- song : Maaf dari surga 👻
#Sumpah aku ngakak nulis part ini, antara rindu sendiri dan geli sendiri# ha ha ha#
Yang kangen ibunya di sorga, jangan baper baca part ini yah👻
Author terinpirasi bikin celaka ini Nana Su akibat delusi Jumat agung kemeren. Oh tidak maafkan inspiratif yang penuh inisiatif. Segala sesuatu bisa jadi ide dadakan. Asal bukan mati dadakan.
Tuhan memberkati. GBU.
He he he 👻
__ADS_1
Salam manis 🕯️