Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
Aku Tidak Akan Kembali Padanya


__ADS_3

Nana hanya mendongakkan wajahnya sebentar pada Aldrich. Menunjukkan beratap bibirnya bergemetar untuk mengunci rapat mulutnya.


"Kau tidak berkata. Maka, aku akan menyelidikinya sendiri."


Nana menggelengkan kepala. "Tidak perlu. Bisa kah kau melupakannya? dan anggap kita tidak pernah bertemu?"


Aldrich kembali Ke mejanya dan tampak mengirim pesan ke seseorang. Setelah pesan terkirim dan di baca oleh sosok pria bertopi lebar di seberang sana, Aldrich melempar kembali ponselnya ke dalam tasnya.


"Aku pulang.Terimakasih banyak sudah membantu," pamit Nana. Namun, Aldrich lebih cepat melangkah dan menghadang kepergian wanita itu.


Ingin pergi begitu saja, dan membuat keponakanku jatuh ke lubang kotoran lagi


Aku bukan paman seperti itu. Aku akan membina hubungan baik dengan Anna Su. Bukan, dia Anna Lu. Puteri beharga Lu.


Aldrich tersenyum miring, "Andai kau tidak pernah muncul di sini. Mungkin aku tidak akan pernah ikut campur urusanmu. Walaupun, aku dan Eldrich telah mengetahui sejak lama tentang Anna. Kami memutuskan diam. Tetapi, kau telah melukai Puteri beharga Lu."


Nana terkekeh besar dan gelombang Isak datang menyerbu dadanya, dia duduk merosot ke tanah, dan memegang kaki emas pria paruh baya tersebut, "Jangan mengambil puteriku Jika kau merampasnya, bukan kah kau ikut serta mencongkel jantungku dengan paksa. Aku akan berhenti bernapas setelah kalian merebut Anna dariku."


Aldrich merosotkan dirinya duduk berjongkok, "Nana Su ... bisakah kau berhenti berpikir semua orang hadir hanya untuk memisahkanmu. Kau terlalu penakut dan terlalu ketat mengikat kehidupan puterimu. Jangan menyiksa diri dengan perasaan mencurigai orang lain. Kehidupanmu hari ini tidak akan pernah sama dengan kehidupan esok hari. Walau bulan dan matahari tampak sama setiap harinya."


"...."


"Anna butuh ayahnya. Butuh paman. Butuh saudara lelakinya."


Nana menggelengkan kepala, "Tidak! Eldrich Lu hanyalah pria yang meludahkan dosa. Namun, tidak bisa membersihkannya."


Aldrich mengulurkan tangannya, meraih bahu bergetar Nana. Tatapan matanya tajam akan melindungi, "Hubunganmu dengan Eldrich, telah berakhir. Tetapi, kau tidak bisa menyebut Anna tercipta berasal dari dirimu sendiri. Ada darah Lu yang mengalir dalam dagingnya. Dia anak Eldrich."


"Aku tidak ingin mengakui. Walau semesta mengutukku."

__ADS_1


"...." Aldrich menatap nanar. Dia bahkan sangat sulit untuk menutup setiap lubang besar yang menganga lebar kebencian Nana pada Lu.


"Dia menyakitiku. Bahkan, setelah belasan tahun dia terlihat bahagia dengan rumah tangganya, dan melupakan janjinya padaku. Dia bajingan yang tidak seharusnya aku kenal dari awal," rengek Nana dengan mata membola mendung.


"Kau bodoh Nana! Siapa yang memintamu menderita belasan tahun? Bukankah luka hati itu, yang mampu menyembuhkannya adalah dirimu sendiri. Kau terus terpuruk berharap Eldrick memungutmu. Itu akan menyakitimu. Hal itu tidak mungkin terjadi. Adikku pun memiliki harga diri dan rasa malu untuk bertemu dirimu lagi."


"Apakah dia malu akan dosanya sendiri?"


Aldrich menganggukan kepala. "Dia tidak pernah berani mengangkat kepalanya. Dia takut bertemu denganmu. Oleh itu dia memilih bersandar kepada wanita lain, yang kini telah menjadi Nyonya Lu."


Nana terbahak keras, "Pria memang seperti itu. Akan melupakan setelah mendapatkan seseorang wanita yang berdiri di sisinya. Kenangan dan cinta itu hanya omong kosong."


"Maka keluarlah dari kenangan itu. Berdamai dengan takdir. Kau tidak akan bisa menghapus setiap apa yang terjadi pada hari lampau. Kau hanya perlu menata apa yang perlu kau berikan pada Anna."


"Aku tidak akan kembali padanya! Hatiku patah!"


"...."


"Kau hanya perlu membiarkan Anna dilindungi ayahnya. Kau tidak bisa melindunginya sendiri. Apakah kau tidak lelah?"


"...." Lidah Nana Kelu menjawab.


"Aku kasihan sekali dengan dirimu. Kau boleh merasa kehilangan cintamu. Tetapi, kau tidak boleh menghilangkan setiap cinta yang di tawarkan pada Anna. Kau jangan serakah karena memikirkan diri sendiri."


"Lepaskan aku!" getar Nana membentak dan bangkit berdiri. Dengan langkah lunglai dia berjalan menuju pintu seraya bergumam, "Aku tidak perlu di kasihani. Aku hanya belum punya waktu untuk sembuh. Bagaimana cara menyembuhkan diri sendiri, jika semua orang mengejekmu. Kakek tua Lu sudah mati, membawa dosanya.... Aku berharap segera mati dan melihat bagaimana api neraka menghanguskan Kakek Lu. Api merah melahapnya dengan rakus."


"Nana Su. Dia masih ayahku! Kau tidak boleh menghinanya. Lagi pula kau tidak bisa menyalahkan setiap pertemuan dan setiap perpisahan."


Nana terbahak, dia menoleh sebentar ke belakang, hanya sekedar menunjukkan pupil matanya yang terlihat berkaca-kaca, "Apakah kalian pernah bisa berdiri di posisiku? Apakah kalian pernah merasakan betapa sakitnya hatiku ... Bahkan rasa sakit ku mengalahkan ribuan rujam batu yang menghajar budak."

__ADS_1


Blam! Hanya daun pintu terlihat menabrak kusen kemudian. Aldrich menatap nanar pintu. Dia terlihat menghirup banyak udara, dan dia duduk bersila kemudian, untuk mengeluarkan seluruh kepenatan di dalam dadanya.


"Seharusnya aku memikirkan perjodohan saja untuk wanita gila seperti Nana itu. Terlalu lama kosong, oleh itu karakternya sudah sangat ganas. Jika dulu dia terlihat seperti kucing liar. Kini, dia terlihat seperti singa mengaum. Ah, dia mengerikan sampai tulangku rasanya telah di rebus olehnya." Aldrich terkekeh pada dirinya sendiri kemudian. "Apakah aku harus memberitahu Eldrich tentang Anna yang telah di tindas? Ah, apa pria itu masih peduli akan darah dagingnya?"


Beep - beep- beep!


Terdengar beberapa pesan masuk ke akun media sosial Aldrich. Aldrich segera bangkit berdiri, menuju mejanya. Merogoh ponsel dari saku tas kerja bewarna hitam miliknya.


Smith. Melihat nama tertera adalah pria yang dia kirim untuk mengintai dan mengikuti Anna.


Aldrich antusias membuka pesan. Dia mendapatkan banyak photo yang di ambil secara acak dan tersembunyi.


Aldrich menyipitkan matanya. Menerka-nerka siapa yang di temui Anna. Mobil Dengan plat nomor yang sangat khusus. Hanya ada beberapa orang yang hanya akan memiliki satu angka pada platnya.


Siapa pemuda ini? dia terlihat tidak asing...


Tidak ingin jatuh ke dalam lubang penasarannya. Aldrich segera mengirim pesan pada sang pengintai.


Perjelas wajah pemuda itu. Aku ingin melihatnya lebih detail. Dia terlihat tidak asing di mataku.


Tidak menunggu lama. Bunyi, Beep! Kembali terdengar. Aldrich mengedipkan matanya akan pesan bergambar yang di kirim. Wajah pria muda itu terlihat jelas, dan dalam satu ingatan dia mengenal sosok pria yang terlihat memiliki hubungan manis dan sangat akrab dengan pria yang terlihat merangkul Anna.


"Ah, dia Ethan Ruan. Sungguh, membuat Nana terbakar rambutnya jika harus berurusan dengan Ruan. Bisa aku bayangkan bagaimana setiap kulit hati Nana telah di kuliti oleh Ruan."


Aldrich tersenyum miring dan terlihat berpikir sesaat, "Sepertinya aku harus memberitahu Eldrich. Walaupun Lu berada di bawah Ruan. Setidaknya Anna bukanlah debu yang ingin menempel di kaki anak-anak orang kaya."


......................


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2