Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
11 Rencana Kencan Ganda


__ADS_3

Hari minggu,


Anna sudah bangun pagi sekali. Akhir pekan biasanya dia akan tidur lebih banyak, tetapi tidak kali ini. dia akan menemani Pangeran emas untuk berjalan-jalan. dia mulai bingung harus mengenakan pakaian apa, jika dilihat Pangeran Emas selalu menggunakan penampilan yang membakar uang. Yang dia kenakan, semua keluaran merek ternama. Sedangkan pakaian miliknya, hanyalah--


Anna mulai membongkar semua pakaian miliknya, menjatuhkan ke lantai, semua terlihat sangat ketinggalan mode, dan terlihat tidak ada yang sebanding dengan penampilan Ethan Ruan.


Anna merasa bodoh, telah menyetujui hal ini. dia mengambil acak dress warna merah muda, hadiah ulang tahun dirinya setahun yang lalu. Hanya itu pakaian terbaiknya, tetapi sekarang panjang dress berada di atas lututnya, dia malu terlihat sexy, dia takut Ethan mengira, hari ini dia lahir menggoda.


Mengembalikan dress ke lemarinya, dia akhirnya mengambil kaus putih polos, dan celana panjang di atas mata kaki. Tidak ada pilihan lain.


Nana yang baru keluar kamar mandi, melihat banyak tumpukan pakaian jatuh berserakan di lantai.


"Kau ingin pergi berjalan-jalan?" tiba suara ibunya yang terlihat bersiap bekerja, bertanya heran karena Anna terlihat bingung memilih pakaian.


Anna menunduk, menyembunyikan sesuatu, "aku ingin ke kebun bintang dengan teman-teman."


Nana mengambil sedikit uang dari dompetnya, "ini uang jajan, berhati-hatilah dan jangan terlalu banyak membeli yang tidak berguna."


Anna memberi anggukan kepala, setelah menyelesaikan kalimatnya Nana berdandan sebentar, dan pergi bekerja.


Baru saja melewati garis pintu, Joe datang dengan wajah peluh keringat. Akhir-akhir ini Joe selalu setiap saat ke rumah, Nana merasa sangat heran anak tetangga sebelah ini terlihat sangat terburu-buru selalu. Wajah Nana terlihat memberi sinyal tidak senang, tetapi tetap memanggil Anna, "Anna, ada Joe.."


Anna segera keluar, wajah Joe terlihat seputih kertas, pasti Ethan mengerjai lagi. Sepagi ini. Sangat kasihan, "ada apa Joe?"


Joe hanya tersenyum tanpa makna, masih ada ibu Anna di sini, dia kehilangan isi mulutnya, dia menyembunyikan paperbag tepat di belakang punggungnya.


Nana melirik ke Anna, kemudian menatap Joe terlihat intimidasi  yang ketat pada Joe dan nada protektif terdengar keras, "jangan berjalan hanya berduaan, aku tidak akan mengijinkan."

__ADS_1


Joe menelan ludah. Rasanya sangat pahit. Kalimat itu seakan ditujukan sebagai tembok pemisah, bahwa ibunya tidak menyukai Joe mendekati Anna.


Anna menggeleng dan terpaksa berbohong, "kami dengan banyak orang kok."


Nana menatap percaya pada putrinya, kemudian pergi bekerja, ujung matanya sempat melirik paperbag, bungkus kertas itu terlihat seperti pakaian butik ternama, dan semua pakaian di sana di rancang sangat khusus dan perlu mengantri untuk pekerjaannya, kecuali pelanggan VIP yang selalu mendapatkan akses tiga hari selesai pekerjaan.


Nana segera menggelengkan kepala, tidak mungkin Joe memberikan hal yang mahal untuk Anna, paling itu hanya kertas yang dia pungut dari sembarang tempat.


Joe mengelap wajahnya, kesuraman wajahnya belum terlihat surut walau ibu Anna sudah terlihat menghilang di ujung jalan, kalimat Nana terasa masih sangat membekas--"jangan berjalan hanya berduaan, aku tidak akan mengijinkan."


Dengan bodoh Joe bertanya,"apa ibumu tidak menyukaiku, karena aku hanya anak miskin?"


Anna tercekat bingung sebentar, kembali ke nyata dan segera mengoreksi," tidak! ibuku akan seperti itu setiap saat untuk semua anak laki-laki, ibu memintaku untuk tidak memiliki hubungan dengan siapapun sampai aku menamatkan perguruan tinggi kelak."


Joe merasa sedikit siraman air gula, jadi hatinya tidak sepahit tadi lagi. Tangannya menggantung memberikan paperbag untuk Anna.


Joe mengangguk, "dia sepertinya akan benar-benar menghabisi satu hari berjalan-jalan, ada tiga pakaian indah, sepertinya dia akan membawamu dinner di suatu tempat, jadi kenakan hal yang pantas seperti dirinya. Biar kau tidak malu."


Anna ingin meludah kesal, tetapi tangannya tetap menerima paperbag, "baiklah, demi dia tidak muncul ke sekolah lagi."


Joe terkekeh mendengar hal itu, setidaknya Ethan tidak akan muncul lagi di depan sekolah, satu tangannya tiba saja menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal, dan bibir sedikit  bergetar karena ragu berkata, "Kemungkinan besar, malamnya dia akan melakukan penembakan untukmu, apa--"


"Tidak akan menerima," potong Anna cepat tanpa harus mrnunggu Joe menyelesaikan kalimatnya lagi.


Joe tanpa sadar tersenyum sendiri, dan membuat satu kalimat racun peneguhan Anna, "kau harus bisa bertahan, jangan sampai tergoda setan terlahir emas, jika dia bosan, dia akan membuang begitu saja."


Anna menarik udara sekitar, dan menenggelamkan ke dasar paru-parunya,  "aku sudah tau hal itu, aku tidak akan tergoda uang-uang keringat ayah ibunya."

__ADS_1


Joe terkekeh dan menambahkan , "siswa nakal penghambur uang, dan tidak berguna."


Anna mencibir dan menggoda Joe, "lain kali, kau harus berkata seperti itu dindepannya."


Joe terdiam. dia kehilangan kata-katanya. dia sangat pengecut, dan merasa sangat rendah, setiap matanya melihat Ethan, dia merasa telah melihat langit yang tinggi. dia tidak memiliki satu titik keberanian, seperti Anna.


Gita yang baru selesai menyiram bunga, bersiul-siul dalam hatinya. dia telah mencuri dengar semua yang dikatakan Joe dan Anna.


Ethan Ruan,Pangeran Emas yang tidak di ingini Anna, tetapi Gita menjerit ingin merebut Pangeran Emas itu. Kini Nick Wu, hanya debu kotor di depan mata Gita. Setan terlahir kaya itu,  menjadi target utama hidup Gita.


"Kamu ingin berkencan, saya akan ikut mengganggu," bisik Gita pada dirinya sendiri yang kemudian kembali ke kamar, memecahkan tabungannya yang telah dia tabung selama dua tahun. dia bertekad akan memiliki penampilan yang lebih menarik dari Anna, dan pergi menguntit dengan penuh drama, dia segera menghubungi Nick Wu. 


"Nick, hari ini apa kau punya waktu, aku ingin minta di temani ke suatu tempat?" tanya Gita terdengar memohon.


Nick di ujung teleponnya, terdengar sangat malas, lebih baik dia mengerjakan PR, "aku hari ini tidak --"


"Anna juga... aku dengar pergi ke sana," potong Gita sangat cepat, akhirnya dia hanya bisa menggunakan jurus yang mengubah pemikiran Nick.


Dalam hitungan detik, Nick setuju, "baiklah, kita bisa pergi bersama."


Gita mengakhiri panggilan, dan menghitung uang tabunganya, yang mencapai ratus ribu, dia merasa cukup modal untuk mengikuti Ethan. dia mulai berangan-angan, dan bersiasat bahwa pertukaran pasangan harus terjadi, Anna dan Nick, dirinya harus dengan Ethan.


Bagaimanapun caranya dia akan mendapatkan perhatian Ethan dalam satu kesempatan, jika Nick tidak terpengaruh, karena dia telah memuja Anna bertahun-tahun, tetapi tidak dengan Ethan, Ethan hanya mengenal Anna tidak lebih dari sebulan, dia yakin bisa membuat Ethan jatuh berbalik padanya, dan mengejar dirinya dalam satu kesempatan dengan membuat rencana kencan ganda.


***


Jangan lupa coment next yuk ?

__ADS_1


__ADS_2