Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
Perasan air Empedu


__ADS_3

Michael kembali ke rumah Ethan, wajahya masih terlihat seputih kapas. Dia melewati dan mengabaikan siapapun yang menyapa, dia hanya langsung menuju ke lift  ke lantai tiga dengan panik.


Ting!


Pintu Lift terbuka, kakinya segera lari meninggalkan garis lift, menuju kamar Ethan. Bahkan tubuhnya masih bergemetar ketika mengetahui bahwa Joe masih kritis. Untuk pertama kalinya, dia takut untuk kehidupan Ethan, jika dia terus memiliki emosi seperti ini.


Blam!


Pintu terbuka. Terlihat Ethan duduk berseberangan dengan Stephan. Wajah dua temannya terlihat sangat suram dan dingin.


Napas Michael terlihat naik turun dengan sangat cepat, menarik perhatian Ethan dan Stephan. Stephan lebih dulu menarik mundur matanya dari perangnya dengan Ethan, karena sikapnya atas Joe.


"Bagaimana dengan Joe?" tanya Stephan, Ethan terlihat tidak peduli, sedikit tatapanpun tidak dia berikan untuk  Michael, namun daun telinganya telah berdiri, dan bersiap mencuri dengar.


"Kata dokter, mungkin butuh waktu untuk sadar, mungkin 3-4 hari, atau bahkan bulanan, lukanya cukup—"


"Dia pantas  mendapatkannya!"  potong Ethan meremas dadanya sendiri.


"Ethan!" Stepahan menaikan suaranya, apalagi tamparan Yuna serasa masih menempel di wajahnya , "berhentilah seperti anak-anak, tidak semua orang, kau selesaikan dengan uang!"


"Jikapun penjara, bukankah aku tetap memiliki masa depanku. Aku Ruan, ingat itu!" Ethan berdiri menatap dingin Stephan.


Michael mengepalkan tangannya, tubuhnya masih gemetar, untuk pertama kalinya, dia melihat sepasang mata Yuna dan Yuri, adik Joe menangis lebih terlihat seperti darah yang keluar dari biji matanya. Menakutkan, dan Ethan masih berdiri menggampangkan nyawa setiap orang.

__ADS_1


"Ethan!" seru Michael.


Hanya punggung yang saling berhadapan, tanpa mata yang saling melihat, dengan rasa dingin yang membeku dan mencekam udara sekelilingnya.


"Apa yau ingin kau katakan?" Ethan mengeratkan giginya, serasa untuk pertama kalinya Michael akan berseberangan dengan dirinya. Michael adalah pendukung terbesarnya, yang tidak akan pernah menentangnya.


"Ethan Ruan, aku hanya berkata, untuk pertama kalinya, aku tidak menyetujui dirimu dengan Anna..."


Glek!


Michael menelan isaknya. Ethan menelan ludahnya. Stephan tercekat akan dua punggung yang terlihat nanar dan menguras energi hati masing-masing.


"Kenapa? Apa kau berkata ingin menyukainya juga?" Ethan berpura-pura bodoh, namun dia cukup jelas bahwa Michael sedang mengkritik sikapnya.


Michael terkekeh sebentar, dan menyela, "tenang saja, aku bukan menyukai Anna kok. Kau, tidak perlu khawatir akan hal itu..."— Michael berbalik mendapat punggung Ethan yang terlihat tegang— "hanya saja, Joe benar kau tidak akan pernah menjadi batu kerikil... dan... kau terlahir seperti Api, dan bertemu Anna yang terlahir seperti air!"


Michael terdiam. Stephan merasa hal itu di tujukan untuknya pula, dalam diam, dia mengepalkan tinjunya pula, namun sorot matanya ikut nanar melihat punggung yang menghilangi setelah melewati garis pintu.


Ethan menyusuri tangga, turun ke lantai dasar, di bawah sudah banyak pelayan berderet rapi dan membungkuk hormat padanya.


Di saat yang tepat, derap langkahnya berhenti di depan Nana, dan Ethan mengajukan pertanyaan dengan sengaja, "menurutmu apakah aku keterlaluan menyakiti orang lain?"


Nana tercekat sebentar. Berita Tuan muda Ruan menyakiti Joe Han telah menjadi topik pertanyaan, tetapi dia tidak tau sama sekali penyebab Tuan muda Ruan marah, dengan kepala masih tertunduk, dengan hati-hati dia menjawab, "Tuan muda Ruan tidak perlu merasa kecil hati, karena dari awal Tuan muda Ruan telah di didik untuk lebih kejam pada oranglain, karena anda di takdirkan untuk menjadi pewaris yang harus menangkap empedu."

__ADS_1


"...." Tidak perlu kecil hati. Tuan muda Ruan tidak memiliki hati seperti balon, kadang menciut kecil, dan bisa tertiup menjadi lebih besar. Tidak, kehidupan pewaris Ruan tidak ditakdirkan memiliki hati balon. Hati Ethan Ruan, hanya di bentuk menjadi gunung batu Es. Sulit diluluhkan.


Ethan melirik pada bibir Nana yang selesai berkata demikian, lalu dia berkata tanpa melihat Nana kembali, "bibi Nana, benar sekali, saya di lahirkan untuk menjadi pewaris Ruan yang memiliki hati seperti setan. Saya di didik bukan hanya di ajarkan untuk menangkap empedu, tetapi juga harus menginjak empedu..."—Ethan menghela napas, dan matanya menangkap langit— "Tetapi, jika Tuan muda Ruan mendapat tetesan madu, maka Tuan muda Ruan ditakdirkan untuk mendapatkan sarang madunya, suka atau tidak suka, jika Tuan muda Ruan memilih, hal itu seperti takdir. Empedu atau madu, itu bukan pilihan, hal itu tergantung bagaimana Tuan muda Ruan memilihnya. Rendahan tidak memiliki suara!"


Glek!


Nana menelan ludahnya. Isi mulut Ethan Ruan terdengar sangat mengena. Untuk pertama kalinya, Nana merasakan aura pewaris keluarga Ruan, keji, kejam, dan lahir nyata dalam keemasan yang membuat pria muda ini sombong dan angkuh. Bahkan pria yang telah pernah membekas di hatinya, pria tehormat yang menjadi ayah Anna, tidak mencapai setengah aura pewaris Ruan ini. Ethan Ruan, bukan hanya di bentuk untuk menjadi jahat dan kejam, tetapi dia terlihat seperti setan yang telah lahir, dia tidak akan memiliki hati. Pewaris Ruan, yang akan menggeganggam dunian dengan jantung yang telah berhenti berdetak untuk hidup normal. Nyata, pria muda ini akan sulit di sentuh.


'Anda adalah sumber empedu, Tuan muda Ruan,' pikir Nana dalam hatinya, dan menjawab Ethan yang terlihat masih menunggu, "benar sekali, Tuan muda Ruan."


Ethan mengedipkan matanya, dalam saku celananya dia mengepalkan tinjunya dan masih melemparkan pertanyaan yang sensitif, "aku menanyakan, apakah kau menyetujui setiap tindakkanku?"— Ethan menyelidiki wajah Nana— "jawablah dengan kejujuran dari seorang yang terlahir rendahan!"


Glek!


Nana menangkap hal ini heran sebentar. Mengapa dirinya seakan di cecar untuk hal yang tidak seharusnya dia urusi, tetapi permintaan harus jujur, membuat dia menjawab dengan menimang-nimang isi mulut yang pantas di lontarkan, "hamba menjawab jujur, untuk pertama kalinya hamba rendahan ini, telah kehilangan nyali dan mendapatkan rasa takut untuk Tuan muda Ruan, oleh itu menjaga nyawa dan kelangsunan hidup, rendahan seperti saya, hanya akan menutup mulut dan telinga, namun jantung akan memilih lari dan melompat sejauh mungkin."


Ethan mencibir akan kalimat terakhir Nana— 'Jantung akan memilih lari dan melompat sejauh mungkin.'


Akankah Anna bisa lari sejauh mungkin darinya, jika dia telah memilih puteri Nana Su dalam tangkapan tangannya, dia hanya menjawab enteng, "jika Tuan muda Ruan memilih, sejak hari itu, orang itu telah kehilangan kakinya, dan tidak bisa berlari kemanapun."


Ethan menghilang setelah satu kalimat tedengr menguncang setiap telinga yang mencuri dengar. Benar sekali, Tuan muda Ruan ini memiliki hati yang bukan mencuri, namun harus merampok dan jahat, sangat wajar semua telah kehilangan kakinya jika berhadapan dengan pria emas ini.


'Jika ada orang yang mampu melelehkan gunung es milikmu, bukankah orang itu sangat beruntung? Tuan muda Ruan—' pikir Nana dalam hatinya, tidak pernah sebersitpun, dirinya mengaitkan Ethan terhadap Anna, putrinya sendiri, dan dia tetap berdoa dalam hatinya sendiri.

__ADS_1


'Jangan sampai Anna mengenal pria ini, pesona yang di bawa Tuan muda Ruan, hanyalah menebar perasan air empedu. Pahit dan sulit menelan.'


***


__ADS_2