Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
12 Pakaian Couple


__ADS_3

Setelah menghabis uang tabungan membeli baju setelan yang terlihat mahal, Gita segera berkemas, mengambil buku catatan sekolah sebagai alibi bertemu Anna.


Tok..tok..


Gita mengetok pintu panjang, Anna yang baru selesai bersih rumah dan bersiap akan  mandi, dikejutkan dengan ketokan itu. Tidak mungkin Joe. Karena Joe mendapat tugas mengerjakan PR Ethan, Anna jamin Joe tidak akan keluar lagi dari rumahnya, "siapa yah?"


"Ini Gita," jawab Gita menyembunyikan lompatan hatinya, ternyata tepat sesuai dugaaannya, Anna belum meninggalkan rumah.


Anna mengeryitkan bibirnya terlihat seperti mi keriting , sangat jarang Gita mampir kerumahnya. Tidak curiga, Anna segera membuka pintu, "hai, Gita ada apa?"


Gita mengacungkan buku pada Anna sebentar, dan langsung masuk ke dalam rumah Anna tanpa Anna mempersilahkan masuk, Gita sama persis seperti ibunya, sangat suka menerobos masuk rumah orang lain, setelah duduk, dia membuka bibir yang terlihat merah karena lipstik , "aku mengembalikan bukumu, terima kasih sudah meminjamkan."


Anna bersikap acuh, hanya mengambil buku itu. Tiba saja mata Gita melihat paperbag butik ternama, mendadak dia sangat iri dan iri, pasti pemberian Tuan muda Ruan.


"Kau berdandan, ingin pergi?" tanya Anna tiba-tiba baru menyadari penampilan Gita, mengenakan pakaian yang sangat terbuka untuk anak seusia dirinya, roknya mini, blouse mengerut hingga dada saja, dan lapisan cardigan  pendek.


Gita tersenyum ini adalah pertanyaan yang dia tunggu, dia berpura-pura menundukan wajah, dan memijit-mijit ujung rambutnya, "ini pertama kali, aku akan berkencan dengan Nick."


Anna yang tengah mengambil handuk, berhenti di udara sebentar, karena satu kalimat mustahil--akan berkencan dengan Nick.


tetapi Anna malas ikut campur, jadi dia hanya tersenyum dan memberi selamat, "wah, akhirnya kau mendapatkan Nick, pasti ibumu sangat senang."


Gita pura-pura tersipu. Nick hanya loncatan untuk naik ke pelukan Ethan Ruan, standar Gita sudah berubah, begitu juga ibunya. Larilah dan ikat pinggang anak orang kaya.


Anna melangkah masuk kamar mandi, tetapi Gita terdengar meminta satu hal, "Anna, bisakah kau menemani aku kencan, ibuku tidak memperbolehkan aku berangkat hanya berdua--"


Anna menoleh pada Gita, mata Gita terlihat mengemis,"tolong aku yah..."


Anna tampak berpikir sebentar, ibunya pasti juga tidak setuju jika dia berangkat hanya berduaan dengan Tuan muda kaya itu, apa salahnya pergi lebih banyak? sepertinya akan lebih seru. Tidak menunggu lama, Anna setuju dengan cepat, "baiklah, tidak salah seperti itu. Aku akan membawa temanku juga."

__ADS_1


"terima kasih Anna, kamu teman terbaik," puji Gita dengan wajah terlihat seperti bola bewarna merah muda, sangat senang. Akhirnya, dia bisa mendapatkan satu kesempatan memanjat Tuan muda Ruan.


Anna masuk ke kamar mandi. Senyum Gita langsung hilang, matanya masih sangat iri dengan paperbag, jangan sampai pakaian Anna terlihat lebih bagus darinya. Gita membongkar paperbag, ada dua setelan dan satu gaun malam yang sangat indah, mata Gita terpukau dalam gaun, memiliki batu-batu payet berlian yang sangat berkilau, harganya pasti menembus puluhan juta. Gita tidak berani menebak.


Mata Gita menjadi sangat mendung, dan bersumpah akan mendapatkan Tuan muda Ruan, dia memeriksa dua  setelan lainnya, sangat sesuai mode sekarang, satu setelan saja sudah mencapai satu juta, iri bertambah iri, satu ide muncul begitu saja.


Gita mengambil silet dan memotong tali  belakang dress, sehingga punggung telanjang Anna akan terlihat jelas nanti. Tembakan Gita, makan malam mereka tidak akan indah, karena Anna terlihat menjatuhkan harga diri dengan sangat pamer tubuhnya. Tuan muda Ruan, pasti sangat tidak senang.


Setelah suara keran air di matikan, Gita segera mengembalikan semua isi seperti semula kedalam paperbag. Tidak lama, sesuai dugaan, Anna keluar dari kamar mandi, dan meminta Gita keluar sebentar karena dia akan berganti baju, tetapi sebelum itu, dia bertanya, "Gita, renacanamu dan Nick akan pergi ke mana?"


Gita berhenti di depan pintu, "berkencan di cafe Floris,"


Anna berpikir sebentar, tujuan tempatnya tidak sama, "Gita, aku dan temanku akan ke kebun binatang. Bagaimana nih, tujuannya tidak sama?"


Kebun binatang.  Gita ingin tersedak mengkritik, kencan dengan orang kaya , di tempat seperti itu. Kesannya tidak berkelas sekali. tetapi kali ini Gita mengalah, "ohh, aku dan Nick akan mengikuti kalian saja. Sepertinya lebih seru."


***


Tidak seperti yang dibayangkan Gita, dia kira Ethan Ruan akan langsung menjemput mereka menggunakan mobil B*****, tenyata Anna memilih janji bertemu langsung di gerbang kebun binatang.


Sangat konyol pakaian cantik, tetapi menggunakan bus kemari. Gita hanya bisa bersabar, apalagi cuacanya sangat terik. Kulit bahunya terbuka sebentar lagi akan terbakar. Tidak seperti Anna, dia mengenakan kemeja lengan panjang dengan ikatan pita di belakangnya, dan celana rok yang berkibar merak, dia terlihat sangat imut sesuai usianya.


Mata Gita tidak bisa memuji pakaian pilihan Tuan muda Ruan, benar selera yang sangat berkelas. Baju Gita, bukan apa-apa dibanding baju Anna.


"Anna..."


"Anna.."


Dua seruan pria terdengar dari dua arah yang berbeda, kebetulan Anna tengah menatap ke Nick yang baru datang dengan taksi. Anna melambai pada Nick, karena dia pikir hanya Nick yang memanggilnya. Saat itu juga Ethan terdiam, wajahnya berubah sangat suram, karena dia terlihat di abaikan. Ujung mata Gita melirik bergantian, dia telah menangkap situasi sesuai duagaannya, yang pastinya Ethan terlihat terbakar panas, tepatnya bukan karena cuaca yang panas.

__ADS_1


Nick berlari mendekati Anna, mereka terlihat mengobrol sebentar, mengenai pekerjaan rumah. Gita berpura-pura berdiri menjaga jarak, seakan dirinya hanyalah orang asing antara Anna dan Nick.


Tapak kaki Ethan yang panjang mendekat, dan dia hanya berdiri tepat di belakang Anna, tatapan sangat dingin, telinganya panjang menangkap semua pembicaraan mereka. Ethan berpikir keras, apa Anna sengaja membawa teman sekelasnya ikut kencan pertama mereka? Hal ini membuat Ethan merinding akan marah, raut wajahnya mulai terlihat tidak tenang, tangannya membentuk tinju yang ketat dalam saku celana, perlahan urat wajahnya muncul ke permukaan. Untuk pertama kalinya, Tuan muda Ruan terlihat sangat kecil dan di abaikan kehadirannya.


Gita berbalik menghadap Ethan, seakan berpura-pura baru menyadari kedatangan Tuan muda kekayaan dari langit ini, dia segera memanggil Anna, "Anna, ada temanmu datang--"


Suara keras Gita terdengar sengaja, Ethan sedikit melunak ketika Anna berpaling padanya. Tetapi Anna berdiri dengan wajah heran, mengapa pakaian yang dia kenakan terlihat sama dengan Ethan. Rupanya ini, setelan couple. Mendadak Anna sangat malu mengenakannya dalam satu tampilan, padahal dia dan Ethan, tidak memiliki hubungan apa-apa.


Kini giliran Nick yang baru menyadari pada kehadiran Pangeran kaya raya yang selama dua hari berturut-turut, datang dengan mobil mewah, melihat pakaian yang dikenakan terlihat seragam dan memiliki corak yang sama dengan milik Anna, diam-diam hati Nick menjadi tersiram cuka.


"Anna..." dengan wajah yang sudah di netralisasi, emosi Ethan terlihat surut, dia dengan berani memegang tangan Anna, dan terlihat tidak peduli dengan dua orang lainnya. Bagi Ethan mereka hanyalah, dua orang kasat mata, yang tidak perlu dia ingat.


"Ethan, tunggu. Ada dua temanku---"


Ethan akhirnya dengan malas melirik kedua orang asing, sudah jelas wajahnya terlihat mengeluh, dengan satu kalimat di hatinya.


Di hari kencan pertama kita, kau membawa orang asing.


Wajah malas itu membuat Nick merasa Tuan muda kaya raya ini sangat angkuh dan sombong, dia pun tidak ingin melihat. Berbeda denganGita, yang mengabaikan raut wajah Ethan, baginya sikap orang kaya memang selalu tampil terlihat brensek, dia mengacungkan tangan di udara, menunggu Ethan Ruan menjabat tangannya.


"Gita Wen,"


Ethan hanya melirik, tetap meletakan satu  tangan dalam saku celananya, dan satu tangan tidak melepas tangan Anna, bibir dingin terbuka, "Ethan Ruan."


Setelah menyebut namanya, Ethan berbalik ke arah lain. Tangan Gita hanya dibiarkan menggantung di udara. Anna meringis di udara, sikap Ethan inj jelas sangat merendahkan orang lain.


***


Jangan lupa next yah ? Coment 😘😘

__ADS_1


__ADS_2