Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
Mematahkan Setiap Jemari Mereka


__ADS_3

"...."


Ethan maju selangkah mendekati Anna, sambil berusaha membaca ekspresi mata Anna.


"Sekali-kali aku tidak akan pernah memberikan uangku pada mereka. Melainkan aku datang, untuk mematahkan setiap jemari mereka."


"...."


"Ada apa? kau ingin menasehatiku lagi. Bahwa aku tidak boleh menggunakan kekerasan lagi."


Anna menganggukan kepalanya. Satu tangannya terlihat segera melingkar di lengan Ethan, seakan mencegah tangan


"Ketahuilah, Anna.  Bahwa apa yang kulakukan adalah untuk menyelamatkanmu. Berjalan sendiri, bukankah sangat menakutkan?  Bagaimana jika aku tidak ada," keluh Ethan, dan melepaskan tangan Anna dengan sedikit kasar.


"Ethan!"seru Anna memanggil.


Namun pria itu terlihat berpura-pura tuli, dia berjalan lebih cepat dan mencapai persimpangan tiga. Dimana, di sana sudah ada tiga pria dengan rambut berantakan dan memiliki tatto di lengannya, dan banyak anting di salah satu telinganya.


Melihat kehadiran Ethan, di ikuti Anna yang terlihat sosok tersembunyi di belakang punggung pria yang terlihat memiliki penampilan yang membakar uang.


"Anna, kau berganti pria!" satu pria yang tengah duduk berjongkok di tanah, langsung berdiri dan batang lehernya terlihat ke kiri hanya untuk melihat sosok gadis di belakang pria yang terlihat memiliki banyak uang.


"Dia tidak pernah berganti pria. Pria hanya aku."


" Cih!" Salah satu pria itu meludah di depan sepatu Ethan.


Ethan menyipitkan matanya.


Seorang pria yang terlihat paling kurus, dengan codet di atas alisnya maju lebih awal, dan menyisakan dua langkah dari hadapan Ethan.


"Berikan uangmu! agar Anna malam ini tidak akan menjadi milik kita semua ... jika kau tak memberikan seluruh isi dompetmu, tak bisa aku bayangkan bagaimana kehidupan Anna membuka matanya besok pagi,"ancam pria itu, lalu meludah sekali lagi ke tanah.


"Tutup mulutmu, Hans!"


Anna mengambil dompetnya dari saku mantelnya, dan menyodorkan uangnya pada Hans.


Hans melirik uang yang berada di atas telapak tangan Anna, lalu gerak matanya berpindah menilai Ethan dari ujung kakinya hingga ujung rambut pria itu.


Hans maju selangkah, menepis tangan Anna. Menjatuhkan uang Anna ke tanah, selanjutnya satu tangannya mencengkram kerah baju Ethan.

__ADS_1


"Berikan uang milikmu, maka Anna milikmu seseorang. Jangan lupa berikan besok dan besoknya lagi. Jika kau berhenti, maka Anna akan menjadi milik kita bersama. Karena Joe sudah sangat lama tidak pernah memberi upeti bagi kami, aku dengar kehidupannya sudah mendekati kematian," dengus Hans mengancam.


Bukk!


Ethan membenturkan kepalanya dengan keras tepat pada hidung Hans, dan satu tangan terkepal masuk ke dalam perut pria itu, lalu dalam satu gerakan cepat memikul tubuh Hans di atas punggungnya, dan membantingnya tepat menabrak dinding.


Bukk!


Bunyinya begitu keras. Dua orang teman Hans terkejut, karena bagi mereka, Hans merupakan pria yang terkuat dan sulit di kalahkan. Namun gerakan begitu cepat dan tidak terlihat dari pria yang baru mereka lihat pertama kali.


Melihat Hans jatuh ke tanah, tidak berdaya. Dua pria teman Hans segera menyerang secara bersamaan, dan salah satu memegang tongkat bisbol, bersiap akan menghajar dengan pukulan keras dan mematikan.


Anna berdiri dengan sepasang kaki yang gemetar, melihat Ethan menghadapi dua pria sekaligus, membuat dirinya segera berpikir untuk membantu Ethan. Mendapatkan bangku kayu yang bersandar di dinding, membuat Anna segera mengambilnya.


Ketika salah satu pria yang menggunakan bisbol terlihat berdalih memutar langkahnya ke belakang tubuh Ethan, dan bersiap akan memukul kepala Ethan, dengan begitu cepat Anna lebih dulu mengayunkan bangku ke udara, dan menabrakannya tepat ke punggung pria itu.


Krekkkk!


Terdengar bunyi bangku patah. Bunyinya krekk keras, ketika Pukulan bangku kayu menabrak punggung pria itu. Pria itu menolehkan kepalanya sebentar ke arah sang pemukul. Sepasang matanya terlihat menyiratkan kemarahan pada Anna, dalam satu tindakan dia menyeret Anna bersamanya, dan memojokkan gadis itu ke dinding, dan mencekik batang leher Anna. Sangat kuat. Membuat biji mata Anna terlihat akan keluar dari tempurungnya, dan napasnya tersisa satu.


"Kau ingin kematian, jika berani memukul pria ******** sepertiku, seorang gadispun, tidak akan aku ampuni,"teriak pria itu dengan sepasang tangan yang menghimpit leher Anna, begitu ketat dan kuat, tujuannya nyata, membuat gadis ini kehilangan napasnya dalam hitungan cepat.


Namun satu tangan segera menarik kerah leher pria itu dari Anna, dan memukulnya tepat di belakang leher pria itu. Dalam sekejap pria itu jatuh tidak sadarkan diri.


"Kau tidak apa?"


Anna menggelengkan kepalanya. Dia terlihat sedikit pucat, karena ketakutan. Namun, juga merasa lega karena tiga pria itu telah jatuh ke tanah.


Ethan mengesampingkan rambut Anna yang berantakan ke belakang telinga gadis itu, satu tangannya mengangkat dagu Anna, dan sepasang matanya memeriksa batang leher Anna yang terlihat sangat merah, dan bekas tangan pria itu tercetak di sana.


"Aku akan menghajarnya lagi," geram Ethan akan kembali pada sosok pria yang telah mencekik Anna.


"Tidak perlu!"


"...."


"Mereka sudah jatuh tak berdaya, untuk apa memukul lagi ...," komentar Anna.


"Tetapi, hal ini tidak sebanding dengan apa yang dia lakukan padamu. Kau hampir kehilangan nyawamu," gerutu Ethan dengan tangan yang terlihat mengepal ketat, dan getaran hawa panas terasa mengumpul dalam satu genggaman. Ingin menghajar, sampai lawannya menemui kematian.

__ADS_1


"Jika kita terus mengejar, sesuatu yang sebanding dengan apa yang di perbuatanya. Maka hal itu tidak akan pernah selesai!"


"Anna, dia ingin membunuhmu!"


"Jangan lupa, kau yang memulai duluan, Tuan muda Ruan!"


"...."


"Emosimu tidak terkendali. Terkadang, orang yang di sisimu pun harus ikut berbuat jahat karena peduli padamu. Dia tidak akan mencekikku, jika aku tidak memukulnya lebih dulu."


Suara Anna terdengar kering dan tinggi. Lalu, dia mendorong tubuh Ethan, agar menjauh dari dirinya, dan dia berjalan melewati pria itu.


Namun, satu tangan Ethan mencengkal tangan Anna, dan tidak mengijinkan gadis itu pergi segera.


"Aku akan menghajarnya untukmu, agar kau tidak pernah menyesal menolongku ...," lirih Ethan mengalihkan cengkraman tangannya pada tangan Anna. Di genggamnya lembut tangan Anna.


Anna mengedipkan matanya, dan menghela napas yang terdengar kasar. Rasa sesak menguasai seluruh dadanya. Satu kalimat Ethan barusan, membuat hati nuraninya berteriak, dan dia lontarkan segera.


"Tuan muda Ruan, bisakah kau memaafkan semua orang yang sudah menyakitimu?"


"Tergantung siapa dia!"


"Tuan muda Ruan, jika aku mencekikmu, apakah kau akan mengampuniku?"


Ethan terdiam sesaat, dan memeriksa ekspresi wajah Anna.


"Kau tidak akan pernah bisa melakukan hal itu, kau anak baik ...."


Anna menggelengkan kepalanya.


"Tidak juga. Buktinya aku bisa memukul orang. Aku juga bukan orang baik, Ethan." Anna menunjuk pria yang mencekiknya, dan seakan menunjukkan bahwa diapun bisa melakukan kejahatan.


......................


Bersambung ....


Jangan lupa like,coment, dan vote bagi yang berkenan. Terima kasih banyak telah setia membaca. Semoga bagian ini menghibur kalian semua.


Jangan lupa rate 🌟5 bagi yang baru mampir yah :)

__ADS_1


www.lotioncitraberkilausepanjanghari.com


(Jangan lupa kunjungi website kita)


__ADS_2