
Ethan menatap keluar jendela. Dia berada di gedung pencakar langit paling tinggi. Bahkan saat ini, dia seakan mampu memetik semua bintang. Tifani, sangat pandai memilih tempat yang romantis dan indah untuk berkencan. Langit-langit gedung di dekor dengan banyak bintang yang menjuntai jatuh dengan kerlipan sinar indah memancar, dan sinar bulan yang tampak memacar begitu dekat dari sisi jendela. Indah dan memukau malam. Tifani telah mengaturnya berkencan hari ini dengan seorang gadis bernama Angel Kim.
Ethan meraih satu bintang di atas kepalanya. Deg! Dia mendapatkan secarik kertas dalam bintang tersebut. Ethan&Angel.
"Ibu, aku rasa kau lahir gila menjodohkanku lagi."
Ethan menghembuskan bola-bola udara dari mulutnya. Dia telah menunggu gadis kencan butanya, lebih dari satu jam. Namun, gadis itu tidak kunjung datang.
"Mengapa aku menyetujui kencan buta?" Ethan memukul keningnya. Anna lah yang mendorongnya untuk datang, dan menolak mentah gadis itu pada hari pertama berkencan.
Kau harus bisa membuatnya menangis pada pertemuan pertama kalian, kau harus tampak kasar, bodoh, dan gila, biarkan tunanganmu itu menjadi begitu ketakutan, bisik Anna saat itu. Sentuhan bibir gadis itu seakan masih membekas pada ujung telinga Ethan. Wajah Ethan merah seketika teringat akan bisikan manis kekasihnya.
"Dia tidak datang!"
Ethan mengangkat kedua alisnya. Menurunkan kakinya yang saling menyilang. Baru saja dia beranjak dari kursinya. Seorang gadis tampak datang dari arah pintu. Dua mengenakan kaos putih dengan celana baggy yang lebar. Rambutnya tergerai indah panjang.
Style terlihat sama dengan Anna. Sungguh kebetulan kah ibu memilih dia? Ethan kembali duduk pada kursinya.
Gadis itu pun duduk, dan meniup mati lilin di atas meja.
Lilin padam. Lampu menyala. Sederet pemain musik datang akan memulai instrument. Namun, tangan gadis itu melambai di udara, meminta pergi.
Diluar dugaan, aku pikir dia gadis yang sopan dan akan banyak berbasa-basi di awal. Ternyata di luar pemikiran, nilai Ethan dalam hati.
"Aku dan kau hanya pertunangan di atas kertas. Perkenalkan namaku Angel Kim." Nina mengulurkan tangannya.
Ethan tidak mengulurkan tangannya. Dia hanya tetap menyilangkan tangan di dadanya.
Aku harus membuatnya menangis pergi dan tidak menyukaiku, tekad Ethan ingin segera memenuhi permintaan Anna untuk tidak mendekati setiap kencan buta dengan tunangannya.
"Kau sombong sekali, Tuan muda Ruan," komentar Nina yang menyilangkan tangan di dadanya. Sepasang matanya terlihat sinis. Dia menatap dengan berani pria di depannya. Namun, pria itu bahkan tidak pernah meliriknya untuk sedetik saja. Pria di depannya seakan lahir buta seketika. Buta akan pemandangan indah dan cantik.
Benar sekali. Pria ini lahir tidak normal. Gadis cantik seperti diriku, bahkan tidak menarik minatnya.
"Aku sangat lapar. Biarkan makanan itu datang."
Ethan terlihat tuli.
Aku diabaikan. Dia hanya melihat jendela. Nina menahan napas.
__ADS_1
"Apa Tuan muda Ruan, sudah makan?"
Ethan terlihat tuli. Dia hanya berkedip pada pemandangan di luar jendela.
Nina dingin memandang. Dia pun segera mengambil buku menu dan memesan seluruh makanan yang merupakan favorit Ethan Ruan.
Hening. Sepi. Hanya suara semilir angin yang menggoda. Namun, tetap membisukan suasana.
"Tuan muda Ruan!" sebut Nina sengaja ingin mencari perhatian pria itu.
Di abaikan lagi. Nina menahan napas.
Tidak lama kemudian makanan di atas meja tertata rapi, dan aroma itu masuk ke dalam hidung mereka masing-masing.
"Menurut ibumu, ini adalah menu favoritmu."
Ethan berpaling. Dia menatap setiap makanan di atas meja. Lalu, ujung tangannya menjepit ujung kain meja. Menarik perlahan dan cepat kemudian.
Prang! Prang! Prang!
Segala sesuatu di atas meja berbalik di atas lantai. Pecah dan berantakan. Nina membola, dia baru saja mengangkat sendok dan garpu, bersiap akan makan. Namun, daging rusa lembut itu malah jatuh berserakan di lantai.
Ternyata Tuan muda Ruan pandai bermain perasaan pula. Aku pikir dia akan bersikap sopan. Ternyata bersikap buruk adalah perbuatannya yang sengaja dia lakukan.
"Apa kau gila? Kau ingin membuatku marah? Kau sakit?" Nina marah dengan sengaja. Brakkkk! Meja tergelinding ke samping.
Mengejutkan. Sikap gadis ini di luar dugaan.
Ethan mengerutkan keningnya. Tebakannya salah. Dia pikir gadis itu akan lari setelah Ethan menghancurkan makan malam. Ternyata, gadis itu malah bersikap gila pula di hadapannya.
"Kau pikir. Hanya dirimu yang tidak menyukai pertunangan ini. Aku Angel Kim, banyak pewaris kaya yang mengejarku. Kau jangan sombong!"
Ethan membuka pandangannya. Angel Kim mengangkat pisau di tangannya.
"Tadi, aku ingin mengiris daging rusa empuk itu. Tetapi, kau malah menghancurkannya. Bagaimana jika aku menambah goresan di sisi wajahmu yang lain."
Jemari Nina diam-diam menjatuhkan pisaunya. Dia terpukau akan pesona Ethan dari dekat. Ada goresan terjahit panjang pada rahang Ethan. Dia terhipnotis sebentar di sana.
Biasanya seorang pria emas. Tidak akan mengijinkan wajahnya terlihat cacat.
__ADS_1
"Mengapa kau membiarkan ada luka di sana?"
"Jangan menyentuhnya." Ethan menepis tangan Nina, "Kau kotor sekali!"
"Bukankah pria-pria pewaris tidak menyukai bekas luka pada wajahnya. Mengapa kau membiarkannya?" tanya Nina penasaran.
"Karena memiliki kenangan yang bagus di sana. Kadang, luka yang membekas itu membuat diriku akan selalu teringat padanya."
Nina menjulingkan matanya. Dia bisa menebak sosok itu? Gadis itu adalah Anna Su.
"Tuan muda Ruan, apakah ada yang ingin kau bicarakan sebelum jam makan malam berakhir." Nina sengaja mendekat,dan jemarinya mencubit dagu Ethan.
Ethan berdiri. Dia memberi jarak antara dirinya dan Nina.
"Jangan datang padaku. Karena aku tidak memiliki jantung lagi. Batalkan saja Pertunangan ini."
Nina terkekeh. Baru saja dia akan membuka mulut, sosok Ethan telah menyeka seluruh wajahnya. Seakan membuang debu kotor yang di ciptakan Nina.
"Kau memintaku mengakhiri Pertunangan. Namun, aku malah bersemangat menginginkan pertunangan denganmu, Tuan muda Ruan."
Ethan mengangkat pupil matanya. Dia menatap Nina dan tersenyum sinis, "Aku akan membatalkannya segera."
"Kau tidak akan bisa. Karena detik ini, aku menyatakan mulai sangat menyukaimu."
Ethan membuang wajahnya. Berjalan menjauh dan melambai kemudian.
"Ethan Ruan."
Ethan berhenti sebentar. Berpaling pada Nina, dan mendengus tajam, "Aku tidak pernah mampu menghentikan setiap perasaan yang jatuh menyukaiku begitu saja. Namun, aku cukup percaya diri dengan diriku. Jika aku sudah memilih, ratu sorgawi jatuh dari langit pun, tidak akan pernah kulihat."
"Kau sombong sekali!"
Ethan berbalik dan meninggalkan ruangan. Tersisa Nina dalam ruangan. Dia tersenyum tipis seakan menertawakan dirinya jatuh buta untuk pertama kalinya pada Ethan.
Selain tampan.Kaya. Pandai menarik ulur perasaan seorang Nina.
Nina mengangkat dagunya kemudian. Dia berjalan ke sisi meja kosong lainnya. Mulai memesan makanan yang sama, dan meminta pemain musik untuk mengalunkan isntrumennya.
"Suatu saat. Tuan muda Ruan akan duduk di meja yang sama bersamaku. Aku Angel Kim tidak akan pernah membiarkan mangsa pergi hanya untuk menarik ulur perasaanku."
__ADS_1
...꧁❤•༆Anna & Ethan༆•❤꧂...