Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
Satu Frekuensi Yang Sama Denganmu


__ADS_3

Pukul 23.00 Wib ...


Anna tampak gelisah di atas tempat tidurnya. Nana telah duluan berbaring tidur bersama bibi Tina.


Langit-langit kamar seakan sangat menarik perhatian Anna. Anna gelisah dan tidak mampu tidur. Dia menarik selimut hingga membenam seluruh kepalanya. Hanya kegelapan dan napas yang terasa begitu pendek kemudian. Gagal. Dia tidak bisa tidur. Pikiran dan hatinya memikirkan Ethan. Ethan dan tunangan barunya, Angel Kim, Puteri konglemerat itu.


Anna pun menyibakan kembali selimutnya.


"Mengapa Ethan tidak memberi kabar? Apakah dia makan bersama dengan Angel, dan menghabiskan seluruh waktunya!"


Anna kesal. Dia segera duduk pada tepi ranjang. Mengambil ponselnya,dan memeriksa setiap kotak pesan. Tidak ada pesan baru.


"Menyebalkan. Sepertinya memang benar pepatah berkata, kesetiaan pria itu di lihat dari bagaimana dia bertemu banyak gadis cantik."


Anna menjuling kesal. Mencengkram ponsel miliknya.


"Jika kau berselingkuh. Aku akan membunuhmu, Ethan Ruan!"


Beep!


Sepasang bola mata Anna melompat kaget. Akhirnya ponselnya berbunyi pula. Telunjuknya segera membuka kotak pesan. Pesan dari Ethan.


Apakah kau sudah tidur?


"Pertanyaan basi Ethan! Bisakah kau mengerti, bahwa kaum hawa jika sedang menunggu kabar. Bukan basa-basi seperti ini yang di harapkan. Bisakah kau mengerti menceritakan segala sesuatu itu sekarang! Jangan membuatku penasaran!"


Anna segera mengetik pesan balasan.


Ceritakan padaku. Bagaimana kencan butamu?


Anna menunggu dengan gelisah. Beep!


Terdengar kemudian.


Dia wanita di luar dugaaanku. Aku pikir aku bertemu singa betina. Dia membalik meja di saat pertemuan kencan kami.


Anna berkedip. Hatinya terkikis sebentar akan satu kalimat pesan Ethan —Dia wanita di luar dugaan.


"Apa maksud pesan itu? Apakah Ethan menyukainya?"


Anna segera membalas pesan dengan raut marah menghias wajahnya.


Apakah kau ingin berkata jika kau menyukai Angel Kim? Hanya karena dia tampak berbeda,dan di luar dugaan mu.


Anna kesal. Rasa cemburu menyelinap hatinya segera.


Beep! Pesan Ethan datang.


Angel Kim memang berbeda. Namun, kau lebih menakutkan dari Angel Kim. Aku akan memastikan oksigen dalam paru-paruku habis jika kau marah padaku.


Anna tersenyum membaca pesan tersebut. Baru saja dia akan menulis pesan yang bagus untuk Ethan. Sepasang matanya membola teringat, berapa lama Ethan berkencan dengan Angel Kim. Pukul 23.00 wib, baru memberi kabar. Bukankah itu menarik kecurigaaan.


Tidak senang. Anna segera mengirim pesan.

__ADS_1


Mengapa kau begitu lama, baru memberiku pesan. Apakah kau sedang berbohong?


Ethan tersenyum pada ponselnya.


"Mengapa Anna terlihat menyeramkan setelah dia resmi menjadi kekasihku. Dia terlihat seperti gadis yang hobi membakar dengan kata-katanya."


Ethan segera melakukan panggilannya, dan tidak lama tuts panjang itu berubah dengan sambutan suara yang begitu familiar di telinganya.


"Anna. Aku sudah tiba di halaman belakang rumah bibi Tina. Aku berkendara hingga aku lupa memberi kabar hal itu."


Anna mengerut tajam. Dia segera bangkit dari tempat tidurnya. Mengendap keluar dari kamar tidurnya, menuju dapur. Mencapai sisi jendela dapur,dan dia melihat sosok tidak asing melambai padanya.


"Mengapa kau datang pada tengah malam seperti ini?"


"Aku rindu padamu. Apa itu tidak boleh?"


Anna mengulum senyumnya. Hatinya mekar saat ini. Layaknya bunga sakura yang tiba-tiba mekar di musim dingin.


"Tetapi,aku tidak sedang rindu padamu. Pulanglah lebih awal."


Ethan terlihat jengah seketika. Napasnya berat terdengar Anna.


"Aku baru datang, dan kau mengusirku pulang."


Anna mengedipkan matanya. Mematikan ponselnya. Membuka pintu dapur dengan perlahan. Lalu,dia berjalan mengendap menuju sosok yang membuka tangan lebarnya.


"Aku merindukanmu." Ethan memeluk lebih dulu.


"Bukankah kita sudah sering bertemu? Bagaimana bisa merindu lagi? Kau pandai merayu!"


"Merindu setiap saat dan merasa beesalah. Ada rasa bersalah menemui seorang gadis lain, dan itu bukan kau."


"Bukankah aku yang meminta kau menemuinya? Agar dia berhenti berharap padamu. Apakah dia sudah berhenti berharap?" Anna bergelanyut manja dan berharap gadis bernama Angel Kim takut dan meninggalkan Ethan karena kesan buruk yang sengaja di buat Ethan.


"Sepertinya tidak! Dia terlihat sangat menyukaiku."


Anna membuka matanya lebar. Rasa terkejut terpantri begitu saja pada sorot mata gadis itu. Dia mendorong jauh tubuh Ethan, "Kau pasti bersikap manis pada Angel Kim?" tuduh Anna.


Ethan menggelengkan kepala, "Sedikitpun aku tidak melakukan hal itu. Hanya saja. Setiap gadis tidak mungkin menolak pesonaku. Bukankah aku magnet yang pandai memikat?"


"Aku akan menjambak seluruh rambutmu, jika kau berani berselingkuh."


Ethan terbahak, "Kau sangat mengerikan? Apakah kau tidak berniat menggigitku saat ini!" Ethan menyodorkan lehernya pada Anna.


Anna merah dan malu seketika. Jantungnya mulai berdebar, dup-dup-dup!


"Kau jangan menggodaku!"


"Baiklah. Aku tidak boleh menggoda. Namun, kau boleh menggodaku begitu?"


Anna menjulingkan matanya. Memberikan tinjunya pada bahu pria itu.


"Untuk apa kemari?"

__ADS_1


Ethan mengangkat kedua alisnya. Mengeluarkan satu kotak kecil dari saku celananya.


"Bukankah hari ini kau lulus ujian. Aku ingin memberi hadiah."


"Hadiah apa itu?"


"Bukalah!" Ethan menyodorkan kotaknya.


Anna tidak sabar. Dia membuka kotak secara perlahan. Sebuah gantungan ponsel berbentuk Antena.


"Sangat aneh! Mengapa bentuk antena."


"Karena aku selalu berharap memiliki satu frekuensi yang selalu sama denganmu. Hanya antena yang bisa menyamakan setiap gelombang kita. Aku menyukaimu. Kaupun harus menyukaiku."


"Kau romantis sekali. Aku menyukainya. Bukankah kita harus sehati dan satu pikiran dengan banyak kepercayaan yang kau letakkan di sini."


Anna meletakan gantungan ponselnya pada ponsel miliknya.


Ethan pun mengangkat ponsel miliknya dan menunjukan gantungan ponsel yang sama dengan milik Anna.


"Kita harus memiliki Antena. Antena yang mampu menyampaikan perasaan kita." Anna memeluk kembali Ethan.


Ethan kembali menyandarkan bahunya dan berbisi pelan, "Jangan pernah diam dan hilang lagi. Di saat itu aku akan kehilangan arah."


"Maaf. Aku tidak akan seperti itu lagi."


"Kau tidak boleh menghilang lagi. Aku akan selalu memantaumu."


"Baiklah," jawab Anna.


"Kau tidak boleh ragu lagi."


Anna menjilat bibirnya sekejap. Dia pernah ragu akan pria ini beberapa waktu yang lalu. Namun, keraguan itu terkikis dengan banyak sinyal yang di berikan Ethan padanya.


"Baiklah. Asalkan antena yang kau miliki tidak membuatku bingung."


"Aku akan selalu datang padamu. Sejauh manapun kau berhenti memberiku sinyal. Walau aku kehilangan arah dan tidak ada petunjuk. Aku akan tetap tertuju padamu. Kau hilang, aku akan mencari. Kau ragu, aku akan menyakinkanmu lagi dan lagi."


Anna tersenyum. Melonggarkan pelukannya, dan mengadahkan wajahnya tepat di bawah wajah Ethan, "Aku sangat terharu. Kau boleh menciumku."


"Kau tidak sedang menipuku kan?"


Anna terkekeh. Memejamkan matanya. Menunggu pria itu bereaksi.


Anna membuka salah satu matanya, dan emnagkap wajah Ethan hanya larut memandangnya.


"Kau tidak ingin menciumku?"


"Aku ingin kau yang memulai. Aku sangat menyukai setiap antena milik mu terpancar memberi sinyal untukku."


Anna menelan ludahnya. Dia merangkulkan lengannya pad tekuk Ethan, dan membuat wajah pria itu mendongak turun, dan di saat bersamaan Anna berjingkit, dan bibir itu perlahan mencapai bibir dingin pria itu. Cup!


...꧁❤•༆Anna & Ethan༆•❤꧂...

__ADS_1


...Author lagi butuh antena. Biar Ethan meninggalkan Anna, dan memilih Author. Author jatuh cinta pada Ethan....


__ADS_2