Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
Lama Menangis, Lama memeluk


__ADS_3

Tepat dia datang, mata Ethan telah menangkap gambar Anna yang terlihat merasa bersalah,matanya juga terlihat mulai berkaca-kaca lagi, jadi dia mengakhiri pembicaraan segera, "aku sudah memiliki cara, pergilah."


Simon segera berdiri, berbalik dan mendapati Anna berdiri di garis pintu, dengan tangan menenteng kotak obat, dia tersenyum segan pada Anna, seakan mengerti, Tuan muda Ruan, mengakhiri pembicaraan karena teman manisnya telah ikut mendengar. Seberapa banyak? Simon tidak peduli, gadis kecil ini lah sumber petaka. Gadis ini yang harus pergi menanggung, bukan dirinya dan seluruh karyawan hotel.


Karena Tuan muda Ruan, dia masih menundukkan kepala, memberi salam hormat, dan memberi wajah pada Anna, "saya permisi keluar, nona."


Simon keluar melewati garis pintu. Baru, Anna masuk, dan menutup pintu. Jadi, baik dirinya maupun Ethan, membisu sebentar. Sehingga kamar terasa sangat senyap, seperti tak ada orang.


"Kemarilah," panggil Ethan memulai membuka pembicaraan, seraya tangan kirinya menepuk-nepuk kasur, menandakan posisi Anna, untuk duduk di sebelahnya.


Polos. Tak memiliki pikiran kotor, Anna berjalan, dan naik ke ranjang, duduk di sisi Ethan, dengan lutut yang bertumpu di atas kasur, dia bersiap-siap membersihkan luka Ethan.


Glek!


Ethan mengutuk dirinya dan Anna, yang terlambat tumbuh dewasa. dia hanya menjatuhkan salivanya, yang terlihat bergerak naik turun, ketika tangan Anna mulai naik turun membersihkan jejak-jejak darah, dan hampir saja tangannya lari memeluk Anna, ketika Anna tengah duduk begitu dekat di sisinya, dengan tangan yang menggulung kain kasa melingkari kepala Ethan.


Dup-dup-dup.


napas Ethan naik turun, mendapatkan kedekatan seperti ini, tetapi mereka telah bersepakat dalam perjanjian, dia hanya bisa menahan diri,  walau degap jantungnya terasa mulai tidak normal, setiap dirinya berdekatan dengan Anna, rasanya dia telah memiliki penyakit jantung di usia muda.


Anna hanya menyimpan perkara guci dalam hatinya, kesehatan Ethan lebih utama, "minum obatmu."


Ethan menerima satu tablet di tangannya, dari kecilnya, tubuhnya memiliki fisik yang kuat, jikapun sakit, maka dia akan selalu mendapatkan suntikan langsung. Ini, pertamakalinya, dia akan memakan obat tablet.


Ethan menggaruk kepalanya, yang tidak gatal, menelan obat, mengunyahnya sebentar, terasa sangat pahit.


Berusaha menahan isi kunyahan mulutnya, akhirnya dia muntahkan, dia tidak bisa meneguknya.


Ethan tidak tahu cara menelan obat, sehingga dia pikir, pergi menelan obat, adalah mengunyahnya dengan cepat. Ternyata rasanya sangat menjijikan dalam mulut.


Anna terkikik sendiri, melihat tingkat Ethan, dia mengejek, "apa kau tak bisa menelan obat? Kau malah mengunyah-ngunyah obat."


Ethan tidak mengelak, dia mengakuinya, "aku terbiasa mendapatkan suntikan, dan lagipula aku jarang sakit."

__ADS_1


Anna tertelan ingin mengejek lagi, tetapi raut wajah Ethan terlihat sangat cemberut.


"Aku akan mengajari Tuan muda Ruan," jawab Anna sambil mengambil satu obat lagi dari botol obat.


Setelah ajaran satu kali, Ethan langsung mengerti dan menelan langsung obat, dan meminum segelas air, menuruti perintah teman manisnya, dia masuk dalam selimut, dan memenjamkan matanya untuk pura-pura tidur. Hanya berpura-pura.


Anna duduk di sisi ranjang, belum bisa tidur, raut wajahnya terlihat menimang-nimang sesuatu di pikirannya. Buntu. Anna kebingungan carav mengganti guci beharga itu,dia menyadari kecorobohannya kali ini.


"Ada apa?"  tanya Ethan yang tiba-tiba membuka matanya, ketika mendengar desahan napas Anna.


Dikejutkan oleh suara Ethan, Anna  tidak ingin basa-basi, dan dia pun segera bertanya,


"apa guci itu, aku bisa menggantinya."


"Walau kau punya uang banyak, tidak akan bisa menggantinya," jawab Ethan.


Anna gelisah. Tangannya terkepal sebentar, pikirannya makin rumit, jika uang banyak, tidak bisa menggantinya, lalu apakah dia harus di penjara?


Mata Anna berkaca-kaca, "Ethan, apakah aku akan di penjara? jika iya, bisakah mereka menunda sampai aku lulus sekolah."


Anna  menangis dengan pikiran polosnya. Jika ini gadis lain, mungkin Ethan tidak akan peduli, tentu saja bukan hanya penjara hadiahnya, namun kehidupan yang lebih buruk dari kemiskinan. Karena gadis ini, adalah Anna, ratu hatinya, dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi, dia akan melindungi Anna dari kejamnya keluarga besar Ruan.


Ethan melihat butir air di sudut mata Anna, yang terlihat penuh, sebentar lagi, akan jatuh ke pipi Anna, "tenang saja, biarkan aku menanggungnya. Itu tidak akan--"


Anna menolak, dia memotong segera, "biar aku saja mendapatkan hukuman keluargamu."


Ethan kembali bangun, mengambil posisi duduk bersandar di kepala ranjang, menatap lurus Anna, dengan dua tangan Ethan, kini berada di kiri kanan kepala Anna, dan melanjutkan perkataannya yang terpoting, "kau tidak akan sanggup, Anna. Keluarga besar Ruan, akan memastikan dirimu menjadi debu tanah. Mereka sangat jahat."


Anna terisak tanpa sadar, Ethan menahan butir air mata itu, dan menghapusnya, "kau tenang saja, aku bisa melindungimu. Oleh itu, kau hanya tidak perlu mengakui kesalahanmu. Apa kau mengerti?"


Anna masih keras kepala, namun juga sangat terisak, dia telah melakukan kesalahan besar, telah menghancurkan benda-benda beharga keluarga Ruan, tepatnya benda beharga peninggalan nenek moyang Ethan.


"Ethan, aku minta ma, maaaaafff.."

__ADS_1


hiks..hiks..hiks..


Ethan membawa Anna ke dalam pelukannya, dan menghibur Anna, "tidak perlu minta maaf, bukankah, kau ingin tau betapa besarnya, caraku melindungi dan menyukaimu."


Anna tertegun, dan terisak lagi, berdiam begitu lama, dan sudah sangat tenang, akhirnya dia membuka mulutnya, "Ethan, aku masih sekolah, kau juga masih sekolah, aku tidak ingin mengenal cinta."


Ketika Anna teringat guci, dia menghubungkan penjara, dan dia tidak menyelesaikan sekolahnya. dia menjadi sangat takut, kembali terisak lebih keras, dan terus menangis.


Ethan membenamkan kepala Anna dalam dadanya, tangannya melingkar memeluk, satu tangannya naik turun mengelus rambut Anna. dia pergi menghibur Anna, sekaligus mendapatkan sesuatu yang menyenangkan, seakan-akan dia berbangga melihat Anna kehilangan kekuatannya, kehilangan taringnya, seperti saat ini, jadi dengan Anna pergi menangis, dan tidak menolak kedekatan seperti ini. Menerima pelukan Ethan, yang menggenggam emas dalam kesempatan.


Menangis lebih lama, maka makin lama Ethan pergi memeluknya. Ethan tersipu sendiri, dan, hanya menyimpan kesenangan dalam isi mulutnya, dari tadi, dia telah melupakan masalah guci, baginya hukuman keluarga besar Ruan masih bisa dia tanggung.


Pikiran Ethan saat ini, hanyalah hubungan dirinya dengan Anna, cara melindunginya dari keluarga besar Ruan, dan membuat ancang-ancang agar gadis kecil ini, harus menyadari telah maju selangkah mendekat padanya, dan menyadari betapa banyak langkah usaha Ethan, yang berusaha mengikis perbedaan dan jarak hubungan di antara mereka.


Puas menangis.


Anna keluar dari pelukan Ethan. Mata Anna terlihat memiliki kelopak mata besar, dan bibirnya terlihat masih seperti mi keriting bewarna merah muda.


Ethan menangkupkan dua tangannya tepat pada kiri kanan pipi kurus Anna, dan berkata, "lihatlah matamu sangat jelek, lebih baik pergi tidur sekarang!"


Anna menurut, beranjak dari tempar tidur, matanya mengarah ke sofa.


Ethan menarik Anna, jatuh kembali terduduk di kasur, "kau tidur di kasur, biar aku di sofa."


Tidak menunggu reaksi Anna, Ethan lebih dulu mengangkat bantalnya, dan menjatuhkan dirinya ke sofa.


"Tidurlah, Anna. Aku tidak akan menggangumu."


Anna hanya diam, seakan menimang-nimang hal ini, tetapi tetap saja dia tidak mungkin, berbagi tempat dtidur, dan tinggal di bawah satu selimut yang sama.


Ingin pergi ke sofa, Ethan terlihat sudah mudah terlelap, matanya bahkan terlihat terpejam.


Anna tidak memiliki pilihan lain, masuk ke dalam selimut, dan mulai memejamkan mata.

__ADS_1


Di saat Anna terlelap, kelopak mata Ethan terbuka.


***


__ADS_2