
Ant Restauran ...
Anna dan Ethan duduk berseberangan menikmati makanan di atas meja yang tersaji, yang telah di tinggalkan Nick.
Tanpa mereka sadari. Di restoran yang sama, di dalam ruang VIP restauran. Nana bertukar kata dengan seorang wanita paruh baya, Yohana Lu, dan Stephan Lu.
Nana tampak berwajah muram. Dia mengenali sosok wanita anggun di hadapannya, Menantu keluarga Lu. Untuk anak muda di sisinya?
Apakah dia puteraku? Mengapa aku tidak menyadari di saat pertamakali aku bertemu dengan dirinya di kediaman Ruan. Dia terlihat sangat cakap dan terlihat mirip Anna. Aku bodoh sekali, baru menyadari kemiripan Tuan muda Lu dengan Anna.
Nana nelangsa biru. Tebakannya seakan membuat dirinya yakin. Dia telah berjumpa dengan putera kandungnya.
"Ibu, dia adalah Bibi Nana. Ibu dari Anna. Anna adalah gadis yang aku sukai."
Yohana menahan napas.
Nana menahan napas.
Tidak pernah menyangka jika undangan makan ini akan memberi kejutan yang luar biasa untuk dua wanita ini.
Tuan muda Lu, kau dan Anna adalah adik kakak kembar. Bagaimana bisa saling menyukai? Tuan muda Lu, kau adalah puteraku, ucap Nana dalam hatinya.
Yang di sukai Stephan adalah anak perempuan dari Nana Su. Bagaimana bisa terjadi? Dalam tubuh mereka mengalir darah yang sama, keluh Yohana dalam hatinya meringis kasihan akan rasa suka Stephan yang tidak seharusnya ada.
"Bibi. Ibu!" sebut Stephan bergantian seraya memandang wajah dia wanita yang saling menatap tanpa berkedip.
"Apa kalian saling mengenal?"
"Tidak!" jawab Nana lebih dulu.
"Tidak saling kenal pula," jawab Yohana yang kemudian mengubah pandangannya untuk menatap putera emasnya yang berada di sisinya. Dia meraih tangan pueteranya , dan ingin rasnaya dia segera menyembunyikan puteranya dari ibu kandungnya.
Walau kau bukan lahir dari rahimku. Namun, sedetikpun aku tidak ingin kau di curi dan kembali pada ibu kandungmu. Aku sangat menyayangimu, Stephan Lu, putera emasku.
Saat ini, Yohana ini ingin menangis. Dia telah menyimpan serapat mungkin rahasia Stephan Lu. Namun, apakah hubungan ibu dan anak mereka akan berakhir setelah kehadiran ibu kandungnya. Yohana menjadi sangat panik.
"Stephan, ibu sangat pusing. Ayo kita pulang."
__ADS_1
"Ibu!" Stephan terlihat protes.
"Bukankah kau berjanji akan membantuku berbicara pada ayah. Bukankah kau tidak akan memandang status atau siapa Anna?"
Yohana menatap Nana sesaat. Ada kebencian yang saling terlempar dari kedua mata Yohan pada Nana.
Nana berwajah pucat segera. Hatinya mendadak sakit mendengar pengakuan putera kandungnya menyukai Puteri kandungnya.
Rasa suka ini, tidak wajar. Nana gelisah.
"Ibu, dia adalah ibu Anna. Anna adalah wanita yang aku sukai!" tegas Stephan lebih lantang. Lalu, Stephan mendorong kursi. Dia berdiri membungkuk memberi hormat sbentar pada dua wanita tersebut. Detik selanjutnya, Stephan menjatuhkan lututnya, dan berlutut.
"Aku mohon, restuilah rasa suka ku ini pada Anna. Aku sangat menyukai Anna."
Stephan membungkuk memohon dan kepalanya hampir menyentuh lantai.
Mengejutkan.
"Ibu bantu aku bicara ayah, aku mohon. Anna, gadis yang baik."
Deg! Jantung Yohana ingin melompat segera.
Stephan mengubah posisinya dan mengarahkan tubuhnya ke arah Nana. Lalu, kembali dia berlutut memohon dengan membungkuk dalam pada Nana.
"Bibi, aku tidak pernah memandang Anna sebagai sosok yang berbeda dariku. Aku menyukainya. Tolong restui aku?"
Deg! Nana ingin meledak dalam tangisnya. Namun, dia tetap bersikap dingin. Berdiri dengan angkuh. Pandangannya menatap pada Yohana yang terlihat linglung.
"Nyonya, aku tidak bisa membantu puteramu. Karena langit tidak akan jatun mencium bumi. Bantulah menjelaskan." —Nana melirik Stephan yang masih membungkuk memohon — "Lagipula Anna telah di jodohkan. Anna akan segera menikah dengan pilihan pamannya. Mohon, jangan mengejar Anna lagi. Terimakasih."
Stephan membola terkejut pada ubin lantai. DIa segera mengangkat pandangannya. Namun, Nana telah lebih dulu Pergi. Hanya terlihat punggungnya pergi melewati garis pintu.
Anna telah di jodohkan.
Stephan segera berdiri. Dia menatap Yohana yang masih kosong akan keadaannya yang terancam akan status dirinya sebagai ibu kandung Stephan, akan terbongkar segera.
"Ibu, aku akan berbicara dengan bibi. Tunggulah di sini sbentar."
__ADS_1
Stephan segera bangkit dan meninggalkan ruang VIP tersebut. Tersisa Yohana di atas meja. Tangannya tiba-tiba terkepal dan bergetar dingin. Mendadak, raut kesedihan naik ke permukaaan,dan warna mukanya terlihat putih seperti kertas.
"Stephan, bagaimana aku harus menolak permintaanmu ini? Bagaimana mungkin kau jatuh hati pada saudaramu sendiri? Ah, ini sangat menyakitkan sekali."
Yohana frustasi sebentar.
"Nana Su. Mengapa Kau datang lagi? Ternyata takbir ibu dan anak itu akan terbuka secepatnya? Ah, tidak aku tidak mau."
Yohana segera bangkit dari tempat duduknya dan menyusul keluar. Baru saja,dia melihat punggung Stephan Lu. Dia di kejutkan dengan sosok lain yang dia kenal. Ethan Ruan.
Yohana memindai satu demi satu wajah,dan akhirnya sepasang bola matanya jatuh menatap pada seorang gadis muda yang berseragam yang sama dengan Stephan.
Deg! Yohana menahan napas,dan baru menyadari jika gadis itu terlihat sangat persis dengan Stephan Lu.
Ya Tuhan. Jadi, Anna Su yang di maksud Stephan. Bukanlah sekedar anak Nana. Namun, Anna adalah Puteri keluarga Lu pula. Nana kau menyembunyikan anak yang lain rupanya!
Yohana berjalan mendekat. Dia sengaja berjalan mengendap dan mencuri dengar perbincangan mereka yang terlihat bersitegang.
Wajah Ethan terlihat muram bertukar pandang denga Stephan. Sedangkan tangan gadis itu mengulur berpegangan tangan pada Ethan.
Yohana menahan napas,dia teringat akan cerita Stephan, yang menyebutkan jika dirinya dan Ethan Ruan, menyukai gadis yang sama.
"Stephan."
Stephan menoleh pada Yohana,dia segera mengapit ibunya masuk ke dalam kelompok.
Nana terlihat mengangkat dagu. Dia terlihat mengerut kening. Berpikir keras untuk mengakhiri hubungan Stephan Lu yang menyukai Anna,serta Ethan Ruan yang menyukai Anna pula.
"Anna, kemari!"
Anna melirik pada Ethan. Sorot matanya seakan berbicara agar Ethan melepaskan genggamannya.
Dengan sedikit rasa enggan. Ethan melepaskan genggaman tangannya pada Anna.
Anna tersenyum kaku pada Ethan. Lalu, berjalan mendekati ibunya. Ada perasaan sangat tegang melihat warna muka wajah ibunya, hitam dan merah bergantian.
Kala Anna telah berdiri di sisi Nana. Nana segera maju selangkah, dan menggeser tubuh Anna untuk bersembunyi di belakang punggungnya. Seakan Nana, tidak mengijinkan setiap mata pria muda di hadapannya menyimpan wajah Anna dalam manik mata mereka.
__ADS_1
...꧁❤•༆Anna & Ethan༆•❤꧂...