Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
Aku Tidak Akan Melepaskanmu


__ADS_3

Ethan meraih ponsel Anna. Membuka setiap photo dalam galery Anna. Menatap wajah gadis itu yang terbingkai, membuat rindu di dalam dadanya berseru.


Beep!


Pesan baru. Ethan barulah terbangun untuk melihat ponsel miliknya. Ada dua pesan dari Emily. Lalu, satu nomor asing telah mengirim pesan pada Ethan pula.


"Emily sakit?" Ethan hanya mendengus menyesal atas kondisi Emily saat ini. Mendadak miskin dalam satu malam.


Kemudian, tangan Ethan membuka pesan lainnya. Dari nomor asing.


Tuan muda Ruan. Kami telah menemukan nona Anna dan ibunya.


Bagai kilat yang terbit dengan cepat. Menyalakan setiap lilin semangat kehidupan. Membangunkan energi baru. Ethan bangun dari kursinya. Mengambil mantelnya.


Aku menemukanmu. Tidak akan melepaskanmu. Ada apa dengan otak bodohmu itu? Di pengaruhi ibumu. Dia pernah gagal. Belum tentu kita harus ikut gagal.


Mengikuti petunjuk maps. Ethan melaju dengan mobil miliknya. Perjalanan cukup jauh untuk mencapai rumah bibi Tina,yang berada di sebuah pendesaan di belakang bukit.


Dua jam perjalanan menembus gelap gulita. Dengan segunung keberanian, Ethan telah mencapai rumah bibi Tina.  Rumah itu terlihat sederhana. Gelap gulita pula. Namun, pintu terbuka lebar.


Deg! Jantung Ethan berdebar gelisah. Kaki rampingnya melangkah turun dari mobil. Melangkah panjang masuk ke dalam rumah, dengan menyalakan senter ponselnya.


"Anna," sebutnya tidak yakin akan ada sosok dalam rumah itu.


Hening. Sepi. Gelap.


Hanya suara langkah miliknya sendiri yang terdengar. Ethan menahan napasnya. Jantungnya terus berdebar aneh dan keras. Mengundang dirinya panik dan gelisah.


"Hummm .... Hummm .... Tolong!" Suara samar terdengar dari arah dapur. Suara ini tidak asing.


Cepat. Ethan segera melangkah lebih panjang menuju dapur. Sorot lampu mobil menyala, menyilaukan matanya.


Sosok postur yang dia kenal. Terlihat di gendong di atas bahu besar seorang pria.


"Anna!" teriak Ethan. Mengejutkan. Melangkah mengejar. Namun, brakkk! Satu hantaman berat tiba mengenai kepala belakangnya. Jatuh tersungkur ke lantai dapur. Sepasang matanya mengerjap dalam kegelapan. Menemukan sosok wanita muda yang dia kenal telah jatuh terkulai lemas di sudut ruangan.


"Bibi Nana."


Ethan berkedip. Lalu, berguling ke sebelah kiri. Kala dia melihat sosok bayangan hitam membawa sebuah pemukul dan akan menghajar punggungnya.


Bug! Ethan memutar kaki panjangnya dan mengenai leher pria itu. Pria berbadan kekar itu cukup tangguh menjadi lawan Ethan, dia tersungkur sebentar dan bangkit kembali dengan tongkat di tangannya.


Bug! Tongkat itu selalu mengarah dan memukul. Ketangkasan untuk menghalau setiap pukulan. Membuat ujung tongkat menghajar permukaan lantai dan dinding.


Brak!! Tongkat pemukul mengenai meja. Ujung tongkat terjebak dalam meja tersebut. Memberi kesempatan Ethan untuk mendekati pria asing yang kini hanya memiliki tangan kosong di ahdapannya. Bug! Tendangan itu datang mengenai perut lawannya. Lawannya jatuh terhempas menabrak dinding.


Ethan mengejarnya dan mendapatkan dagu pria itu dalam remasan tangannya.

__ADS_1


Bug! Bunyi keras menghajar hidung pria itu. Cairan merah tumpah begitu saja dari setiap lubang besar pria itu.


"kalian menculik Anna?"


Pria itu meringis dan menggelengkan kepala, dan bug! Pria itu membenturkan  kepalanya keras mengenai kening Ethan.


Ethan terhuyung. Pria itu lari, lewat pintu belakang. Lalu, suara deru mobil terdengar berjalan.


"Tidak!" Ethan gelap berusaha bangun. Kepalanya begitu sakit. Penglihatannya kabur. Namun, kepanikannya membuat dia segera melompat kembali ke nyata.


"Anna!" teriak Ethan kala melihat mobil Jeep itu melesat. Kecil dan hilang kemudian.


Ethan kosong sebentar. Jantungnya bergetar kuat. Marah pada dirinya sendiri. Mengabaikan luka di kepalanya. Ethan pun kembali berbalik masuk dalam mobilnya. Melakukan mobilnya ke belakang bukit. Menancapkan gas menyusul mobil yang menculik Anna. Seraya,Ethan mengerahkan meminta bantuan.


Mobil itu terlihat kemudian. Nomor polisi mobil terekam dalam benak Ethan.


"Paman, Anna di culik!"


Erald menyipitkan matanya di seberang sana.


"Siapa yang menculiknya?"


"Apakah ibu atau ayahku?"


"Tidak mungkin. Jika itu mereka. Orang-orangku sudah pasti akan mengetahui."


"Aku tidak memiliki waktu lagi paman. Aku telah kehilangan jejak mobil penculik Anna. Paman!"


...꧁❤•༆Anna & Ethan༆•❤꧂...


Di dalam mobil ....


Anna berpeluh keringat. Bau tubuh pria kekar kiri kanan menusuk hidungnya kala dia bangun dari pingsannya.


Dup-dup-dup! Jantung Anna berdetak kencang. Tidak teratur. Pandangan gelap tidak melihat apapun. Dia hanya merasa dirinya berdesakan di dalam sebuah mobil. Terdengar suara deru mesin mobil berjalan.


"Kalian membawaku kemana?"


Jepitan dagu menyentuh kasar.


"Kau gadis yang cantik sekali."


Anna menggelengkan kepala. Menghempaskan dan menjauh dari tangan pria itu. Bau alkohol terendus masuk ke dalam lubang hidung Anna.


"Lepaskan aku. Ku mohon."


"Setelah kehormatanmu hilang. Kau akan kami lepaskan!"

__ADS_1


Deg! Ancaman itu terdengar nyata dan meledakkan ketakutan yang luar biasa.


"Paman, lepaskan aku."


Brum! Deru mobil terdengar berhenti kemudian. Klekkk! Terdengar suara pintu mobil terbuka. Anna makin bergindik. Namun, seretan tangan besar menyeretnya turun.


Gelap. Pandangan gelap. Hidungnya hanya mampu mengendus. Bau alkohol. Bau badan para pria besar yang menyeretnya masuk.


Brakkk! Pintu terbuka lebar. Penutup mata Anna terbuka. Bukan hanya tiga empat pria di dalam ruangan bersamanya. Ada selusin pria bengis dengan wajah mengerikan.


"Tidak! Paman lepaskan aku."


"Kami ingin berpesta denganmu!"


Anna menggelengkan kepala. Tangannya terkunci di belakang punggungnya. Seseorang telah mengikatnya dengan tali.


Tidak lama kemudian, seorang pria berumur tiga puluh awal itu, dengan paling bersih penampilannya menghampirinya. Aroma sabun terendus.


"Kau cantik juga. Sayang, musuhmu banyak memberi uang untuk menghancurkan masa depanmu?"


Anna menggelengkan kepala. Memohon dengan air mata, "Kaka, jangan lakukan itu!"


Pria itu tersenyum. Tiba-tiba mengeluarkan suntik dari saku celana. Cairan penuh berada dalam tabung suntik.


"Kau tau ini apa?"


Anna bergindik takut. Bergetar. "Jangan lakukan apapun!"


"Ini adalah narkoba. Jika aku menyuntikan ke dalam darah dagingmu. Seumur hidup, kau akan ketagihan. Kau akan menjadi gadis muda yang ketagihan narkoba, dan tidak ada yang bisa mengobatinya."


"Aku tidak mau!"


"Setiap hari kau akan memohon untuk meminta suntikan yang membuat tubuhmu nyaman. Jika kau tidak mendapat suntikan, tubuhmu akan menggigil, sakit tulang, kulit bibirmu kering pecah hingga berdarah. Oleh itu, kau akan datang pada setiap pria dalam gudang ini, dan menjual tubuhmu."


Anna terpaku ingin mati segera. Bersiap menggigit lidahnya untuk mati.


"Lebih baik mati. Daripada menjual tubuh!"


Cih! Air ludah jatuh menimpa wajah Anna. Cubitan dagu datang, dan dagu Anna terangkat. Bibir pria itu datang mendekat pada wajahnya, dan mendenguskan napas berat, dan berbisik, "Akulah orang pertama yang akan menyentuhmu. Sebelum kekasihmu!"


"Jangan menyentuhku! Kotor! Jijik!"


Pria itu tersenyum. Memberikan suntik kepada rekan lainnya, dan mengambil suntik lain dari saku celananya.


"Apa kau tau ini apa?"


"...."

__ADS_1


"Ini adalah suntik perangsang! Setelah cairan ini menyatu dengan darah dagingmu. Kau hanya akan berkata, minta dan minta lagi."


...꧁❤•༆Anna & Ethan༆•❤꧂...


__ADS_2