Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
Tidak ada nilai tukar kembali


__ADS_3

...Kau boleh menulis harga untuk puterimu. Berapapun yang kau inginkan, akan kuberikan. Hanya saja, kau harus mengingat uang yang kau terima adalah harga yang harus kau pertanggungjawabkan. Kau telah menjual. Tidak ada nilai tukar kembali setelah kau menjual hubungan ini....


..._Tiffany_...


...꧁❤•༆Anna & Ethan༆•❤꧂...


Taxi itu berhenti seketika di sebuah bandara. Mengejutkan jantung Anna.


Mengapa berhenti di sini?


Dia menoleh pada ibunya yang telah turun berdiri bersamanya menghadap airport.


"Kau akan membawaku kemana?"


"Pergi sejauh mungkin," jawab Nana dengan tangan mengulur memberikan buku paspor miliknya dan Anna.


"Ibu, akankah membawaku ke luar negeri?"


Nana mengangguk, dagunya terangkat dengan sepasang mata menatap papan nama bandara, "Kita akan meninggalkan negara ini sejauh mungkin."


Anna terkesiap. Saat ini, apa yang dia pikirkan? Dia belum memberitahu perihal ini pada Ethan. Haruskah dia berpisah dengan jarak panjang yang memisahkan begitu jauh.


"Kau akan membawaku pergi ke negara mana?"


"London."


Anna membola. Tangan Nana sebelah kirinya menggerek koper, dan tangan kanannya menyeret tubuh Anna yang telah terlihat kehilangan nyawanya. Dia hanya bagai patung manekin yang di bawa pergi masuk ke dalam ruang check-in.


Duduk. Nana membawa Anna untuk duduk. Saat itu, diapun terbangun dari kehampaan, kekosongan hatinya. Dia terkesiap, dan menoleh pada ibunya yang terlihat hanya menatap papan layar boarding keberangkatan.


Sangat mustahil untuk berpisah sejauh mungkin, tanpa memberitahu Ethan. Anna berkedip dan bertanya, "Darimana ibu mendapatkan uang? bagaimana kita hidup dengan kantong yang harus berisi dollar?"


"Tidak perlu dipikirkan. Yang penting memiliki uang untuk terbang ke sana."


"Ibu, kau pikir akan mengajakku bergelandang di sana."


"London tidak sejahat itu. Bahkan pengangguran pun tetap ada roti gratis yang dia dapatkan."


"Mengapa kau berpikir lari sejauh ini?"

__ADS_1


"Tutup mulutmu. Jangan banyak bertanya lagi. Aku sangat mengantuk."


Nana memalingkan wajahnya, lalu menjatuhkan kepalanya bersandar pada topi kursi. Lalu, berpura-pura tidur. Jauh dalam hatinya, dia telah kehilangan seluruh nuraninya. Dia telah menjual harga untuk hubungan Anna dan Ethan, untuk satu kata perpisahan yang sangat panjang.


Pergilah sejauh mungkin. Hidupmu dan puterimu, tidak akan kekurangan apapun. Asal, puterimu tidak mendekati puteraku lagi.


Saat itu, Nana telah menerima sejumlah uang dalam rekeningnya. Walau uang itu tidak banyak bagi seorang Tiffany. Namun, hal itu cukup membiayai hidup sementara, sebelum mendapatkan pekerjaan baru. Uang itu adalah harga yang disebut Nana pada Tiffani. Saat itu. dia tidak ingin menjual harga tinggi, agar tidak disebut sebut sebagai wanita serakah mengatasnamakan puterinya.


Lebih baik meminta sedikit untuk bertahan hidup. Daripada meminta banyak, terlihat pengemis. Aku memang wanita ******, melahirkan seorang Puteri dari seorang pria kaya raya yang lebih mempertahankan nama baiknya daripada hubungan bawah tangan yang disebut skandal memalukan bila diungkap ke udara.


Nana menguap sesat. Dia telah memilih menjadi bodoh di usia muda. Bukan gemerlap yang dia incar saat dia mengejar pria kaya dalam hidupnya, saat itu dia hanya ingin mengubah ekonominya dengan bersikap bodoh melucuti seluruh pakaiannya pada saat masih remaja. Kini, dia sungguh menyesal akan apa yang telah dia lakukan. Karena, apa yang dia korbankan, hanya sebuah kesia-siaan. Oleh itu, dia tidak ingin Anna melanjutkan kisahnya kembali bersama Ethan. Hubungan itu sangat rumit.


Kau boleh menulis harga untuk puterimu. Berapapun yang kau inginkan, akan kuberikan. Hanya saja, kau harus mengingat uang yang kau terima adalah harga yang harus kau pertanggungjawabkan. Kau telah menjual. Tidak ada nilai tukar kembali setelah kau menjual hubungan ini.


Nana menahan napas saat itu. Saat itu pula dia ingin menguras seluruh uang wanita kaya raya itu. Namun, satu kalimat lolos menghancurkan pena keserakahan Nana saat itu pula.


Berlaku serakah, hal itu seperti pengemis. Karena, posisimu adalah meminta bukan mendapatkan warisan. Karena, kau tidak memiliki harga, jika tak menjual apapun. Karena, sesungguhnya Ruan tidak pernah akan mengakui keberadaannmu.


Nana getir saat itu. Sungguh harga dirinya telah dilucuti seorang Tiffani. Diapun menulis sembarang di atas cek. Yang penting, uang itu cukup untuk dia hidup bersama Anna. Hanya untuk kata perpisahan yang panjang, dan jangan pernah menoleh ke belakang.


Saat itu, Nana jatuh malu untuk menjual hubungan puterinya pada Tiffani. Andai dia tidak terdesak, dia tidak akan menjual hubungan kaya miskin ini.


Nana mengulurkan tangannya, tanpa membuka matanya, bibirnya hanya berkata, "Tinggalkan ponselmu."


Anna tercengang sesat, "Ponselku?"


"Aku tidak ingin kau menghubungi Ethan kembali."


Deg! Gugup seketika. Rencana Anna memberitahu Ethan, buyar seketika.


"Kau ingin ke toilet atau memberitahu Ethan?"


Saat ini mata Nana terbuka lebar, dan dia menoleh sarkas menyelidik Anna.


"Ke toilet," jawab Anna kaku.


"Berikan ponselmu!" Nana menolehkan lehernya panjang melihat barang tersembunyi dalam genggaman tangan yang berada di balik punggung Anna.


"Tinggalkan ponselmu!"

__ADS_1


Deg! Jantung Anna di bangunkan lagi, berdetak kembali. Sepasang mata ibunya menghardik, menakuti dirinya. Dia segera mengeluarkan ponsel dari balik punggungnya, dan menyerahkan pada Nana.


"Jangan terlalu lama pergi ke toilet."


Anna menganggukkan kepala, bodoh seperti kelinci yang penurut. Walau hatinya begitu kacau, bagaimana dia harus memberitahu Ethan? Apakah dia harus bersikap kabur seperti gadis kecil dalam cerita novela, yang membangkang ibunya, demi seorang kekasihnya.


"Iya," jawab Anna berpaling, memutar langkahnya seraya berjalan penuh kebingungan. Hingga tiba-tiba tangan datang menyeretnya kembali.


"Ibu!" Anna cukup terkejut.


"Aku yang akan mengantarmu pergi ke toilet. Karena, aku takut kau bukannya pergi ke toilet. Namun, malah menemui Ethan. Ethan lagi."


"Ibu." Anna terlihat bodoh saat ini. Tangannya tergenggam dalam genggaman ibunya, punggung ibunya terus berjalan mendahuluinya, dan menyeretnya ke toilet.


Kosong. Anna hanya menemukan kekosongan kala pintu toilet terbuka untuknya.


"Cepatlah! Kita tidak memiliki waktu banyak."


Anna terdesak bodoh. Dia masuk ke toilet. Dia hanya berharap telepon umum untuk menghubungi Ethan. Setidaknya, Ethan tau dia akan meninggalkan negara ini. Dia tidak ingin hubungannya terblokir tanpa arah.


Berpikir dengan banyak cara. Dia hanya perlu pergi sebentar, dan kembali pada ibunya. Hanya itu satu-satunya jalan keluar untuknya saat ini.


Tok! Tok! Tok!


Ketukan pintu mengejutkan Anna. Dia segala menyalakan keran, seakan dia telah menyelesaikan buang airnya. Dia keluar. Ibunya kembali menggandengnya seperti seorang tahanan.


Berjalan keluar, dengan sepasang mata yang terlihat membola liar melempar pandangan mencari celah. Celah untuk kabur.


Kesempatan.


Sepasang mata Anna cerah menemukan apa yang dia cari. Telepon umum. Tepat berseberang dengan bandara. Dia hanya tinggal menyebrang, dan berlari secepat mungkin.


Anna menatap ibunya yang terlihat lengah dengan cengkraman tangan yang melembut.


...꧁❤•༆Anna & Ethan༆•❤꧂...


Author note :


Numpung mood bagus mau selesaikan novel ini secepatnya. Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2