Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
13 Simpan Kartuku


__ADS_3

Anna melepas tangan Ethan begitu saja, memegang tangan Gita dan menggandengnya berjalan bersama, meninggalkan Ethan yang masih terlihat kosong.


Nick yang tadi tersiram cuka kini di atas angin melihat Anna meninggalkan Tuan muda kaya ini, tiba mengisi hati kosong Ethan, meniup-niupkan bara api dengan satu kalimat Nick yang menyinggungnya, "aku dengar dari Gita Wen, Anna berkencan hari ini, agar kau tak muncul lagi di depan sekolah."


Mata Ethan yang tengah berlangsung menatap punggung Anna yang berjalan ke gerbang, kini matanya beralih sangat cepat  dengan sorot yang bersiap meludahkan api, "apa arti kalimatmu ini,--aku dengar dari Gita Wen, Anna berkencan hari ini, agar kau tak muncul lagi di depan sekolah."


Nick menaikan kelopak mata, pria ini dalam hitungan detik menghafal satu kalimat, namun berlakon bodoh menerjemahkan arti isi mulutnya, ia maju satu langkah dan berhenti tepat di depan mata Ethan, menunjukan ia seorang rendahan yang mampu bersikap angkuh dalam satu tarikan untuk bersaing mendapatkan gadis yang sama, "apa tuan kaya raya sedang berlakon bodoh, menanyakan satu hal yang tidak--"


Buk!


Satu kata yang belum selesai, terbungkam oleh satu tinju mentah yang melayang panas ke wajah Nick, sangat nyata meninggalkan bekas biru ungu di sudut bibirnya. Pukulan mengerikan, tenaga yang besar.


Nick yang masih jatuh tersungkur, tidak mengira  Tuan muda Ruan ini akan bertindak memukulnya, ia bangkit namun bau amis tertelan begitu saja, bibirnya robek, satu pandangan memindai jijik padanya, "aku tidak suka bau  nafas rendahan terlalu dekat dengan wajahku."


Nick marah, naik memukul.Namun dengan mudahnya tinju di tangkap Ethan, dan satu tinju Ethan masuk ke dalam perutnya, dan satu putran kembali, memikul tubuh Nick, dan langsung membantingnya dengan mudah, menabrak tanah. Pasti itu sangat sakit.


"Kyaaa... mereka berkelahi!" seruan seseorang dari daftar antri yang di belakang Anna, ikut mengejutkan Anna dan berbalik ke situasi di belakangnya.


Ethan Ruan menindas Nick Wu. Anna terbelalak dalam hitungan detik, dan meminta petugas kebun binatang yang berdiri di depan gerbang, untuk segera melerai, namun sang petugas hanya menjawab, "tidak ada yang berani, menyentuh kesenangan Tuan muda Ruan,"


"egh.." Anna tidak bisa habis pikir sebentar, dan memaki, "apa guna seragammu, dasar orang tidak berguna!"


Anna lari pergi mendekati Ethan.


"Hei anak kecil, kami ini pekerja Ruan. Kami lebih takut dengan Ruan,"keluh petugas itu menghela nafas, mau bagaimana lagi? nasi sehari lebih penting daripada menyinggung Tuan muda Ruan.

__ADS_1


Gita tersenyum ingin untung segera, kekuasaan Ethan benar nyata di depan matanya, pria itu belum tumbuh dewasa, sudah memiliki taring yang mengeringkan tulang semua orang. Gita segera mengejar Anna, mengambil kesempatan mengikuti terus.


"Ethan, hentikan!" lerai Anna mengambil tubuh Ethan, tepatnya ia terlihat memeluk pria itu dari belakang. Mendapatkan pelukan, emosi Ethan turun drastis, dan ia berhenti memukul pria yang mengolok dirinya.


Setelah Ethan tenang, terdengar Ethan mengatur tarikan nafas. Anna melepas pelukannya, jatuh berbalik membantu Nick bangun, wajah Nick terlihat tidak baik. Sudut mata. Sudut bibir. Robek.


Anna marah memanggil nama dengan suara yang keras, "Ethan!"


Ethan mendongakan wajahnya, ia tidak merasa bersalah, "dia yang salah, aku tidak suka bau nafas yang terbang ke wajahku. Ia tidak memiliki etika."


Anna tercengang bodoh, apa ada orang segila ini? Berbalik dengan hati Gita, yang merasa Ethan sangatlah tangguh dalam satu tampilan, sudah bisa menjatuh Nick dengan mudah, ia bersumpah harus mendapatkan Pangeran emas penuh kekayaan ini.


Anna ingin mengeluh, tetapi percuma, standart Ethan memang seperti itu, ia tidak suka bersentuhan dengan yang rendahan,  malas bertengkar dengan Ethan, Anna ingin segera pulang, "Ethan, hari ini kita batal. Aku akan pulang mengantar Nick ke rumah sakit."


Ethan balik marah, "untuk apa kau mengantarnya, aku tidak setuju."


Merasa namanya di sebut. Walau terdengar sangat kasar. Namun Gita Wen, merasa Ethan telah membuka pintu untuk mengenalnya dengan baik, ia segera memberikan anggukan, "iya, aku Gita Wen."


Ethan menyipit tidak senang, ia teringat satu kalimat Nick tadi, bibirnya langsung terbuka menghina, "isi mulutmu bau. Pergilah sikat gigi sebelum berkata."


Gita Wen jatuh bingung, mengapa Pangeran emasnya malah menghinanya dengan satu kalimat tersembunyi, apa ini ada hubungannya dengan Nick? Tuan muda Ruan menampar marah Nick, dan kini menampar dengan isi mulutnya, sangat jelas ia menyindir Gita.


Tidak menunggu reaksi Gita, Ethan mengambil dompetnya sendiri, dan hanya menarik kartu uang dan kartu identitasnya, di dalam dompet, tertinggal masih banyak uang dalam jumlah sangat besar.


Ethan melempar dompet pada Gita, dan juga melemparkan ancaman, "antar dia kerumah sakit, rawat dengan baik. Jangan lupa, kalian berdua tidak boleh muncul lagi di hadapanku. Karena kalian masih ingin, orangtua kalian tidak di susahkan!"

__ADS_1


Ancaman sangat jelas. Gita tidak bisa berkutik. Nick yang terkapar di atas tanah, sekarang merasa sangat merinding, tidak seharusnya ia berani menyinggung Tuan kaya ini. Hidupnya sangat sewena-wena. Kini pergi mengancam orangtuanya.


Anna segera menarik Ethan, ia tidak bisa menambah minyak di atas kepala Ethan, apinya akan makin besar, jadi dengan lembut ia membujuk Ethan, "Ethan, jangan mengambil hati. Maafkan mereka, okay?"


Anna merasa sangat konyol, malah berdiri dengan kata yang  menyalahkan Nick dan Gita. Bagaimana lagi, Ethan tidak akan mudah dibujuk, jika Pangeran emas ini pergi di salahkan.


Ethan berbalik pada Anna, emosinya tiba-tiba surut, mengambil tangan Anna kembali, dan menitipkan kartu dan identitasnya, "titip di dompetmu, sebentar."


Anna mengedipkan matanya pada banyak kartu emas, kartu hitam , dan satu KTP, dua SIM milik Ethan di tanganya. Setelah beberapa detik, ia mengerti dan mengambil dompet miliknya, dan menempatkan semua kartu Ethan dalam dompetnya.


Nick bangun berdiri, memilih menyerah mengejar Anna. Sangat jelas, adegan di depan matanya tanpa sengaja memberitahunya, bahwa satu kartupun tak bisa ia berikan untuk Anna.


Nick pergi mundur, Gita terpaksa mengikuti, apalagi ia terperangah dengan isi dompet. Isinya sangat banyak, belum lagi merk dompet ternama . Tidak ada harapan lagi pada Tuan muda Ruan, pria itu sudah memperingati dengan satu kalimat panjang  yang mengerikan. Ia hanya pasrah menjadi orang di sisi Nick.


Anna bingung menatap dua temannya pergi, ia pergi memanggil "Gita, Nick."


Dua sosok itu berhenti sebentar, dan berbalik, Anna segera membungkuk malu, "maaf yah..."


Ethan terlihat sangat tidak senang, mengapa Anna pergi meminta maaf. Nick menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia hanya merasa status dirinya dengan Tuan muda Ruan, tidak bisa di sandingkan, hal ini seperti terlihat dua warna yang menabrak, jadi Nick berlapang dada menurunkan kepala membungkuk kembali, "yang minta maaf itu harusnya aku, karena aku membuat temanmu marah.. maaf Anna, maaf  Ethan..."


Ethan hanya mencibir. Dua sosok rendahan yang baru sadar kedudukannya, "oleh itu, jangan pernah mencoba muncul di depanku lagi, dan aku memaafkan kalian karena memandang Anna, itu saja. Byeee!"


Anna tidak bisa berkata apapun, "..."


***

__ADS_1


votement yah 😘😘


__ADS_2