Kekasih Tuan Muda Ruan

Kekasih Tuan Muda Ruan
Kau Harus Tetap Hidup


__ADS_3

Di Rumah Sakit


Langkah Kaki Anna cepat menyusuri koridor menuju ruangan Joe di rawat. Di belakang Anna, langkah kaki panjang Ethan mengikuti. Wajah Ethan terlihat menyimpan banyak keraguan di wajahnya, namun segera dia tepis, ketika kakinya dan kaki Anna telah berhenti tepat di pintu perawatan Joe.


Joe Han


Label nama yang tertera pada pintu kamar ICU. Anna terlihat menghela napas ketika membaca nama pria tersebut. Dia menoleh ke belakang, hanya untuk memeriksa wajah Ethan. Wajah pria itu terlihat datar.


"Ethan, jika kau tidak bersedia masuk. Tunggulah aku di luar," pinta Anna.


"Masuklah lebih dulu, bukankan ruang ICU. Hanya untuk satu pengunjung setiap kali bertamu," jawab Ethan yang terlihat memasang wajah acuh kemudian,dan bersandar di dinding.


Anna tersenyum sekilas pada Ethan, sebelum akhirnya dia membuka pintu. Seorang suster tiba datang menyambutnya dan meminta Anna menunjukan kartu pengunjung pada suster tersebut.


"Hanya 30 menit. Tidak boleh berlama. Dia sedang mengalami koma. Jadi anda hanya harus berbicara dekat pada telinganya," saran Suster.


"Silahkan menggunakan masker dan APD." Suster memberikan satu paket paket Alat pelindung diri, dan masker pada Anna. Setelah Anna mengenakan pakaian APD, susterpun meninggalkan ruangan.


Anna melangkah masuk lebih jauh ke dalam hingga mencapai sisi bankars, tempat Joe Han berbaring.


Anna mengambil kursi dan duduk di sisi terdekat Joe. Mengingat saran Suster, Anna mencondongkan kepalanya lebih dekat pada telinga Joe, dan mulai menyapa pria yang terbaring yang kesadarannya telah hilang.


"Joe, ini aku Anna. Apa kabarmu?" tanya Anna.


Tidak mendapatkan jawaban.


Anna tersenyum getir. Barulah dia memberanikan diri menatap wajah Joe. Wajah seputih kertas dengan lebam biru yang masih membekas. Walaupun sudah sangat samar. Namun Anna menebak jejak lebam biru itu adalah jejak yang di tinggalkan Ethan.


Anna memejamkan matanya untuk meresap rasa sakit yang tiba berkecamuk dalam dadanya. Dua nama pria itu terasa tumpang tindih mengisi pikirannya.

__ADS_1


Ethan Ruan


Joe Han


"Joe, apakah kau akan bangun lagi? bisa kah aku berkata. Aku mohon cepatlah bangun,dan kita bersekolah bersama lagi. Kali ini aku tidak akan pernah menolak, berboncengan denganmu. Aku janji akan berangkat dan pulang sekolah naik sepedaku. Aku mohon, bangunlah ...," pinta Anna dengan suara yang dia buat setegar mungkin tanpa ada suara Isak terdengar.


"Joe ...," lirih Anna memanggil, Anna membawa tangannya menangkap tangan yang terasa dingin dan lunglai di atas kasur. Untuk pertama kalinya, Anna menggenggam tangan Joe dan membawanya mendekati pipinya.


Merasa begitu dingin dan lunglainya tangan Joe yang sangat berbeda dari biasanya. Gejolak dada yang berkecamuk dalam dadanya, mengguncang sepasang mata indahnya mendorong air asin keluar dari ujung corong matanya yang sipit.


"Maafkan Ethan, Joe ...," Isak Anna dengan air mata yang jatuh membasahi punggung tangan Joe yang dingin.


"Aku mi-minta maaf untuknya. Dia memiliki emosi yang tinggi, na--namun dia memiliki cinta yang sangat banyak untukku. Bagaimana aku bisa membencinya untukmu. Aku tidak bisa Joe. Maafkan aku!" bisik Anna tanpa sadar membawa tangan dingin itu menyentuh bibirnya sendiri.


"Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan a-aku ...," isak Anna, yang kemudian hanya menghabiskan keheningan ruangan dengan suara Isak yang terdengar naik turun, tanpa sepatah katapun yang mampu dia lontarkan kembali.


Suara langkah terdengar.


Mendengar suara yang tidak asing. Anna segera meletakkan tangan Joe, dan tangan lainnya segera menghapus air matanya.


Dia segera bangkit berdiri dan berbalik mendapati Ethan yang terlihat menyelidik banyak jejak air mata di wajah Anna, dan sepasang matanya terlihat masih berkaca-kaca.


Ethan maju perlahan, hanya sekedar membawa ibu jarinya menghapus air mata Anan yang kembali jatuh ketika dirinya mendekati gadis itu.


"Apakah kau menangis untukku lagi? atau untuk Joe Han?" tanya Ethan, dan detik selanjutnya Anna menghindar tatapan Ethan, dan pergi meninggalkan ruangan ICU dengan cepat.


Ethan berbalik mengejar, namun segera mengurungkan niatnya, ketika dia menyadari tujuannya masuk ruangan ICU. Dia kembali berbalik, dan menatap nanar ketika sepasang matanya mendapati Joe Han terbaring dengan banyak selang pada tubuhnya di atas bankars.


Ethan maju perlahan dan mendekat pada sosok yang pertama kali membuat seluruh raga dan hatinya di kejutkan akan apa yang telah dia perbuat. Untuk pertama kalinya, dia peduli pada seseorang yang telah menjadi korban dari besarnya amarahnya.

__ADS_1


Ethan duduk di sisi bankars. Jejak basah masih membekas di sprei warna biru muda itu. Ethan diam sesaat, menebak pastilah ini hujan yang di ciptakan Anna, untuk Joe.


Ethan mengatupkan semua giginya rapat-rapat, berusaha kuat untuk tidak meronta. Untuk pertama kalinya jiwa dan pikirannya ingin meronta atas perbuatannya. Namun mengucapkan maaf, baginya bukanlah keharusan.


Untuk pertama kalinya, Ethan tertunduk. Seakan permintaan Anna berdengung membisiknya kembali.


'Minta maaflah padanya selama dia masih memiliki napas yang membuat sepasang telinganya bisa mendengar permintaan maafmu, Ethan.'


Ethan meraih tangan dingin Joe, merangkumnya sebentar dalam genggamannya, dan barulah dia berkata membisik keras pada pria yang terbaring itu.


"Kau harus tetap hidup untuk membalasku. Jangan pernah bangun, jika kau menyerah


Anna milikmu, telah kurebut dari awal. Jika kau menginginkannya, kau harus hidup kembali. Walaupun kau telah menapaki tangga untuk pergi ke langit, kau harus segera berguling jatuh kembali ke dalam kehidupan mu sebagai Joe Han yang selalu menyukai Anna diam-diam."


Glek!


Ethan menelan ludahnya yang telah bercampur rasa isak masuk ke dalam tenggorokannya. Setelah cukup tenang, dia kembali mendekat pada telinga Joe, berbisik dengan keras.


"Aku tidak akan pernah meminta maaf padamu. Jika kau ingin aku berlutut, maka kau harus bangun dan mematahkan kakiku. Kau harus bangun, dan tunjukkan padaku, siapa yang sepadan dengan Anna. Kau atau aku? Aku bisikkan padamu, Anna adalah milikku, dimana aku datang merebutnya darimu, yang hanya berani menyukainya dalam diam."


Ethan menghela napasnya lagi.


"Apa kau tau? kapan aku mulai menyukai Anna ..., pasti kau tidak tahu. Aku ... menyukai Anna semenjak membaca buku harianmu yang kau tinggalkan. Aku awalnya menyembunyikan buku harianmu, hanya untuk mengerjaimu, namun aku malah membacanya satu lembar demi lembar cerita hidupmu yang menyukai Anna diam-diam."


Ethan tersedu sesaat. Membayangkan betapa dia memiliki keegoisan besar sebagai pendatang baru, yang memiliki nyali mencuri sang tokoh wanita yang sangat di sukai Joe Han. Punggung tangan Ethan segera menghapus air mata yang terlihat bersembunyi di ujung matanya.


......................


Bersambung...

__ADS_1


Pembaca boleh kah Jeje bertanya?Apakah Joe Han harus di biarkan meninggal atau di buat untuk terus hidup. Tolong tinggalkan jawaban di komentar, agar menjadi clue selanjutnya.


Terimakasih.


__ADS_2